
Hari pertama MOS akhirnya selesai juga. Semua siswa bergegas keluar kelas dan bersiap menuju rumah masing-masing. Sesampainya dirumah Rasya merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk melepas penat dan mengambil ponselnya di laci meja yang berada disamping tempat tidur.
"Nomer siapa nih, banyak banget panggilan tak terjawabnya" kata Rasya sambil mengecek no telpon itu yang tak lain adalah pria yang ia tabrak kemarin, pria itu juga mengirimpan pewan WA kepadanya "hi cantik, aku yang kau tabrak motor dan hatinya kemarin 😍" isi pesan itu dibubuhi emoticon mata love.
"Males banget sih, cowok itu lagi, biarin aja lah toh gak ketemu lagi" Rasya mulai bicara sendiri dengan telponnya dan menaruh ponselnya diatas tempat tidur, ia memejamkan matanya dan tampak wajah Kak Heru, ia tenggelam dalam lamunannya akan kejadian tadi siang bersama kak Heru
Tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Sebuah lagu dari Isyana-Luruh membangunkan lamunannya.
"Ini nomer siapa ya, jangan-jangan mas-mas yang ku tabrak kemarin, biarin aja lah aku mai mandi saja dulu" kata Rasya tak memperdulikan telpon itu dan pergi begitu saja untuk membersihkan diri.
Dirumah Heru.
"Nih cewek beneran gak angkat telpon gw, bisa-bisanya dia nyuekin cowok setampan gw" gumam Heru dengan kesal.
"Oh iya gw kirim pesan dulu, pasti dia bakal buru-buru angkat kalo tau gw yang telpon" gumamnya lagi dan segera menulis pesan singat "gw Heru" dan mengirimkannya ke WA Rasya.
Setelah 30 menit.
Rasya kembali ke kamar dan mengecek ponselnya, ia melihat ada 2 panggilan tak terjawab dari nomer asing dan 1 pesan Watsapp
"gw Heru" Rasya membaca pesan singkat dari Heru.
"ha ha ha ha emang ya dia ini cowok aneh, trus kalo dia Heru kenapa? lagian ngapain juga dia nelpon gw" gumam Rasya, belum sempat Rasya membalas pesan Heru, mamanya memanggilnya dari dapur untuk menyuruhnya makan dahulu karena dari pulang sekolah Rasya memang belum makan Siang.
Dirumah Heru.
"Ni cewek beneran aja ya, masak pesan gw di read doang, awas aja dia besok perlu diberi pelajaran ni, pelajaran menghargai yang lebih tua" gumam Heru dengan sangat kesal dan melemparkan ponselnya keatas kasur, dia pun merebahkan diri diatas kasur.
__ADS_1
"ngapain sih gw kok jadi mikirin cewek lugu itu terus, apa menariknya coba, cantik sih, tapi polos banget, itu kali ya yang buat gw penasaran" gumamnya lagi sambil tersenyum sendiri.
Keesokan harinya di sekolah.
"Tugas kalian kali ini adalah berkenalan dengan sebanyak-banyaknya senior disini dan sebagai buktinya minta tanda tangan di buku kalian masing-masing untuk setiap senior yang kalian ajak berkenalan, yang paling banyak dapet tanda tangan dan yang bisa dapet tanda tangan ketua OSIS akan dapet hadiah, dan yang paling sedikit akan dapat hukuman" kata Aryo menjelaskan sebelum jam istirahat dimulai.
"Iya kak" jawab semua siswa dan istirahat pun dimulai. Rasya mencari-cari Risma di halaman sekolah, ia sangat pemalu dan pekerjaan berkenalan dan meminta tanda tangan adalah hal yang sulit baginya. Ia seperti orang kebingungan karena tak kunjung melihat Risma.
Sementara Sisi telah mengkoordinir para panitia dan senior lainnya untuk mempersulit Rasya memperoleh tanda tangan, ia sangat ingin Rasya mendapatkan hukuman.
"Kali ini lo gak akan lepas lagi dari gw" kata Sisi yang dengan segaja menabrakkan dirinya ke Rasya hingga ia hampir saja terjatuh.
