
"Dimana gadis bernama Rasya itu?" tanya Tuan Mahes kepada pak Doni dan para pengurus sekolah yang juga ada di ruangan itu.
"Dia sedang di ruang pembinaan bersama guru BP kami, biarkan dia, jika ada yang harus dimintai keterangan, saya yang akan menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada kalian semua" jawab pak Doni.
"Tentu,bapak akan mempertangungjawabkan kelalaian anda dan juga beserta gadis itu, saya tidak akan melepaskannya" kata Tuan Mahes tak bergeming dengan ucapannya itu.
"Ayo Nak, antarkan kita keruang pembinaan, Mami sudah tak sabar mengukum gadis itu yangsampai embuat wajah cantikmu memar seperti ini" kata Nyonya Mahes kepada Sisi yang sedang dibopoh nya lemas.
"Kearah sini Mi, Pi" kata Sisi memberi aba-aba jalan kearah ruang pembinaan dengan sengaja berpura-pura kondisinya selemah itu, padahal sebenarnya ia masih kuat jika harus sendiri.
"Ayo Pak Polisi, tangkap gadis itu segera" kata Tuan Mahes lagi yang semakin geram ingin segera memberi pelajaran kepada gadis itu.
"Tangkap dia pak, gadis itu orangnya" kata Sisi ketika sampai keruangan pembinaan menunjk Rasya sebagai pelaku penganiayaan kepadanya.
"Silahkan ikut kami Nona, anda dilaporkan telah melakukan penganiayaan kepada saudara Sisi yang menyebabkan korban terluka parah" kata salah seorang petugas dan langsung membawa Rasya tanpa perlawanan. Gadis itu nampaknya sudah menerima saja takdirnya ketika harus berurusan dengan keluarga konglomerat, tak ada upaya yang bisa ia lakukan untuk membela diri.
__ADS_1
"Sya, lo gak boleh kemana-mana, biar saya saja Pak yang akan bertanggungjawab atas kejadian ini" kata Aryo mencoba menghadang polisi yang akan membawa Rasya.
"Maaf, untuk proses selanjutnya akan diproses dikantor polisi, silahkan hubungi keluarga gadis ini kami akanmelakukan sesuai proses hukum" kata polisi tersebut
"Rasyaaa.... jangan bawa Rasya" Teriak Tata dan Risma menangis saat melihat sahabatya sedang menderita seperti ini bahan harus mempertanggungjawabkan kesalahan orang lain. Siapapun pasti tidak akan bisa menerima tindakan yang Sisi lakukan terus-terusan sepert itu.
"Kak Sisi, tangkap juga kakak saya ini Pak, jika yang dilakukan Rasya salah dimata hukum, apakah tindakan yang dilakukan kak Sisi dengan selalu merendakan dan mengusik orang lain itu juga harusnya dihukum?" kata Daniel yang datang tergesa-gesa saat mendengar kejadian itu untuk mengentian keluarganya yang aka melakukan keidakadila pada Rasya.
"Plaaaak" tamparan keras Tuan Maheswaa mendarat ke pipi anak lelakinya itu.
"Papi.. Papi kenal kak Sisi, dia orang yang selalu mau menangnya sendiri, apa papi fikir gadis lugu ini tanpa sebab melakukan hal itu pada kakak, kakak sudah keterlaluan Pi.. ka.." belum selesai Daniel bicara tiba-tiba Nyonya Maheswara yang berganti menampar anaknya itu
"Plaakkkk" suara tamparan menarat di pipi Daniel.
"Mamii..." kata Daniel sangat kecewa kepada kedua orangtuanya tak mau mendengarkannya dan selalu saja membela Sisi apapun yang ia lakukan,
__ADS_1
"Pergilah,jangan buat Mami dan Papi harus memenjarakan kamu juga" kata Nyoya Mahes kepada anaknya. Ia melakukan itu agar Daniel cepat sadar aka perbuatannya yang bisa mencemarka nama baik keluargannya sendiri.
"Daniel, tak apa terimakasih sudah mempercayaiku" kata Rasya. Rasya pun akhirnya dibawa oleh polisi ke kantor polisi.
"Dimana kak Her, aku ingin sekali melihatnya, Kak... aku begitu lemah, apakah aku akan berakhir seperti ini? tetap menjadi orang bawahan yang selalu dihina dan tak berharga?" batin Rasya dalam perjalanannya kekantor poisi sebagai tahanan.
"Masuk" kata salah seorang polisi mempersilahkan Rasya masuk sel tahanan. Iya pun diam saja dan menuruti perintah polisi wanita itu. Dalam sel tahanan itu ia sendiri, dan tangis Rasya akhirnya pecah disana, seolah mimpi, hari kemarin masih indah dan sekarang ia diperlakukan seperti seorang penjahat saat ia hanya ingin membela harga dirinya saja.
"Dimana Rasya" kata Mama Rasya saat mendapat kabar dari Aryo yang datan langsung kerumah Orangtua Rasya bersama pak Doni untuk mengajak orang tuanya ke kantor polisi.
"Anak saya tidak mungkin melukai orang lain Pak, dia sangat penyaang dan rendah hati" kata Ayah Rasya juga.
"Kami tau Pak Rasya dan teman-teman yang lain juga sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya mari kta jempu dia dari kantor polisi saya sudah penghubungi pengacara untuk menangani kasus ini" kata pak Doni menenangkan.
"Baiklah Pak, Ayo Ma kita jeput ana kita, kasihan dia disana"kata Papanya Rasya lagi.
__ADS_1