Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 21 Persiapan Surprise buat Rasya


__ADS_3

Aryo belum juga masuk sekolah, meskipun hasil tes darah negatif DBD dan sudah pulang dari rumah sakit, kondisinya masih lemah dan masih perlu beristirahat di rumah. Ia divonis dokter hanya kelelahan saja. Akhir-akhir ini ia dan tim nya memang sedang belajar dengan keras untuh seleksi mengikuti olimpiade mewakili sekolahnya.


"Kamu baru pulang latihan?" tanya Heru saat berpapasan dengan Rasya yang tergesa-gesa akan pulang karena hari sudah sangat sore.


"Iya kak, kakak juga?" tanya Rasya balik.


"Iya, sebulan lagi kan seleksi, semangat yaa" kata Heru menyemangati.


"Iya, tapi sahinganku berat kak, senior semua, lagian aku juga siswa baru, banyak bagian yang belum bahkan belum dipelajari sebelumnya" kata Rasya lagi sambil cemberut. Merekapun berjalan berdampingan menuju tempat parkir kendaraan.


"Gak masalah sih menurutku, yang berat itu sahingan sama Aryo, dulu dia juga sudah mewakili sekolah kita sejak jadi siswa baru kayak kamu gitu" kata Heru lagi memuji sahabatnya itu yang memang sangat cerdas.


"Wah hebat banget sih kak Aryo" sahut Rasya.


"Iya dia emang hebat, lebih tepatnya selain cerdas memang pekerjakeras, rada kutubuku juga kadangan, hee hee" kata Heru lagi sambik menggaruk kepalanya. Dalam hatinya terbesit rasa cemburu lagi dengan Aryo karena Aryo memang sahingan yang berat baginya dalam segala hal.


"Wah jadi down nih aku kalo harus sahingan sama pembimbing sendiri" kata Rasya lagi.


"Jangan down gitu geh, gw denger dari Aryo sih kamu juga sahingan yang patut dipertimbangkan katanya, jarang-jarang dia ngerasa ada orang yang bisa menyahinginya dalam hal pelajaran gitu, apalagi matematika, otaknya udah kayak rumus hitungan semua, hehehee" kata Heru lagi.


"Masak sih, kak Aryo bilang gitu kak?" tanya Rasya.


"Iya bener, lagian kalian kan pasangan mau siapapun yang tampil itu keren sih" kata Heru lagi


"Apaan sih kak, kami gak punya hubungan apa-apa kok" kata Rasya lagi


"Jadi Aryo belum juga nembak kamu?" kata Heru.


"Apaan si kak, lagian kan kak Aryo mana suka sama cewek kayak aku" kata Rasya lagi.


"Wah bener-bener si Aryo, sampe kamu kakak pacarin lagi, awas nyesel dia" kata Heru bercanda.

__ADS_1


Rasya pun hanya diam mendengar perkataan Heru, dalam hatinya memang itu yang ia inginkan, bersama Heru. Suasana jadi sedikit hening.


"Eh maaf, bercanda kakak barusan. Lagian kamu kan sukanya sama Aryo, jadi kakak gak mau berharap lagi sekarang. BTW semoga aja ada gadis cantik dan baik seperti kamu yang qbisa mencintai kakak sebesar cinta kamu ke Aryo" kata Heru membuka pembicaraan kembali.


"Perih banget sih dengernya kak, Rasya itu cintanya sama kakak" batin Rasya.


"Ada kak, seseorang yang sangaaaat suka banget sama kakak, bahkan dari beberapa tahun terakhir ini dia mendam perasaannya" kata Rasya lagi.


"Iya tah? yang suka sama aku kan banyak emang, kan kakak populer, hehehe, tapi kayak kamu gak baiknya itu?" kata Heru sangat ke gE Er an.


"Baik kak, Rasya jamin. Bahkan sangat baik, kakak gak akan menyesal deh" kata Rasya lagi.


"Siapa?" tanya Heru mulai penasaran.


"Risma kak, dia suka sama kakak sejak SMP, sejak kakak pernah kerumahnya kerja kelompok sama kakaknya" kata Rasya lagi.


