
# Selamat Membaca #
***********
Melihat senyum kak Gatan yang semakin lebar....aku jadi merasa bersalah.
Mungkin yang ada di pikiran Gatan kali ini adalah ....aku akan mengungkapkan cinta padanya...
Apa yang akan terjadi ya....jika aku mengungkapkan siapa jati diriku ini....semua pertanyaan itu terus bergejolak di otakku.
Kupandangi Gatan...yang ada di depanku.... Dia pun terus memandangiku dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.
Sebelum bicara , aku ambil nafas dalam dan menghembuskannya pelan.
" Kak.....maafin Nisa ya....!".
" Loh kok minta maaf...kamu salah apa?".
" Maaf....karena aku tidak bisa menerima perasaan kak Gatan..! ".
" Maksudmu....kamu menolak cintaku Nis...!".
Suara Gatan mulai agak keras...tadinya dia merasa Nisa akan menerima cintanya.... karena dalam kamusnya dia tidak pernah ditolak wanita.
" Iya kak....maaf ya..!".
" Kenapa kamu minta maaf terus.....apa kamu diancam untuk tidak menerima cintaku....jujur Nis..!"
Aku hanya menggelengkan kepala.
" Apa karena laki - laki itu...?".
Gatan mulai memanas....tangannya sudah mengepal.
(Sialan.....berani - beraninya dia membentak istriku.... gumam Rian)
" Ya....karena laki - laki itu adalah suami Nisa... kak..!". aku beranikan diri, dan mulai bicara tegas.
" Apa katamu.....suami.....jangan bercanda Nisa, hanya demi menolakku ....kau sampai berbohong seperti ini.....ayolah Nis....!".
Rian yang sedari tadi diam....sudah tidak bisa menahannya lagi.
" Dia tidak berbohong.... Nisa memang istriku..! ".
Gatan menoleh ke arah datangnya suara.
" Kamu..."
" Ya ...aku suaminya Nisa....perkenalkan aku
Alrian Syahreza...".
Rian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Gatan.
Dengan ragu, Gatan menyambut uluran tangan rian....akhirnya mereka berdua berjabat tangan.
" Aku minta jauhin istriku..... kamu tidak mau kan dicap sebagai perusak rumah tangga orang..!".Rian berusaha untuk menahan emosinya ...jangan sampai dia memukul orang di depan Nisa , apalagi di tempat ramai seperti ini.
Gatan terdiam... pandangannya beralih ke arahku...
" Nissss.....kali ini aku benar- benar sudah jatuh cinta pada seorang wanita.....dan itu kamu....rasa ini tulus Nis....sejak pertama bertemu, kau sudah mencuri hatiku....apakah ini balasan bagiku yang sering mempermainkan wanita...! ".
Suara Gatan mulai melemah....dia mulai kehilangan semangatnya.
Perasaan Rian berkecamuk....ingin rasanya membogem mentah muka si
Gatan....bagaimana tidak, dengan lancarnya dia bilang kalo mencintai Nisa, istrinya.
" Mungkin kak.....cinta itu tidak salah....cuma penempatannya saja yang mungkin tidak pada jalurnya....jadikan ini pelajaran bagi kakak.....agar lebih menghargai arti cinta seseorang, jika nanti kak Gatan memiliki cinta lagi, jangan sia - sia kan kesempatan itu....aku mohon hilangkan rasa kakak padaku....karena aku tidak mungkin membalasnya....aku sangat mencintai suamiku...!".
Hati Rian yang panas...meredup....mendengar betapa Nisa sangat mencintainya.
__ADS_1
Gatan sendiri bingung, apa yang harus dilakukannya sekarang... pikirannya kacau...hatinya hancur berkeping- keping...untuk pertama kalinya seorang wanita menolak cintanya.
Lunturlah sudah predikat playboy yang ia sandang dan dibanggakannya.
Melihat Gatan yang sedikit kacau, aku tak tega meninggalkannya...aku berinisiatif untuk memanggil kak Farhan.
" Kak ...pinjam HP mu..." kataku
" Apa yang kamu lakukan sayang..! ".
Rian mulai emosi lagi.
" Aku akan menelpon sahabat kak Gatan, agar menemaninya...kupakai HP nya....karena di HP ku tak nomor kak Farhan...!".
