
Di rumah.
Rasya tiduran santai memeluk guling dan memainkan ponselnya. Ia begitu gelisah karena merindukan Heru. Hari ini adalah hari minggu yang panjang yang ia rasakan dari minggu sebelum-sebelumnya. Kenapa begitu? ya karena ini minggu pertama ia telah memiliki seorang kekasih untuk dirindukan. Begitu pula dengan Heru, meski banyak wanita yang pernah dekat dengannya, tetapi Rasya adalah yang pertama yang ia benar-benar sukai.
Tiba-tiba sura ponsel Rasya pun berdering.
"Kak Heru" kata Rasya segera mengangkat telpon kekasihnya itu.
"Halo sayang" jawab Heru.
"Geli sih dipanggil gitu" kata Rasya, namun sebenarnya ia senang mendapatkan panggilan seperti itu.
"Trus maunya dipanggil apa? Beibh? Cinta? Mimi?" jawab Heru lagi.
"Norak deh, gak mau ah alai, yang biasa-biasa aja" kata Rasya lagi.
"Apa geh? kita kan sepasang kekasih buat panggilan sayang dong" jawab heru.
"Kakak dan Adik aja gimana?" jawab Rasya.
"Gak terlalu biasa?" jawab Heru.
"Enggak ah, lebih elegan, ya ya ya Kak Heru Sayang" kata Rasya lagi.
"Setuju adek Sayang" jawab Heru
"Kak, kok kamu mau sih sama aku? tanya Rasya yang memang sudah penasaran, mengapa cowok sepopuler Heru mau menjadikannya kekasihnya.
"Ya kenapa ya, paket komplit aja, adek kan cantik, pinter, baik, polos lagi, buat kakak langsung suka dari pertama ketemu kamu" Jawab Heru sambil mengenang kembali pertemuan demi pertemuan mereka yang membuatknya jatuh cinta.
"Makasih ya Kak, selama ini belum pernah ada pria yang menaruh perhatian lebih seperti yang kakak beri ke Rasya" kata Rasya lagi yang membuat Heru semakin ingin melindungi dan membahagiakan Rasya.
"Kembali kasih adikku sayang, eh Dek, keluar yuk" kata Heru dengan sangat bersemangat ingin bertemu kekasihnya itu, rupanya ia sangat rindu dan tak sabar berjumpa.
"Kemana kak?, aku gak pernah main-main kalo udah dirumah pasti gak di bolehin ortuku Kak" Jawab Rasya sedih. Selama ini ia memang anak rumahan yang tak pernah pergi hange out bersama teman-temannya. Orang tuanya menuntutnya banyak belajar agar bisa sukses dan hidup lebih baik dari mereka yang serba kekurangan.
"yaah.. sedih dong kakak gak bisa ketemu adik tercintanya" jawab Heru lagi.
"emm.. aku usahain deh, jemput aku di lapangan permai ya kak, aku kabari nanti kalau sudah OTW" kata Rasya sembari memikirkan trik yang akan ia pakai agar mendapat izin dari ortunya itu.
"Siap adikku sayang, sampai jumpa ya adik" kata Heru yang langsung sumringah mendengar ucapan Rasya.
"Sampai jumpa kakak sayang" kata Rasya menutup pembicaraan di telpon.
__ADS_1
Rasya dan Heru sama-sama memeluk guling di kamar mereka masing-masing, mereka sungguh tak sabar ingin berjumpa. Dua anak dimabuk asmara ini sungguh sudah terlena dalam perasaan mereka masing-masing.
"Ma, Rasya mau keluar sebentar ke rumah Risma ya, ada tugas yang harus diselesaikan bersama" kata Rasya kepada mamanya.
"Bukannya kalian baru mulai belajar besok senin, kok sudah ada tugas?" jawab Mama Rasya.
"Iya ma, disuruh buat rangkuman hasil MOS kemarin itu lo ma" kata Rasya lagi.
"Oh begiti, ya sudah hati-hati ya Nak" jawab Mamanya
"Terimakasih Ma, Assalamualaikum" kata Rasya sambil mencium tangan mamanya dan pergi dengan sepeda motornya.
"Yes !!" gumam Rasya di tengah perjalanannya.
Sesampainya di lapangan permai, seorang pria tampan dengan motor sport sudah berada disana yang tak lain adalah Heru.
"Ganteng amat sih kamu kak, keren lagi" batin Rasya.
"Hai adik sayang, motornya titip di sana saja kamu bareng kakak aja" kata Heru sambil menunjuk sebuah Swalayan yang memang dilengkapi dengan lahan parkir.
"Baik kak" kata Rasya langsung menuju ke parkiran dan memarkirkan motornya disana. Kemudian Rasya pun segera naik berboncengan dengan Heru.
