Pelampiasan Cinta Remaja

Pelampiasan Cinta Remaja
BAB 20 Bersahabatlah denganku


__ADS_3

Hari ini Rasya berangkat sekolah dengan membawa sepeda motornya sendiri, Aryo mengabari jika ia tidak masuk sekolah karena sedang sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Akhir-akhir ini memang kasus DBD sedang marak karena sedang musim pancaroba. Rasya memarkirkan motornya dan ternyata dia bertemu Heru disana.


"Kak Heru" sapa Rasya setelah memastikan tidak ada orang lain disana selain mereka berdua. Ia tak mau orang lain mendengar pembincaraannya dengan Heru, apalagi sampai kepada telinga sahabatnya.


"Hmm.. iya" kata Heru cuek sambil merapihkan pakaiannya dan melepaskan helm yang ia kenakan dan menaruhnya di atas motor sport miliknya itu.


"Kita masih bisa saling menyapa kan kak?" kata Rasya lagi, teriris rasanya harinya menfatakan itu karena menyadari betapa jauhnya jarak diantara mereka sekarang.


"Tentu!" jawab Heru singkat. Heru sebenarnya sangat sedih mendengar Rasya harus mengatakan hal seperti itu.


"Kenapa buat kita saling menyapa saja harus saling meminta izin? perasaan ini, mengapa aku tak kuasa menahannya? aku tak ingin terbiasa jauh darimu seperti ini" batin Heru.


"Maafin Rasya kak" kata Rasya yang tak tau harus memulai pembicaraan dari mana karena gugup saat melihat pria yang sangat ia cintai itu menatapnya.


"Untuk apa? tak ada yang perlu minta maaf, aku mengerti perasaanmu" kata Heru lagi.


"Benarkah?" tanya Rasya bersemangat, berharap Heru mengetahui isi hatinya yang sebenarnya.


"Aku yang terlalu ingin memilikimu, hingga tak memberikanmu kesempatan menyadari perasaanmu sendiri, aku salut kamu bisa mengikuti kata hatimu. Banyak wanita hanya mengejar popularitas dan jika mereka diposisimu pasti akan memilihku, tapi kamu pastinya sangat mencintai Aryo bukan, dia pria yang tepat dan juga mencintaimu, aku mendukung kalian!" kata Heru sambil menepuk pundak Rasya. Berat sekali rasanya ia harus mengatakan hal itu, tetapi Heru sudah membulatkan tekat untuk menerima kenyataan bahwa wanita yang sangat ia cintai lebih memilih sahabatnya.


"Kak..." Rasya lalu menunduk tak melanjutkan perkataannya karena ia merasa tak kuat menahan air matanya lagi jika ia terus bicara, akhirnya Rasya memilih menghentikan kalimatnya.


"Sudahlah, tak perlu canggung, Aryo sahabatku, kamu akan jadi kekasihnya, kita bisa bersahabat juga bukan?" kata Heru sambil mengulurkan tangannya.


"Terimakasih kak" kata Rasya lalu mejabat tangan Heru tanda menerima persahabatan.


"Baiknya hatimu kak, mengapa kau begitu baik padaku, aku malah makin mencintaimu" batin Rasya.


"Hei, mana Aryo? kenapa kalian gak bareng?" tanya Heru.


"Kak Aryo katanya sakit kak, semalem demam dan tadi pagi di bawa ke rumah sakit" kata Rasya.


"Sialan tuh anak, sekarang dia sakitpun gak ngabarin aku lagi mentang-mentang udah ada kamu" gumam Heru.

__ADS_1


"Mungkin kak Aryo belum sempat saja kak" kata Rasya lagi.


"Kamu gak jengguk?" tanya Heru lagi.


"Rencananya sih nanti pulang sekolah kak, ngajakin Tata sama Risma" jawab Rasya.


"Itu Tata sama Risma, ajakin sekarang aja bareng kakak juga mau kesana sekarang" kata Heru.


"Coba aku tanyain mereka dulu kak, Tataaa.... Rismaa.... sini.." teriak Rasya pada kedua sahabatnya itu yang baru datang.


"Hai Kak Heru" sapa Risma yang sangat bersemangat sekali melihat Heru ada disana.


"Ya, eh ikut kita jenguk Aryo yuk, dia sakit nih kata Rasya" ajak Heru.


"Sakit apa kak Aryo, perasaan kemarin sehat-sehat aja" jawab Risma.


