
"Lo ngikutin gw Si, kurang kerjaan banget lo!" bentak Heru.
"Tenang Her, gw cuman mau bantuin elo aja keluar dari perasaan lo sama cewek kampungan yang gak seberapa itu" Kata Sisi lagi.
"Jangan urusin urusn gw, lo gak tau apa-apa tentang gw" kata Heru lagi lalu pergi meninggalkan Sisi.
"Her... tunggu Her.." kata Sisi sambil mengejar Heru lalu memegang tangan Heru.
"Apalagi sih Si, berhengi lo mbuntutin gw begini, gw risih!" kata Heru sambil melepaskan tangan Sisi.
"Lo mau tau kan sebenernya si cewek kampung itu suka nya sama lo apa sama si Aryo?" tanya Sisi yang membuat Heru jadi terdiam sejenak.
"Apa ide lo?" tanya Heru. Bagaimanapun ia sebenarnya sangat penasaran akan perasaan Rasya. Sisi kemudian membisiki Heru akan rencananya.
"Ok gw setuju!, besok terserah lo mau mulainya gimana" kata Heru lagi pada Sisi.
"Siap sayang" jawab Sisi manja. Heru pun tidak menghiraukan Sisi lalu pergi meninggalkannya
"Yes!! kali ini gw akan menjauhkan lo dari cewek kampungan itu selamanya" gumam Sisi saat Heru tlah jauh.
"Sya, pulang yuk, lo bareng gw apa di jemput?" tanya Aryo.
"Di jemput kak, soalnya gw fikir lo gak masuk tadi pagi jadi Rasya udah minta jemput jam segini sama Papah" jawab Rasya.
"Oh iya, syukurlah. Besok masih mau bareng gw apa mau dianter papah lo aja? tapi saran gw yg penting lo gak berangkat sendirian aja" kata Aryo lagi.
"Bareng kakak aja ya, soalnya papah kan pagi-pagi biasanya udah ke ladang kak, kasian kalo anter jempun Rasya, lagian kenapa sih kalo Rasya bawa motor sendiri?" tanyanya lagi.
"Udah lupa to kejadian waktu lo dihadang preman-preman? kalo lo bisa jaga diri sih ya terserah" kata Aryo sambil tertawa sedikit bercanda.
"Ih kakak, bareng kakak aja deh, ya ya ya" kata Rasya lagi memohon.
"Siap tuan puteri" kata Aryo berlagak bagai pelayan yang sedang menunduk hormat pada majikannya.
"Hehehe.. syukurlah kakak udah rame dan receh lagi sekarang, ku fikir bakal marahnya lama, weeekkk" kata Rasya lagi sambil.menjulurkan lidahnya dan berlari dari Aryo.
"Apa? gw dikatain receh? awas yaa!!" teriak Aryo mengejar Rasya. Mereka pun akhirnya pulang bersama di jemput oleh sopir Aryo. Sepanjang perjalanan mereka bercanda dan terus tertawa lepas.
****************
Keesokan harinya.
Rasya dan kedua sahabatnya sedang makan dikantin, tiba-tiba Sisi dan gank nya datang dan duduk di meja bersebrangan dengan Rasya.
__ADS_1
"Hari ini lo semua gw traktir" kata Sisi pada temen-temannya.
"Wah, sering-sering Si lo traktir kita gini, ada pesta apa nih?" kata salah seorang teman Sisi.
"Hari perayaan balikannya gw sama Heru" kata Sisi yang bicaranya cukup keras agar semua orang mendengar perkataannya itu.
"Uhuukk.. Uhuuk" Rasya tersedak mendengar perkataan Sisi.
"Lo gak papa kan Sya?" tanya Tata
"Enggak, gw risih aja ada kak Sisi disini" kata Rasya pelan kepada dua sahabatnya itu.
"Gw juga, kita pergi aja dari sini yuk" ajak Risma.
"Yuk" kata Rasya dan Tata. Mereka pun berdiri dan melangkah ke kasir membayar makanan kemudian melangkah ke luar.
"Tunggu !!, kalian udah mau pergi aja, gak mau gw traktir sekalian?" kata sisi kepada mereka bertiga.
"Makasih kak, kita udah mau balik ke kelas masih ada tugas" jawab Risma.
"Gw fikir cewek kampungan itu suka kalo ada gratisan" ejek Sisi lagi samb menunjuk Rasya.
"Hati-hati ya kalo bicara kak" kata Risma marah mendengar perkataan Sisi menghina sahabatnya.
"Lo jangan belain dia, gw aduin juga lo sama kakak lo, kalo dia tau siapa cewek kampungan iti, lo gak akan di bolehin temenan sama dia" kata Sisi lagi
"Ih, apaan sih lo Ta, lengen deh gw jenggut tuh rambut cewek songgong!" gumam Risma.
"Yang sabar Ris, udah gw gak papa kok dikatain gitu, lagian gw kan udah biasa jadi bahan hinaan orang, lo selalu aja dapet masalah karena belain gw" kata Rasya.
