Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 23 Jadian dengan Aryo


__ADS_3

Hari ini berlangsung seperti biasanya. Rasya sama sekali tidak menyadari akan rencana yang dibuat Aro dan sahabat-sahabatnya itu untuknya, bahkan ia tidak tau kalau Aryo sudah masuk sekolah hari itu.  Kegundahan hatinya akhir-akhir ini membuatnya lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Jam pulang sekolah pun tiba, Risma dan Tata segera bergegas pergi duluan dan Rasya sibuk mencari mereka berdua.


"Kemanasih Risma sama Tata, katanya mau pulang bareng-bareng kok malah ngilang" gumam Rasya.


Sementara Sisi dan gank nya merasa senang melihat Rasya sedang sendirian.


"Wah si cewek kampungan tuh sendirian guys, kita kerjain yuk" kata Sisi pada teman-temannya dan merekapun menghampiri Rasya.


"Cewek kampung, lo ngapain tengak tinguk di sini, mau cari mangsa itu di perempatan tuh sana banyak Om Om, disini mah mana ada cowok mau sama cewek kampungan kayak lo" kata Sisi sambil menoel tubuh Rasya dengan sombongnya, sedangkan beberapa teman Sisi lainnya ikut menghinanya sambil berjalan mengitari tubuh Rasya.


"Maaf kak, permisi saya mau pergi mencari teman-teman saya" kata Rasya dan berusaha menerobos dari Sisi dan gank nya itu.


"Enak aja main pergi, sombong amat lo sama senior, nih bawain tas kita ke mobil" kata Sisi sambil melepaskan tas nya dan menaruhnya dipundak Rasya.


"Nih tas gw juga" kata teman Sisi yang lain dan secara bergantian menaruhkan tas dan barang-barang mereka ke pundak Rasya.  Rasya hanya diam dan menerima semua perlakuan seniornya itu.


"Yang mana kak mobilnya?" tanya Rasya ketika sampai di parkiran mobil. Sisi kemunian memencet tombol buka pintu di kontak mobilnya.


"Tuh, awas ya hati-hati, barang-barang mahal itu semuanya, jangan sampai lecet" kata Sisi lagi yang sangat puas bisa mengerjai Rasya yang dianggapnya rivalnya itu.


"Eh Rasya masih di depan kelas tadi kita tinggal, ini udah semua kan, kita jemput dulu ya kak" kata Risma lalu pergi bersama Tata menjemput Rasya, namun mereka tak menemukan Rasya di kelas dan sekitarnya hingga menjadi panik.


"Kak, Rasya gak ada nih di kelas, kita udah cari gak ketemu juga, HP nya gak aktif lagi"Tata me WA Aryo untuk mengabari mereka.


"Rasya gak ada nih Her kata Tata" kata Aryo pada Heru sambil menunjukkan isi pesan Tata.


"Yaudah gw bantuin nyari, lo tunggu disini aja sama anak-anak lain buat persiapin surprise nya" kata Heru langsung bergegas pergi mencari Rasya.


"Duh tumpah deh air minum gw" kata salah satu temannya Sisi sambil dengan sengaja menumpahkan minumannya di kaca mobil.


"Lap dulu ini, sampai kinclong" kata Sisi menunjuk bagian kaca yang terkena jus Alpokat kepada Rasya.


"Tapi kak?" Rasya mencoba membantah karena perilaku Sisi dan gank nya semakin menjadi-jadi.


"Tapi apa? berani lo sama gw? ha?" kata Sisi dan menjambak rambut Rasya dan ditertawai yang lainnya.


"Sakit Kak" kata Rasya kesakitan.


"Sisi...!!!!" Heru yang melihat kejadian itu sangat marah dan dengan kasar melepaskan tanggan Sisi yang sedang menjambak Rasya.

__ADS_1


"Her, ngapain lo masih memperdulikan cewek kampungan yang udah menyakiti hati lo, ia jelas-jelas udah mempermainkan perasaan lo Her" kata Sisi.


"Itu urusan gw sama dia, gak ada hubungannya sama elo, dan elo gak punya hak apapun memperlakukan dia seperti ini!!" kata Heru sangat marah.


"Lo gak kapok-kapok Her mbelain dia terus, bela aja terus, gw jijik liat lo deket sama cewek kampungan kayak dia" kata Sisi lagi.


"Pergi!!! katanya lo jijik, pergiiiii!!!!!" Heru bicara keras sambil menunjuk Sisi. Sisi pun bersama teman-temannya langsung pergi dengan mobilnya.


"Makasih ya Kak" kata Rasya pada Heru.


"Kamu gak papa?" tanya Heru.


"Enggak kak" kata Rasya lagi


"Yaudah, kamu udah dicariin Tata sama Risma dari tadi, ayok ikut kakak" kata Heru dan langsung mengambil langkah didepan dan Rasya mengikutinya dibelakang. Sesampainnya di depan ruangan latihan olimpiade Rasya sedikit heran karena hari ini tidak ada jadwal latihan, dan mengapa kedua sahabatnya menunggunya disana. Namun, ia tak berani menanyakan pada Heru karena takut melihat Heru marah seperti tadi.


