
Hari ini Rasya pergi je sekolah bersama dengan Aryo. Sesampainya di sekolah, Heru melihat mereka berdua jadi semakin marah. Ia merasa harga dirinya seperti di injak-injak oleh kekasihnya itu. Bagaimana tidak, Rasya yanh berstatus sebagai kekasihnya malah lebih sering menghabiskan waktu dengan sahabatnya hang ia anggap sudah berkhianat padanya. Dilain sisi, Aryo hanya berusaha melindungi Rasya, karena kelakuan Heru yang menyewa preman waktu itu sangat membuatnya tak ingin membiarkan Rasya sendirian dan ingin selalu melindunginya. Rasya pun tak mengerti dan tidak bisa menolak kebaikan Aryo yang selama ini selalu membantunya saat ia membutuhkan seseorang untuk menjaganya.
"Aryo, lo seakan sedang membentangkan bendera perang sama gw, dan lo Rasya, di wajah lo yang polos itu, bisa-bisanya lo ngeduain gw yang selama ini mencintai lo dengan tulus" batin Heru yang hatinya benar-benar terluka karena kesalahpahamannya sendiri.
"Ha ha ha, humor juga kak Aryo ini, udah ah gw capek ketawa terus dari tadi" kata Rasya yang masih terpingkal-pingkal tertawa karena bercandaannya Aryo.
"Iya, gw emang humoris sebenarnya, tapi rahasia yaa.. gak banyak orang yang tau kalo gw sebenernya suka konyol" kata Aryo.
"Siap kak!! aku otw kelas dulu yaa" kata Rasya sambil melambaikan tangan.
"Iya, nanti aku ketemuan di parkiran aja ya sepulang sekolah" kata Aryo lagi sambil membalas lambaian tangan Rasya.
Pelajaran pun dimulai, semua berjalan seperti biasanya hingga jam pulang sekolah. Rasya bergegas ingin pulang, dan ia sangat senang melihat Heru stanby di jalan depan kelasnya memberi kode.
"Itu kak Heru, dia kayaknya ngasih kode buat nemuin dia disana" kata Rasya dalam hati.
"Sya lo di jemput papah lo nanti? bareng kita aja" kata Tata.
"Enggak Ta, makasih, gw bareng kak Aryo, tadi udah janjian bareng" kata Rasya.
"Ciiieeee... yang makin deket sama kak Aryo" ledek Tata dan Risma.
"Iri gw sama lo Sya, udah di anterjemput kak Aryo, agaknya bakal ada yang mau jadian" kata Risma lagi.
"Ih apaan sih, lagian gw udah punya pacar sekarang, uppps" kata Rasya keceplosan.
"Siapa Sya... siapa?? kok lo gak cerita-cerita sih sekarang" kata Risma dan Tata bersamaan sangat kepo.
"Rahasia. Bye" kata Rasya lalu berlari meninggalkan mereka.
"Ih... Rasya lo malah pergi, bukannya cerita" kata Tata.
"Iya nih, gw bener-bener penasaran" sahut Risma. Tata dan Risma kemudian pulang bersama, sedangkan Rasya menuju ruangan Aryo. Perpustakaan sudah sepi, petugasnya pun sudah pulang. Rasya lalu masuk ruangan Heru dan Heru yang sudah bersiap di balik pintu langsung sigap menutup pintunya.
"Ngagetin aja sih kak, kok pakai di tutup segala pintunya, nanti ada yang tau jadi salah faham" kata Rasya.
"Biarin.. abis kakak kangen banget sama kamu" kata Heru mulai mendekati Rasya.
"Rasya mau orange jus botol yang kemarin Rasya liat di kulkas ya kak" kata Rasya mencoba mengalihkan Heru agar tak mendekatinya seperti itu.
__ADS_1
"Boleh, ambilkan kakak satu juga ya" perintah Heru lalu Rasya menuju kulkas untuk mengambil 2 botol orange jus.
Di parkiran Aryo menunggu Rasya, namun sampai suasana sekolah mulai sepi, Rasya juga tak kunjung terlihat. Aryo kemudian melihat Tata dan Risma dan menghampiri mereka.
"Tata, lo liat Rasya enggak?" tanya Aryo.
"Dia udah pulang duluan kak, katanya mau pulang sama kakak" jawab Tata.
"Oh gitu, tapi kakak belum ketemu dia dari tadi, yaudah nanti kakak telpon dia aja, makasih ya" kata Aryo lagi.
"Iyaa kak" kata Tata kemudian pergi.
"Kemana sih lo Sya, buat khawatir aja" kata Aryo sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Rasya. Ponsel Rasya diatas meja bergetar namun Heru yang melihatnya.
"****** lo Ar, gw akan buat lo ngerasain sakit hati yang gw rasain karena ulah lo" Batin Heru dan mereject panggilan Aryo. Ia pun kemudian mengirimi Aryo pesan lewat ponselnya yang berisi "Cewek murahan lo itu lagi sama gw"
"Apaaa??? Rasya sama Heru, dimana mereka sekarang" gumam Aryo semakin khawatir dan membalas pesan Heru "Dimana lo? sampai Rasya kenapa-napa, gw pastikan lo menderita" isi pesan Aryo kepada Heru.
"Sebelum gw menderita, lo yang akan menderita. Cewek ini lebih memilih gw dari pada lo" balas Heru lagi.
"Her, lo kenapa sih sebenernya, gw gak nyangka lo bisa sejahat ini sama wanita" gumam Aryo lagi sambil memutar otak memikirkan diamana Heru dan Rasya kira-kira berada.
"Makasih sayang*" kata Heru kemudian membuka pintu ruangannya.
"Kok dibuka lagi kak?" jawab Rasya.
