Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 9 Cemburu


__ADS_3

Setelah pulang sekolah Rasya tidak langsung pulang, melainkan pergi keruangan bimbel Matematika untuk menemui Aryo.  Ia merasa bersemangat sekali kesana karena Heru berjanji akan ada disana juga untuk menemuinya.  Tetapi lagi-lagi Daniel datang mengganggunya diperjalanan.


"Sya, gw anterin pulang ya" kata daniel.


"Gw belum mau pulang, masih mau daftar bimbel MTK sama kak Aryo" jawab Rasya dengan jutek.


"Oh gitu ya, yaudah gw temenin kesana ya" katanya lagi.


"Gak usah Dan, gw bisa sendiri kok, gw udah tau tempatnya" kata Rasya lagi. Tetapi Daniel tidak memperdulikan ucapan Rasya, ia terus mengikuti dari belakang.


"Bruuukk" suara Rasya terjatuh karena di tabrak oleh segerombolan wanita yang tak lain adalah Sisi dan teman-temannya.


"Lo kalo jalan liat-liat dong" kata Sisi marah pada Rasya, padahal ia sendiri yang dengan sengaja menabrakkan dirinya.


:"Ma.. maaf kak, saya tidak sengaja" kata Rasya dan mencoba untuk bangkit dari jatuhnya.


"Apaan sih lo Mbak, jelas-jelas lo yang nabrak malah marah-marah, liat ni Raya sampai jatuh bajunya jadi kotor" bela Daniel sembari membantu Rasya untuk bangun.


"Oh, lo dipihak dia to Dan, awas ya lo gw laporin sama Mami kalo lo lagi ngedeketin cewek kampungan ini biar lo dapet hukuman" ancam Sisi kepada adikknya.


"Lo emang gak punya hati ya kak, gw yang ngedeketin Rasya duluan, jadi jangan salahin dan perlakuin dia begini lagi" jawab Daniel yang mengira Sisi melakukan itu karena tak mau dirinya mendekati Rasya.  Daniel belum mengetahui bahwa Sisi membenci Rasya karena Heru.


"Ayo kita pulang sekarang" kata Sisi segera menarik tangan adiknya untuk meninggalkan Rasya sendiri.


Sesampainnya diruangan Aryo.

__ADS_1


"Lo kenapa Sya kok baju lo kotor begitu" kata Aryo langsung mengeluarkan sapu tangannya dan memberikannya kepada Rasya.


"Iya kak, tadi kepeleset aja di jalan" jawab Rasya sembari mengambil sapu tangan Aryo dan mencoba membersihkan bajunya.


"Hati-hati geh lain kali ya" kata Aryo lagi.


"Ehmmm.. Ehmm" kata Heru yang ternyata sudah tiba diruangan itu juga.


"Kak Heru" kata Rasya.


"Eh Ar, nanti kalo urusan lo udah kelar gw tunggu di ruangan OSIS ya" kata Heru lagi tanpa memperdulikan Rasya yang menyapanya dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Iya Her, bentar lagi kok" kata Aryo.


"Kak Heru kenapa ya, kok jadi aneh begitu, ah mungkin dia gak mau kak Aryo curiga aja kali ya kalo kita punya hubungan" batin Rasya.


"Ini formulirnya, lo isi dirumah aja deh, kasian soalnya lo udah kotor begini. Besok  kasih ke gw lagi aja ya" kata Aryo.


"Baiklah kak, saya permisi pulang duluan ya Kak" jawab Rasya.


"Iya, hati-hati dijalan ya Sya" kata heru lagi.


Sesampainnya diparkiran motor, Rasya melihat ada setangkai mawar merah muda terselip di bagian stang motornya. Ia pun mengambil mawar putih itu dan membaca sepucuk surat yang menempel ditangkainya.


"Maafin kakak gw yaa. Daniel" isi surat itu.

__ADS_1


"Lucu juga si Daniel, kakaknya yang salah, dia yang minta maaf, mana metik dimana dia bunga mawar ini, bagus juga" gumam Rasya dan melajukan motornya sambil tangan sebelahnya memegang bunga itu sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat kekonyolan Daniel.  Sementara itu Heru berlari ingin mengejar Rasya untuk minta maaf atas perlakuannya tadi di ruangan Aryo makin kecewa ketika melihat Rasya tersenyum-senyum memegang setangkai bunga.


"Si Aryo keterlaluan, dia mau nikung gw dari belakang!" gumam Heru sambil mengepalkan tangannya sangat marah. Ia pun langsung pergi ke ruangan OSIS untuk menemui Aryo.


"Tuuubbbk.. Tuuuubbb" suara Heru meninju Aryo.


"Her lu kenapa?" tanya Aryo tanpa perlawanan dan masih bingung mengapa Aryo melakukan itu padanya.  Padahal mereka sangat akrab dan tak pernah bertengkar.


"Berani-beraninya ya lo mau ngedeketin cewek gw"


"Tuuubbbk... Tuuuubk" Heri meninju Aryo lagi.


"Her... sumpah gw gak ngapa-ngapain sama Rasya, gw cuman..." belum selasi ia bicara Heru langsung memotong pembicaraan.


"Pergi lo sekarang, gw takut khilaf ngeliat lo disini, pergii !!" kata Heru sangat marah.  Aryo pun langsung pergi meninggalkan Heru. Ia menyadari saat ini bukan waktu yang tepat untuknya memberi penjelasan pada sahabatnya itu.


"Sya, gw baru ini tergila-gila sama cewek dan lo khianatin gw secepat ini" kata Heru sendiri sambil meninjukan tangannya ke tembok.


**************************


Di rumah


Rasya menunggu Heru mengirimnya pesan ataupun telpon, tetapi tak ada sama sekali sampai hari sudah larut malam.


"Gw WA duluan deh kak Heru" gumam Rasya langsung menuliskan pesan "Malem kakak sayang" dan mengirimkannya kepada Heru.

__ADS_1


"Munafik!!" kata Heru melihat isi pesan WA Rasya dan hanya me read saja tidak membalasnya.


"hmmm.. udah di read tapi gak dibales juga, ada apa sih sama kak Heru, kok dia aneh banget hari ini" gumam Rasya sedikit gelisah mengkhawatirkan kekasihnya itu.


__ADS_2