Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
34


__ADS_3

# Selamat Membaca #


********


Perkuliahan sudah dimulai.....hari - hari kugunakan dengan fokus belajar....


Kurasakan ada yang aneh dengan kak Gatan...


Dia mulai jadi pendiam....dan terus menghindariku....


Tapi syukurlah....aku jadi tak repot untuk menghindarinya...


Dua temanku, Tisa dan Riri... mulai curiga dengan hubungan kami yang terlihat canggung.


" Nis, aku rasa ada yang berbeda dengan kak Gatan.... sepertinya dia menghindarimu...?"


Tisa terlihat sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


" Itu perasaan mu saja ,Tis....bukankah antara aku dan kak Gatan memang tidak ada apa - apa....".


" Jangan bohong pada kami Nis....katanya kita teman...soalnya aku juga merasakan itu....kemaren - kemaren kan kak Gatan gencar ngejar kamu.....kok sekarang kayaknya mlempem....kayak kaleng krupuk yang lupa ditutup... " ujar Riri sambil ngebanyol.


" Ha...ha...ha...ha...kamu lucu juga Ri....kenapa gak jadi ojek aja Ri...!". kataku.


" Ih...kok jauh amat sih Nis....doain itu yang bagusan dikit lah....artis kek....kalo tukang ojeknya kayak aku, bisa- bisa para cowok ngrubungin aku Nis... !".Riri ngambek.


" Iya dirubungin...sama laler...kan kamu sampah....ha...ha...ha...!".


Tisa tertawa terbahak - bahak.


" Sialan kamu Tis....makin tambah parah aja bandinginnya...!".


Riri mengerucutkan bibirnya.


" Sudah - sudah.....kalian mau penjelasan dariku kan.....entar pulang ikut aku ya...kita ngobrol dulu di cafe biar enak...oke...!".


" Oke siap.....ditraktir ya Nis !".pinta Tisa.


Aku hanya mengacungkan jempolku.


***


Pulang kuliah kami langsung pergi ke cafe....akupun sudah memberi kabar ke mas Rian untuk menjemputku di cafe saja....sekalian akan aku kenallkan dia ke temanku.


" Kalian pesanlah...apa saja...mumpung aku lagi baik.."


Tawaranku membuat Tisa yang doyan makan berbinar matanya.


" Kamu salah nawarin orang Nis.....kebo lo tawarin......lihat coba apa yang dia pesan.....ini buat makan satu kampung Nis..."


Kata Riri mengejek Tisa.


" Halahhhh......entar juga ikutan nyaplok...pake ngatain aku lagi.....setidaknya berterima kasihlah padaku...kau tinggal makan , tak perlu repot memesan..."


Tisa membela diri.


" Gak salah tuh....yang bayarin kan Nisa....masak sama situ terima kasihnya...


lagian cuma mesen doang, apanya yang repot....tinggal mangap , udah gitu doang...!".


Riri gak mau ngalah.


" Aduuhhhh kalian ini bikin pusing..... mau makan ngga....apa masih mau berdebat...?".


aku menengahi Tisa dan Riri berdebat.


" He...he..he...makan Nis....maaf..."


kata Tisa.


" Hemmm.."

__ADS_1


Kami bertiga makan dengan sesekali diselingi canda.


" Oh ya Nis....tadi katanya mau jelasin ke kita...ada apa antara kamu dengan kak Gatan.. !".


Riri mulai bertanya padaku.


" Janji ya....hanya kita bertiga yang tau...!".


Tisa dan Riri mengangguk.


" Kak Gatan mengungkapkan perasaannya padaku..... dia bilang menyukaiku...".


" Sudah kuduga..". Riri memotong pembicaraanku.


" Terus - terus....kamu terima kak Gatan Nis ?". tanya Tisa menggebu - gebu.


" Terus - terus.... mau parkir neng...! ".


" Ih kamu Ri....gak asik tau...".


" Tuu kan...ribut lagi...kapan ngomongnya nih...mau dilanjut gak...?".


Tisa dan Riri pura - pura mengunci mulut dan membuang kuncinya....dasar mereka ini,kelakuannya selalu abdurd.


Setelah mereka diam...aku mulai cerita lagi..


" Aku nolak cinta kak Gatan... "


Tisa mau membuka mulutnya lagi....tapi kuperingatkan dengan telunjukku untuk diam...


" Karena aku gak menyukainya...dan gak akan pernah berfikir untuk menerimanya....karena aku sudah punya seorang yang sangat spesial..! ". jelasku.


Tisa mengangkat tangan.....( dasar bocah satu ini, kayak anak SD aja mau jawab pertanyaan guru).


" Dah boleh ngomong Nis...?".


