
Heru kemudian membawa Rasya keruangannya lagi. Ia sangat kesal debgan Sisi yang selalu mengusik kehidupan pribadinya. Im
"Kak sabar yaa.." kata Rasya duduk di sofa samping Heru mencoba menenangkan Heru yang terlihat marah.
Tiba-tiba Heru berbalik arah menatap Rasya, keduanya bertatapan, dan Heru langsung mencium bib*r Rasya. Rasya pun hanya diam memperoleh perlakuan itu dari Heru. Melihat Rasya pasrah, Heru pun melanjutkan ci*mannya, semakin dalam semakin erat pula ia memeluk Rasya, ia melum*at habis bibir mungil itu dengan Rakus.
"Uuughh" denguhan Rasya yang menikmati permainan Heru. Ia rupanya tak bisa melupakan ci*uman pertamanya itu dan kali ini ia ingin merasakannya kembali.
Heru pun terus melakukan aksinya, seperti tak ada puasnya ia meng*lum bib*r Rasya, entah sudah berapa lama mereka berciuman, keduanya saling menikmatinya. Rasya hanya menerima saja apa yang Heru lakukan karena ia memang tak paham caranya membalas ci*man. Sedangkan Heru juga sebenarnya baru pertama kali berci*man, itu ia pelajari dari vidio-vidio po*no koleksi si Aryo yang kerap mengajaknya menonton.
"Uuuuuuuggh" leguhan panjang Rasya saat Heru melepaskan ci*mannya.
Heru pun menatap wajah Rasya dengan senyuman, Rasya segera menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Heru.
"Peluklah semaumu, berlindunglah padaku, aku senang jika kamu merasa nyaman disini" kata Heru sambil mengelus rambut Rasya.
"He'em" jawab Raya dan memeluk lebih erat. Entah apa yang ada difikiran Rasya, ia bahkan tak bisa mengendalikan dirinya lagi, ia benar2 terlena oleh sentuhan pria tampan si Heru, pria yang pertama kali memberinya perhatian, mengajarinya arti rindu dan kenyamanan.
"Apakah ini ciuman pertamamu?" tanya Heru lagi.
Rasya lalu menggelengkan kepalanya.
"Apa? wanita polos sepertimu ternyata sudah pernah berciu*an?" kata Heru melepaskan pelukan Rasya dengan perasaan kecewa.
"Bukankah kakak juga yang telah mendapatkan ciuman pertamaku" jawab Rasya kembali.
__ADS_1
"Maafkan aku Sya, hmmm.. pantas saja" jawab Heru senang dan kembali memeluk Rasya dengan erat. Ada perasaan puas dalam hatinya karena telah memberikan ci*man pertamanya untuk wanita yang tepat.
"Kenapa kak?" kata Rasya.
"Mulai sekarang maukah kamu menjadi kekasihku"? jawab Heru.
" He'em" kata Rasya.
Akhirnya mereka berdua pun resmi menjadi sepasang kekasih.
***********************
Hari terakhir MOS pun akhirnya berakhir, Rasya dan teman-temannya dinyatakan lulus Orientasi pra sekolah. Selanjutnya mereka mendapat pengumuman untuk pembagian kelas resmi untuk proses belajar mengajar. Alangkah bahagianya Rasya karena akan satu kelas kembali dengan Risma sahabatnya itu dan juga dengan Tata teman barunya saat MOS.
"Rismaaa... kita sekelas lagi, yeeeeayy !!" teriak Rasya senang.
"Yeayyy yeayyy.. iya Sya, duduk sebelah gw lagi ya Sya" kata Risma.
"Baiklahhh bosquuuu" jawab Rasya.
"Sya, gw sekelas sama lo lagi ternyata" sahut Tata menghampiri Rasya dan Risma.
"Iya Ta, gw juga udah liat nama lo tadi sekelas gw. Kenalin, ini Risma, sahabat sejagat terbaiqq kuh" kata Rasya memperkenalkan Risma pada Tata.
"Hi, gw Tata"
__ADS_1
"Gw Risma" kata mereka sambil berjabat tangan.
"Eh gw denger siswa terpuji yang dapet tandatangan kak Heru itu lo ya Sya?" kata Risma lagi penasaran.
"i..iya Ris, kebetulan" jawab Rasya gugup, ia takut menyakiti hati sahabatnya yabgd sangat mengagumi kak Heru, apalagi jika sahabatnya tau dia dan Kak Heru telah resmi berpacaran.
"Hebat lo Sya, gw udah denger sih ceritanya kalo lo sampai rela dihukum karena buku lo ketinggalan di ruang istirahat kak Heru pas dia sakit dan lo juga yang bantuin" kata Risma lagi.
"Wah masih banyak kali cerita yang la...." belum selesai Tata bicara mulutnya langsung ditutup oleh Rasya dengan tangannya.
"Jangan dengerin dia, dia ni mulutnya lamturr banget suka ngosip. hehehe" kata Rasya lagi.
"Ah iri sih gw karna lo yang berhasil dapet simpati kak Heru dan berhasil dapet tanda tangan dia. Yang penting awas aja lo suka juga, sahingan dong kita" kata Risma lagi sambil bercada.
"Ya Allah, gw udah ngehianatin satu-satunya sahabat yang selama ini berima gw apa adanya dibalik keterbatasan gw yg orang lain hanya bisa beri hinaan, tapi dia yang selalu ada buat gw, satu-satunya cowok yang dia sukain malah sekarang jadi pacar gw, maafin gw Ris" batin Rasya.
"Tapi kayaknya lo bakal kalah Ris kalo sahingan sama Rasya" ledek Tata kembali.
"Iya sih, dia sekarang udah menjelma jadi cewek cantik, pinter lagi, pasti sekarang banyak cowok yang antre buat sahabat gw ini. Eiitss.. tapi kak Heru gak semudah itu guys, dia pria berhati dingin" kata Risma lagi.
"Masa sih Ris, tapi yang gw liat beda sih kalo dia lagi sama Rasya jadi hangat, ya kan Syaaa?" kata Tata lagi.
"Apa sih Ta, gw sama kak Heru tuh ga ada apa-apa, dia bales budi kebaikan gw aja kali" jawab Rasya ngeles.
"Maafin gw ya Ris, gw belum bisa ceritain semuanya ke elo, gw takut lo sakit hati nantinya, tapi gw juga gak bisa menolak kak Heru, gw udah jatuh cinta sama dia" batin Rasya.
__ADS_1