
"Makasih ya Kak" kata Rasya kepada Aryo. Rasya sedang di dalam mobil bersama Aryo. Hari ini Aryo masih kurang sehat sehingga tidak diperbolehkan orangtuanya membawa kendaraan sendiri. Mereka sedang dalam perjalanan kerumah Rasya.
"Iya Sya, kembali kasih ya Sya, ini akan jadi hari bersejarah buat kakak, terimakasih kamu bersedia mengisi ceritanya dengan indah" jawab Aryo sambil tersenyum manis.
"Maafin Rasya ya kak" kata Rasya lagi yang makin merasa bersalah telah membohongi Aryo akan perasaannya yang sebenarnya.
"Suuuttrt, kok minta maaf sih, justru kakak bahagia banget hari ini" jawab Aryo lagi sambil meletakkan jari telunjuknua di bibir Rasya.
"Iya kak" kata Rasya lagi.
"Ehm.. ehm.. romantis banget sih Den Aryo" kata Pak Gendung, sopir Aryo yang menyimak pembicaraan mereka dan merasa bahagia mengingat masa-masa ABG nya dulu.
"Pak Gendung kayak gak pernah muda dan jatuh cinta aja" kata Aryo sambil menepuk pundak sopirnya itu agar tetep fokus mengetir bukannya menguping pembicaraannya.
"Maaf Den, soalnya bapak jadi ingat masa-masa pacaran dulu sama istri bapak, jadi nostalgia liat Aden sama Non Rasya" jawab Pak Gendung.
"Wah, syukurlah pak, kalo akhirnya sekarang sampai menikah dan jadi istri bapak" sahut Rasya.
"Iya Non, duh dulu Bapak mah susah dapetin istri bapak itu, tapi pas dapet makanya langsung bapak ajak nikah, takut diambil orang Non" kata pak Gendung dengan penuh semangat menceritakan istrinya.
"Sahingannya banyak ya Pak?" tanya Rasya lagi.
"Banyak Non, lah istri bapak lo cantik Non, ya kayak Non Rasya gitu, cantik" kata pak Gendung.
"Uuuu Pak Gendung, bisa aja ngodain pacar majikannya di depan majikannya sendiri" sahut Aryo yang cemburu karena melihat keseruan Rasya dan supirnya bercerita.
"Waduh Den, bapak mah gak bisa bohong kalo itu, Non Rasya kan emang cantik Den, makanya Aden sampe tergila-gila, ya to?" ledek pak Gendung pada Aryo.
__ADS_1
"Wah masa sih pak?" sahut Rasya.
"Iya Non, Bapak pernah lo ke kamarnya Den Aryo pas disuruh ambil baju waktu Den Aryo di rumah sakit Non, beeuuh, banyak fotonya Non Rasya di tempel di dalam lemarinya" kata Pak Gendung dengan polos membongkar rahasia Aryo.
"Pak Gendung, sekali lagi cerita macem-macem, besok gak nyupir lagi lo" ancam Aryo yang wajahnya jadi merah karena malu rahasianya di bongkar habis-habisan oleh sopirnya itu.
"Ampun Den, lagian kan sama pacar sendiri aja kok masih malu aja si Aden" jawab pak Gendung lagi.
"Hehe.. kak Aryo kan jaim aja lo Pak, ternyata kak Aryo Fans beratnya Rasya yaaaa? hayo ngaku" ledek Rasya lagi dan Aryo makin terpojok.
"Iya Dek Rasya, lagian kalo gak suka dan cinta sama Dek Rasya ngapain coba kakak gantengmu ini mau jadi pacarmu?" kata Aryo mencoba menggoda Rasya.
"Iya deh, iya percaya" jawab Rasya agar Aryo menghentikan kata bualannya yang terdengar menggelikan itu.
"Jangan-jangan dek Rasya juga Fans beratku ya? soalnya dek Rasya kan juga sudah mengakui lebih dulu kalo suka sama kak Aryo yang ganteng, ya to?" ledek Aryo lagi.
Rasya pun terdiam mendengar itu, bagaimanapun ia memang yang mengungkapkan perasaannya pada Aryo, meskipun itu hanya bohong. Namun, siapapun pasti mengira Rasya lah yanh lebih dulu jatuh cinta pada Aryo, apalagi Heru. Heru pasti mengira Rasya sangat menyukai Aryo hingga Rasya meninggalkannya demi Aryo.
"Nah loh, malah ngelamum" kata Arho sambil menepuk tangannya di depan wajah Rasya untuk membangunkan lamunannya.
"iya kak" kata Rasya kaget.
"Tuh kan ngaku juga, impas dong kita" kata Aryo lagi.
'"Hmm iya" jawab Rasya.
"Yaa.. udah sampai aja" kata Aryo sambil menghela nafas panjang saat sudah tiba di depan rumah Rasya.
__ADS_1
"Mampir dulu yuk kak" Ajak Rasya.
"Gak bisa Sya, lain kali aja ya, soalnya kakak masih ada jadwal cek up lagi sore ini" jawab Aryo.
"Yaudah, makasih ya pak Gendung, kak Aryo" kata Rasya lagi.
"Sini biar kakak bawain barang-barangmu ke dalem" kata Aryo lagi sambil mengambil kado-kado dari tangan Rasya.
"Taruh sini aja kak" kata Rasya menunjukkan sofa di teras rumahnya agar kado-kado itu di letakkan disana.
"Ok, kakak pulang dulu ya" kata Aryo
"Iya, makasih kak, hati-hati" jawab Rasya.
"Pasti, salam buat Mamah Papah ya" jawab Aryo.
"Huuuu.. udah Mamah Papah aja" ledek Rasya.
"Iya dong, kan ortumu juga bakal jadi ortuku" jawab Aryo sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Rasya.
"Kita masih ABG kak, masih lama kali" jawab Rasya.
"Aku akan menunggu saat itu tiba, Sya" jawab Aryo.
Rasya diam mendengar penuturan Aryo yang lepuh harapan kepastian akan kelanjutan hubungan mereka. Aryo pun masuk ke mobolnya dan pergi. Rasya kemudian membawa kado-kado itu ke dalam kamarnya. Ia pun sangat penasaran dengan hadiah dari Heru. Ia sudah mengincar kotak kecil berwarna Biru muda yang di berikan Heru di tumpukan kado tadi di sekolah. Rasya tak sengaja melihat saat Heru meletakkan kado itu.
"Apa sih isinya kado kak Heru" gumam Rasya sambil membuka kotak kado itu dan melihat ada 7 buah sarung tangan berbeda warna yang masing-masing digulung kecil dan diikat pita ditengahnya.
__ADS_1
"Semoga hari-harimu penuh warna seperti sapu tangan ini. Aku kan doakan kebahagiaan untukmu hingga kau tak lagi membutuh sapu tangan ini. Tetapi, jika dengan alasan air mata bahagia, gunakanlah, aku tak bisa melihatmu membutuhkan orang lain menghapusnya.... R H" isi pesan di dalamnya.
"R H? kok dibalik sih inisialnya, untung aku liat pas Kak Heru naruh kado ini, kalau tidak aku pasti tidak akan tau ini darinya, Kak Heru, kamu masih saja perhatian padaku, terimakasih, kado dan isi pesanmu ini sangat manis" Gumam Rasya sambil memeluk kotak kado itu dalam dekapannya.