Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
Bab 27 Mengikhlaskan tapi masih cemburu


__ADS_3

Hari ini Rasya sedang asik menata tanaman di halaman rumah dengan mamanya. Ponselnya ia tinggalkan di dalam kamar. Aryo rupanya berulangkali mencoba menghubungi Raaya dengan ponselnya, namun tidak juga mendapat jawaban sehingga membuatnya jadi khawatir. Hari minggu ini Aryo berniat mengajak Rasya keluar untuk refreshing, ia merasa sangat suntuk berada dirumah dan tidak melakukan apa-apa terlebih lagi semenjak ia sakit waktu itu.


"Nak Aryo? ada apa kok tumben kesini hari libur?" sapa mamanya Rasya saat melihat Aryo datang dengan mengendarai sepeda motornya dan parkir di halaman rumah mereka.


"Kak Aryo, kok gak bilang sih mau kesini?" sahut Rasya yang gugup melihat kedatangan Aryo. Ia sangat khawatir orangtuanya mengetahui ia berpacaran dengan Aryo, apalagi dengan melihat Aryo yang semakin dekat dengannya karena kedua orangtuanya meminta Rasya untuk fokus bersekolah terlebih dahulu.


"Maaf bu, saya mau mengajak Rasya belajar bareng aja bu, beberapa hari lagi kan bakal ada seleksi buat mewakili sekolah di Olimpiade Sains Nasional, kebetulan saya sama Rasya bakal bersahing buat mata pelajaran Matematika" kata Aryo pada mama Rasya.


"Sorry Sya, tadi kakak udah WA kamu dan telpon dari tadi tapi gak ada respon, makanya langsung kesini aja" kata Aryo lagi pada Rasya.


"Oh itu, iya ibu sudah tau kok tentang itu, bagus dong, belajar disini aja, sekalian nanti ibu masakin makanan spesial buat kalian makan siang" jawab mamanya Rasya.


"Hp ku di kamar kak, jadi gak tau kalo kakak ngehubungin, sorry" jawab Rasya.


"Iya gak papa Sya, duh makasih ya bu, emang saya juga udah kangen sama masakan ibu, abis enak banget" kata Aryo memuji masakan mamanya Rasya yang memang teekenal lezat itu. Mamanya Rasya memang berusaha sampingan membuka katering, hitung-hitung membantu perekonomian keluarga daripada sekedar jadi ibu rumah tangga saja.


"Ih, kak Aryo modus tuh mah" sahut Rasya memojokkan Aryo.


"Biarin.. emang suka geh, ditawarin makan enak ya mana mau nolak lah" jawab Aryo senang bisa membalas perkataan kekasihnya itu.


"Yasudah, kamu cepet mandi trua belajar sama Nak Aryo, mama mau masak buat makan siang kita" kata mamanya Rasya lalu bergegas membawa peralatan berkebun yang digunakan saat menata dan membersihkan taman ke dalam rumah.


"Iya ma" kata Rasya dan masuk kerumah mengikuti mamanya bersama Aryo.


"Kakak belajar duluan disini dulu ya, aku mandi bentar" kata Rasya.


"Siap sayang, cepet yaaa" jawab Aryo sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Husss.. sayang.. sayang, nanti mamah denger" jawab Rasya kesal dengan Aryo yang semakin berani terang-terangan bahkan saat berada di rumahnya.


"Kenapa sih, kan emang kamu itu sayangnya aku" hombal Aryo lagi.


"Pokoknya mamah jangan sampai tahu dulu, aku belum boleh pacaran kak" kata Rasya bicara sesikit berbisik pada Aryo.


"Iya tah? wah kakak harus berusaha keras nih biar dapet restu macarin kamu terang-terangan" kata Aryo dengan sangat optimis ia bisa mengambil hati kedua orangtua Rasya.


"Awas aja ya, gak tanggung kalo kakak sampai di usir" jawab Rasya.


"Siapa yang mau di usir Sya?" tanya Mamanya Rasya yang mendengar sedikit pembicaraan mereka tentang mengusir seseorang.

__ADS_1


"Enggak ma, ini ada kucing liar masuk rumah mau Rasya usir keluar" jawab Rasya berteriak lada mamanya yang sedang memasak di dapur.


"Jadi kakak ini kamu anggap kucing liar?" tanya Aryo lagi sambil mengedipkan sebelah matanya lagi. ia masih saja terus menggoda Rasya, gemas sekali ia melihat kepanikan kekasihnya itu.


"iya, kucing garong, wek 😋" jawab Rasya lalu beranjak pergi ke kamarnya untuk mandi.


"lo dimana bro, temenin gw yuk beliin sapu tangan sama si Risma" pesan WA Heru kepada Aryo.


