
# Selamat Membaca #
*********
" Nis...dari tadi senyum terus....bahagia banget kayaknya..? "
Nuri melihat sahabatnya ini tidak seperti biasanya.
" Ya teranglah....secara kali ini aku dibolehin keluar bareng kalian....tau sendiri kan...mas Rian Posesif nya kayak apa..".
" Ya ...gue tau Nis....makanya aku bilangin aja suruh plastikin terus taroh di lemari aja kamunya....biar gak dilihat orang....aku ogah kalo suami aku kaya Rian gitu....posesif nya tingkat dewa..". Tisa menambahi.
" Lah itu kalian tau...tadinya dia mau ikut....la masa iya....dia mau ngumpul sama emak- emak...." timpal Nisa.
" Ya udah....nikmatin hari ini... puas- puasin dah sebelum kamu lahiran... "
Riri pun ikut senang melihat keceriaan di wajah Nisa.
Mereka bercanda sambil menikmati makanan yang mereka pesan di restoran itu.
anak - anak mereka pun ikut bersama mereka.
Ada Zena...yang dari tadi direbutin oleh anak- anak Nuri, Tisa dan Riri..
Maklum saja...karena Zena satu- satunya perempuan disana.
" Mommy.... Kenzo rese nih....gangguin Zena mulu dari tadi.." Zena mulai merajuk.
" Kenzo....jangan gangguin kak Zena ya sayang.." Nuri memberi peringatan pada anaknya.
" Kan Kenzo sayang sama Zena Mam....Zena cantik soalnya... ". kata Kenzo... dasar anak ini, masih kecil juga otaknya dah mulai tau cewek cantik.... emang kalo buah jatuh gak jauh dari pohonnya....siapa lagi kalo bukan nurunin kelakuan bapaknya , si Maxi.
" Hadeeh.... anak Lo Nur...kelakuannya sama seperti Maxi..". kata Tisa.
" Lah...namanya juga produknya Maxi...ya jelas nurun kelakuannya...tapi sayang...gak cakepnya doang yang nurun...kelakuan jeleknya juga nurun tuh kayaknya... "
Riri terkekeh..
" Kamu gak boleh genit Ken...aku ini kakakmu...panggil aku kak Zena...gitu..!".
perintah Zena ke Kenzo.
" Gak mau...aku gak mau jadi adik kamu... aku maunya jadi pacar kamu aja.."
ucap Kenzo gak sadar ucapannya gak sesuai dengan umurnya.
" Bukan Kenzo aja...aku juga mau jadi pacar Zena..!" ucap Zachery anak Tisa gak mau kalah.
" Lah anak ku, ikut- ikutan...dasar bocil.."
Tisa tepuk jidat...anaknya sebelas dua belas dengan anak Nuri.
" Aku juga ikutan ya Mam...mau jadi pacar Zena....boleh ya Zena...kan asik punya pacar banyak... kata Papi boleh kok punya pacar banyak... asal istri satu aja..!".
kata Daffin polos.
Mereka sendiri gak paham tentang pacar yang mereka katakan sedari tadi.....namanya juga anak jaman sekarang, kebanyakan micin kali....sehingga ucapan mereka sudah tidak sesuai dengan usianya yang masih belia.
Riri bengong mendengar anaknya ngomong seperti itu....Dia juga merasa kesal, bagaimana bisa Steve ngajarin anaknya seperti itu.
" Serius... Papi ngomong gitu sayang..?".
tanya Riri ke Daffin....dan diangguki oleh laki- laki kecil itu.
Riri menghembuskan nafas kasar...
__ADS_1
" Ternyata ajaran suami kita gak ada yang benar..aku buat perhitungan entar...". sungut Riri.
Mereka berempat menepuk jidat dan tertawa bersama. Sedangkan anak- anak mereka gak tau apa yang lucu... sehingga membuat ibu mereka tertawa.
" Sekarang kemana lagi nih...Bumil...?".
Nisa yang ditanyai oleh Nuri diam tak menjawab.
" Yeyy Bumilnya malah bengong...!".
" Udahan aja....aku sudah capek....maklum bawa perut gede nih..".
Nisa sudah tidak sanggup lagi kalo mengikuti keinginan ketiga temannya.
" Ya udah kita pulang aja ...ayok...!".
ajak Riri.
Mereka semua pun keluar dari restoran menuju parkiran yang berada di dekat jalan raya.
