Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 11 Pembalasan Heru


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Rasya langsung mandi dan membantu ibunya di dapur. Ia kemudian melanjutkan belajarnya hingga larut malam. Ia harus tetap fokus pada pelajarannya demi cita-citanya. Sementara Heru sibuk dengan pikiran ingin membalas dendam perlakuan Aryo dan Rasya yang ia kira telah mengkhianatinya.


"Gw kayaknya perlu ngajak kak Heru ngobrol deh, masa ia dia cemburu sama kak Aryo yang cuman ngasihin sapu tangannya buat bersihin baju gw yg kotor" gumam Rasya yang gelisah sebelum tidur dan mengirimi Heru pewan WA yang berisikan "Kak, besok ketemuan di ruanganmu ya pengen ngobrol"


"Ngapain sih ni cewek kayak ga ada dosa nya WA gw begini" kata Heru kesal melihat isi pesan Rasya.


"Hmm..gw tau sekarang caranya buat mereka membayar penghianatan ini" gumam Heru sambil membalah pesan Rasya yang berisikan "Oke sayang, kangen kamu lo"


"Ini kak Heru bales, kayaknya dia baik-baik aja nih, gak ada nada marah sama gw" gumam Rasya sambil membalas kembali "*Kakak kok gak sekolah? kemana aja? Adek nyariin lo?"


"Ada urusan keluarga aja adek sayang, maaf ya gak sempat ngabarin*" balas Heru lagi.


Mereka akhirnya berbalas pesan seakan tidak terjadi sesuatu. Rasya merasa bahagia karena ia menduga Heru baik-baik saja, meskipun ia masih penasaran mengapa kekasihnya itu bisa sampai menjotos Aryo seperti itu. Sedangkan, Heru merencanakan pembalasan dendam kepada wanita yg sangat ia cintai itu juga kepada Aryo sahabatnya.


*********************************


"Aryo, maafin gw kemaren udah khilaf sama lo" kata Heru kepada Aryo.


"Eh lo Her, syukurlah lo udah gak kerasukan setan lagi, sumpah gw kaget lo tiba-tiba marah sama gw kenapa sebenernya?" tanya Aryo yang tak menaruh curiga. Ia sangat senang sahabatnya itu telah hangat kembali.


"Nanti istirahat ke ruangan gw ya, nanti gw jelasin" kata Heru lagi.


"Siap Brooo.. yang penting ada Moccacino kesukaan gw yaa" kata Aryo lagi.


"Tenang aja, gw bakal siapin yang paling lo suka" kata Heru.


Saat jam istirahat Rasya pergi menemui Heru di ruangannya.


"Kak Heru" sapa Rasya saat ia masuk dan duduk di samping Rasya.


"Iya sayang, kakak kangen banget nih" kata Heru dengan nada manja.

__ADS_1


"He'em.. adek juga" kata Rasya.


"Dek....." kata Heru mendekatkan wajahnya ke Rasya, ia rupanya akan mencium gadis itu di hadapan Aryo.


Aryo yang baru keluar dari kamat mandi kaget melihat Heru sedang menciumi bib*r Rasya dengan ganasnya. Rasya tidak menyadari ada Aryo di sana. Ia sebenarnya risih dan tak menikmati perlakuan Heru yang kasar dari biasanya, namun ia diam saja karena tak mau mood kekasihnya buruk kembali seperti hari kemarin.


"Heru benar-benar telah memiliki Rasya, Rasya pun sepertinya sangat mencintai Heru, mengapa hatiku sesakit ini melihat mereka begitu mesra, ah aku tak ingin mengganggu, lebih baik aku sembunyi di kamar Heru saja" Batin Aryo lalu diam-diam sembunyi dikamar Heru.


"Rasakan lo Ar, nangis-nangis lah lo di sana, salahnya lo cuman jadi selingkuhan cewek gw, dan lo Sya, gw akan buat lo terlihat seperti wanita murahan" batin Heru yang kemudian terus melakukan aksinya dan mengakhiri dengan sed*tan kuat di bi*ir Rasya yang membuat bekas lebam disana.


"Aaaaahh" kata Rasya kesakitan.


"Sakit ya sayang, maaf yaa" kata Heru menutupi niatnya.


"Kok kasar sih kak, gak kayak biasanya?" tanya Rasya.


"Abis kemarin gak ketemu, kangen banget" kata Heru lagi.


"Sisi gangguin kamu lagi?" tanya Heru.


