Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
Bab 34 Senjaku


__ADS_3

"Hai senja yang akan membawakan malam untukku,


Mengapa kau datang begitu cepat hari ini,


Saat aku masih sangat merindukan hangatnya mentari,


Sedangkan kabarmu saja membuatku biru membeku,


dalam kesepian yang kan kau berikan padaku,


di malam ini.


Senjaku,


Tolong bawakan aku bintang


Sebagai teman bercerita tentang indahnya siang,


dan lamanya waktu gelap yang akan terbentang


dalam malamku ini yang panjang.


Apakah aku sedang rindu?


Kepada siapa rasa kucurahkan


Bila hilang sudah semua keinginan


Aku hanya seekor burung mepati


Burung telah patah sayap ditengah lautan


yang mengejar tuannyanya namun tak sampai


Jikapun ombak laut membawaku ketepian


di hadapan tuanku itu,


Masih pantaskah aku memohon kepadanya untuk dibawa pulang?


Aku yang salah telah bermimpi ketika siang


Hingga saat ku tersadar, malamku tak tagi menyisakan mimpi


Sedangkan siangku sudah berlalu,


Malampun tak juga kudapatkan.


Apakah ini sebuah penantian


Dimana rentang waktu ada untuk sebuah pencapaian


ataukah ini ujung dari semua kesabaran


Dimana tak ada lagi tujuan


Lalu apa arti dari waktu yang berjalan


Jika ritme detik demi detiknya


Tak jua membawa perubahan.


Tolonglah senja,


Jangan janjikan aku kesetiaan


dalam gelap dan sepimu saja,

__ADS_1


Tapi berikan aku juga cahaya bintang


agar kami bisa berteman


Saat semua hilang


Ketika mentariku tenggelam"


gumam Rasya yang tanpa di sadariya telah mengeluarkan bait demi bait syair


yan indah saat menikmati hadirya senja di balik jeruji.


"Halo Yo, lo masih di kator polisi? kita OTW kesana" kata Heru


mengabari Aryo melalui telepon.


"Udah pulang Her, Rasya uda gak bisa di jenguk, jam besuk sudah


habis" kata Aryo


"Kita mau minta pembebasan Rasya, gw udah mau sampai nih" kata


Heru lagi.


"Benarkah,lo bawa Ayah Lo? Makasih ya Her,gw seneng bener dengernya,


pas banget orangtua gw lagi ke Ausie ke acara Wisudaan kakak gw"jawab Aryo


yang mendadak sangat senang mendengar Heru mau membebaskan Rasya. Tuan


Herlambang pasti bisa menjamin dan membebaskan Rasya dari tuntutan keluarga


Maheswara. Aryo tidak bisa meminta bantua orangtuanya yan sedang berada di luar


negeri. ia tidak ikut pergi keluar negeri karena kondisinya yang baru saja


nasional d sekolahya itu.


"Enggak gw sama anak-ana yang lain" kata Heru.


"Gw udah bawa pengacara sama pak Doni tadi aja gak behasil Her,


percuma aja polisi gak mau ambil resiko karena kasus ini terlanjur viral di


media sosial dan televisi sehingga jadi pantauan publik" kata Aryo


menjelaskan masalah penjaminan Rasya.


"Gw mau nyoba dulu, nanti gw kabarin lo lagi kalo gitu" kata Heru


lalu menutup telponnya.


"Kak Rame banget, ada wartawanya di depan kantor polisi" kata


Risma saat melihat kondisi sekitar kanor polisi sangat ramai.


"Apa yang bisa kita lakukan kak,kalo pengacara terkenal aja gak bisa


ngebebasin Rasya" kata Tata dengan ada lemas dan sedih memikirka nasif


temannya itu.


Heru yang mendengarkan perkataan dan keluh kesah Risma dan Tata dia saja


tak merespon ucapan mereka, ia sedang fokus memutar otak untuk bisa membebaskan


Rasya.   Mobil mereka akhirnya terparkir di halaman kantor polisi

__ADS_1


diikuti beberapa kendaraan lainya yan juga teman-teman mereka yang ingin


membantu kebebasan Rasya.


"Apakah ini siswa-siswi SMA Terpadu?,apa yang kalian lakukan disini?


Bagaimana kronologi penganiayaan yang dilakukan tersangka kepada putri keluarga


Maheswara? Kalian datang sebagai pihak korban atau tersangka?" sejumlah


pertanyaan langsung meluncur dari para wartawan ketika melihat kedatangan


rombongan siswa-siswi SMA Terpadu. Tiba-tiba ponsel Heru bergetar dan menerima


sebuah pesan.


"Bener dugaan tuan, beberapa wartawan adalah suruhan keluarga


Maheswara" isi pesan tersebut.


"Lakukan sekarang" Heru membalas pesan itu.


"Tolong jelaskan maksud kedatangan kalian kesini?" kata salah


seorang wartawan lagi kepada mereka.


"Kami datang kesini untuk membebaskan teman kami yang tidak


bersalah" kata Heru


"Apakah perbuatan menganiaya seseorang sampai terluka, itu tidak


salah?" jawab wartawan itu lagi.


"Saya ingin menunjukkan ini kepada kalian, lalu kalian nilai saja


sediri letak kesalahanya" kata Heru lalu membuka satu persatu vidio hasil


rekaman CCTV dan menjelaskannya di di depan semua wartawan itu. Para wartawan


langsung terkejut saat melihat kelakuan putri keluarga Maheswara itu yang


sangat tidak baik kepada Rasya, mereka akhirnya mengerti apa yag dlakukan Rasya


adalah semata-mata benuk pembelaan diri. Heru juga meihat ada salah seoran


wartawan yang menelpon seseorang untuk menginformasikan keadan saat ini d depan


kantor polisi, ia tahu betul pasti tu salah sat wartawan suruhan tuan Maheswara.


"Teman-teman yang disini semua tolong segera post dan beri dukungan


kalian untuk kebebasan Rasya" kata Heru lagi.


"Hapus, jangan di publikasikan bos bisa marah" bisik salah


seorang wartawan kepada rekannya.


"Tolong vidiokan kedua orang ini juga, mereka salah satu suruhan


keluarga Maheswara yang ingin menyembunyikan fakta sebenarnya" kata Her


lagi. Seketika para siswa mulai memahami maksud Heru dan geram dengan


wartawan-wartawan suruhan, mereka pun berteriak dan ingin memukuli kedua


wartawan yang ketahuan itu.  Kondisi riuh di halaman kantor polisi pun

__ADS_1


meyebabkan polisi keluar ruangan untuk memeriksa apa yang terjadi


__ADS_2