
"Hei Yo, lo ngapain belagak belajar pake buku setumpuk gini" ledek Heru saat melihat Aryo di ruang tengah rumah Rasya sedang sibuk mengerjakan soal latihan.
"Sialan lu, gw jelas-jelas lagi belajar" jawab Aryo.
"Udah, kita udah dateng nih, masa di cuekin sama kalian si pasangan 'gemar belajar'" ledek Heru lagi sambil mengambil buku yang ada di hadapan Aryo dan menutup buku itu lalu menumpuknya di sudut meja.
"Iya iya, lah kalian abis dari mana aja nih, cie cie" ledek Aryo kembali ingin menggoda sahabatnya itu yang kini sudah terlihat move on dari kekasihnya dan mau pergi dengan Risma.
"Gak kemana-mana, tadi tu pas tau kak Aryo disini, aku langsung ajak kak Heru juga kesini, kan seru tuh kalo double date, upps" kata Risma keceplosan. Malu sekali rasanya ia mengatakan itu, padahal Heru hanya ingin menepati janjinya yang juga karena paksaan Aryo waktu mereka hangeout bareng di cafe untuk menemani Risma membeli saputangan saja.
"Uuuu... ide brilian" kata Aryo sambil menggandeng Heru dan Risma yang sesang tersipu malu.
"Otakmu ini udah gak sinkron kayaknya Ar, sini gw normalin lagi" kata Heru sambil menjitak kepala sahabatnya itu agar ia berhenti bicara hal yang tidak-tidak tentangnya dan Risma.
"Eh ada Risma, wah ini siapa, ibu baru liat?" kata Mamanya Rasya saat melihat Risma dan Heru. Mamanya Rasya sangat terpukau melihat ketampanan Heru, ia fikir Aryo adalah pemuda yang sangat tampan dan tak ada anak tetangganya yang setampan itu, tetapi sekarang ia melihat ada satu pria lagi yang sangat tampan.
"Ini kak Heru Bu, tadi Risma yang mengajaknya kesini, dia sahabatnya kak Aryo juga ketua OSIS lo bu disekolah" kata Risma menjelaskan dengan ekspresi sangat membanggakan pria yang bersamanya itu.
"Wah, pacarnya nak Risma tampan sekali" kata mama Rasya sambil menepuk pundak Heru saat pria itu menyalaminya dengan mencium tangan.
"Kita temen aja kok Bu" jawab Heru.
"Iya gak papa, masih mudah, berteman dulu itu lebih baik untuk masa depan kalian, kalo jodoh ya gak kemana kok" katanya mamanya Rasya.
"Iya bu, he he he" jawab Aryo lagi sesangkan Risma hatinya makin mengembang dan ia merasa ada harapan baru untuknya lebih dekat dengan pria idamannya itu.
"Yuk makan siang dulu, ibu sudah masakin spesial buat kalian" ajak mamanya Rasya kepada tamu-tamu anaknya itu.
"Makasih Bu, duh pas banget nih, Risma udah kangen banget masakan ibu" kata Risma yang langsung jadi lapar membayangkan menu yang akan disajikan, apalagi aroma masakan sudah tercium dari tadi yang membuat air liur rasanya hampir keluar.
"Ayo kita makan dulu" ajak Rasya juga dan memulai mengambil langkah keruang makan.
"Wooow... ikan bakar, udang asem manis, selada, sama sayur Asem, aku suka banget" kata Heru lepas kontrol saat melihat menu man siang mereka adalah makanan kesukaannya.
"Wah syukurlah kalo nak Heru suka, soalnya Rasya gak bilang kalo Risma sama kamu datang, jadi ibu masaknya makanan kesukaan Aryo saja" kata mamanya Rasya senang karena kedua tamu barunya juga menyukai menu hidangan yang ia buat, sehingga ia tak perlu repot-repot lagi membuat menu baru.
__ADS_1
"Aryo? aryo kan gak makan seafood buk, dia alergi" kata Heru lagi yang heran sejak kapan sahabatnya itu bisa makan udang.
"Astaga, aku lupa kalo ini kan menu kesukaan kak Heru bukan kak Aryo, aku bahkan gak tau kalo kak Aryo gak makan udang" batin Rasya menyesal sudah teledor
"waduh, maaf ya, nak Aryo mau ibu masakin apa yang nak Aryo suka?" kata mama Rasya menawarkan menu lain yang diinginkan Aryo
"ya kan ada ikan bakar, gw suka kali" jawab Aryo dan langsung mendekatkan ikan bakar di hadapannya.
