Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 12 Kak Aryo?


__ADS_3

Saat pulang sekolah Rasya terburu-buru ingin pulang ke rumah, ia sangat malu jika wajahnya dengan bibir yang lebam dilihat banyak orang, apalagi pria. Ia tidak mau orang berfikir yang tidak-tidak tentangnya. Tetapi lagi-lagi Daniel datang menghalangi langkahnya.


"Sya, lo bawa motor ya? gw nebeng sih!" kata Danil sambil nanangkup kedua tangannya memohon kepada Rasya, sedangkan Rasya yang berjalan sambil terus menunduk tak memperdulikan Daniel.


"Plis jangan ganggu gw hari ini Dan, gw buru-buru banget" jawab Rasya.


"Sya, lo masih marah ya atas perbuatan Mbak Sisi ke lo kemaren?" tanya Daniel lagi yang masih berharap bisa membuat hubungannya dengan Rasya memiliki harapan.


"Enggak, gw udah lupain semuanya, tolong jangan tutupin jalan gw begini" kata Rasya lagi. Namun tiba-tiba segerombolan anak-anak cowok lainnya melihat mereka berdua yang selayaknya sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Mereka pun jadi menduga-duga kalau Rasya dan Daniel memiliki hubungan spesial.


"Oh pantes bibir nya Rasya kayak abis kejedot pintu, ulah elo ya Dan, dasar lo emang predator wanita" kata seorang pria diantaranya. Mereka curiga Rasya menjadi korban Daniel yang memang terkenal playboy dan suka mempermainkan wanita. Apalagi mereka melihat Daniel seperyi sedang memohon maaf atas suatu kesalahan seperti tadi.


"Apaan kalian semua ini, pergi dari sini kalo gak mau gw jotos satu persatu!" kata Daniel sangat marah mendengar perkataan yang menghina Rasya. Akhirnya merekapun pergi karena malas berurusan dengan Daniel yang memiliki pamor yang kuat dari kakaknya Sisi dan latar belakang konglemeret dari orangtua nya.


"Sya, apa yang terjadi sama lo, sini gw liat" kata Daniel memaksakan untuk melihat wajah Rasya. Ia memegang dagu Rasya dan akhirnya melihat bibir Rasya yang lebam. Sebagai seorang playboy Daniel pastinya paham sekali itu bekas apa. Namun ia mencoba menepiskan fikirannya itu karena ingin mempercayai Rasya dan mendengar langsung dari wanita itu.


"Kok lo diem aja?" kata Daniel lagi yang malah menjadi khawatir pada Rasya yang matanya sudah mulai berlinang air mata.


"Gw boleh pulang? Plis gw butuh sendiri" jawab Rasya dan langsung berlari meninggalkan Daniel sambil menangis. Sementara dikejauhan Sisi melihat semua kejadian itu.


"Ada untungnya juga Daniel ngedeketin cewek kampungan itu, Daniel paling cuman mau mempermainkan dia saja gak bener-bener suka, tapi siapa yang sudah mencium si cewek kampung itu, gw harus beri tahu ini sama Heru, biar dia tau siapa cewek itu sebenernya" gumam Sisi lalu pergi mencari Heru.


"Rasya... Rasyaaaa..." teriak Daniel ingin mengejar Rasya, namun langkahnya di hentikan oleh Aryo. Aryo juga rupanya memperhatikan mereka dari tadi. Dia memang mengikuti Rasya karena mengkhawatirkan keadaannya. Ia tahu betul kelakuan Heru jika sudah membenci seseorang Heru bisa melakukan apa saja.


"Jangan ganggu dia dulu Dan" kata Aryo kepada Heru.


"Apa urusannya elo kak, ngelarang gw segala" jawab Daniel kesal.


"Dia kan udah bilang butuh waktu sendiri, lo percaya sama dia kan, tolong kabulin aja permintaan dia tadi buat ngasih dia waktu sendiri" kata Aryo lagi lalu pergi meninggalkan Daniel.

__ADS_1


"Apaan sih yang terjadi, kok kayaknya jadi runyam. Bodok lah gw pulang aja sekarang" gumam Daniel lalu pergi.


Diperjalanan pulang, tiba-tiba ada segerombolan preman yang sengaja menghentikan Rasya di gang sepi arah rumahnya.


"Siapa kalian? mengapa mengehentikan motor gw?" kata Rasya ketakutan.


"Hai cantik, loh kenapa bibirnya cantik? abis c**ok*n ya? berapaan sih kalo abang bok*ng seharian?" jawab salah seorang pria bertato itu. Mendengar perkataan itu, Rasya yang memang masih tertekan dengan kejadian di sekolahnya makin tak mampu menahan kesedihannya.