"Sana masuk duluan, Risma sama Tata ada di dalam" kata Heru.


"Iya kak" kata Rasya dan membuka pintu itu. Begitu terkejutnya ia saat menyadari ada Risma, Tata, dan Aryo diruangan itu bersama teman-teman yang lainnya sedang berdiri menunggunya dan memberinya kejutan.


"Surprise.........." kata Risma berteriak dan hiasan bertaburan di kepala Rasya, Tata membawakan kue ulang tahun dengan lilin menyala dan Aryo membawakan kado ditangannya.  Mereka menyanyikan lagu Happy Birthday dengan sangat meriah, Rasya sangat bahagia karena teman-temannya mengingat hari lahirnya dan memberi kejutan seperti ini.


"Kak Aryo?? Kakak udah masuk?" tanya Rasya kaget karena melihat Aryo disana.  Ia bahagia karena Aryo sudah sembuh dan bisa kembali bersekolah.


"Buat Risma yang sudah bersamaku hampir 4 tahun terakhir ini, makasih surprise nya" kata Rasya sambil menyuapi sahabatnya itu. Setelah menyuapi Risma dengan potongan kue yang pertama, dan Tata yang kedua, saat ini giliran potongan kue yang ketiga. Rasya mencari-cari Heru namun Heru tak juga terlihat di ruangan itu, ia pun memberikannya pada Aryo. Aryo merasa bahagia sekali karena potongan pertama untuk pria diberikan padanya.


"Dihari ulang tahun Rasya ini, gw akan menyanyikan satu lagu spesial buat dia" kata Aryo lalu mengambil gitar dan mulai bernnyanyi lagu Dari Hati-Club Eighties.


Andai enkau tahu


Bila menjadi aku, sejuta rasa dihati


Lama tlah kupendam,


Tapi akan kucoba mengatakan


Ku ingin kau menjadi milikku


Entah bagaimana caranya

__ADS_1


Lihatlah mataku untuk memintamu


Ku ingin jalani bersamamu


Coba dengan sepenuh hati


Ku ingin jujur apa adanya


Dari hati


Kini engkau tahu aku menginginkanmu


Tapi takkan kupaksakan


Dan kupastikan


Kau belahan hati


Bila milikku.. oooo


Semua terpesona mendengar merdunya Aryo bernyanyi, terutama kaum cewek yang memeleleh melihat sisi romantis Aryo yang selama ini terpendam. Aryo kemudian memberikan kado spesial kepada Rasya sambil berlutut.


"Sya, dalam kotak ini ada 2 buah buku. Kedua buku itu adalah buku yang sama isinya, anggap itu aku yang berisikan masalaluku. Buku yang berwarna biru hanyalah buku dan yang berwarna pelangi itu dilengkapi pena didalamnya. Entah sejak kapan, aku nyaman bersamamu, aku ingin menjaga dan slalu bersamamu, Aku mencintaimu Sya.. maukah kamu menuliskan masadepan kita yang berpelangi indah bersamaku? Ambilah buku berpelangi dengan pena jika kamu bersedia, atau buku kosong jika kamu tak bersedia" kata Aryo dengan sangat romantis mengatakan isi hatinya pada Rasya.


"Terimaa...Terimaa.. Terima..." Teriak riuh anak-anak di dalam ruangan itu mendukung Aryo.  Beberapa teman wanita Rasya yang lain sangat iri atas keberuntungan Rasya mendapatkan surprise dari salah satu cowok terpopuler di sekolah mereka. Sedangkan Rasya semakin bingung, ia benar-benar tak menyangka hal ini benar-benar terjadi.  Rasya tak menyangka Aryo akan menyukainnya dan keadaan jadi semakin rumit seperti ini.


"Kak Aryo.. Rasya gak pantes dapet cinta kakak, kakak terlalu sempurna buat Rasya" kata Rasya dengan halus.


"Terimalah Sya, jangan merendah seperti itu, Aryo benar-benar mencintaimu, kalian saling mencintai" tiba-tiba Heru datang dan bicara seperti itu.  Heru mengira Rasya masih ragu menerima Aryo bukan karena ia tidak mencintai Aryo namun Heru mengira Rasya hanya ingin menjaga perasaanya, maka dari itu ia ingin meyakinkan Rasya bahwa ia dalam kondisi baik-baik saja.


"He em" kata Rasya dengan berat hati mengambil buku pelangi menandakan ia menerima cinta dari Aryo.  Semua orang lalu bertepuk tangan dengan meriah dan terharu melihat kejadian romantis itu.


"Terimakasih Sya" kata Aryo.


"Selamet ya Sya" bergantian teman-temannya memberi ucapan selamat kepada mereka.


"Selamet ya Sya, ini kado dari aku" kata Heri memberikan sebuah kado.


"Makasih kak" Rasya menerima hadiah itu dan memandangi kepergian Heru dari keramaian itu.

__ADS_1


"Kak Heru, maafin aku, kak Heru....... Maafin aku" batin Rasya.


"Bahagianya kalian berdua, aku turut bahagia bisa menyatukan kalian" batin Heru.


__ADS_2