"Enggak kok, untung ada kak Aryo yang nyelametin aku" jawab Rasya. Rupanya perkataan Rasya mengenai Aryo malah membuat Heru kesal.


"Aryo lagi, Aryo lagi.. Sisi, ternyata bener kata lo kalo Rasya bukanlah wanita yg baik buat gw cintai" batin Heru.


"Kak, aku balik ke kelas ya, nanti Tata sama Risma nyariin tadi lupa bilang kalo mau pergi" kata Rasya.


"Oke sayang" jawab Heru. Rasya pun pergi meninggalkan Heru. Heru kemudian masuk kamarnya untuk memanasi Aryo.


"Lo udah liat kan tadi gw sama Rasya si cewek selingkuhan lo itu" kata Heru.


.

__ADS_1


"Selingkuhan? lo ngomong apa sih Her? gw gak ngerti?" tanya Aryo yang makin tak paham maksud sahabatnya itu.


"gw udah tau semuanya, dan gw akan buat pembalasan yang setimpal dengan penghianatan kalian" kata Heru lagi.


"Her, lo kayaknya udah salah faham deh, gw sama Rasya itu ga ada apa-apa, gw waktu itu cuman simpati sama dia karna bajunya kotor dan gw ngasih sapu tangan buat bersihin bajunya, masa gitu aja dibilang penghianat sih?" kata Aryo yang mulai kesal.


"Ga usah ngeles lo, gw udah tau wajah belang kalian. Lihatlah cewek murahan itu, gw akan buat dia dipermalukan satu sekolahan ini biar dia gak bisa lagi mendangakkan wajahnya lagi" kata Heru lagi. Aryo yang mendengar itu langsung marah dan meninju Heru.


"Thuuuuuuuuph" bunyi tinjuan Aryo sabgat keras karena ia keaal atas perlakuan Heru kepada Rasya. Ia tidak terima Rasya dioerlakukan seperti itu.


"Iya, gw suka sama Rasya, gw cinta sama dia, lebih dari perasaan yang lo punya, jangan pernah mempermainkan hatinya, lo gak pantes dapetin cintanya dia, lo bakal menyesal Her, lo akan benar-benar kehilangan dia" kata Aryo dengan marah lalu meninggalkan Heru untuk mengejar Rasya. Ia sangat khawatir Rasya mendapati masalah seperti yang diancamkan Heru.


"Apa rencananya Heru sih, semoga lo baik-baik aja Sya" batin Aryo.


Sementara Rasya yang polos bahkan tidak menyadari apapun saat semua mata memandanginya dengan aneh, terutama para pria yang ditemuinya sepanjang jalan. Mereka makin berani menggoda Rasya secara terbuka, bahkan tak sedikit yang mengatakan hal-hal yang agak vulgar dan tak enak di dengar. Rasya mengambil langkah seribu menuju kelasnya. Bel pun berbunyi, pelajaran kembali di mulai. Aryo pun akhirnya mendengar percakapan beberapa pria mengenai Rasya saat mencoba mengejar Rasya.


"Sialan Heru, dia mau buat image Rasya jelek, tega sekali dia dengan wanita polos itu, kasihan kamu Sya" Batin Aryo.


"Sya bibir lo kenapa, perasaan tadi pagi baik-baik aja?" kata Risma sambil memperhatikan Rasya.


"Kenapa bibir gw emangnya Ris?" tanya Rasya yang masih tak menyadari kalau bibirnya lebam bekas Heru tadi.


"Kayak bekas.... ya ngak Ta??" tanya Risma kepada Tata untuk second opini.


"Iya Sya, kayak bekas cip*kkan yang gw denger2 dan liat di internet" kata Tata. Mendengar perkataan itu Rasya pun langsung gugup. Wajahnya menjadi pucat karena ia baru menyadari mengapa pria-pria itu kali ini menggodanya seperti tadi, rupanya karena bekas di bibirnya itu.


"Enggak apa2 kok tadi aku makan mpek2 terlalu bersemangat sampai salah gigit" jawab Rasya.


"Oh gitu, kamu makan mpek2 di warung Buk Sum ya, kok ngak ngajak-ngajak sih, tu kan jadi kena karma, heheheh" kata Risma yang langsung percaya perkataan Rasya.


"Kalian jangan ngobrol, perhatikan pelajarannya!" kata Bu guru

__ADS_1


"Baik Bu" jawab mereka bersamaan.


__ADS_2