
Sisi sangat tak sabar menunggu Heru datang ke sekolah. Ia sangat ingin memberi tahu Heru atas kejadian yang ia lihat kemarin. Ia sangat yakin Heru akan membenci Rasya setelah mendengar ceritanya dan Heru akan kembali padanya.
"Her, sini dulu gw mau ngomongin hal penting soal cewek kampungan itu sam lo" kata Sisi bersemangat sekali ketika mendapati Heru telah datang.
"Cepet omongin aja yg lo mau omongin, gw gak punya banyak waktu" kata Heru. Sebenarnya Heru juga sangat penasaran apa yang akan di katakan Sisi mengenai kekasihnya yang saat ini sangat ia benci itu.
"Daniel sama Rasya ada hubungan spesial, bahkan mereka berdua udah jadi buah bibir di sekolahan kalo Daniel bahkan udah nyip*k Rasya sampai lebam" kata Sisi.
"Iya tah? gw gak percaya" kata Heru.
"Serius Her, gw udah mergokin emang Daniel sama si cewek kampungan itu sering berduaan, gw udah nasehatin adek gw kalo gak usah deket-deket lagi sama si cewek kampung, tapi dia masih aja sama tu cewek" kata Sisi lagi.
"Jadi anak-anak malah ngiranya Daniel yang ngelakuin itu ke Rasya, syukurlah kalo gitu, sekali tepok lalat dua lalat mati bersamaan" batin Heru.
"Her, udahlah kita balikan aja, lo ngak usah ngejer-ngejer cewek kampung murahan itu lagi" kata Sisi lagi.
"Gw akan mempertimbangkan, jangan ganggu gw dulu sekarang" kata Heru dan pergi meninggalkan Sisi.
"Yes!!! Heru kayaknya percaya sama gw, kasian lo cewek kampung, lo emabg gak selevel sama gw kalo mau bersahing" gumam Sisi debgan sangat bahagia.
Sementara Rasya sedang bercengkrama dangen kedua sahabatnya, Risma dan Tata di dalam kelas. Lebam di bibirnya sudah kempes berkat salep pemberian Aryo. Anak-anak juga sudah tidak mengungkit masalah itu lagi. Rasya merasa lega, namun ia menjadi ragu atas hubungannya dengan Heru yang sepertinya membawanya ke jalan yang salah.
"Sya.. liat tuh kak Heru.. ganteng banget sihh" kata Risma yang melihat Heru lewaf depan kelasnya.
"Iya Ris" jawab Rasya yang saat itu juga terpesona oleh ketampanan Heru.
"Wah kak Heru, gak pernah ngeseketin lo lagi Sya" kata Tata keceplosan. Padahal Rasya sudah meminta Tata merahasiakan kedekatannya dengan Heru pada Risma karena takut menyakiti hati sahabatnya itu.
"Apa? kak Heru ngedeketin lo Sya?" tanya Risma kaget.
"Ee.. engak, dia cuman berterima kasih aja karna gw pernah ngevbantu dia waktu dia sakit itu aja" kata Rasya.
"Ah gw musuhin lo Sya, kalo ngerebut kak Heru!! he he he he!" kata Risma mengancam sambil bercanda.
"Jangan sih Ris, lo kan sahabat terbaikku, apapun yang lo minta pasti gw kasih" kata Rasya lagi. Rasya makin merasa bersalah pada sahabatnya itu karena telah berbohong.
********************
Setelah jam pulang. Rasya dan kedua temannya berpisah. Tata dan Risma langsung pulang sedangkan Rasya masih ada jam tambahan ekskul Matematika bersama Aryo dan tim lainnya.
"Hi sayang, kok belum pulang" tanya Heru yang sengaja menghampiri Rasya yang sedang berjalan sendirian.
"Eh kakak sayang, ia nih kan ekskul matematikanya udah mulai hari ini Kak" kata Rasya. Rasya benar-benar tidak menyadari apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini adalah karena rencana Heru.
"Oh jadi kalian mau belajar bersama hari ini" batin Heru yang kesal mendengar Rasya akan bertemu Aryo lagi.
"Kakak gak latihan buat ekskul bahasa inggris?" tanya Rasya.
__ADS_1
"Besok sih jadwalnya, yaudah selamat belajar ya, kakak mau keruangan OSIS dulu ada Rapat kepengurusan" jawab Heru lagi seolah tidak terjadi apa-apa.
"iya kak, semangat!!!" kata Rasya mengemangati kekasihnya itu.
"Semangattt!!" kata Heru juga.
Merekapun berpisah. Rasya pun telah sampai ke ruangan ekskul matematika. Disana Aryo dan beberapa team lainnya sudah hadir.
"Sore kakak semuanya, kenalkan saya Rasya anak kelas X.A" sapa Rasya ketika memasuki ruangan tersebut.
"Wah ada anak baru, gw denger-denger lo juara cerdas cermat matematika tingkat SMP ya?" kata salah seorang peserta.
"Iya kak" jawab Rasya.
.
"Udah pinter, cantik lagi, pinter si Aryo cari team, kan gini kita jadi semangat belajarnya" katanya lagi.
"Sudah, ayok kita mulai membahas satu-persatu contoh soal ini dan memecahkan jawabannya bersama" kata Aryo memulai acara. Kegiatan ekskul pun berlangsung selama 2 jam hingga akhirnya hari menjelang maghrib dan mereka semua akhirnya pulang.
"Lo bawa motor sendiri Sya?" tanya Aryo.
"Enggak kak, gw dianterin papah tadi soalnya gw masih takut pergi sendirian" jawab Rasya.
