Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
Bab 32 Sebut ini sebuah perjuangan


__ADS_3

"Ayah, sudah dengar yang terjadi di sekolah hari ini" kata Heru kepada Ayahnya yang sedang duduk berdua dengan istrinya di ruang keluarga.


"Tentu saja, kabarnya sangat cepat, bahkan sudah masuk tv, in lihatlah beritanya, bagaimana bisa Doni lalai dalam menyeleksi siswa masuk ke sekolah kita, bahkan dia murid yang masuk jalur prestasi dengan beasiswa full, Ayah kecewa" kata Tuan Herlambang


"Tidak seperti itu Yah, gadis itu tidak bersalah, Heru sangat mengenalnya, Sisi yang memulai perkelahian itu dia juga yang sudah menganggu gadis iu sejak awal"jelas Heru pada Orangtuanya.


"Benarah? sejak kapan kamu memperhatikan dan memperdulikan orang lain seperti itu?" tanya Nyonya Herlambang.


"Bunda, Heru ini ketua OSIS sudah layakya Heru memperhatikan teman-teman Heru apalagi sampai ada yang tidak memperoleh keadilan" kata Heru lagi.


"Lalu apa yag akan kamu lakukan" tanya Nonya Herlambang.


"Tolong selamatkan gadis itu, keluarkan dia dari penjara, dia tidak bersalah, ini juga menyangkut nama baik seklah kita" kata Heru lagi yang akhirnya mengutarakan niatnya untuk meminta bantuan kedua orangtuanya menyelamatkan gadis yang sangat ia cintai.


"Selamakan saja dia olehmu, lakukan tugasmu sebagai ketua OSIS"jawab tuan Herlambang.


"Tapi Ya, Sisi mendapat dukungan dari orangtuanya, Om Maheswara teman Ayah itu, kami anak-anak tidak bisa melakukan apa-apa jika melawan orang dewasa dan terpandang seperti Om Mahes" kata Heru lagi.


"Ayah bisa saja melakukan itu sekarang juga, tapi ayah mau kamu yang membebaskan gadis itu dengan kekuatanu sendiri, apakah kamu sudah tidak percaya keadilan itu ada?" tanya Tuan Herlambang pada anaknya itu


"Heru percaya Yah, tapi Heru mau Rasya segera di bebaskan,kasihan dia jia harus ama-lama di penjara seperti itu" kata Her lagi.


"Jika kamu ingin gadis itu segera bebas, maka pergilah segera, jangan buang waktumu di sini, ayah tidak aka mebantumu, kamu harus bisa mencari jalan keluarnya" kata Tua Herlambang.


"Her akan berusaha Yah, Tapi berjanjlah jika Heru tak berhasil juga bantulah gadis itu sekali ini saja, masa depannya bisa hancur jika kita membiarkannya saja" kata Heru sambil berlutut di kaki ayahnya.


"Pergilah Nak, cobalah selesaikan sendiri, waktumu terus berjalan" kata Tuan Herlambang.


"Baik Yah, Bunda, Heru beragkat dulu" kata Heru lalu menyalimi kedua orangtuanya lalu pergi kembali.


"Kenapa Ayah tak membantu Heru, ini juga tentang nama bai sekolah kita Yah" kata Nonya Herlambang kepada suaminya.


"Bunda.. Bunda.. Siapa bilang ayah tak membantu, apa Bunda meragukan anaku itu? Ayah inginmengajarinya arti tanggungjawab dan kepedulian kepada Heru" kata Tuan Herlambang kepada isterinya.


"Heru masih terlalu muda yah, apalagi melawan Maheswara yang selalu saja ceroboh dan mau menang sendiri" kata Nyonya Herlambang

__ADS_1


"Lalu apa bedanya Ayah dengan Maheswara jika sama-sama mengunakan kekuasaan untuk membeli keadilan?" tanya tan Herlambang kepada isterinya.


"Iya Yah, Bunda percaya Ayah saja dalam mendidik ank-anak kita agar menjadilebih baik lagi" jawab nyonya Herlambang.


"Kak Heru, apa yang harus kita lakukan, Rasya kak...Rasya dibawa ke kantor polisi" kata Risma saat melhat Heru sudah kembali ke sekolah.


"Dimana Aryo?" Taya Heru


"Kak Aryo pergi kerumah Rasya dengan Pak Doni"


"Kalian tau tempat kejadian perkelahian itu?" tanyaHeru


"Tau kak, di gang samping parkiran" jawab Tata


"Ayo kita kesana" kata Heru mengajak mereka.  Mereka pun kelokasi itu dan mencari-cari barang kali ada sesuatu tertingal dan bisa membantu memebaskan Rasya.


"Apakah kalian pernah melihat Sisi menggaggu Rasya?" tanyanya lagi.


"Sering kak, kak Sisi selalu saja mencari-cari kesalahan Rasya" kata Risma


"Tentu saja kak" jawab Tata dan Risma.