"Kak Sisi, kak maukah kita berkenalan agar lebih akrab?" kata Rasya dengan tetap polosnya sembari mengulurkan tangannya kepada Sisi.
"plaakk" suara tangan Rasya di hempaskan oleh Sisi.
"akankah gw jadi bahan bully lagi disini" gumam Rasya dengan mata yang kemerahan hampir menangis setelah mendapat perlakuan dari Sisi.
"kalo lo diem aja disitu lo gw jamin bakal dapet hukuman" kata Heru yang tiba-tiba ada di depan Rasya.
"wah Kak Heru, gantengnya.. kak heru.. kak heru mau dong kenalan.. kak Heru minta tanda tangannya kak" teriak siswa lain histeris melihat Heru dari dekat yang sangat tampan dan Cool, sedangkan Rasya masih terpaku diam membisu menatap Heru yang dari tadi juga menatapnya.
"Mau dapet tanda tanggan gw, gw tunggu di perpustakaan" kata Heru berbisik ditelinga Rasya.
Rasya masih saja diam dan bingung mau melakukan apa sedangkan Heru pergi berlalu tak menghiraukan siswa lain yang terus memuji ketampanannya dan mengikutinya.
"gw ke perpus kali ya, dia kan ketua OSIS, kalo gw bisa dapet tanda tangannya pasti gw bebas dari hukuman nanti" kata Rasya bergegas pergi ke perpustakan.
Sesampainnya di perpustakaan, seorang petugas perpustakaan menyambutnya dan mengarahkannya ke ruangan Heru.
__ADS_1
"Silahkan Nak, dia memintamu menunggu sebentar" kata wanita itu dan membukakan pintu ruangan Heru.
"Baik Bu, terimakasih" jawab Rasya.
Wanita itu pun kembali ke mejanya dan Rasya masuk dan duduk santai di ruangan itu sambil membaca-baca majalah yang ada diatas meja.
"kangen aku ya sampai nungguin disini" kata Heru lagi berbisik di telinga Rasya. Tanpa Rasya sadari ternyata heru sudah lama datang dan memperhatikannya.
"eh Kak, aku datang karena tawaranmu memberikan tanda tangan, nih tanda tangan disini" kata Rasya langsung mengambil bukunya dari tas dan menyodorkannya pada Heru.
"tak semudah itu Dek manis, sana ambilkan aku minuman dingin di kulkas dan beberapa buah-buahan" jawab Heru dan kemudian duduk santai di sofa.
"Baik kak" kata Rasya segera bergegas menyiapkan yang Heru minta.
"ini Kak, silahkan" kata Rasya sambil meletakkan sepiring buah-buahan dan sebotol tea dingin.
"Makasih" jawab Heru lagi langsung menarik tangan Rasya dan akhirnya ia terjatuh di pangkuan Heru.
"Kak, apaan sih" kata Rasya berusaha melepaskan pegangan Heru yang menatapnya sangat dekat.
"katamu tadi silahkan, jadi gw ambil yang gw suka" kata heru dengan senyum genitnya.
Rasya hanya diam dengan perlakuan Heru ia menatap Heru dan tenggelam dalam tatapan Heru yang sangat tampan, jantunganya berdetak sangat kencang, ia tak mengerti apa yang terjadi padanya, Heru pun terpesona akan kecantikan Rasya, tanpa disadari ia telah mencium lembut bibir Rasya. Rasya yang mendapatkan ciuman pertamanya itu langsung kaget dan bangun dari pangkuan Heru dan berlari keluar tanpa bicara sepatah katapun.
"Apa yang gw lakuin Heru.. Heru, lo udah nyium cewek yang baru aja lo kenal, di sekolahan lagi, bener-bener gak waras lagi otak gw kataknya" gumam Heru menyesali perbuatannya itu.
Sementara Rasya kembali keruang kelas tanpa membawa tasnya, ia meninggalkan tasnya di ruangan Heru dan tak berani kembali kesana.
"Apa sih tadi itu, gila gw di cium orang asing si Heru sialan itu, mana tas gw ketinggalan disana, bodo lah mau di hukum juga gw terima dari pada balik kesana" fikir Rasya dengan sangat gelisah.
__ADS_1