Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
75


__ADS_3

# Selamat Membaca #


**********


" Ceklek... "


pintu kamar inap Nisa terbuka.....terlihat seorang wanita berdiri mematung disana.


" Permisi ....".


Mereka semua menengok ke arah pintu...seketika mata mereka semua membulat melihat sosok yang berdiri disana.


" A...aku...hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Nisa...!".


ucapnya terbata.


Tak ada satu pun jawaban dari mereka..


" Masuklah Mesy...!".


Suara Nisa memecah keheningan.


" Terima kasih Nis..."


Mesya menggandeng anak laki- lakinya mendekati brankar dimana Nisa berbaring.


" Ma..maaf... maaf...maafkan aku Nis......atas segala ucapan dan perlakuanku dulu padamu.....aku begitu gelap mata, karena lelaki yang kucintai ternyata lebih memilihmu....kini aku sadar, mungkin memang bukan dia jodohku.....sekali lagi maaf Nis....apakah kamu juga mau memaafkan aku kak Rian...! ".


Mesya memberanikan diri untuk mengeluarkan segala uneg- uneg yang mengganjal hatinya...kini hatinya lega sudah, walau belum mendapat jawaban dari Nisa dan Rian.


Nisa menarik nafasnya dalam....ia hembuskan perlahan, hatinya mulai tersentuh oleh ucapan Mesya.... ia pun merasa Mesya benar- benar tulus mengucapkan kata maafnya.


Dengan senyuman tersungging di bibirnya.. Nisa pun mulai bersuara...


" Mesy.....aku sudah maafkanmu.....mulailah hidup dengan benar, hilangkan semua kedengkian di hatimu....semua orang tidak akan luput dari kesalahan....begitupun denganku....tidak ada yang sempurna Mesy....


mulai saat ini mari kita jalin pertemanan..."


Lalu Nisa menengok ke arah suaminya...


" Masss....!!".


ucapnya pelan tapi menekan..Rian tau maksud Nisa....agar dia pun ikut memaafkan perbuatan Mesya.


Hembusan nafas Rian cukup terdengar kasar.....


" Aku juga sudah memaafkanmu Mesy.... semua demi istriku... jangan kau ulangi lagi, pada keluargaku ataupun pada orang lain, cukup kami saja yang pernah kamu sakiti....mulailah hidup dengan menyebar kasih sayang dan cinta...".


" Terima kasih Nis...terima kasih juga kak Rian.....sekalian aku juga mau berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan anakku sampai kamu luka seperti ini.......dan anakku Leon, dia memaksaku mengantarnya untuk menemuimu..!".


" Ayo Leon...ini tante Nisa yang waktu itu


menyelamatkanmu...!".


Mesya menarik tangan Leon agar mendekat ke Nisa.


" Sini sayang... mendekatlah..!"


ucap Nisa sangat halus.


" Tante Nisa.....terima kasih ya, telah menyelamatkan Leon...!"

__ADS_1


kata Leon sambil meraih tangan Nisa.


" Sama - sama sayang.....kamu ada yang luka..?".


" Sedikit Tante... tapi Leon kuat kok Tante... kan Leon anak cowok, jadi gak boleh cengeng..".


" Anak pinter....lain kali Leon gak boleh main di pinggir jalan raya ya, itu bahaya...!".


" Iya Tante... Leon akan nurut apa kata Tante... Tante baik sekali....dan taukah Tante.....Tante itu cantik sekali, kalo aku besar nanti, aku ingin punya pacar secantik Tante..!".


Semua yang di ruangan itu membulat matanya.....


Nisa pun terkekeh geli...


" Hati- hati bang....anak kecil aja tau Nisa cantik.... bagaimana yang orang dewasa...ha...ha...ha...".


goda Maxi.


Rian mendengus kesal.... padahal itu hanya ucapan seorang anak kecil...apalagi ditambahi kata - kata Maxi yang membuatnya berfikir keras ....


" Ah Lo Max......tuh lihat...bang Rian pasti lagi mikir buat ngumpetin Nisa biar gak bisa dilihat orang lain....." kata Roy.


"Iya...gak tau aja..bang Rian kan si raja Posesif..!" tambah Steve.


" Kalian ini bisa diam gak....pusing kepalaku, kalo kalian sudah mulai mengoceh....sana pulang....mengganggu saja !" sarkas Rian.


