Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 5 HARI BERIKUTNYA


__ADS_3

Di dalam kelas.


"Agenda kita kali ini adalah mempersiapkan buat lomba pentas seni antar kelas yang akan dilombakan diakhir acara MOS kita beberapa hari lagi" kata Aryo membuka pembicaraan.


"Kita kebagian undian untuk menampilkan drama komedi" sahut panitia lainnya.


"Sekarang butuh 10 orang yang punya jiwa humor untuk bisa mendaftarkan diri" kata Sisi menambahkan.


Beberapa anak kemudian maju dan di seleksi. Mereka pun yang terpilih segera mempersiapkan diri berlatih untuk acara penutupan MOS itu.


"Hi lo Rasya, sama temen samping lo, ikut gw nyiapin atributnya" kata Sisi menyuruh Rasya dan Tata mengikutinya.


"Iya kak" jawab Rasya dan Tata bersamaan.


"Sya, kok gw takut ya sama kak Sisi, kayaknya dia punya rencana lain ngajak kita berdua" bisik Tata


"Huuust, udah jangan negatif thinking dulu Ta, kita kan ga ada salah kenapa musti takut" jawab Rasya menenangkan, padahal sebenarnya ia juga curiga akan perintah Sisi yang tiba-tiba mengajaknya kesuatu tempat.


"ini list atribut pendukung buat acara pentas, kalian cari di gudang ini semua, awas sampai ada yang kurang" kata Sisi sambil memberikan secarik kertas berisikan daftar atribut.


"Baik Kak" kata Rasya dan Tata bersamaan sementara Sisi pergi meninggalkan mereka berdua di gudang.


"Rasain lo, selamat bermain-main dengan tikus nakal disana" gumam Sisi dari kejauhan.


"Uhuk.. uhuk, Uhuukk.. Uhuuukk..." Tata terbatuk-batuk.


"Kamu gak papa Ta? kok batuk-batuk terus dari tadi" kata Rasya khawatir melihat kondisi temannya itu.

__ADS_1


"Berdebu banget Sya, Asma gw mulai kumat ini kayaknya, Uhuukk.. uhuuuk" kata Tata lagi yang terlihat makin lemas dan batuknya kian menjadi.


"Duh, bisa bahaya kalo kamu masih di sini, kamu ke UKS aja, nanti aku yang selesaikan ini" kata Rasya meyakinkan temannya itu.


"Beneran Sya? kamu ga papa aku tinggal disini sendiri" kata Tata lagi.


"Iya, percaya deh sama aku, udah gek ke UKS sana" kata Rasya lagi.


"Baiklah Sya, makasih ya Sya" kata Tata memeluk Rasya kemudian pergi meninggkan Rasya.


"Maafin gw Sya, gw harus buat drama ini karena perintah kak Sisi, dia ngajak gw juga sama lo kesini biar yang lain ga curiga kalo dia mau ngerjain lo lagi" batin Tata sedih karena telah meninggalkan Rasya yang begitu baik padanya.


Tiba-tiba Tata diperjalanan ke UKS melihat Heru sedang bicara kepada seseorang, ia menatap heru dari kejauhan rasanya ingin memberitahu keadaan Rasya di gudang itu sendirian, tetapi ia takut untuk menemui Heru, karena ia telah turut membantu Sisi.


"Ngapain tu anak ngeliatin gw gitu, kayaknya dia mau bilang sesuatu tapi takut" batin Heru.


"Kak, bantuin Rasya kak, Rasya sendirian di gudang dikerjain kak Sisi lagi" kata Tata setelah mengumpulkan keberanian untuk bicara kepada Heru.


"Apaa? baiklah kembalilah ke kelasmu, biar aku kesana" kata Heru dan langsung berlari ke Gudang belakang sekolah.


"Dimana sih naroknya ni barang-barang, susah banget ditemuinnyaa" gumam Rasya


"Ni cewek polos amat ya, masih aja gak sadar kalo dia cuman dikerjain Sisi" batin Heru yang memperhatikannya dari depan pintu.


"Berat baget sih ini Drum nindih karpetnya" gumam Rasya lagi mencoba menggeser drum dan mengambil karpet dibawahnya.


"Lo kalo gak ada kerjaan, jadi asisten gw aja sini dari pada lo kerja begini" sahut Heru.

__ADS_1


"Kak Heru ngapain di sini?" tanya Rasya kaget karena Heru ada di hadapannya.


"ya ngawasin elo*" jawab Heru.


"Gak perlu, Pj kelasku itu kak Aryo sama kak Sisi, mereka yg harusnya ngawasin aku" jawab Rasya.


"Mereka kan dalam pengawasan gw, jadi gw juga berhak dong ngawasin lo juga" kata Heru.


"He em" kata Rasya akhirnya setuju.


"Cekrek.. Cekrek" ada yang mengambil gambar mereka dari kejauhan yang tak lain teman-teman Sisi yang memang diperintahnan mengawasi Rasya di gudang itu. Mereka kemudian mengirimkan photo itu ke WA Sisi.


"Sialan, aku malah memberi kesempatan Heru berduaan dengan anak itu lagi" gumam Sisi dengan kesal segera pergi menuju gudang.


"Ayok pergi dari tempat ini" ajak Heru menarik tangan Rasya.


"Heruuu !!" teriak Sisi marah melihat Heru dan Rasya bergandengan tangan.


"Kenapa Si?, lo jangan gangguin Rasya lagi mulai sekarang" ancam Heru.


"Sebegitu prustasinya kah lo putus dari gw sampai-sampai lo deketin cewek kampungan ini buat pelampiasan?" kata Sisi lagi.


"Pantesan aja kak Sisi benci banget sama gw, ternyata dia mantannya kak Heru" batin Rasya.


"Lo lupa ya, yang tiba-tiba maksa gw jadi pacar lo ya lo sendiri, ngumumin kemana-mana kalo kita udah jadian, gw mah gak pernah suka sama lo Si, gw terima status jadi pacarlo dulu cuman biar gak ada cewek yang ngejer-ngejer gw lagi karena lo pasti bakal halangin mereka, tapi sekarang enggak Si, gw udah gak tahan sama lo, gw udah nemuin orang yang gw suka, dan lo jangan ganggu dia, kalo gak lo akan berurusan sama gw !" Kata Heru yang terus memegang tangan Rasya dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Heru... Heruu... !!" teriak Sisi yang tak diperdulikan oleh Heru.

__ADS_1


__ADS_2