"Lo udah minta jemput?" tanya Aryo lagi.
"Udah gak usah, biar gw anterin aja, gw bawa motor sendiri, gak papa kan?" kata Aryo lagi. Aryo hanya ingin memastikan Rasya pulang dengan selamat.
"Makasih kak, tapi apa tidak merepotkan?" tanya Rasya lagi.
"Ini udah mau maghrib, kalo lo nungguin papah lo dulu nanti kelamaan, emang lo gak takut nungguin di sini sendirian" kata Aryo lagi.
"Yaudah deh kak, makasih ya" kata Rasya langsung menyetujuinya karena ia memang takut jika harus menunggu papahnya jemput karena hari makin gelap dan sepi.
Aryo dan Rasya pun pulang bersama dengan menggunakan sepeda motor Sport milik Aryo yang hampir serupa debgan milik Heru. Mereka memang memiliki hobi dan kegemaran yang hampir sama. Bahkan hampir semua koleksi dan makanan semuanya sama. Rasya jadi mengingat Heru, dan ia mengirimi peaan kepada Heru bahwa ia diantarkan Aryo pulang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Rasya sangat mencintai Heru, Heru adalah cinta pertamanya. Namun, Aryo yang selama ini juga memberinya perhatian dan perlindungan membuat Rasya simpati.
"Kakak sayang, Rasya dianterin kak Aryo pulang nih, ga papa ya.." isi pesan WA Rasya kepada Heru.
"Si Aryo benar-benar ********, masih saja dia mendekati Rasya! Wanita ini pula malah mengabariku jika mereka bersama, kenapa hatiku semakin hancur dan perih, masihkah aku mencintainya, ah aku benar-benar telah gila!!" gumam Heru kesal sambil meninjukan tangannya ke kasur.
Sesampainya di rumah Rasya.
"Kak mampir dulu yuk" ajak Rasya.
"Boleh deh, sekalian numpang sholat maghrib dulu di rumah lo boleh Sya?' tanya Aryo.
" Boleh kak, tapi rumahku sederhana semoga kakak nyaman mampir kerumahku" kata Rasya lagi.
__ADS_1
"Ah, tidak apa, aku terbiasa di mana sana" kata Aryo lagi. Di depan rumah rupanya orangtua Rasya sudah menyambut kedatangan mereka. Mereka sangat khawatir karena Rasya tidak mengabari minta jemput sampai waktu maghrib.
"Assalamualaikum" kata Rasya dan Aryo sambul mencium tangan kedua orangtua Rasya.
"Waalaikumsalam, ini nak Aryo ya?" kata mamanya Raaya.
"Iya bu, maaf ya bu, Rasya sampai malam baru pulang karena tadi kami habis mengikuti ekskul" jelas Aryo pada orangtua Rasya.
"Iya Nak, tidak apa, selama itu demi menunjang pendidikan Rasya kami pasti tidak keberatan, terimakasih juga sudah mengantarkan Rasya pulang, mari masuk ke dalam" kata Ayahnya Rasya mempersilahkan Aryo masuk.
"Maaf Pak, saya sebenarnya mampir mau numpang sholat maghrib dulu, mushilanya dimana ya Pak?" tanya Aryo.
"Mari Nak, kita sholat berjamaah, kebetulan bapak dan ibu juga belum sholat" ajak Ayah Rasya.
Merekapun sholat berjamaah bersama selayaknya keluarga.
"Saya permisi pulang dulu ya Pak, Bu" kata Aryo berpamitan.
"Nak Aryo, ayok kita makan malam dulu, tante sudah menyiapkan makan malam untuk kita, setelah makan, Nak Aryo bisa pulang" jawab Ayahnya Rasya lagi.
"Tapi pak? tak usah repot-repot Pak" jawab Aryo lagi.
"Tidak Nak Aryo, justru kami senang jika Nak Aryo mau makan malam bersama kami, ayok makan dulu" sahut Mamanya Rasya.
"Baiklah Bu" kata Aryo. Merekapun akhirnya makan malam bersama.
"Terimakasih ya Bu, masakannya sangat lezat, Aryo pamit dulu" kata Arho setelah selesai makan.
"Syukurlah kalau Nak Aryo suka, lain kali mampir lagi kesini" kata Ayahnya Rasya.
"Baik Pak, oh iya Pak, Bu, kebetulan rumah saya melewati jalan kesini, bolehkah saya mengantar jemput Rasya mulai besok ?" tanya Aryo. Lalu papa dan mamannya Rasya saling bertatapan.
"Boleh Nak, kami senang jika Rasya ada temannya ke sekolah" jawab Mamanya Rasya setelah menerima isyarat dari suaminya untuk menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu Rasya, Pak, Bu, permisi dulu. Assalamualaikum" kata Aryo lagi.
"Waalaikumsalam" kata Rasya, dan kedua orangtuanya.
"Anak itu sopan sekali ya Bu" kata ayahnya Rasya selepas Aryo pergi.
"Iya Pa, mama suka sekali dengan tingkah lakunya, ganteng, pinter, sopan lagi" sahut Mamanya.
"Apaan sih kalian kok malah memuji kak Aryo dari pada Anaknya sendiri!!" kata Rasya cemburu.
"Lho kok anak mama malah ngambek, tapi kan bener to kata mama sama papa kalo dia anak baik?" tanya mama kepada Rasya.
"Iya sih, tapi ada yg lebih baik lagi lo dari kak Aryo, he he he" kata Rasya lalu pergi berlari ke kamar dengan tersipu malu.
__ADS_1