" Wah...kita diusir nih....ya udah kita pulang aja yuk sayang...!" ajak Maxi ke istrinya.


" Masss...sudah.. sudah....bercandanya udah gak asik ...lihat kasihan Leon, dia jadi bingung lihat kelakuan kalian yang kekanak- kanakan.."


" Gak apa-apa kok Nis....santai, kita biasa bercanda gini kok....lagian kita memang sudah mau pulang...kita sudah ninggalin anak kita di rumah terlalu lama.."


ucap Steve.


" Waalaikumsalam..! ".


" Sepertinya kita juga harus pamit....ya kan Leon.... Tante Nisa kan mau istirahat.... kita pulang ya sayang...!".


Mesya mengajak anaknya untuk berpamitan.


" Iya Mam....tapi aku masih boleh kan ketemu sama Tante Nisa.... aku janji , aku akan balas kebaikan Tante padaku..!".


ucapan Leon membuat Nisa tersentuh.


" Tidak perlu sayang.... kamu anak baik dan pintar, Leon harus jaga Mami Leon yaa...!".


" Iya...tentu saja Tante.... itu pasti akan Leon lakukan...."


" Goodboy....!".


Mesya dan Leon akhirnya meninggalkan ruangan Nisa.


" Mass....kapan aku bisa pulang... aku sudah kangen tidur di rumah...!".


Suasana rumah sakit sudah terasa tak nyaman buat Nisa.


" Besok sayang...kita akan menginap semalam lagi disini..".


***


Zena begitu bahagia Mommynya akan pulang hari ini.... berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Nisa sudah disiapkan oleh teman- temannya....

__ADS_1


Nisa takjub, melihat rumahnya penuh dengan hiasan yang begitu banyak dan sangatlah cantik untuk dilihat.


" Welcome home baby Zaidan...! ".


ucap mereka serentak...


Nisa terharu dengan penyambutan ini....bahkan semua temannya berkumpul di rumahnya.


Mereka menikmati kebersamaan yang kini jarang mereka lakukan karena kesibukan masing- masing.


" Gue kangen ngumpul- ngumpul kayak kini....sepertinya sudah lama sekali kita gak seperti ini.. " ucap Roy.


" Bener tuh Roy....sekarang formasi lengkap bersama pasangan dan juga anak- anak kita....makin rame aja nih.."


tambah Steve.


" Oh ya...Ver....kapan Sara akan melahirkan..? "


Viano bertanya ke Very.


" Itu masih enam bulan Vin...masih empat bulan lagi....doain ya...biar istri dan calon anak gue sehat selalu... "


" Tentu Ver...tenang aja ...doa kita selalu bersamamu....ya ngga bro...?".


canda Maxi.


" Yoi....apasih yang ngga buat babang Very yang cakep ini...ha...ha...ha.." lanjut Viano.


Canda tawa mereka memenuhi rumah Rian dan Nisa.....Sedangkan anak- anak mereka berkumpul sendiri..... dengan Zena yang satu- satunya perempuan disana.


Kini Zena sedang mendekati Sara...


" Tante Sara.....punya anaknya cewek aja ya....biar Zena ada temannya..! ".


Ucap Zena memelas.


" InsyaAllah sayang...".


" Tenang Zena, Tante Riri dan aku akan memberikanmu teman cewek...... doain ya sayang.... biar dede bayinya cepat jadi..".


" Pletak...! "


sebuah pukulan mendarat di kepala Maxi.


" Ngomong apa Lo Max......jangan bicara yang tidak- tidak, kalo Zena penasaran, dia gak bakalan berhenti bertanya... dan Lo pasti akan kehabisan kata- kata untuk menjelaskannya!".


Rian memperingati Maxi....karena rasa penasaran Zena terlalu tinggi, dia pasti akan bertanya terus, sebelum merasa puas.


" Sudah sayang...kamu main saja sama Vino dan teman- temannya...! ".


Untung Zena menuruti kata Daddynya....dan diapun kembali bermain dengan Vino dan teman- temannya.


***********


Jangan lupa dukungannya ya...


beri like dan vote nya...


Maaf bila telat update dan banyak typo dimana- mana.


Author mengucapkan banyak terima kasih untuk para readers semua yang terus memberi semangat untuk Author.

__ADS_1


************


__ADS_2