"Gak usah bu, ini aja udah cukup, terimakasih ya bu" jawab Aryo santun.
"Syukurlah kalo begitu silahkan dinikmati makan siangnya ya" kata mama Rasya lalu pergi meninggalkan mereka beewmpat disana.
"Wah iya juga, lo kan emang suka ikan, tapi kan ikan yang digoreng kering, ikan bakar bukannya lo gak suka" kata Heru lagi.
"lo ini kayak pacar gw aja, sok tau deh, gw suka kok sama ikan, diapan juga suka" jawab Aryo lagi.
"Ya terserah lo deh, lo yang makan ngapain gw repot" jawab Heru dan langsung mendekatkan piring seafood di hadapannya.
"Mau yang itu kak" kata Risma menunjuk hidangan lain di sana untuk ia santap.
"Iya kak, mama kan biasa masak buat katering jadi jam terbangnya tinggi, masakannya emang the best deh, tapi aku ya gak bisa seenak ini" jawab Rasya.
"ngapain sih Heru pakai nanya-nanya Rasya segala, kalau dia bisa masak apa urusannya lagi sama dia, kan Rasya pacarku sekarang" batin Aryo cemburu melihat Heru yang masih terlihat care dengan kekasihnya itu.
"Hmm.. cocok banget sama lidahku, beneran lo Sya, buka rumah makan pasti laris ini Sya" kata Heru lagi.
"Iya kak, semoga aja nanti mama bisa punya rumah makan sendiri" jawab Rasya.
"Apa perlu kita buka rumah makan di sekitaran sekolah Sya, bisa juga tuh" kata Aryo ikut nimbtung tak mau kalah dari Heru.
"kita?" tanya Rasya bingung dengan perkataan Aryo barusan.
"iya kita" kata Aryo lagi.
"Kita kan masih sekolah, mana sempat kak" jawab Rasya.
__ADS_1
"Ya kita buatkan usaha untuk mamamu" kata Aryo lagi.
"Biayanya gak sesikit lo kak, kita masih anak SMA lagi" jawab Rasya lagi yang makin tak mengerti dengan jalan pikiran Aryo saat itu.
"Nanti aku bilang Ayahku untuk memberi modal usaha mamamu" kata Aryo lagi menjelaskan niatnya yang sebenarnya.
"Enggak. Mama juga gak akan mau, sudahlah kak, kita fokus sekolah dan belajar, Rasya gak mau mengikutcampurkan keluarga kakak" jelas Rasya.
"Iya maaf Sya" jawab Aryo yang kecewa kekasihnya tak mau menerima bantuannya.
"Bener tuh kata Rasya" kata Heru lagi sambil terus menikmati hidangan makanan.
"Apaan sih si Heru ikut campur aja" batin Aryo yang makin cemburu dengan Heru.
"Bentar lagi kalian mau seleksi buat OSN ya?" tanya Risma.
"Iya Ris" jawab Rasya.
"Per bidang cuman diambil 1 orang ya?" tanya Risma lagi.
"Iya" jawab Rasya.
"Wah, gw harus dukung siapa nih, kak Aryo apa elo ya Sya, hehehe" ledek Risma.
"Dukung kak Aryo aja, Gw optimisnya maju tabun depan sih, kak Aryo terlalu pinyer buat di kalahin" jawab Rasya lagi.
"Jangan patah semangat gitu geh Sya, gw yakin kok lo bisa, ya kan Yo, Aryo sendiri lo yang bilang lo punya bakat lebih dari dia. Tapi kalo sampai Aryo kalah sih, berarti tahun ini gw pergi lomba pertama tanpa dia" jawab Heru sedikit sombong karena ia sangat yakin jika untuk debat english dia yang akan tetap maju mewakili sekolahnya.
"Iya ya, gw gak boleh kalah dari Rasya, jangan sampai Rasya pergi OSN sama Heru, bisa-bisa mereka saling suka lagi" batin Aryo menyadari pentingnya ia memenangkan persahingan ini dengan kekasihnya sendiri.
"Ya kita liat aja, lagian mau gw atau Rasya kan sama aja, ia kan Sayang?" kata Aryo menutupi kecemburuannya.
"Ih si Aryo alay juga ternyata, cowok gak pernah punya pacar ini sekalinya punya pacar langsung pakai sayang-sayang segala, geli aja dengernya" batin Heru yang sangat cemburu mendengar wanita yang ia cintai dipanggil dengam panggilan sayang oleh pria lain.
"Iya kak" jawab Rasya singkat.
__ADS_1