" Hey...coba lihat itu...gimana bisa anak kecil seusianya berjalan sendiri di jalan raya....sungguh orang tua yang tidak bertanggung jawab.." .Sungut Tisa seraya menunjuk ke arah bocah laki- laki kecil di pinggir jalan.
Mungkin karena asik main...anak itu tak menyadari dia semakin ke tengah jalan.
" Awassss !!!!!".
teriak beberapa orang.....karena Nisa yang jaraknya cukup dekat dengan anak itu..diapun tanpa sadar berlari untuk menyelamatkan anak itu.
" Aaaahhhhggggg......"
Suara Nisa memekik keras, memeluk bocah itu , menariknya sampai ke pinggir hingga ia pun terjatuh bersama anak itu.
" Nisaaaaa...!!!!"
Teriak ketiga temannya....Nuri, Tisa dan Riri pun belari menghampiri Nisa yang tergeletak di pinggir jalan.
teriak Zena tak kalah kencengnya...dia pun lemas , melihat Mommynya tergeletak tak berdaya di depan matanya.
" Leonnnn...!!!"
teriak seorang wanita yang juga ikut menghampiri Nisa dan anak itu....dan langsung memeluk anak itu.
" Mesya....!".
Ketiga teman Nisa menengok ke arah wanita itu, yang ternyata adalah wanita yang sangat mereka kenal..
" Ayo cepat bawa ke rumah sakit.....Nuri kamu jaga anak- anak... Tisa kamu telpon Rian segera....aku yang akan mengurus Nisa.."
kali ini mereka tidak memperdulikan Mesya.
" Pake mobilku....sekalian aku bawa anakku juga ke rumah sakit.."
pinta Mesya.
Dengan dibantu orang- orang yang disana...Nisa dan Leon dimasukan ke mobil Mesya....dan langsung di bawa ke rumah sakit.
" Cepat.... tolong ibu ini.....!".
Beberapa perawat bergegas... membawa Nisa ke ruang operasi....Sedangkan Leon dibawa ke tempat yang berbeda.
" Keluarga pasien...?".
panggil sang dokter.
" Iya dok...gimana keadaan teman saya...?".
__ADS_1
tanya Riri panik.
" Dia harus segera dioperasi....untuk menyelamatkan anak dan ibunya... mana suaminya...?".
" Saya dok.....lakukan apapun untuk menyelamatkan istri dan anak saya..!
kata Rian yang tiba- tiba muncul di samping Riri.
" Baiklah... anda bisa tanda tangan di sini...dan doakan saya agar operasi berjalan lancar...!".
Rian mengangguk.....
Setelah dokter masuk ke dalam ruang operasi.... Rian langsung terduduk lemas.
Dia mengusap wajah dan kepalanya kasar.
" Sebenarnya apa yang terjadi Ri...?".
Rian menatap Riri tajam.
" Itu.....".
ucapan Riri terpotong dengan kedatangan Mesya.
" Lo...kenapa ada di sini.... jangan- jangan Elo yang bikin istri gue celaka...kalo benar aku gak akan lepasin Elo Mesya...! ".
ucap Rian penuh amarah.
Mesya hanya membisu....
Riri menrik tangan Rian...dan mendudukannya di kursi.
" Kak Rian....biar Riri yang jelasin...jangan bikin ribut di rumah sakit...!".
Untung Rian mau menuruti kata Riri....dengan cepat Riri menceritakan semua kejadian yang telah menimpa Nisa.
" Kak Rian....maaf.....karena menyelamatkan anakku.... istrimu jadi terluka...!".
suara Mesya bergetar...
Rian tak menjawab ucapan Mesya.
" Istri dan anak gue Ri.....gue gak bisa maafin diri gue kalo sesuatu terjadi pada mereka..... aku gagal menjaga mereka Ri..!".
Rian menangis.
" Yang sabar kak....aku yakin Nisa kuat...dia dan anaknya InsyaAllah akan selamat kak....sebaiknya kita berdoa untuk keselamatan mereka kak..!".
ucapan Riri sedikit membuat Rian tenang.
Sementara Mesya masih mematung.... memandang ke arah pintu ruang operasi.... dimana disana terbaring seseorang yang ia benci, namun telah menyelamatkan nyawa anaknya.
" Maaf....maafkan aku...!".
lirih Mesya.
*********
Maaf Author telat update lagi.
Tetap dukung Author ya... kasih like dan vote nya...
Maaf bila masih ada typo dimana- mana.
Author tunggu Coment para readers yang membangun.
__ADS_1
Mampir juga di karya Author yang lain ya....
**********