"Benarkah?? pantas saja tingkahnya sedikit aneh kalo melihatku, masih gak percaya aja kakak dengernya" kata Heru lagi.


"Ok, hati-hati di jalan" kata Heru sambil melambaikan tangannya.


"Duluan ya kak" jawab Rasya dan melajukan sepeda motornya, sementara Heru masih diam memandangi Rasya sampai menjauh dan tak terlihat lagi.


"Dulu sebelum kamu hadir dan menyadariku akan rasa cinta yang sesungguhnya, sangat mudah bagiku dekat dengan wanita manapun, tapi sekarang? entahlah, mengapa bayanganmu selalu memenuhi fikiranku" batin Heru.


Heru lalu pergi kerumah Aryo untuk menjenguk sahabatnya itu yang hampir seminggu tidak masuk sekolah.


"Hei Bro, masih betah juga lo tiduran gini aja" kata Heru saat masuk kamar Aryo dan melihat Aryo sedang duduk di ranjang sambil membuka laptop membaca sesuatu.


"Eh Bro, kemana aja kok baru jengukin gw lagi" jawab Aryo senang melihat kehadiran Heru.


"Belajar Ar, kan bentar lagi seleksi olimpiade, gw gak mau ngecewain ortu gw, kali ini gw musti lolos lagi dan jadi juara" kata Heru sambil mengepalkan tangannya tanda optimis.

__ADS_1


"yah sayang kita gak jadi rival, kalo gak udah pasti lo kalah sebelum bertanding sama gw" kata Aryo lagi.


"Iya sih, untungnya kita beda jalur, lo suka angka gw suka bicara" kata Heru.


"gimana kabar sekolahan?" tanya Aryo.


"sekolahan baik Ar, lok kok nanya sekolahan sih makanya jangan jadi jomlo karatan terus lo, cepet tembak si Rasya, parah lo udah tau cewek yang lo sukain juga suka sama lo, tapi gak di jadiin juga, gw sebot lagi jadi pacar gw nanti" kata Aryo mengancam.


"Gw lagi nyari moment yang pas aja Her, besok rencananya gw masuk mau kasih surprise sekalian nembak dia, kebetulan beaok hari ultahnya" kata Aryo lagi.


"Oh, pantesan lo lagi brosing-brosing kue ulang tahun, buat rencana besok to? kata Heru sambil mengintip laptop Aryo yang ia pandangi dari tadi.


" Iya Her, lo bantuin gw ya, buat suksesin acara besok" kata Aryo.


"Oke bro, jadi lo besok masuk sekolah ni?" tqnga Heru lagi


"Iya, hari ini lo nginep sini aja ya, bantuin gw buat konsepnya, ajarin juga cara nembak cewek, gw belum pernah bro, agak gugup gw" kata Aryo sambil menggosok-gosokan kedua telapak tangannya menutupi kegugupannya.


"Ya ampun Ar, lo udah gugup aja, orang nya lo gak ada disini, gimana besok coba, jangan. malu-maluin gw ya besok" kata Heru sambil menempeleng kepala Aryo.


"Makanya bantuin gw lo nya" kata Aryo.


"Kuat Her, lo pasti bisa, gini to rasanya mempersiapkan wanita yang dicintai untuk menjadi pacar orang lain, ngenes banget sih nasif gw" batin Heru.


"Hei, jangan ngelamun, lo bisa bantuin gw ambil belanjaan buat surprise besoknya di rumah Risma besok pagi-pagi kan? soalnya dia yang beli dan kasian kalo harus bawa sendiri" kata Aryo lagi.


"Bisa, nanti pagi gw bawa mobil aja kesananya biar gak rusak kue tart nya juga" kata Heru.


"Oke, gw WA Risma dulu" kata Aryk sambil mengirim pesan kepada Risma untu mengabari jika besok Heru yang akan membantunya membawa barang belanjaan.


"Hwaaa.. kak Heru bakal jemput gw, asik asik.. asik asikk" teriak Risma girang dan berloncatan diatas tempat tidur sangking bahagianya.

__ADS_1


__ADS_2