
# Selamat Membaca #
*********
Setelah memilih cincin....Rian mengajak Nisa ke butik...untuk membeli gaun pengantin.
" Hai tante Anti.....apa kabar Tan..? ".
sapa Rian.
" Hai....kabar baik....Rian ya...anak bunda Rani kan......oh...ini toh calon pengantinnya.."
Tante Anti pemilik butik...menyambut Rian dan Nisa.
" Kenalin ini calon istriku Tan..!".
Rian memperkenalkan Nisa ke tante Anti.
" Saya Nisa ....tante...!".
Nisa berjabat tangan dengan Tante Anti.
" Waahh....cantik sekali....pinter kamu cari jodoh....tampan dan cantik...pasangan yang perfecto..".
ucap Tante Anti dengan tersenyum dan mengangkat tangan dua jari membentuk huruf "O". 👌
" Ya udah ....diukur dulu ya sayang....buat kebaya aja kan....gaun buat resepsi belakangan ya....?".
" Iya Tan....resepsinya menyusul....sebulan kemudian... ".jawab Rian.
Setelah selesai urusan di butik...mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.
****
Seperti hari sebelumnya... Aku masih Menjalankan tugasnya sebagai asisten...walau sebentar lagi akan menjadi menantu di rumah itu, aku tak mempermasalahkannya.
" Vin... bangun Vin...."
Aku mulai membiasakan diri memanggilnya dengan namanya saja tanpa embel - embel mas.
Setelah kulihat Viano bangun...aku bergegas mengambil pakaian untuknya.
Tapi tiba - tiba ada tangan melingkar memelukku dari belakang..
Greeb....Aku tau...Viano yang sedang memelukku.
" Vian... apa ini....lepas Vin... ingat aku calon kakak iparmu.."
Aku merasa risih.
" Baru calon...! ".
jawab Viano seenaknya.
" Vin....ayolah...".
" Sebentar saja ...Nisaaa..."
" Tetap saja gak boleh... Vian..!".
" Aku nodai aja kamu...biar kamu jadi milikku!".
Kata - kata Viano yang terakhir itu membuat aku menegang dan membulatkan mataku.
Viano lama - lama menakutkan juga...pikirku.
" Kamu butuh Aqua Vin.... otakmu cairannya habis...jadi gak bisa mikir..." kataku.
" Kata siapa....dengan memelukmu begini aja...batereku langsung penuh....tak perlu isi yang lain lagi".
Ngeles aja nih anak jawabnya.
" Oke....hitungan 10 harus lepas ya...!".
" 10...9...8..7..6..5...4...3..2..1....lepas Viannn!".
perintahku tak diindahkan oleh Viano.
" Curang kamu Nis....ngitungnya terlalu cepat...aku mau kamu ulangi ngitungnya... eeiittss dari 100 ya...!".
Di balik punggungku Viano tersenyum puas...mengerjaiku.
Aku tak lagi mengindahkan kata - kata Viano.... dengan sekuat tenaga ku coba melepaskan tangan Viano dari badanku.
Viano benar- benar gila.....setelah pelukannya terlepas, dia malah mencium pipiku dan lari ke kamar mandi..
" Viiiaaaaaannnnnn..." teriakku kesal.
Dasar Viano geblek.... makiku.
Yang dimaki malah terkekeh geli...
ha...ha...ha...ha...ha..ha..
Kulempar baju Vian di kasur.... ku keluar kamar dengan muka ditekuk.
__ADS_1
Rian yang mendengar teriakanku keluar kamar...
" Ada apa sayang... kok sampe teriak gitu...."
tanya Rian panik.
"Adikmu....ngeselin...bikes...bikes...pokoknya bikes.!".
Kuhentakan kakiku ke lantai.
Kuberlalu meninggalkan mas Rian dengan raut muka penuh tanya.
Rian yang penasaran dengan apa yang terjadi...ia pun masuk ke kamar Viano.
Viano yang baru saja mandi, kaget melihat abang Rian masuk ke kamarnya.
" Ngapain bang.... kangen ama gue...tapi sory gue gak kangen tuh sama elo...!".
" Nisa Lo apain...?".tanya Rian.
" Gak diapa - apain..".
" Kok tadi dia kesel banget...!".
" Tanya sendiri sama orangnya lah...!".
" Viannn...".
" Abangggg..".
Viano malah meledek Rian.
Aaarrgghhhh......Rian makin kesal...dia pun keluar dari kamar Viano......benar kata Nisa.... emang ngeselin tuh anak.
****
Waktu berlalu begitu cepat.....besok pagi akad nikah Nisa dan Rian akan dilaksanakan.
Keluarga Nisa pun sudah sampai di rumah calon mertuanya.