"Iya kan adek sendiri yang bilang nanti kalo ada orang liat kita di ruangan tertutup jadi salah faham" kata Heru lagi yang sebenarnya punya maksud lainnya lagi .
"Iya, bener itu kak" jawab Rasya dengan polosnya. Heru tahu betul kali ini umpannya akan datang dengan suka rela dan ia tau yang harus ia lakukan. Sementara Aryo langsung bergegas berlari menuju ruangan Heru di perpustakaan. Ia benar-benar khawatir pada Rasya.
"Dasar gadis bodoh! selalu saja mengusahkanku!" gumam Aryo.
"Dek, bolehkah kakak meminta sesuatu?" kata Heru pada Rasya yang sedang asik minum jus sambil nonton TV.
"Minta apa kak?" jawab Rasya.
"Itu minta orange jus" kata Heru menunjuk bibir Rasya.
"Kan kaka udah ada jus sendiri" kata Rasya polos yang tidak memahami maksud Heru.
__ADS_1
"Mau nya minum sama adek di sini" kata Heru lagi makin mendekatkan wajahnya pada Rasya. Rasya pun jadi paham maksud Heru dan menjadi takut.
"Kak jangan! karena ulah kakak waktu itu aku hampir saja menjadi olok-olokan semua temanku, bahkan ada segerombol pre..." belum selesai Rasya bicara, Heru langsung memotong perkataan Rasya.
"Percayalah, kali ini tidak sampai begitu, percayalah" kata Heru lagi dan langsung melakukan aksinya. Lagi-lagi Rasya hanya diam menerima perlakuan Heru. Ia begitu polos dan hanya ingin membahagiakan kekasihnya itu, dilain hal, ia pun sangat mencintai Heru, ia tak tahu apa yang benar dan salah yang telah ia lakukan, ia hanya ingin melepaskan perasaan cinta dan sayangnya yang menggebu kepada Pria yang pertama kali mengajarinya arti cinta dan kerinduan.
"Aku sangat mencintaimu kak" kata Rasya di sela-sela permainan lid*h mereka.
"Aku juga" kata Heru. Heru sangat sedih sebenarnya telah melakukan hal ini untuk membalas dendam, karena sebenarnya ia sangat mencintai Rasya, ia pun khayut dalam perasaannya dan melakukan ci*man dengan sangat lembut.
"Maafkan aku sayang, andai kau tak membagi cintaku pada Aryo, aku pasti akan mencintaimu sebanyak cinta yang bisa ku berikan padamu, aku hanya terluka karena telah mencintai wanita yang salah" batin Heru.
"Rasyaaaaa" gumam Aryo saat menyaksikan itu semua. Ia sangat lemas, hatinya sangat hancur, ingin rasanya ia melayangkan tinju terkuatnya kepada Heru, namun entah kenapa badannya seketika lemas mendengar Rasya yang mengungkapkan perasaan cintanya pada Heru. Aryo pun menahan amarahnya dan memutuskan meninggalkan mereka. Ia berjalan lunglai menuju parkiran motor. Ia lalu menghidupkan motornya dan pergi dari Sekolah tanpa tujuan.
"Pulang yuk kak" ajak Rasya pada Heru.
"Iya dek, duluan aja, kakak masih ada Rapat OSIS 15 menit lagi" jawab Heru. Seketika Rasya mengingat Aryo yang pasti menungguinya di parkiran.
"Oke kak, Rasya duluan yaaa.. Bye kakak" kata Rasya langsung bergegas keluar dan berlari ke parkiran.
"Hati-hati ya Dek" kata Heru sambil tersenyum puas telah melukai hati Aryo. Ia menyadari kehadiran Aryo tadi yang memergokinya bersama Rasya.
"Gimana Ar, perih kan rasanya, itulah akibat dari mencintai cewek orang" gumam Heru.
Aryo yang sedang mengendarai motornya tanpa arah, merasa sangat kacau, ia bahkan tak mengerti harus berbuat apa, mungkin jika Heru benar-benar mencintai Rasya, ia akan mengikhlaskan mereka. Namun, saat ia mengetahui Heru hanya menjadikan Rasya objek balas dendam, hatinya makin teriris.
"Ah, Sial! gw bahkan gak bisa mengabaikan cewek itu begitu aja" Aryo kemudian memutar balik motornya ke sekolaham lagi. Ia tidak bisa meninggalkan Rasya sendiri, ia takut Heru melakukan hal yang lebih parah pada Rasya.
"Kemana ya kak Aryo, apa dia udah pulang karena kelamaan nungguin gw" gumam Rasya dan akhirnya ia mau mencari angkutan umum saja untuk pulang.
"Tiiiinn... Tiiinn" suara klakson motornya Aryo yang ternyata sudah di belakang Rasya.
"Kak Aryo?? kakak kemana aja, maaf ya gw tadi ada urusan dulu, lupa ngabarin kakak" kata Rasya dan langsung naik di bonvengan Aryo.
"Iya, lain kali ngabarin yaa" kata Aryo lalu melajukan motornya. Sepanjang jalan mereka hanya diam. Rasya yang meresa bersalah pada Aryo tak berani mengajaknya ngobrol karena tadi oa melihat wajah Aryo yang agak seram lain dari biasanya. Sedangkan, Aryo sedang tidak mood bicara apapun pada Rasya saat ini.
"Makasih ya Kak" kata Rasya saat sudah sampai depan rumahnya.
"Iya" kata Aryo dan langsung melaju kembali.
__ADS_1
"Kak Aryo kayaknya bener-bener marah sama gw, maafin gw ya kak" gumam Rasya yang memandang Aryo yang sudah mulai jauh sampai tak terlihat lagi.