"Pergiii, jauhin gw, pergiiiiii...!!" teriak Rasya sambil menangis. Tetapi segerombolan pemuda itu tidak memperdulihkan perkataan Rasya malah terus melingkari Rasya dengan motor mereka sambil melontarkan kata-kata tidak senonoh yang membuat Rasya makin prustasi.


"Pergi kalian, jangan ganggu dia lagi" kata Aryo yang tiba disana dan segera menghampiri Rasya. Pria-pria itu pun menghentikan motor mereka dan menghampiri Aryo yang mencoba melindungi wanita incaran mereka.


"Heh, anak ingusan, lo mau bantuin cewek lo yaa, sini hadepin kita kalo lo berani" kata salah satu pria dan langsung mengeluarkan jurus ingin menghajar Aryo. Namun, Aryo langsung sigap menangkis serangan pria itu dan meninju balik dan menghajar mereka semua sampai mereka kewalahan. Aryo sebenarnya memang ahli taekondo sabuk hitam. Ia bisa saja menghajar Heru atas perlakuan Heru yang tiba-tiba meninju nya kemarin, namun demi persahabatan ia bahkan tak melawan sama sekali. Padahal tentu saja Heru jika bertanding dengan Aryo pasti Heru akan kalah karena Heru tak sepandai Aryo dalam hal bertarung.


"Ampun Dek, ampun, kami akan pergi" kata mereka langsung segera pergi dengan sepeda motornya.


"Pergii!!, kalian akan kuhabisi kalau mengganggu dia lagi" ancam Aryo.


"Tenang Sya, gw ada disini, mereka sudah pergi, lo aman sekarang, jangan sedih begitu" kata Aryo menghapus air mata Rasya dengan sapu tangan dari sakunya.


"Lagi-lagi mereka romantis-romantisan di depan gw, Aryo benar-benar sudah tidak waras. Dia masih saja mau dengan wanita murahan itu, padahal dia melihat sendiri wanita itu dibelakangnya mau berciuman denganku. Mengapa Aryo tidak meninggalkannya saja" batin Heru yang melihat kejadian itu dari dalam mobilnya. Ia juga yang menyuruh preman mengganggu Rasya agar menjadi trauma dan merasa sedih.


"Jalan pak, kita pulang sekarang!" kata Heru pada Sopirnya.


"Baik Den Heru" jawab Sopir itu.


"Gw anterin lo pulang ya, gw juga bawa motor, gw jagain lo dari belakang" kata Aryo kepada Rasya.


"Makasih ya Kak, gw ga tau kalo ga ada kakak, gw...." belum selesai langsung dipotong oleh Aryo

__ADS_1


"Hustt.. udah yuk pulang, lo butuh istirahat" kata Aryo sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Rasya.


"Polos banget sih lo Sya, kenapa Heru bisa memperlakukan lo seperti ini, padahal awalnya gw seneng Heru jatuh cinta sama cewek sebaik lo, dan gw juga seneng karna lo akan bahagia sama Heru yang gw fikir mencintai lo dengan tulus" batin Aryo. Aryo pun menghantarkan Rasya sampai depan rumah Rasya.


"Gak mampir dulu kak?" kata Rasya.


"Enggak Sya, lain kali aja yaa, ini ada salep buat lo, biar cepet sembuh lukanya, kalo gw cidera bagian situ karna latihan taekondo biasanha pakai ini cepet pulih" kata Aryo pura-pura tak tahu kejadian yang Heru dan Rasya lakukan tadi siang.


"Terimakasih banyak kak" kata Rasya mengambil salep itu


"Oh iya, besok latihan kita buat persiapan olimpiade udah mulai ya, jangan lupa!" kata Aryo lagi.


"Baik kak" kata Rasya. Aryo pun langsung pergi setelah memastikan Rasya masuk kehalaman rumahnya.


"Bibir kamu kenapa Nak?" kata Mama nya Rasya.


"Jatuh tadi bu kepeleset di kamar mandi sekolah" jawab Rasya.


"Pria tadi siapa Nak, kok gak diajak mampir?" tanya Mamanya lagi.


"Oh itu kak Aryo mah, yang Rasya ceritaan jadi PJ MOS kelas Rasya sekalian ketua ekskul Matematika" kata Rasya lagi.


"Kok sampai nganterin kamu segala Nak, perharian banget kayaknya" kata Mamanya lagi


"Ga sengaja ketemu mah di jalan, dia ada urusan katanya di arah gang sini, jadi sekalian" jawab Rasya menutupi kejadian yang baru saja menimpanya karena tidak mau mamanya menjadi khawatir.


"Ya sudah cepat mandi dan ganti bajumu sana, mama sudah menyipkan makanan kesukaanmu di meja makan" kata mamanya lagi.


"Iya Ma, makasih ya ma" jawab Rasya.

__ADS_1


"Maafin Rasya ya ma, Rasya udah bohongin dan mengecewakan Mama" batin Rasya.


__ADS_2