"Sorry Bro, gw lagi di rumah Rasya nih" jawab Aryo.


"Gercep juga ni anak, udah main kerumahnya segala" gumam Heru kesal saat mengetahui Aryo sedang di rumah Rasya.


"Siapa kak, kok kesel gitu kayaknya?" tanya Risma.


"Aryo" jawab Heru.


"Kak Aryo lagi dirumah Rasya?" tanyanya lagi.


"Iya" jawab Heru.


"Ayo kita kesana juga, kangen aku sama mamanya Rasya, udah lama gak kesana" ajak Risma.


"Lain kali aja deh, bekas sapu tangan kakak aja ga papa, mana? sini buat aku, trus aku anggep lunas deh janjinya" kata Risma lagi meminta sapu tangan pribadi milil Heru.


"Lah bekas lo, udah jelek, nih liat, udah gw beliin aja yang baru" kata Heru menunjukkan saputangannya yang terlihat masih baru. Heru memang sangat rajin dan rapi, pantas saja barang-barangnya awet dan selalu terlihat baru.


"Nah, sekarang ini milikku, yuk kita ke rumah Rasya sekarang kak, please🙏" mohon Risma dan segera mengambil saputangan Heru dan menyimpannya di tas selempangnya.


"Iya deh, ia" jawab Heru.


"Yes, akhirnya aku dapet saputangan pribadi punya kak Heru, ah pinter banget sih gw cari kesempatan" batin Risma.


"Ok gw kerumah lo Sya, maaf ya gw ganggu lo sama Aryo, gw cuman penasaran dikit aja wajar dong" batin Heru.


"Duh cantiknya, bisa gak konsen nih kakak belajarnya" kata Aryo menggoda kekasihnya iti saat datang.


"Gombal terus deh, kok kak Aryo jadi agak 'alay' ya gak sih?" ledek Rasya yang memang agak heran dengan perubahan sikap Aryo yang berubah 180 derajat.


"Tapi suka kan?" goda Aryo lagi.

__ADS_1


"Yuk mulai dari mana nih belajarnya" kata Rasya sambil membuka buku dan tak menghiraukan pertanyaan Aryo.


"Yasudah, yuk dari halaman 50 aja yuk, itu ada latihannya kita coba kerjakan itu dulu" jawab Aryo dan sedikit kecewa dengan datarnya sikap Rasya padanya.


beberapa waktu kemudian..


"Assalamualaikum" suara Risma datang.


"Waalaiksalam, kok kayak suara Risma" gumam Rasya lalu bangkit dan melihat siapa tamu yang datang.


"Rismaaaaa" kata Rasya langsung memeluk sahabatnya.


"Itu kak Heru kan?" tanya Rasya saat melihat Heru sesang melihat-lihat halaman rumah Rasya yang dipenuhi bunga.


"Iya, aku tadi tau ada kak Aryo disini, yausah aku ajak kak Heru aja kesini juga biar seru" kata Risma lagi.


"Hmmm.. iya deh" jawab Rasya.


"Kak Aryo di dalem ya, aku kesana ya Sya" kata Risma lagi lalu pergi ke dalam saat melihat Rasya menganggguk yang mengisratkan 'iya'


"kakak abis jalan sama Risma?" tanya Rasya menghampiri Heru.


"Iya, sorry dia maksa aku kesini tadi" jawab Heru.


"Iya gak papa, ayuk masuk ke dalem kak" ajak Rasya lagi.


"Aryo udah sering kesini ya?" tanya Heru.


"Lumayan sih, dia kan serinh anter jemput aku kak" jawab Rasya.


"Oh gitu, pantes dulu kakak gak boleh kesini" kata Heru lagi.


"Gak ada hubungannya dengan itu kak, maaf kalo Rasya udah salah" kata Rasya yang merasa bersalah pada Heru karena dia harus menyembunyikan kebenaran alasan ia berpisah dengan Heru.


"Ya gak papa, nyantai aja kali, kakak juga ngerti, kan kakak yang maksa kamu jadi pacar kakak, jadi hak kamu sih kalo gak nganggep kakak saat itu" kata Heru yang cemburunya makin menjadi. ia memang sudah mengikhlaskan Rasya bersama Aryo tapi entah kenapa rasa cemburu masih kerap hadir saat melihat wanita yang ia cintai itu bersama pria lainnya.


"Kak Heru, tolong jangan bilang seperti itu lagi" kata Rasya


"Iya. Maaf, anggap kakak gak pernah bicara seperti itu" kata Heru lagi.

__ADS_1


Mereka saling menatap. Ada tatapan cinta dan kerinduan diantara keduanya, namun apa daya, saat ini bentangan jarak sangat jauh memisahkan cinta keduanya di hati mereka.


__ADS_2