
# Selamat Membaca #
*********
Sesosok gadis masuk dengan congkaknya ....dia terlihat cantik dengan gaun sulutut, tapi sorot matanya menunjukkan kebencian yang sangat dalam.
Dia datang bersama kedua orangtuanya.
Mereka langsung naik ke pelaminan, menyalami kedua orangtua Rian...
Sesampainya di depan Rian...
Gadis itu langsung memeluk Rian.
" Mesya....lepaskan....tidak baik dilihat orang..!" Rian berusaha melepaskan pelukan Mesya.
Bukannya melepaskan , Mesya justru makin erat memeluk Rian.
Nisa tidak bisa berbuat apa- apa, dia hanya mematung melihat kejadian itu.
" Lepaskan nak...Mama mohon..!".
" Ayo Mesya, jangan bikin malu Papa..! ".
Mama dan Papa Mesya pun berusaha melepaskan pelukan Mesya ke Rian.
" Tidak Mah, Pah....kak Rian milikku, dia harus bertanggung jawab dengan bayi yang ada dikandunganku..."
suara Mesya lantang....namun tidak semua orang mendengarnya, karena suara musik yang cukup keras.
Nisa tak percaya.... dia menutup mulutnya..
Dia agak terhuyung, Viano yang melihat itu dengan sigap menangkap Nisa.
Orangtua Nisa pun hanya terpaku....mereka tidak tau harus berbuat apa....
Tanpa melihat Nisa langsung memeluk orang yang menolongnya dan menangis.... ibunya Nisa mendekati untuk menenangkannya.
" Apa yang kamu katakan Mesya...bahkan menyentuhmu pun aku tidak pernah, bagaimana mungkin aku menghamilimu...!".
Rian menghempaskan tubuh Mesya dengan kencang, sehingga Mesya jatuh ke lantai.
" Rian, sebenarnya apa yang sudah terjadi...?".
Bunda Rian sampai ikut menangis..
" Dia bohong Bund.... Bunda tau Rian kan....aku gak mungkin lakukan itu...!"
Rian membela dirinya.
Sedangkan Mesya masih terduduk dengan pura - pura menangis.
" Nisa sayang percayayalah....mas gak lakuin itu..." Rian mencoba menarik Nisa dari pelukan Viano.
" Bang....selesaikan dulu masalahmu, biarkan Nisa tenang dulu...".
Viano tak bergeming, dia masih memeluk Nisa.
" Aarrrggghhhh ...." Rian mengacak rambutnya kasar....tangannya mengepal memukul sofa yang tadi ia duduki.
Melihat ada kericuhan, teman- teman Viano dan Nisa pun mendekat....begitu juga dengan dokter Sara dan dokter Sean mereka sampai naik ke pelaminan.
__ADS_1
Melihat dokter Sara mendekati Nisa....seketika otak Rian bekerja...
" Oke kalo kamu memang hamil, disini ada dokter kandungan....kita buktikan sekarang... biar cepat clear masalahnya...!".
Tangis Mesya terhenti, mimik mukanya berubah.....apa yang harus aku lakukan, ini tidak sesuai dengan rencanaku, kenapa harus ada dokter kandungan disini.....aahhhh sial...sial...teriak Mesya dalam hati.
" Tid...tidak usah....aku sudah periksa... tak perlu diperiksa lagi, apakah kak Rian tidak percaya padaku...!".
Nyali Mesya mulai menciut.
" Tentu saja aku tidak percaya denganmu, kalo kau benar hamil, mengapa harus takut diperiksa... atau jangan- jangan... kau memang mau membodohi kami semua... "
Ucapan Rian lantang.....dia sudah yakin kalo ini hanya akal- akalan Mesya saja, untuk memisahkan dia dengan Nisa.
" Benar kata Rian, kalo kamu benar kenapa harus takut..." Mama Mesya mendukung Rian.
" dokter Sara tolong periksa dia..!".
kata Rian.
" Baiklah pak Rian.."
Ketika dokter Sara mendekat....Mesya pun berdiri....dan...
" Cukup berhenti, aku tak terima kau perlakukan aku seperti ini kak Rian.....kau lebih dulu mengenalku, apa yang kurang dariku kak.....tapi kau malah memilih pembantu sialan ini....aku tak akan biarkan kalian bahagia ingat itu...... dan kau pembantu murahan....tunggu pembalasanku...!".
Setelah mengumpat dan mengancam Mesya berlalu pergi begitu saja.....
Tentu saja Mesya takut diperiksa oleh dokter....karena memang dia tidak hamil alias bohong.
Karena merasa malu atas kelakuan anaknya ...Mama dan Papa Mesya mohon undur diri, dan meminta maaf pada keluarga Bunda Rani dan juga pada orangtua Nisa. Mereka juga meminta maaf pada Rian dan istrinya, Nisa.... karena anaknya acara resepsi pernikahan itu jadi terganggu.
