
Hari ini Rasya tidak bersemangat datang ke sekolah, kejadian kemarin membuatnya merasa tak menentu, hatinya hancur, namun ia tak punya pilihan lain karena Risma ada disana saat itu, ia tak bisa melukai hari Risma, sahabat terbaiknya itu.
"Sayang, itu Aryo udah nungguin kamu di depan, kok malah duduk melamun disitu" kata Mamanya Rasya yang segera mencari anakknya saat melihat Aryo telah memarkirkan motornya dihalaman rumah Rasya.
"Iya tah Ma? yasudah Rasya berangkat dulu ya Ma, Assalamualaikum" kata Rasya lalu mencium tangan mamanya itu lalu berlari kehalaman rumah menemui Aryo.
"Iya sayang, belajar yang rajin ya nak, hati-hati, Waalaikumsalam" jawab Mamanya Rasya.
"Kak Aryo, pagi banget gak kayak jam biasanya" tanya Rasya pada Aryo yang terlihat sudah sangat rapi dan bersemangat.
"Iya dong, anak muda harus semangat, yuk berangkat" kata Aryo lagi lalu menghidupkan motornya. Rasya pun naik dan mereka berangkat menuju sekolahan.
"Pelan banget kak, serasa jalan kaki deh" kata Rasya lagi heran, Aryo mengendarai motornya sangat pelan sekali hari ini, bahkan beberapa kali motor mereka di salip oleh anak-anak kecil pengendara sepeda dan meledeki mereka.
"Tancep bang motornyaaa" teriak salah seorang anak.
"Gass poll kak" kata anak lainnya.
"ha ha ha.. biarin si Sya, lagiankan lo sendiri yang bilang kalo ini masih pagi, itung-itung kita nyantai menghirup udara segar pagi hari" kata Aryo ngeles, sebenarnya ia sedang mencari kesempatan berlama-lama dengan Rasya dan ingin mencari momen yang pas untuk mengungkapkan perasaannya.
"Duh, Rasya tiba-tiba kebelet pipis nih, cepetan kak biar keburu pipis di toilet sekolah aja" kata Rasya lagi.
"Siap bos, ayo melaju... ngeeeng... ngeeng" kata Aryo.
"Aneh banget sih kak Aryo, tingkahnya kok jadi kekanakan gitu, he he lucu juga ya, keliatannya serem taunya kekanakan" batin Rasya.
__ADS_1
"Rasya ke toilet ya kak, bye sampai jumpa nanti pas pulang" kata Rasya yang langsung bergegas pergi ke toilet sesampainnya di sekolah.
"Iya, awas bocor di jalan" ledek Aryo.
"Yah gak jadi deh, gw persiapin moment lain kali aja deh yang spesial" gumam Aryo.
Sesampainya di kelas, Rasya masih sendirian saja yang sudah datang, maklum, hari ini Aryo memang pagi sekali mengajaknya berangkat. Rasya pun kaget saat sampai di meja nya ia melihat sekuntum mawar merah muda yang sangat segar seperti baru saja di petik, di tangkainya ada secarik kertas bertuliskan "Have a nice day" . Rasya mencari-cari nama pengirim bunga itu dengan melihat sekeliling kelasnya dan melihat dibalik kertas itu, namun tidak ada keterangan apapun.
"Ah siapa sih yang ngasih bunga ini, cantik bunganya" kata Rasya sambil menghirup aroma bunga itu lalu berniat menyimpan bunga itu di laci mejanya, namun lagi-lagi ia kaget karena ada kotak kado di dalam lacinya. Ia pun membuka kotak kado itu.
"Cokelat, banyak sekali" gumam Rasya saat melihat isi kotak itu yang dipenuhi coklat silv*r queen. Rasya pun mengimpan cokelat dan bunga itu di laci nya. Anak-anak mulai berdatangan, begitu pula Tata dan Risma.
"Sya, lo cepet banget sih jalannya kemarin, kita ngejerin lo tau, tapi lo tau-tau udah ilang aja" kata Tata.
"Iya nih, cerita geh gimana hubungan lo sama kak Aryo sekarang, udah resmi nih?" tanya Risma sangat penasaran.
"Ih ga ada apa-apa lo, gw cuman ngefans aja" jawab Rasya.
"Masa sihhh?? jadian.. jadian.. jadian" ledek Risma dan Tata.
"Gak kepikiran sih sampai jadian, gw cuman ngefans aja kok sama kak Aryo, gak lebih" kata Rasya lagi.
"Dari ekspresi lo kemaren sih yang gugup banget kayaknya lo suka deh Sya, lo belum menyadari aja, ayo Sya, jangan sia-sia in, kalo kak Aryo ternyata suka sama lo juga, pliss jangan tolak Sya, lo beruntung, kak Aryo cowok yang baik. Lah gw malah suka sama kak Heru, tapi kak Heru ngelirik gw aja kagak" kata Risma.
"Kak Heru belum kenal lo aja Ris, gw yakin kalo kalian saling kenal, mana ada sih cowok yang gak suka sama lo, lo sempurna Ris, lo cocok sama kak Heru" kata Rasya.
__ADS_1
"Bantuin gw ya Ta, Sya, duh kalo lo sama kak Aryo jadian, keaempatan gw buat deket sama kak Heru makin besar nih, kan kak Aryo sahabatan sama kak Heru, kita bisa sering hangeout bareng" kata Risma lagi.
"Lah trus gw sama siapa?" kata Tata cemberut.
"Hehe.. kan masih banyak cowok ganteng di sekolah ini Ta, lagian lo jomlo akut juga kita berdua masih mau kok sahabatan sama lo" ledek Risma kepada Tata.
"Ih kalian ini, awas ya kalo salah satu dari kak Aryo atau kak Heru malah lebih milih gw,weeeeek" ledek Tata balik.
"Nah itu baru gw musuhin elo, he he he" jawab Risma lagi yang membuat Rasya terdiam.
"Demi persahabatan kita ini, sepertinya memang jalan terbaik buat gw adalah melupakan kak Heru. Maafin Rasya ya kak, Risma adalah yang terbaik buat kakak, aku gak rela kalo kakak sama kak Sisi, aku akan pastikan seseorang yang tulus dan baik buat kakak, kayak Risma" batin Rasya.
Jam pelajaran pun di mulai, semua siswa mengikuti pelajaran dengan hikmat. Rasya awalnya hendak memberitahu Heru mengenai alasannya merahasiakan hubungan mereka, namun keinginannya itu akhirnya dipendam dalam-dalam karena tujuannya kini tlah berubah. Ia ingin Risma dan Heru bisa bersama, meski ia akan mengorbankan perasaannya.
"Ris, bisa temuin gw nanti jam istirahat" isi pesan WA Aryo kepada Risma
"Ada apa kak?" jawab Risma.
"Lo ajak Tata juga, penting! tentang Rasya" jawab Aryo lagi.
"Siap kak" jawab Risma. Risma lalu menuliskan pesan singkat dengan secarik kertas kepada Tata mengenai ajakan Aryo menemuinya di jam istirahat.
"Oke" jawab Tata di kertas itu.
"Ada apa sih kalian, kok surat menturat segala?" tanya Rasya.
__ADS_1
"Rahasiaaa" jawab Risma dan Tata bersamaan.