Nisa begitu senang, rindu berat yang ia tahan selama ini akhirnya terbalas juga.
" Ayah ....Ibu.....Nisa kangen.....ayah ibu sehat...".
kedua orangtua Nisa mengangguk.
Air mata pun tak bisa dibendung lagi....
" Adik kakak yang tampan ....apa kabarmu Azka...?".
" Aisyah..... sayangku yang paling cantik.... sini peluk kakak.... kakak kangen sama kamu sayang...!".
Aisyah tak menjawab, dia lari memeluk Nisa dengan sesenggukan.
Moment yang sangat mengharukan.....
" Nisa....antar keluargamu untuk istirahat... mereka baru datang pasti capek...! ".
perintah bu Rani.
" Iya Bund... ".
Nisa membawa keluarganya ke kamar untuk beristirahat.
****
Pagi hari yang cerah......secerah hati Rian saat ini...
Senyuman tak pernah pudar dari bibirnya.
Memakai jas dengan warna yang senada dengan kebaya Nisa.....
Rian terlihat sangat tampan, lebih tampan dari biasanya.
Sedangkan di kamar Nisa...
Aku sudah didandani sejak habis subuh tadi.
Aku yang tidak terbiasa berdandan.....merasa lelah sejak tadi mukaku diacak- acak oleh perias.
Aku melihat pantulan diriku di kaca....
Siapakah itu......apakah diriku..... gumamku.
" Nona sangat cantik sekali......"
puji sang perias.
" Terima kasih.... ini juga berkat anda yang meriasku..." jawabku malu.
Teman- teman ku pun sudah datang...
Nuri, Ani, Fitri dan Santi bergantian memelukku.
Mereka turut bahagia...menyaksikan pernikahanku.
__ADS_1
Ayahku sendiri yang menikahkan aku dengan mas Rian.
Terdengar suara..... Saaahhhh......dari ruang depan.
Akhirnya.... aku dan mas Rian resmi menjadi suami istri.
Hatiku lega....mas Rian mengucapnya dengan satu kali tarikan nafas tanpa cela.
Aku digiring menuju depan untuk menemui suamiku.....lucu rasanya.... seperti mimpi tapi nyata.
Kulihat mas Rian yang sangat mempesona hari ini.
Matanya tak berhenti memandangku.... begitu juga denganku....mataku pun terus memandangnya.
Sampai akhirnya kami duduk berdampingan.
Mas Rian menyematkan cincin di jari manisku.
Kucium tangannya.... dan mas Rian pun menyium keningku..
Akad nikah selesai dengan lancar....
Kami semua menikmati hidangan yang tersedia.
Kemudian berkumpul di ruang tengah
Berbincang - bincang santai.
" Gue nyesel lepas Nisa buat Lo bang....kenapa jadi tambah cantik aja sih Nis....bikin Vian kepingin ngelonin kamu..."
kata Viano vulgar.
Untung kami duduk jauh dari tempat para orangtua tua berkumpul.
Disini ada aku, mas Rian, Viano, teman- teman mas Rian juga teman Viano... sedangkan temanku hanya Nuri yang tersisa. Ani , Fitri dan Santi sudah pamit pulang terlebih dahulu.
" Jangan mulai ngaco deh Vin... ini istri abang! ". kata Rian menegaskan dan memeluk pinggangku erat.
" Cari cewek yang lain.....Nisa milik abang... ".
" Coba saja kalo gak dilarang agama.....gue mau kok jadi suami kedua Nisa...".
Viano emang lagi sengklek otaknya.
" Eh...kok nambah gesrek nih anak.... sadar Vin....sadar...." kata Maxi.
" Tau nih....biarin bang...entar ane ruqiyah dia....biar setannya pada kabur.."
tambah Very.
" Enak aja ....emang gue kesurupan apa..?"
jawab Viano kesal.
" Emang Lo kesurupan......kesurupan setan Bucin....ha...ha...ha....".
ledek Roy.
Yang lain pun ikut tertawa...
" Kalian semua temen durhaka ya....gak ada yang belain gue...!".
dengus Viano.
" Bang Rian.....adek lo tuh bang....!".
Steve ikut- ikutan meledek.
" Bukan adek gue....dah gue coret dia..."
Rian pun menambahi.
" Ha...ha...ha....sudah gak diakui adek lo Vin.... kasihan...oh kasihan....".
Viano makin kesal.....semua temennya meledek habis - habisan.
*********
Terima kasih para readers yang masih setia membaca karyaku.
Dukung terus Author ya..
Beri like dan coment yang membangun ya..
Baca juga karyaku yang lain..
judulnya "Perjuangan Yuna"
ditunggu ya....
Maaf juga bila masih ada typo dimana- mana...
Maafin Author ya.....😊
*********
__ADS_1