Pembalasan Istri Terbuang

Pembalasan Istri Terbuang
Untuk satu sama lain


__ADS_3

Keyakinan itu datang, setelah kita berhasil menerima apa yang terjadi pada diri kita, ungkapan itu memang benar adanya. Sampai saat ini, aku masih tidak menyangka kalau aku akan mengenakan kembali gaun pengantin. Bedanya, gaun putih ini ku pilih sendiri dengan sepenuh hati.


Taman ini didekor sesuai permintaanku. Pernikahan yang dilaksanakan secara indoor dan selalu menjadi impianku benar-benar terwujud.


Pagi ini, tidak hanya aku yang tersenyum bahagia. Ada banyak pasang mata yang menatap ku dengan penuh haru. Tamu kami tidak terlalu banyak. Pernikahan yang dihelat dan dihadiri oleh keluarga terdekat saja ini, terasa begitu sakral.


Aku bisa melihat, mereka ikut menangis bahagia atas keputusan yang aku ambil untuk memulai hidup yang baru dengan laki-laki pilihanku.


Sekali lagi, pernikahan ini terjadi atas keputusan yang aku ambil dengan matang dan dengan laki-laki yang ku pilih. Aku melabuhkan hatiku pada laki-laki yang aku yakini tepat. Laki-laki yang tidak hanya membuatku bersyukur karena memilikinya, melainkan ia pun bersyukur memilikiku.


Seperti saat ini, di temani simfoni lagu yang mengalun indah, aku melangkahkan kakiku menghampiri seorang laki-laki yang berdiri di ujung karpet merah sana. Laki-laki yang selalu menatapku dengan penuh binar cinta meski matanya basah. Bibirnya tidak berhenti tersenyum dan mengucap banyak untaian do’a dalam hatinya karena telah berhasil menyelesaikan kalimat ijab qobul tanpa kesulitan sedikit pun.


Suaranya tegas, aku mendengarnya dari belakang sana. Ketegasan yang terus terngiang di telingaku dan membuat bulu kudukku meremang tanpa bisa di tahan. Dedaunan yang bergoyang dan angin yang berhembus seolah ikut mengamini keyakinan terbesar kami saat memilih untuk bersaman.


Lebih dari itu, aku merasa diinginkan oleh laki-laki itu. Suara itu juga yang membuatku semakin yakin bahwa kami ada untuk satu sama lain. Kami memiliki hati satu sama lain. Dan kami mengisi relung kalbu terdalam satu sama lain.


Benar yang di katakan Kak Amilny, terluka oleh satu orang laki-laki, tidak lantas harus menutup semua pintu harapan yang aku punya. Satu laki-laki yang pernah mengecewakan dan melukaiku, tak berarti semua laki-laki itu sama. Semua orang ada tempatnya, semua orang ada masanya. Jika saja dulu aku bersikukuh menutup pintu hatiku, mungkin aku tidak akan menemukan laki-laki yang begitu tulus mencintaiku dalam kondisi apa pun.


Mengenal seorang Kelvin Stewart membuatku yakin bahwa aku tidak perlu terlihat sempurna hanya untuk dicintai. Aku tidak perlu menjadi sang dewi hanya untuk bersanding dengan manusia berhati dewa itu. Dan aku tidak perlu takut menghadapi langit yang gelap atau hujan badai, karena ku memiliki seseorang yang tidak akan meninggalkanku saat aku sendiri dan ketakutan.


Dialah laki-laki itu. Laki-laki yang mengulurkan tangannya tanpa rasa ragu saat jarak kami hanya terpaut sekitar empat atau lima langkah saja. Ia rela menungguku yang berjalan pelan seperti siput yang membawa seisi rumahnya.


Aku membawa rumahku kehadapannya. Ia menyambutku dengan genggaman tangannya yang sedikit dingin. Ya, tangan kami sama-sama dingin. Tapi saat kami saling bersentuhan sama lain, aku merasakan perasaan hangat yang menjalar ke dadaku yang tidak pernah bisa aku jelaskan seperti apa. Kalian akan merasakannya, saat kalian menemukan orang yang tepat di samping kalian.

__ADS_1


Aku bangga memilikinya, tatapan matanya yang lekat dan berbinar itu membuatku merasa kalau dia sangat mencintaiku. Pesan itu sampai Vin, aku merasakannya. Hatiku bergetar hanya karena tangan kita saling tertaut. Aku yakin bisa melangkah sejauh apa pun denganmu. Kamu yang membuatku merasa hidup itu indah hanya karena kita jatuh cinta pada orang yang tepat.


Terima kasih Tuhan, terima kasih Vin, karena pada akhirnya kita berlabuh di kapal yang tepat.


