
# Selamat Membaca #
**********
# Viano POV #
Aku tak tau kapan perasaan ini datang..
Waktu itu , sejak pertama bunda mengenalkan seorang gadis sebagai asisten kami....aku sudah mulai tertarik dengannya.
Gadis manis berhijab..yang terlihat anggun dengan pakaian tertutupnya.
Nisa....nama yang indah....seindah orangnya
Awalnya aku suka menggodanya...dengan candaan recehku....aku begitu senang melihat senyumnya yang manis..
Bahkan tawanya yang lepas pun aku menyukainya.
Namanya juga anak muda, begitupun denganku....aku suka keluar hangout dengan keempat sahabatku, kuhabiskan waktu lebih banyak di luar dari pada di rumah.
Tapi sejak kedatangan gadis itu....Nisa...aku lebih suka menghabiskan waktuku di rumah.
Aku juga lebih suka makan di rumah.
Bahkan teman- temanku juga kesal... karena sekarang aku susah diajak kumpul- kumpul dengan mereka.
Hari itu...keempat sahabatku memaksa main ke rumah.... aku pun pasrah mengijinkan mereka. Walaupun aku tau yang bakal terjadi jika mereka main ke rumah.... pasti rumah bunda bakal kayak kapal pecah deh.
Sampai di rumah, aku suruh mereka untuk masuk dulu...karena aku akan memasukan mobilku ke garasi.
Tapi kulihat mereka malah berdiri mematung di depan pintu...
Kudekati mereka ternyata...... oooohhhh pantes mereka kicep....lagi lihat bidadari ku yang lagi bukain pintu... siapa lagi kalo bukan Nisa.
" Nis....ada tamu itu disuruh masuk...jangan di pelototin kayak gitu....ntr tamunya pada kabur...ha...ha...ha...".
aku menggoda Nisa.
Tampang keempat sahabatku bisa dibilang cakep semua..... karena kami termasuk most wanted di kampus....tapi tetap saja aku yang paling tampan.... narsis dikit boleh dong.
Mereka juga terlahir dari keturunan orang kaya semua.
Roy, Maxi , Steve, dan Very itulah nama keempat sahabatku....mereka berebutan untuk berkenalan dengan Nisa....bahkan tebar pesona menarik perhatian Nisa.
Tapi bukan Nisa namanya... dia sih hanya cuek menanggapi gombalan temen- temenku.
Mereka kini tau alasanku malas diajak keluar.
Ternyata ada yang lebih menyegarkan di rumah...
Bunda menemui kami di ruang tamu...dan menyuruh ku untuk mengajak mereka semua makan.
Kami makan diselingi canda tawa....dan juga teman- temanku yang tak pernah berhenti menggoda Nisa.
__ADS_1
Setelah makan....seperti biasa mereka akan pulang setelah perutnya kenyang.
Hari- hari berlalu begitu cepat....
Kuperhatikan ada perubahan dalam diri kak Rian.....
Sekarang dia lebih banyak tersenyum dan juga bicara.
Siapa yang membuatnya berubah pikirku.
Apakah Nisa.....tapi sepertinya bang Rian biasa - biasa saka kalo ketemu Nisa.
Sampai akhirnya kulihat akhir- akhir ini bang Rian dekat dengan Nisa.... bahkan ditengah kesibukannya dia masih sempat mengurusi perkuliahan Nisa.
Hal yang ganjil menurutku....karena kutau bang Rian malas mengurusi hal - hal sepele.
Bahkan denganku pun dia tak serepot itu.
Aku berfikir positif aja....yaaa....melihat perubahan bang Rian yang jauh lebih hangat itu... aku dan bunda sangat senang.
Malam ini aku pulang seperti biasa....
Kudengar ada yang sedang mengobrol di ruang tamu... aku berhenti sejenak, dan dengan sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.....kulihat ada Ayah, Bunda dan juga bang Rian.... dan itu....siapa itu.....kenapa ada Nisa juga.....terus mereka membicarakan tentang pernikahan....pernikahan siapa....jangan... jangan..... pikiranku kalut dan mulai menerka - nerka.