"Kok lo ngomong gitu si Sya, lo itu sahabat gw, jangan merendahkan diri lo begitu, gw bangga punya temen kayak lo" kata Risma kemudian memeluk Rasya, tatapun ikut berpelukan, mereka berpelukan erat, dan Rasya sampai menitikan air mata, perasaannya sangat campur aduk antara bahagia mendapati sahabat sebaik Risma dan Tata dan sedih mendengar pengakuan Sisi yang balikan dengan Heru.
"Kak Heru, benarkah itu?" batin Rasya.
"Lo nangis Sya?" tanya Tata.
"He he.. gw terharu aja punya kalian yang selalu peduli sama gw" kata Rasya lagi.
“Uhh so sweeet" kata Tata dan Risma bersamaan dan mereka berpelukan lagi.
Saat jam pulang sekolah, Rasya mengirimi Aryo pesan agar tak menunggunya, ia akan pulang terlambat karena ada urusan. Aryo langsung mengerti bahwa Rasya akan menemui Heru mengenai gosip balikannya Sisi dan Heru yang sudah menyebar ke seluruh siswa.
"Lo jangan temuin Heru, plisss Sya!, gw gak mau lo di sakitin sama Heru" gumam Aryo sambil menggenggam ponselnya erat setelah membaca pesan dari Rasya. Rasya pun pergi keruangan Heru, ia sudah mengirim Heru pesan untuk bertemu disana.
__ADS_1
"Sayaang, tumben minta ketemuan duluan, kangen yaa?" tanya Heru saat Rasya tiba di ruangannya.
"Kak, kakak pasti tau kan gosip yang beredar tentang kakak dan kak Sisi?" tanya Rasya.
"Iya, dia memang suka begitu, ambil keputusan sendiri" kata Heru.
"Jadi itu gak bener kan kak?" tanya Rasya lagi.
"Ya bohong lah sayang" kata Heru sambil memeluk Rasya dari belakang.
"Rasya ngerasa gak nyaman aja kak dengernya, sedih tau" kata Rasya.
"Tapi buat nutup mulut Sisi , cara satu-satunya kita harus mempublish hubungan kita dek" kata Heru lagi.
"Enggak kak, gak bisa!" kata Rasya menolak ide itu.
"Kalo gak bisa, kakak bakal di jadiin pacar khayalannya Sisi, dan semua orang akan menganggap kami memang berpacaran. Kamu tau sendirikan Sisi seperti apa, lagian kakak juga mau semua orang tau kalau kamu sudah menjadi milik kakak" kata Heru sambil membalik tubuh Rasya dan memegang kedua tangannya.
"Enggak kak, Rasya belum siap" kata Rasya lagi
"Apa masalahnya dek? jujur kakak jadi berfikiran ada yang kamu sembunyikan, apa ada orang lain diantara kita?" tanya Heru ingin mengetahui kebenarannha langsung dari Rasya.
"Tidak kak, kenapa kakak bilang begitu?" tanya Rasya.
"Kalau begitu, pilihlah. Kita mempublish hubungan ini atau mengakhirinya disini?" desak Heru.
"Kakak..." kata Rasya kecewa.
"Tolong jangan permainkan hatiku lagi Sya, kakak sudah tau semuanya!" kata Heru lagi sudah mulai tak bisa mengontrol emosinya.
"Apa maksud kakak?" tanya Rasya.
"Ok, kamu mau hubungan ini tetap Rahasia karna Aryo? sekarang kamu pilih Aku atau Aryo" kata Heru lagi sambil menatap tajam Rasya.
"Kenapa harus melilih, Rasya gak ada hubungan apa-apa sama kak Aryo!" kata Rasya lagi.
"Bohong!! lalu kenapa kamu menutupi hubungan kita?" tanya Heru lagi semakin marah.
"Percayalah kak, bukan karena kak Aryo, aku mencintaimu" kata Rasya lagi.
"Aku sudah tidak mempercaimu lagi, aku sudah melihat semuanya, aku mengikhlaskanmu dengan Aryo, pergilah, mulai sekarang kita tak ada hubungan apa-apa, kamu bebas memilih" kata Heru lagi.
"Aku sudah memilihmu kak, mengapa kau tak juga mengerti, apa yang kau lihat aku bisa menjelaskan semuanya" kata Rasya lagi sambil menangis kecewa karena Heru tak mempercayainya.
__ADS_1
"Kalau begitu buktikan, jika sampai besok kau tidak mempublish hubungan kita ini, anggap saja sudah berakhir" kata Heru dan pergi meninggalkan Rasya. Ia sebenarnya tak tega melihat orang yang dicintainya sampai menangis. Tetapi apadaya nya ia butuh kepastian perasaan Rasya padanya.
"Andai kamu tahu kak, begitu berharganya Risma bagiku, ia mencintaimu, mana mungkin aku menyakiti hatinya dengan mengumumkan hubungan kita, lebih baik aku mundur jika itu mau mu" batin Rasya dan segera menghapus air matanya. Ia pun berlari keluar ingin segera pulang.