
"Hai senja yang akan membawakan malam untukku,
Mengapa kau datang begitu cepat hari ini,
Saat aku masih sangat merindukan hangatnya mentari,
Sedangkan kabarmu saja membuatku biru membeku,
dalam kesepian yang kan kau berikan padaku,
di malam ini.
Senjaku,
Tolong bawakan aku bintang
Sebagai teman bercerita tentang indahnya siang,
dan lamanya waktu gelap yang akan terbentang
dalam malamku ini yang panjang.
Apakah aku sedang rindu?
Kepada siapa rasa kucurahkan
Bila hilang sudah semua keinginan
Aku hanya seekor burung mepati
Burung telah patah sayap ditengah lautan
yang mengejar tuannyanya namun tak sampai
Jikapun ombak laut membawaku ketepian
di hadapan tuanku itu,
Masih pantaskah aku memohon kepadanya untuk dibawa pulang?
Aku yang salah telah bermimpi ketika siang
Hingga saat ku tersadar, malamku tak tagi menyisakan mimpi
Sedangkan siangku sudah berlalu,
Malampun tak juga kudapatkan.
Apakah ini sebuah penantian
Dimana rentang waktu ada untuk sebuah pencapaian
ataukah ini ujung dari semua kesabaran
Dimana tak ada lagi tujuan
Lalu apa arti dari waktu yang berjalan
Jika ritme detik demi detiknya
Tak jua membawa perubahan.
Tolonglah senja,
Jangan janjikan aku kesetiaan
dalam gelap dan sepimu saja,
__ADS_1
Tapi berikan aku juga cahaya bintang
agar kami bisa berteman
Saat semua hilang
Ketika mentariku tenggelam"
gumam Rasya yang tanpa di sadariya telah mengeluarkan bait demi bait syair
yan indah saat menikmati hadirya senja di balik jeruji.
"Halo Yo, lo masih di kator polisi? kita OTW kesana" kata Heru
mengabari Aryo melalui telepon.
"Udah pulang Her, Rasya uda gak bisa di jenguk, jam besuk sudah
habis" kata Aryo
"Kita mau minta pembebasan Rasya, gw udah mau sampai nih" kata
Heru lagi.
"Benarkah,lo bawa Ayah Lo? Makasih ya Her,gw seneng bener dengernya,
pas banget orangtua gw lagi ke Ausie ke acara Wisudaan kakak gw"jawab Aryo
yang mendadak sangat senang mendengar Heru mau membebaskan Rasya. Tuan
Herlambang pasti bisa menjamin dan membebaskan Rasya dari tuntutan keluarga
Maheswara. Aryo tidak bisa meminta bantua orangtuanya yan sedang berada di luar
negeri. ia tidak ikut pergi keluar negeri karena kondisinya yang baru saja
nasional d sekolahya itu.
"Enggak gw sama anak-ana yang lain" kata Heru.
"Gw udah bawa pengacara sama pak Doni tadi aja gak behasil Her,
percuma aja polisi gak mau ambil resiko karena kasus ini terlanjur viral di
media sosial dan televisi sehingga jadi pantauan publik" kata Aryo
menjelaskan masalah penjaminan Rasya.
"Gw mau nyoba dulu, nanti gw kabarin lo lagi kalo gitu" kata Heru
lalu menutup telponnya.
"Kak Rame banget, ada wartawanya di depan kantor polisi" kata
Risma saat melihat kondisi sekitar kanor polisi sangat ramai.
"Apa yang bisa kita lakukan kak,kalo pengacara terkenal aja gak bisa
ngebebasin Rasya" kata Tata dengan ada lemas dan sedih memikirka nasif
temannya itu.
Heru yang mendengarkan perkataan dan keluh kesah Risma dan Tata dia saja
tak merespon ucapan mereka, ia sedang fokus memutar otak untuk bisa membebaskan
Rasya. Mobil mereka akhirnya terparkir di halaman kantor polisi
__ADS_1
diikuti beberapa kendaraan lainya yan juga teman-teman mereka yang ingin
membantu kebebasan Rasya.
"Apakah ini siswa-siswi SMA Terpadu?,apa yang kalian lakukan disini?
Bagaimana kronologi penganiayaan yang dilakukan tersangka kepada putri keluarga
Maheswara? Kalian datang sebagai pihak korban atau tersangka?" sejumlah
pertanyaan langsung meluncur dari para wartawan ketika melihat kedatangan
rombongan siswa-siswi SMA Terpadu. Tiba-tiba ponsel Heru bergetar dan menerima
sebuah pesan.
"Bener dugaan tuan, beberapa wartawan adalah suruhan keluarga
Maheswara" isi pesan tersebut.
"Lakukan sekarang" Heru membalas pesan itu.
"Tolong jelaskan maksud kedatangan kalian kesini?" kata salah
seorang wartawan lagi kepada mereka.
"Kami datang kesini untuk membebaskan teman kami yang tidak
bersalah" kata Heru
"Apakah perbuatan menganiaya seseorang sampai terluka, itu tidak
salah?" jawab wartawan itu lagi.
"Saya ingin menunjukkan ini kepada kalian, lalu kalian nilai saja
sediri letak kesalahanya" kata Heru lalu membuka satu persatu vidio hasil
rekaman CCTV dan menjelaskannya di di depan semua wartawan itu. Para wartawan
langsung terkejut saat melihat kelakuan putri keluarga Maheswara itu yang
sangat tidak baik kepada Rasya, mereka akhirnya mengerti apa yag dlakukan Rasya
adalah semata-mata benuk pembelaan diri. Heru juga meihat ada salah seoran
wartawan yang menelpon seseorang untuk menginformasikan keadan saat ini d depan
kantor polisi, ia tahu betul pasti tu salah sat wartawan suruhan tuan Maheswara.
"Teman-teman yang disini semua tolong segera post dan beri dukungan
kalian untuk kebebasan Rasya" kata Heru lagi.
"Hapus, jangan di publikasikan bos bisa marah" bisik salah
seorang wartawan kepada rekannya.
"Tolong vidiokan kedua orang ini juga, mereka salah satu suruhan
keluarga Maheswara yang ingin menyembunyikan fakta sebenarnya" kata Her
lagi. Seketika para siswa mulai memahami maksud Heru dan geram dengan
wartawan-wartawan suruhan, mereka pun berteriak dan ingin memukuli kedua
wartawan yang ketahuan itu. Kondisi riuh di halaman kantor polisi pun
__ADS_1
meyebabkan polisi keluar ruangan untuk memeriksa apa yang terjadi