Apa - apaan ini, bang Rian mau menikah dengan Nisa...kenapa aku bisa gak tau ada rencana sebesar ini.
Aku merasa dihianati....terutama sama bang Rian, bukankah dia tau kalo aku suka sama Nisa.
Aku marah...aku lari menuju ke kamarku...
Ku buka balkon kamarku.... ke berdiri di sana, kuhirup udara malam untuk menghilangkan kekecewaanku.
Tak lama ada yang datang ke kamarku, dan mulai mendekatiku, kulirik sekilas ternyata itu adalah Nisa...
Langsung ku peluk dia dengan erat....dan kutumpahkan air mataku di bahunya.
Sesaat kurasakan hatiku mulai meredam...Nisa pun diam, tak menolak saat kupeluk.
Mungkin dia juga merasa bersalah padaku, karena itu dia datang menemuiku.
Nisa bilang gak bisa nafas karena aku meluknya terlalu kencang....Dasar Nisa , lagi asik meluk gini malah bercanda....jadi buyar konsentrasiku.
Ku ajak dia untuk kawin lari, lagi - lagi kata - katanya bikin aku ingin ketawa.
Capek kalo kawin lari katanya.
Dia tarik tanganku menuju sofa....aku pun hanya menurut apapun yang Nisa lakukan padaku....
cinta emang mengalahkan segalanya.
Nisa berbicara panjang lebar mengenai hubungan antara dirinya dan bang Rian.
Benar juga sih kata- katanya.... cinta itu tak harus memiliki, cinta sesungguhnya adalah jika kita bisa merelakan orang yang kita cintai bahagia.....Walaupun bahagianya dengan orang lain.
__ADS_1
Setelah diam beberapa saat untuk mencerna kata - kata Nisa....akhirnya kuputuskan untuk ikhlas menerima kebersamaan mereka berdua...karena aku juga menyayangi Nisa dan bang Rian, aku ingin mereka bahagia.
Ku meminta ijin untuk memeluk Nisa, diapun memperbolehkan aku untuk memeluknya.
Tak lama bang Rian masuk.... dia pasti sudah mendengar pembicaraan kami tadi.
Dia pun melarang aku memeluk Nisa lama - lama...aku tau bang Rian cemburu padaku.
Bang Rian pun minta maaf padaku....oohh...tidak semudah itu ferguso.....
aku ajukan syarat agar aku memaafkannya.....ide jahil muncul di otakku, saatnya mengerjai bos besar ini...ada tiga permintaan yang aku ajukan padanya....
Dengan terpaksa bang Rian pun menyetujuinya.
Sedangkan Nisa, dia cuma tersenyum, tau kalo aku sedang mengerjai calon suaminya.
Permintaan pertama, aku minta besok ke showroom mobil....aku ingin dibelikan mobil baru limited edition.
Kata bang Rian, aku akan membuatnya bangkrut.....ayolah bang.....aku tau berapa asetmu.....jangankan cuma satu mobil.....sepuluh mobil sport pun bisa dengan mudah kau beli....dasar pelit, dia mau coba membodohiku.
Tunggu aja ya bang....masih ada dua permintaan lagi...
Penderitaanmu belum berakhir bang....gumamku.
Biar aku juga puas menyiksamu....salah sendiri kau mengambil bidadariku tanpa ijin....ha..ha..ha...
Setelah Nisa dan bang Rian keluar dari kamarku... aku langsung merebahkan badanku di kasur....
Besok.... mobil baru sedang menungguku....tak sabar rasanya menjebol rekening bang Rian.
*********
Masih dalam suasana lebaran jadi Author mengucapkan....
" Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H "
" Minal Aidzin Wal Faidzin....Mohon Maaf Lahir dan Batin "
Para readers yang baik hati...terima kasih sudah mampir membaca karyaku...
Mohon maaf bila masih banyak typo dimana-- mana.
Mampir juga di karyaku yang lain.
judulnya "Perjuangan Yuna"
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Dukung Author terus ya biar semangat nulisnya...
Beri like dan coment nya juga ditunggu.
Tekan pula tanda Hati...💖 okeee
__ADS_1
********