Mereka pun meninggalkan acara, tanpa mencicipi hidangan secuilpun.
" Sayang sini peluk mas...kamu dengar sendiri kan....Mesya berbohong.....dan kau Vian, jangan cari kesempatan kau...main peluk - peluk istri abang...!".
Tangis Nisa berhenti dan dia langsung menghambur ke pelukan Rian.
" Dih abang, gak tau orang lagi seneng...main cut aja.....Vian peluk siapa dong...! ".
" Oh mau peluk ya....sini neng, abang Max peluk ya.....!". kelakar Maxi
" Neng juga mau di peluk bang....!".
Roy juga mendekati Viano.
" Gue juga ikut aahhhh.....".
Steve juga ikutan
" Yaelah.... kenapa dedek Very ditinggal sih...gue mauu juga....mau dipeluk...!".
Very menyusul.... mereka berlima berpelukan.
" Lepasssss......gue masih normal.....gak doyan sama gedebok pisang macam kalian".
Viano melepaskan pelukannya dan menghindar dari ke empat gedebok pisang, eh salah.....dari ke empat cowok sableng.
Roy, Maxi, Steve dan Very tertawa terbahak - bahak, setelah berhasil mengerjai Viano.
Viano bergidik ngeri....dia merasa agak jijik dengan kelakuan ke empat temannya.
__ADS_1
" Bunda....badan Vian kotor, sudah dinodai sama empat buaya buntung.....Vian mau mandi air kembang tujuh rupa dulu ya Bund...". Viano mendekati Bundanya dan bergelayut di lengan Bunda.
Ha...ha...ha...ha....ha...
Tawa pun pecah, suasana yang tegang tadi kembali ceria karena Viano dan teman- temannya yang berkelakuan abnormal.
" Mas aku lelah....bolehkah aku istirahat dulu..!" karena kejadian tadi membuat aku sedikit stress dan amat lelah.
" Ya sayang.... kamu terlihat pucat, ayo mas antar ke kamar....mas bilang ke Ayah, Bunda dan juga orangtuamu dulu ya....!"
Rian berpamitan pada orangtuanya dan juga dengan orangtua Nisa, untuk meninggalkan acara....melihat istrinya yang begitu lelah, apalagi dia dalam keadaan sedang hamil muda.
Sesampainya di kamar hotel...
" Mas, kenapa kita gak pulang saja.....harus ya tidur di hotel ini...?".
" Istirahatlah..... aku masih mau menemani para tamu.....entar Ayah ,Bunda juga orangtuamu akan menginap di hotel ini..!".
" Semuanya mas ?".
" Iya, bahkan teman- teman Viano, dan teman- temanmu juga sudah mas siapkan kamar untuk menginap semuanya di sini...".
" Apakah tidak terlalu berlebihan mas, mas sudah mengeluarkan uang banyak untuk acara resepsi.... trus ditambah kami yang menginap di sini juga....apa pengeluaranmu tidak membengkak mas...?".
Mas Rian malah mentertawaiku...
" Ha....ha...ha...ha...ha...sayang.... mas tidak perlu memikirkan untuk membayarnya...".
" Apakah gratis, itu tidak mungkin kan..atau jangan- jangan pake uang Ayah mas Rian.. iya ngaku aja mas.!".
" Tidak sayang... mas masih mampu untuk membayar semuanya..".
" Kalo begitu apa dong, buat aku penasaran saja...apa mas mengancam pemilik hotel ini...untuk mengratiskan kita semua..?".
Tawa mas Rian makin kencang.
" Ha...ha...ha...ha....itu lebih tidak mungkin lagi sayang.... kamu makin lucu aja sih..mas jadi gak tega buat ninggalin kamu...".
" Ih mas jawab.... kok malah ketawa mulu sih...jadi kesel nih...aku kan hanya merasa kasihan padamu mas, jika mengeluarkan uang terlalu banyak...".
" Istriku pengertian banget sih....sini mas bilangin.....kamu tau....mas gak perlu bayar, karena hotel ini milik mas sayang... ".
Aku sungguh tidak tau kalo hotel ini milik suamiku....aku memang tidak pernah bertanya apa- apa yang dimilikinya...
Aku juga tak tau seberapa kayanya suamiku.
*********
Author ucapkan terima kasih pada para readers yang mampir di karyaku
Dukung karya Author dengan beri like dan juga vote nya ya...
Coment para readers juga Author tunggu
Tekan juga tanda love nya💖
Mampir juga di karyaku yang lain
berjudul " Perjuangan Yuna "
Maaf bila masih banyak typo dimana- mana.
__ADS_1
********