"Kita mau kemana kak?" kata Rasya ditengah perjalanan mereka.
Mereka akhirnya memasuki kawasan wisata kebun binatang yang suasananya sangat sejuk. Sepanjang perjalanan dihiasi pohon-pohon besar nan rimbun yang membuat udara sangat segar.
"Dek" kata Heru kepada Rasya.
"Iya Kak?" kata Rasya.
"Peluukkk, kangen tau" kata Heru lagi.
"He'em" jawab Rasya dan langsung memeluk erat Heru dari belakang. Sebenarnya rasa rindunya membuatnya sangat ingin memeluk Heru, namun ia masih sungkan. Ketika Heru memintanya, Rasya sangat senang, karena ia juga memang menginginkannya.
"Indah banget yaa" kata Heru lagi.
"Iyaaa" jawab Rasya. Mereka sangat menikmati perjalanan itu.
Sesampai ditempai wisata.
Mereka memilih masuk ke area kebun binatang dan berjalan-jalan sambil bergandengan tangan.
"Dek, kamu pernah kesini?" tanya Heru.
__ADS_1
"Enggak kak, baru ini, kalo kakak?" Rasya balik bertanya.
"Dulu sih waktu SD kayaknya" jawab Heru.
"Duduk di situ yuk" ajak Rasya menunjuk sebuah gazebo di tepi kolam buatan yang terlihat sangat indah.
"Ayuk" jawab Heru. Merekapun pergi dan duduk santai disana. Suasana hari itu sepi karena amemang masih pagi dan cuaca mendung sehingga tak banyak wisatawan datang.
"Ini minuman sama snack ringan kalo kamu Haus dan lapar lumayan buat nyamil selama disini" kata Heru meletakkan plastik bawaannya.
"Kakak udah bawa jajanan aja, kapan belinya?" tanya Rasya.
"*Ta*di sebelum kamu dateng, sambil nunggu kamu aku ke swalayan beli ini" kata Heru lagi. Rasya kemudian membuka snack coklat stik dan meminum jus jeruk botol.
"Suapin !!" kata Heru membuka mulutnya dengan manja.
"A...aaa.." kata Rasya sambil menyuapi Heru. Mereka berbincang-bincang mengenai satu sama lain untuk dapat saling memahami kebiasaan, hobi masing-masing. Hujan pun akhirnya turun sangat lebat dan membasahi sebagian bagian gazebo yang mereka duduki.
"Duduknya agak sinian Dek, disitu masih kena hujan" kata Heru menyuruh Rasya duduk kearash dalam gazebo bersamanya yang sudah lebih dulu pindah.
"Iya kak" kata Rasya mendekati posisi dusuk Heru.
"Dingin?" tanya Heru yang melihat Rasya mengosok-gosok jemati tangannya yang kedinginan.
"Iya nih kak" jawab Rasya. Heru pun langsung melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada Rasya, ia tak mau kekasihnya sampai sakit karena kedinginan.
"Makasih ya Kak" kata Rasya senang mendapatkan perlakuan itu dari Heru.
"Kalau masih dingin juga nanti kakak hangatin lagi" kata Heru sambil mengedipkan matanya.
"Hah, mau diangetin gimana kak, emangnya air yang bisa dimasak di kompor" ledek Rasya yang sama sekali tak memahami maksud Heru.
"Nanti juga kamu tau" kata heru lagi.
"Apa? Apa kak beri tahu aku!" jawab Rasya penasaran. Heru pun sudah tak mampu menahan hasratnya lagi kali ini melihat tingkah polos kekasihnya itu yang seakan tak sabar untuk diajari. Ia langsung menarik Rasya dalam dekapannya dan menci*m bibirnya dengan lembut. Rasya pun sangat kaget tapi ia diam saja menikmati sentuhan lembut dari bi*ir Heru di mulutnya.
"Uuuuuugghhh" lenguhan halus Rasya yang mulai membalas ci*man Heru, ia mulai memahami caranya membalas lerlakuan Heru itu. Kedua nya pun makin terbawa suasana, Heru sangat bergairah sekali dan rasanya ingin melum*t habis mulut Rasya. Mereka melakukan ci*man demi ci*uman yang begitu dalam dan mesra, Heru kemudian mulai berpindah ke kening, pipi, telinga, dan leher Rasya, ia meninggalkan tanda kepemilikannya disana sebelum mengakhiri sesi romantis itu.
"Makasih ya Dek" kata Heru sambil membelai rambut Rasya. Rasya pun Hanya menganggukkan kepalanha tanda ia. Hujanpun akhirnya reda. Mereka pun kembali kerumah masing-masing.
"Sampai jumpa besok di sekolah ya Sayang" kata Heru sambil melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa juga kakakku sayang" Jawab Rasya.a
__ADS_1