
"Wah, pacarnya Aryo lewat, cantik juga" gumam beberapa orang senior pria saat berpapasan dengan Rasya di sekolah. Kabar hubungannya dengan Aryo cepat sekali menyebar karena postingan-postingan teman-temannya Aryo dan Rasya saat menghadiri surprise ulang tahun Rasya kemarin.
" Gercep juga si Aryo, cantik banget emang pacarnya" gumam beberapa orang lain saat melihat Rasya lewat. Tanpa disadari Rasya dibelakangnya ada Heru yang berjalan dibelakangnya dan mendengar percakapan anak-nak itu.
"Jalannya lama banget, cepetan dikit, kamu lagi di perhatiin tuh sama orang-orang" kata Heru pelan saat sengaja menyalip Rasya berjalan untuk memberitahu apa yang harus Rasya lakukan.
"Kak Heru... kak Heruuu.." teriak cewek-cewek yang melihat Heru lewat dan seketika fokus mereka beralih ke Heru dan Rasya segera pergi menuju kelas.
"Sya, lo tambah populer banget ini gegara jadian sama kak Aryo, liat nih di sosmed isinya tentang lo semua" kata Tata menunjukkan ponselnya.
"Iya Sya, wah banyak banget cewek yang patah hati gegara kamu jadian sama kak Aryo" sahut Risma.
"Iya Sya, liat nih, di IG, FB, Grup WA isinya tentang kamu sama kak Aryo, pasangan serasi banget ya kalian" kata Tata lagi.
"Pantesan pada ngeliatin aku tadi orang-orang" jawab Rasya.
"Weh, temenku jadi populer, pada nyesel tuh dulu yang suka ngehina kamu kalo tau kamu yang sekarang Sya" sahut Risma bangga pada sahabatnya itu.
"Ah, apaan sih, biarin aja lah mereka mau bilang apa" kata Rasya yang jadi bete saat mengingat masalalu nya.
"Sya" kata Daniel yang datang dan menghampiri mereka.
"Daniel? ada apa?" jawab Rasya.
"Boleh bicara sebentar?" katanya lagi.
"Ya, boleh, bicara aja" jawab Rasya.
"Ikut gua bentar aja, gw pingin ngomong berdua" kata Daniel.
"Ok" kata Rasya lalu mengikuti daniel ke arah samping kelas mereka.
"Gw denger kemarin lo jadian sama Aryo" kata Daniel membuka pembicaraan.
"Iya" jawab Rasya singkat.
"Selamet ya, oh iya ini kado ulangtahun buat lo, kemarin gw gak ikut kesana karna ada urusan" kata Daniel sambil memberikan sebuah kado.
"Makasih Dan" jawab Rasya dan mengambil kado itu.
Daniel kemudian melangkah pergi meninggalkan Rasya.
"Daniel, lo gak ada yang mau di bicarain lagi?" tanya Rasya.
"Enggak" kata Daniel dan terus pergi.
"Orang aneh, jadi dia cuman mau ngasih kado ini? hmmm" gumam Rasya. Rasya pun kembali ke kelasnya. Pelajaran pun dimulai dan hari berlalu seperti biasanya.
__ADS_1
"Rasya, minggu depan tes untuk peserta olimpiade, kamu sudah siap?" kata bu Saras pada Rasya sesaat sebelum keluar ruangan untuk mengakhiri pelajaran.
"InsyaAllah bu" jawab Rasya.
"Saya senang, jika Aryo dan kamu terus profesional dan giat belajar seperti ini, saya akan melihat hasilnya minggu depan" kata Bu Saras.
"Baik Bu" jawab Rasya. Bu saras pun keluar ruangan diikuti murid lainnya.
"Kok Bu Saras ngomong gitu ya?" tanya Rasya pada kedua sahabatnya.
"iya, kayaknya sih guru-guru udah pada tau kalo kamu sama kak Aryo ada hubungan" kata Tata.
"Cepet banget sih nyebarnya" kata Rasya.
"Cepet lah Sya, kak Aryo kan cowok berprestasi dan termasuk deretan cowok populer di sekolah" kata Risma
"Semangat Sya, wah kamu bakal sahingan sama pacar sendiri ya?" tanya Tata.
