Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
37


__ADS_3

# Selamat Membaca #


**********


Sebenarnya Rian tidak ingin orangtuanya mengetahui kejadian itu.


Melihat keadaan Nisa yang begitu terpukul, mau tidak mau dia harus menceritakannya


Rian akhirnya dengan berat hati menceritakan apa yang sudah menimpa istrinya, Nisa.


Bunda Rani sampai menutup mulutnya....air matanya pun mengalir.....Ayah Rian memeluk Bunda untuk memberinya ketenangan.


Sedangkan Viano mengepalkan tangannya.... dia sangat tidak terima, gadis yang pernah dicintainya itu mendapat pelecehan.


" Bunda, Ayah.... jangan bicarakan tentang hal ini dengan Nisa ya....aku takut batinnya terguncang, apalagi sekarang dia sedang hamil.....Rian tidak tega melihatnya...!".


" Anak itu sudah kamu urus Yan....Ayah mau dia dapat hukuman yang berat karena telah melecehkan mantu kesayangan Ayah...".


" Aku pastikan dia akan mendapatkannya Yah...!".


Hp Nisa berbunyi, ada telpon masuk dari nomer yang tidak dikenal...


Ternyata itu telpon dari Gatan, menggunakan HP Farhan.....karena nomer Gatan sudah diblokir oleh Rian waktu itu.


" Dari siapa nak...?".


Bunda bertanya dalam tangisnya.


" Ini Gatan Bund....tadi yang bantu Rian menyelamatkan Nisa....dia yang membawa Viko, orang yang telah melecehakan Nisa ke kantor Polisi....aku harus ke kantor Polisi sekarang Bund , Yah..!".


" Bang, aku ikut... aku ingin lihat muka orang itu...!". emosi Viano terlihat sekali.


" Kamu jangan macam- macam Vin..!".


Ayah memperingatkan, takut Viano berbuat nekat.


" Gak Yah....cuma tangan Vian gatel aja nih rasanya... ". Viano tersenyum smirk.


" Oke, ayo temani abang....Bunda, Ayah....Rian titip Nisa ya............Rian pergi dulu ya Bund, Yah....Assalamualaikum.. "


" Waalaikumsalam ..".


Setelah mengucap salam, Rian dan Viano meninggalkan ruangan tempat Nisa dirawat.


Benar saja , sampai di kantor polisi....Viano langsung mendekati Viko...


" Ini bang ...orangnya..! ".


Melihat Rian mengangguk, Viano langsung melayangkan tinjunya ke Viko.


Bugh...Bugh...Bugh....


" Opsss maaf gak sengaja...."


katanya santai.....untung polisi gak ada yang lihat.


Rian hanya menghela nafas melihat kelakuan adiknya...kelihatan santai tapi mengerikan.


Setelah memberi laporan kepada Polisi... Rian pun berpamitan pulang.


" Gatan....terima kasih ya, atas bantuannya...".


" Sama - sama Yan....bolehkah aku ikut menjenguk Nisa...".


Kata Gatan hati - hati, takut Rian marah dan melarangnya....diluar dugaan Gatan..... Rian mengijinkannya untuk menjenguk Nisa


Di rumah sakit...


Mobil Rian sudah sampai di rumah sakit, di ikuti oleh mobil Gatan.

__ADS_1


Mareka langsung menuju kamar inap pasien.


Mereka masuk dengan mengucap salam.


" Bunda, Ayah... kenalin ini Gatan yang ikut nolong Nisa, yang ini Farhan...mereka senior Nisa di kampus.. ".


" Terima kasih nak Gatan, nak Farhan.... kalian telah menyelamatkan menantu kesayangan kami...."


Gatan dan Farhan tersenyum dan mengangguk.


Karena Nisa belum siuman, Gatan dan Farhan akhirnya pamit pulang..dan mereka akan kembali besok pagi.


" Ayah dan Bunda sebaiknya pulang, istirahat di rumah.... biar Rian yang jagain Nisa....kamu juga pulang Vin...!".


" Baiklah kami akan pulang......kalo ada apa - apa langsung hubungi kami ya Yan...!".


Rian duduk di samping istrinya, menggenggam tangannya.... tak hentinya Rian mengelus kepala Nisa dan menciuminya.


" Sayang.... bangunlah...maafkan mas, yang tidak bisa menjagamu....ayolah sayang.... bangunlah....".


Tak lama Nisa pun membuka kedua matanya pelan.


" Tot...tolong...tolong aku...!".


suara Nisa terdengar lemah.


" Sayang... bangun sayang.... ini mas...buka matamu sayang....lihat ini aku suamimu..."


" Mas...mas..tolong Nisa ,mas.....hiks...hiks... hiks....Nisa takut , massss..."


Rian memeluk Nisa dengan erat, serta membelai punggung Nisa untuk menenangkannya.