"Bantulah aku, siapkan form petisi yang ditandatangani seluruh anak-anak yang pernah menyaksikan Sisi bertindak semena-mena pada Rasya ataupun anak lainnya.  Dan dalam petisi itu berisikan bahwa penjelasan bahwa Rasya tidak pernah bermasalah dengan anak lainnya, kamu bisa membuatnya?" kata Heru lagi.


"Tentu saja kak, kami akan mengumpulkan anak-anak yang ingin membela Rasya" kata Tata dan Risma.


"Dimana saja kalian pernah melihat Sisi mengganggu Rasya?" tanya Heru lagi lalu Risma dan Tata menjawab secara bergantian sepengetahuan mereka.


"Baiklah, kita bertemu lagi disini jika kalian sudah menyelesaikannya"kata Heru lagi.


"Iya kak" jawab Risma dan Tata segera bergegas pergi ingin segera menyelesaikan misi mereka agar sahabatnya bisa segera di bebaskan.


"Kak Heru" Panggil Daniel yang berlari mendekati Heru.


"Ada apa?" jawab Heru.

__ADS_1


"Aku juga ingin ikut dalam tim mu, ayo kita bebaskan Rasya" kata Daniel penuh semangat.


"Tidak perlu, kamu hanya akan mengacaukan saja, lagian untuk menahan keluargamu melakukan ketidak adilan saja kamu tidak bisa" kata Heru ketus, bagaimanapun ia turut kesal dengan Daniel karena Daniel dalah adik Sisi dan anak Tuan Maheswara yang telah membawa Rasya ke kantor polisi.


"Percayalah, aku akan menuruti perintahmu, bilang saja apa yang bisa ku bantu, aku juga perduli pada Rasya, jika kamu mencintainya, aku lebih mencintainya daripada dirimu, jika kamu ingin ia bebas, aku juga menginginkannya lebih dari itu" kata Daniel lagi dengan kata-katanya yang malah membuat Heru makin kesal karena mengungkit-ungkit masalalunya.


"Sudahlah tak usah melotot, aku tahu kamu mencintai Rasya, awalnya aku fikir kalian saling mencintai tapi ternyata malah Rasya bersama kak Aryo, sungguh tak ku duga" kata Daniel lagi yang membuat Heru jadi makin kesal dan jadi marah padanya.


"Cukup!! pergilah aku tak butuh bantuanmu" kata Heru.


"Aku adalah adiknya Sisi, banyak hal yang aku tahu dan kamu tidak dan itu cukup membantu, jangan tolak tawaranku" kata Daniel lagi.


"Awas saja kamu bicara macam-macam lagi, bisa-bisa kamu juga kulaporkan kepolisi, biar di penjara juga" kata Heru yang kesal oleh tingkah Daniel tapi juga membutuhkan bantuannya, bagaimanapun, Daniel pasti bisa memberikan bukti bahwa Rasya tak bersalah.


"Wah, cepat laporkan aku juga kak, aku mau satu penjara dengan Rasya" kata Daniel lagi.


"Kamuuu.. "kata Heru yang makin kesal dan ingin mengusir Daniel.


"Iya-iya kak, maaf, ayo kita harus segera" kata Daniel langsung menarik tangan Heru.


"Maaf Pak, kami tidak bisa membebaskan Rasya dengan jaminan, karena korban sedang terluka parah disebabkan penganiayaan, kasus ini juga sangat cepat terangkat ke media, wartawan sudah berkeliaran di depan kantor polisi, apa kata publik jika pelaku penganiayaan di bebaskan begitu saja dengan jaminanseperti ini" kata Polisi kepada pengacara sekolah yang disewa oleh pak Doni.


"Lalu apa yang bisa kami lakukan Pak?" tanya Pak Doni kepada pengacaranya saat mendengar penjelasan dari polisi.


"Jalan terbaiknya kita harus menunggu media mulai tidak menyoroti kasus ini, kita baru bisa menjamin Rasya untuk keluar dari sini, jika kita teruskan bisa terlalu beresiko, Rasya akan semakin tersoroti publik dan ia bisa mendapatkan hukuman publik yang akan lebih berat bagi kejiwaannya Pak" jawab Pengecara itu.


"Tapi sampai kapan Pak anak saya akan disini" tanya Ayah Rasya lagi


"Belum dapat dipastikan, kita harus mengumpulkan bukti dahulu jika anak bapak tidak bersalah" jawab pengacara itu.


"Rasyaaa... kasian sekali kamu Nak" kata mamanya Rasya sambil menangis mendengarkan hal itu.


"Maafin Aryo ya Buk, tidak bisa menjaga Rasya dengan baik" kata Aryo kepada mamanya Rasya, ia sangat merasa bersalah karena tidak bersama Rasya saat itu.


"Tidak Nak Aryo, Nak Aryo sudah cukup baik menjaga Rasya, terimakasih" kata mamanya Rasya.

__ADS_1


__ADS_2