"Iya nih, tapi aku lo bukan sahingannya kak Aryo, dia pinter banget" kata Rasya.
"Kamu juga kan cewek genius, gw yakin lo bisa Sya" sahut Risma meyakinkan sahabagnya itu.
"Iya makasih ya, aku akan tetap berusaha yang terbaik" kata Rasya sambil memeluk kedua sahabatnya.
"Nah gitu dong" kata Risma lagi.
"eh ada Kak Aryo sama kam Heru" kata Risma senang melihat Heru juga ada disana.
"Iya, kita nongktong-nongkrong dulu yuk, aku traktir" kata Aryo.
"Horeeee.. di traktir" teriak Tata dan Risma sangat senang.
Rasya menatap Heru yang ternyata juga sesang menatapnya, keduanya pun grogi dan berpura-pura mengalihkan pandangan.
"Yuk Sayang" ajak Aryo pada kekasihnya itu.
"Iya kak" jawab Rasya.
"Eit dah sayang, sayang.. gak kasian apa sama kita yang jomlo akut ini kak" kata Tata yang iri melihat perhatian Aryo.
Merekapun akhirnya pergi nongkrong di cafe favoritnya Aryo dan Heru. Aryo duduk di sampinh Rasya dan Heru duduk di depan Rasya dan disamping Risma dan Tata.
"Duh belepotannya" kata Argo lalu mengambil sapu tangannya dari kantong untuk mengelapi bibir Rasya yang celemotan makan es cream.
"Gak usah kak" kata Rasya langsung menggambil saputangannya sendiri di kantongnya. Namun, ia tak jadi mengelap wajahnya dengan sapu tangan itu dan mengambil tisu yang disediakan di meja makan untuk membersihkan bekas ea cream itu.
"Kok ga jadi di pake Sya?" tanya Risma.
__ADS_1
"Iya, baru liat kalo ada tisu, kan eman-eman sapu tangannya ntar kotor" kata Rasya ceplos.
"Loh kan emang saputangan di buat buat ngelap yang kotor-kotor" kata Risma lagi.
"Iya, ga papa, males aja ntar nyucinya" kata Rasya. Heru pun senang melihat pemberiannya di bawa oleb Rasya. Tetapi ia kira Rasya tak mengetahui jika itu pemberiannya.
"Bagus, baru liat kakak, kamu baru beli ya sapu tangannya?" tanya Aryo.
"Enggak kaj, dikasih kado ultah kemaren itu" jawab Rasya.
"Dari siapa?, kayaknya ini dasarnya sutra asli, kayak brand import" kata Aryo lagi yang sangat mengenal barang itu cukup mewah.
"Gak tau kak, gak ada namanya" jawab Rasya lagi.
"Besok, kakak belikan yang lebih bagus, itu kamu simpan atau berikan pada Risma" kata Aryo.
"Lo lo lo kok jadi aku?" kata Risma yang kaget karena namanya jadi sasaran.
"Ih gak usah kak, lagian pemberian orang kan harus di hargai masa aku kasih lagi ke orang lain" kata Rasya lagi.
"Yasudah ga papa" jawab Aryo sedikit cemburu melihat Rasya sangat mengistimewakan kado saputangan yang ia peroleh itu.
"Yah, gak jadi dapet sapu tangan gratia dong" kata Risma.
"Loh masih ngarep gratisan to?" kata Aryo.
"Iya kali kan ada yang ngasih ya aku ambil kak" kata Risma.
"Minta beliin sama Heru sana" kata Aryo lagi.
"Kok jadi gua?" sahut Heru.
"Ya ajaklah Risma, temenin cari sapu tangan nanti" kata Aryo.
"Emang kamu beneran lagi butuh sapu tangan?" tanya Heru pada Risma. Risma pun mengangguk.
"Yes ini kesempatan aku buat ngajak kak Heru jalan" batin Risma.
"Yaudah, besok aku cariin" kata Heru.
"Aku ikut kak, kan aku yang mau pakek, mau ikutan milih" kata Risma lagi.
"Iya.. iya" jawab Heru.
"Aku gak diajak nih?" kata Tata.
"Enggak" Teriak Risma dan Aryo bersamaan. Sedangkan Heru dan Rasya hanya teesenyum senyum melihat tingkah mereka.
__ADS_1