"Wah bolos dong nih, asiikkk" sahut Tata.


"katanya sih gejala DBD Ris, gimana?" tanya Rasya.


"Iya, ayo Ta kita berangkat sekarang aja sebelum gerbang sekolah ditutup ntar gak bisa keluar lagi kita" kata Rasya langsung menuju sepeda motornya.


Sepanjang perjalanan Risma mencari bahan pembicaraan dengan Heru agar mereka semakin dekat, namun Heru menanggapi alah kadarnya saja, Risma pun tetap senang meski hanya mendapat satu dua patah kata balasan dari Heru. sesekali Risma menoleh kebelakang dan memberi kode ke Rasya dan Tata kalau ia sedang sangat bahagia.


"Kak Heru memang sempurna Ris, pantas saja kamu begitu mencintainya, semoga kak Heru juga bisa melupakanku dan membalas cintamu sahabat terbaikku" batin Rasya.


"Sya, bukannya dulu kak Heru sempet deketin lo ya?" kata Tata mengajak Rasya mengobrol.


"Apalah artinya perasaan, jika ada yang lebih pantas memilikinya" jawab Rasya yang saat itu setengah melamun.


"Maksudnya?" tanya Tata lagi yang heran dengan jawaban Rasya.


"Eh, maksudku cewek yang lebih baik dan layak buat dia kan buanyak, mana mungkin dia suka sama cewek biasa kayak aku" jawab Rasya gugup karena hampir saja keceplosan.

__ADS_1


"ya kali Sya, kayaknya kak Heru itu low profile kok orangnya" kata Tata lagi.


"ya semoga aja dia berjodoh sama Risma" kata Rasya lagi.


"Wih iya ding, lo kan udaj punya kak Aryo yang gak kalah cakep dan keren sih menurut gw" sahut Tata.


Sesampainya dirumah sakit, Heru menanyakan ruangan Aryo kepada resepsionis rumah sakit. Mereka pun menuju ruangan dimana Aryo dirawat. Rasya dan kedua sahabatnya terpesona melihat ruangan Aryo yang seperti hotel bintang lima bukannya seperti rumah sakit. Diruangan itu hanya terlihat Aryo seorang diri dengan ditemani seorang berpakaian seperti pelayan saja.


"Heii bro? bisa sakit juga lo?" sapa Heru langsung memeluk sahatnya itu. Sedangkan Rasya dan kedua sahabatnya masuk menyusul dan meletakkan sepelastik buah-buahan yang mereka beli di jalan sebelum ke RS tadi.


"Gw gak papa sih Her, cuman papa mama aja yang heboh suruh dirawat di RS segala karna semalem gw demam tinggi" kata Aryo sambil membalas pelukan Heru.


"Kemana Om tante?" Heru menanyakan keberanaan orang tua Aryo.


"Biasalah, mereka tetep ngantor, gayanya aja nyuruh gw dirawat disini, tapi tetep meeting dan ketemu klien lebih penting daripada gw" jawab Aro dengan nada sedih.


"Kan ada ibu Minah Den, aden bilang aja kalo butuh sesuatu" kata seorang wanita yang berpakaian pelayan itu yang tak lain pelayan Aryo yang ditugaskan merawat Aryo oleh kedua orangtua nya.


"Tuh ada bu Minah, nih tak bawain cewek favoriylt lo juga, masa masih sedih aja" ledek Heru.


"Rasya, makasih ya dek udah jenguk" kata Aryo sambil tersenyum girang.


"Eh kok Rasya doang yang di tegur kak, kita juga ikut jenguk loh" sahut Tata.


"Iya Ta, Risma makasih juga ya" kata Aryo lagi.


"Beneran DBD kak, kok kayaknya buger gitu?" ledek Risma yang memperhatikan gerak gerik Aryo yang salah tingkah melihat kehadiran Rasya.


"Belum tau, jam 10 nanti keluar hasil cek lab nya, emang gak papa sih cuman sempat demam aja semalem" jawab Aryo lagi.


"Udah sembuh dia Ris, kan udah gw bawain obatnya disini" kata Heru lagi menggoda sahabatnya itu.


"Makasih ya Her, lo emang yang paling ngertiin gw" kata Aryo.

__ADS_1


"Yaudah cepet sembuh lo, bisa rugi gw bawa obat mujarab sampe gak sembuh juga" ledek Heru lagi.


__ADS_2