" Mas....kak Viko, dia...dia...tidak.... apa yang dilakukannya padaku... aku tak ingat apa-apa....mas...aku sepertinya sudah kotor...Viko pasti telah menyentuhku mas....hiks...hiks.. hiks..."


" Sudah sayang, jangan kamu fikirkan itu....orang brengsek itu tidak melakukan apa - apa padamu, karena aku dan Gatan dengan cepat menemukannmu.....dia sudah menerima hukumannya....dia ada di kantor Polisi sekarang... ".


" Jangan menyalahkan diri mas sendiri, ini juga Nisa tidak berhati - hati...".


" Ya sudah, yang penting kamu gak apa- apa sayang...... jadikan ini pelajaran buat kita ya....oh ya, aku ada kabar baik untukmu...! ".


" Apa itu mas..?".


Rian mengelus perut Nisa pelan.....Nisa mengernyit heran, apa yang sedang dialakukan suaminya itu.


" Sayang...... disini telah tumbuh buah cinta kita......!".


" Maksud mas aku hamil...!".


Rian mengangguk.


Sontak Nisa melonjak di tempat tidur, langsung memeluk suaminya..... bahagia tak terhingga yang ia rasakan saat ini...


Ditengah kejadian yang membuatnya tertekan....ia mendapat hadiah yang luar biasa dari sang Pencipta.


Buah hati yang memang selama ini dinantikan oleh Nisa dan Rian, suaminya.


" Makan dulu ya .....kasihan dedek bayi yang ada dalam perutmu....mas suapin ya sayang..".


Rian menyuapi istrinya dengan penuh kasih sayang.....Nisa juga, bergantian dia pun menyuapi suaminya.... mereka terlihat romantis sekali.


" Mass....Nisa gak bisa tidur...".


" Sini mas temenin......!".


Rian naik ke atas kasur, berbaring dan memeluk istrinya dengan lembut.


" Emang boleh ya mas seperti ini...?".


" Bolehlah....kalo gak boleh , mas tutup nih rumah sakit...." Rian terkekeh.

__ADS_1


Nisa memukul suaminya pelan.


Mereka pun tidur dengan saling berpelukan.


Menjelang subuh mereka bangun, melaksanakan ibadah menghadap kepada sang Pencipta, seraya memanjakan doa....bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk menjadi orangtua yang sempurna, dengan akan hadirnya calon bayi di perut Nisa.


" Kita tidur lagi sayang....! ".


Sepasang suami istri itu pun kembali terlelap tidur, Nisa begitu nyenyak tidur dalam dekapan suaminya.


Tanpa mereka sadari, dokter dan suster telah masuk dalam ruangan mereka.


" Eehheemm..."


Suara dokter berdehem pun tak mampu membangunkan Rian dan Nisa.


Suster pun turun tangan.... dia menggoyangkan badan Nisa dan Rian sedikit kencang.


" Perasaan saya, pasien di sini cuma satu, kenapa yang di atas kasur ada dua ya Sus...!".


dokter itu menyindir kami....suster yang ditanya hanya tersenyum geli.


" Eh ada pak dokter......maafkan saya pak...semalam istri saya gak bisa tidur....jadi saya temani dia tidur dok.....he..he...he....".


Rian malu, kelakuannya terciduk oleh pak dokter dan susternya.


" Berasa di hotel ya pak, tidurnya kok nyenyak sekali, waahh anda bisa bayar dobel nih,karena ikutan tidur di kasur...., Ya sudah.... bisakah sekarang anda bangun, saya mau memeriksa istri anda...!".


dokter masih tersenyum - senyum.


" Maaf dok....saya gak berasa kalo masih di kasur....sekali lagi maaf...".


Rian ngeloyor pergi ke kamar mandi, untuk menutupi rasa malunya....


dokter dan suster terkekeh melihat Rian yang salah tingkah.


Sedangkan Nisa, jangan ditanya....dia sampai menutup mukanya..


" Mbk kenapa muka cantiknya ditutup.... suaminya sudah gak disini kok.....tenang saja saya gak akan marah atas kejadian tadi....Pengantin baru ya...?".


" Sudah lama kok dok....kira - kira sebulan lebih...". jawab Nisa malu.


" Ooohhhh..."


Itu bukan lama, tapi baru.....masih dalam masa hot- hot nya kali


neng....pantesan di rumah sakit aja sampek dikelonin......he..he..he...gumam pak dokter.


********


Hai- hai para readers.... Author tak henti - hentinya mengucapkan terima kasih...


kepara para readers yang mau mampir di karyaku.


Dukung terus para Author ya..


Beri like dan vote nya


Jangan lupa juga coment nya...


Maaf bila banyak typo nya


Mampir juga di karya Author yang lain


judulnya " Perjuangan Yuna "


Ditunggu ya...


********

__ADS_1


__ADS_2