****


Kelvin masih berupaya mengusap air matanya saat ia berhasil menggenggam tangan Jharna. Laki-laki itu tersenyum tetapi jelas air matanya sulit untuk dilerai. Masih terus menetes saat menyadari bahwa wanita yang ia cintai telah resmi menjadi miliknya.


Dihujani kelopak bunga mawar dan untaian do’a telah membuatnya sadar kalau ia masih berdiri di kedua kakinya yang kokoh. Semakin erat saja genggaman tangan pria ini seolah tidak pernah ingin berpisah.


“Cium! Cium! Cium!” seru para tetamu dan keluarga yang mengelilingi dua orang itu. Sepasang pecinta baru itu saling bertatapan beberapa saat, saling melempar senyum yang mengembang sempurna. Isengnya Kelvin menarik tangan Jharna mendekat hingga menubruk tubuhnya. Lantas ia peluk dan ia kecup keningnya dengan penuh kasih.


Suara tepukan dan tawa orang-orang seperti sebuah godaan yang membuat Jharna tersipu malu. Menjadi tontonan banyak orang ternyata membuat wajahnya merah merona.


“Selamat yaaa, bahagia selalu,” ucap Amilny seraya memeluk tubuh semampai Jharna.


“Makasih banyak Kak,” ungkap Jharna yang memeluk wanita itu dengan erat. Tidak ada ikatan darah di antara keduanya, namun hubungan mereka terasa sedekat urat nadi.


“Aku ikut bahagia, tetap saling mencintai ya, seperti saat pertama kali kalian jatuh cinta, hem?” bisik Amilny lagi seraya mengusap punggung puan cantik itu.


Jharna mengangguk pasti, ucapan Amilny tidak hanya ia simpan dalam ingatannya tetapi juga dalam hatinya.


Pesan yang sama di sampaikan Boby pada sahabatnya. “Jaga Jharna baik-baik, lebih baik dari lo menjaga diri lo sendiri. Inget alasan lo jatuh cinta sama dia dan ingat itu sampai lo berdua menua bersama.” Kalimat panjang itu di bisikan Bobby di telinga Kelvin.

__ADS_1


“Thanks bro,” ungkap Kelvin seraya menepuk bahu sahabatnya. Hari ini ia sadar bahwa Bobby adalah salah satu orang yang penting dalam hidupnya dan nasihatnya patut ia ingat sepanjang hayat.


Dua laki-laki itu saling melerai pelukannya dan menepuk lengannya dengan kuat.


Seusai berpelukan dengan kedua sahabatnya, kali ini Paridah yang dihampiri Jharna dan Kelvin. Mereka bersimpuh di hadapan Paridah yang kemudian memeluk keduanya dengan erat. Di telinga keduanya yang terdengar hanya untaian do’a yang dilantunkan sambil terisak penuh rasa haru, hingga tidak ada ruang untuk rasa sedih yang pernah tertinggal.


Hari ini begitu indah, hari ini begitu berarti dan hari mereka berjanji kalau mereka akan selalu ada untuk satu sama lain.


Usai semua rangkaian acara pernikahan yang sacral itu, seorang wanita cantik menghampiri Kelvin dan memberinya sebuah kunci dengan gantungan berbentuk hati.


"Berbahagialah," ucap sang adik yang menatap haru pada Kelvin dan istrinya. Ia menjejalkan kunci itu di tangan Kelvin. "Bawalah dia kemana pun kamu mau. Mulai sekarang, dia tanggung jawabmu," ucap wanita berambut pirang tersebut dalam bahasa inggris.


"Thanks," Kelvin sempatkan untuk memeluk sang adik dengan erat. Ia satu-satunya keluarga yang Kelvin miliki namun membuat laki-laki ini merasa cukup. Wanita itu juga memeluk Jharna dengan akrab walau waktu untuk mengakrabkan diri mereka sangatlah terbatas.


Hal terakhir yang dilakukan Kelvin saat ini adalah membawa sang istri melangkah meninggalkan orang-orang yang melambaikan tangannya. Di bawanya wanita cantik itu menaiki sebuah mobil sedan berwarna putih tanpa atap mobil yang memayungi. Mobil mewah itu memang sudah disediakan untuk Kelvin dan Jharna. Mereka akan menghabiskan waktu bersama dan hanya berdua.


Mobil putih itupun melaju pelan meninggalkan tempat pernikahan. kelvin setia menggenggam tangan Jharna dan menciumi tangan itu. Sesekali mereka berciuman sebagai bentuk ungkapan perasaan mereka.


"Jani, aku bahagia memilikimu," ungkap Kelvin dengan penuh perasaan.


💗💗💗💗💗 THE END 💗💗💗💗💗


****

__ADS_1


__ADS_2