Kuanggukan kepala.


" Gila kamu Nis.....kamu nolak cowok seganteng kak Gatan.... wahh...matamu sehat kan Nis..!".


" He...he...he....emang....!". kata Tisa cengengesan.


" Kok bisa kamu nolak kak Gatan Nis...emang secuilpun kamu gak ada rasa sama kak Gatan..! ".Riri pun penasaran.


" Gak mungkinlah aku suka sama dia....bisa ngamuk suamiku.!".


" Hah...suami... "


ucap Tisa dan Riri hampir bersamaan.


" Yap...aku wanita yang sudah bersuami...aku sudah menikah... hampir sebulan...dan bulan depan resepsi pernikahanku akan dilaksanakan... "


Mereka berdua masih dalam mode gak percaya....


Tak lama mas Rian pun datang....Dia menyapu seisi ruangan.....Kulambaikan tangan, agar dia melihatku... dia berjalan menghampiri kami.


" Tisa ..Riri..kenalin ini suamiku, mas Rian.. "


" Mas Rian... Kenalin ini kedua temanku yang rese....ini Tisa yang doyan makan....ini Riri yang suka berceloteh..."


" Rian..." Mas Rian mengulurkan tangan.


" Tisa..."


" Riri...".


" Ah kamu Nis....menghancurkan harga diriku di depan suamimu......tapi sumpah....pantesan kamu nolak Gatan ...yang ini lebih Oke.... kayak oppa - oppa korea Nis.....aku suka...aku suka...".


celoteh Tisa menirukan ucapan Meimei di kartun Upin Ipin.


" Iya Tis....benar kamu.....masih punya stock yang kayak gini gak Nis....aku pesan satu...!".

__ADS_1


Riri mulai ngelantur omongannya.


" Ada noh satu di rumah...he..he...he..."


" Serius Nis.....buatku ya...!".


" Aku juga Nis....jangan Riri aja..."


" Heh ...kenapa kalian pada ribut....belum tentu adik iparku menyukai kalian ...!".


" Yaahhh....kamu mematahkan hatiku Nis...hiks...hiks..." Tisa pura - pura nangis.


" Drama queen..." sarkas Riri.


" Mas Rian.... maafin kedua teman aku ini ya....otaknya pada gak penuh soalnya... "


" Kamu juga sama sayang.... seperti mereka..!".mas rian mencoba mengejekku.


" OMG.....kamu dengar Tis....dia bilang Sayang.....duuuh...so sweet banget sih....bikin ngiri tau..."


" Mas Rian... kamu mengataiku tadi.... kamu mau tidur di luar mas..."


ku ancam mas Rian.


" Gak sayang.... mana berani mas sama kamu.....maaf mas tadi gak sengaja kok...he..he...he...maafin mas ya sayang... !".


Tanpa melihat dua orang di depanku mas Rian mencium pipiku.


" Jiiaaahhhh Nisa.....mataku ternoda..."


" Tapi asik juga Tis....lihat yang live kayak gini...bikin baper...".


" Mas Rian gak punya malu ih......udah yuk mas kita pulang....Tisa, Riri aku pulang dulu ya..! ".pamitku ke Tisa dan Riri.


" Ya udah Nis....hati - hati...dan terima kasih traktirannya...."


" Ya sama- sama..... tapi bukan aku yang bayar...suamiku yang tampan ini yang membayar semua..".


" Kalo begitu ....terima kasih kak Rian... lain kali lagi ya..he...he...he...." untuk soal makanan Tisa memang gak tau malu.


" Heemmm ..".


" Mainlah ke rumah... istriku pasti akan senang dengan kedatangan kalian...".


Rian mengundang Tisa dan Riri untuk bertamu ke rumahnya.


" Kalo itu mah siap kak...ya ngga Tis..?".


kata Riri yang diangguki Tisa..


" Assalamualaikum...! " ucapku dan mas Rian.


" Waalaikumsalam... ".


Aku dan mas Rian meninggalkan Tisa dan Riri di cafe....yang masih terus mengunyah makanan..


Hari ini aku merasa bahagia....dikelilingi teman- teman yang menyayangiku....dan tentunya ada suami tercinta, mas Rian.


********


Hai para readers... Ku ucapkan terima kasih bagi para readers yang mau mimpi di karyaku.


Beri penghargaan bagi kami para Author ya....


dengan cara kasih like dan juga coment yang membangun.


Tekan juga tanda love nya ya 💖


Jangan lupa mampir di karya Author yang lain....judulnya " Perjuangan Yuna "


ditunggu.

__ADS_1


Maaf juga bila masih banyak typo dimana- mana


***********


__ADS_2