Kujelaskan agar Rian tak salah faham.
Kutelpon kak Farhan, agar segera datang ke cafe Yellow...tempat kami berada saat ini.
Kami masih menunggu kedatangan kak Farhan, tak lama yang ditunggu pun datang.
Aku menceritakan semuanya ke kak Farhan.
" Jadi ini suamimu Nis....pantas saja kamu tidak tergoda dengan Gatan.... suamimu lebih tampan dari playboy kampung ini....he...he..he...!"
Farhan sedikit bercanda.
" Kamu hebat Nis..."
Mataku menajam....maksudnya....
" Kamu orang pertama yang menolak dan mematahkan hatinya...!".
Kata Farhan serius.
Aku makin merasa bersalah mendengar kata - kata kak Farhan, kulihat kak Gatan menatapku nanar ...
" Terima kasih ya Nis... kamu sudah menyadarkan Gatan...semoga kedepannya dia bisa menghargai cinta seorang wanita.. "
" Kak Farhan, kak Gatan...aku pulang dulu ya......kak Farhan tolong jaga kak Gatan ya.."
Aku pun berpamitan.
" Assalamualaikum kak "
" Siap Nis...".
" Waalaikumsalam... ".
***
" Sayang... kalo ada apa - apa langsung cerita ke mas ya....biar cepat selesai urusannya.. "
Kata mas Rian sambil berbaring dan memelukku.
" Iya mas....tapi mas...aku kok jadi merasa kasihan ya pada kak Gatan....sepertinya tadi dia terlihat sangat kacau.. "
Kenapa pikiranku jadi ke kak Gatan.... aku baru sadar ucapanku barusan membangunkan singa yang tertidur.
" Hey sayang.... apa kamu sedang memikirkannya...disini ada yang lebih tampan... kenapa ada cowok lain di otakmu hemm!".
" Eh tidak seperti itu mas, aku hanya....ah tidak...tidak jadi...anggap aku tidak ngomong apa - apa tadi...! ".
Kupukul mulutku sendiri, aku menyesal ...
Mas Rian menyeringai....aku menutupi diriku dengan selimut...menghindari tatapan mas Rian.
" Beraninya kamu...memikirkan lelaki lain saat bersamaku sayang.....kamu harus dapat hukuman dariku..!".
Tanpa kubuka selimut, ku keluarkan tangan dengan dua jari.....peace mas...✌.
" Tidak diterima..... ini hukumanmu..."
__ADS_1
Mas Rian membuang selimut yang menutupiku.....dia langsung menindihku...memberi ciuman yang bertubi- tubi...dan juga menggelitikiku.......sampai aku lemas kegelian.
" Eemm mas....sudah....cukup masss....aku gak kuat...hha..ha..ha..."
tawaku meledak.
Melihatku sampai terengah- engah malah membuat mas Rian bergairah....pandangannya mulai mesum...menyapu bersih dari ujung kepala sampai kakiku..
" Mas mau ini sayang...... "
dirabanya sesuatu di bawah sana.
Aku tersenyum dan mengangguk.
Mulailah mas Rian dengan ritual yang sering ia lakukan bersamaku.
Rangsangan yang diberikan mas Rian membuatku ikut terbuai menikmatinya.
" Massss....!".
" Hemm....!".
jawab mas Rian tanpa menghentikan kegiatannya.
" Mass Riannn..!".
" Iya sayangggg...!".
" Lagii...!".
" Siap sayang..! ".
" Emmmpppttt masss..!"
" Apa sayang...!".
" Enaaak masss..!".
" Aku tau...!".
( Jiiiaaaahhhh Author jadi ngakak nulis ini.....untuk gak ada yang lihat, takut disangka gila...ha...ha...ha...)
Malam itu suasana kamar Rian makin panas...ditambah adanya pergulatan dua insan yang dimabuk cinta.
Berharap ada benih yang tertinggal di rahim sang wanita.
Suara - suara merdu itu telah berhenti, ketika keduanya sudah sama- sama kalah.....
Pemikiran baru untuk Nisa...
menurutnya semua masalah dengan suaminya, mas Rian....bisa diselesaikan dengan mudah jika itu di lakukan di atas Ranjang....he..he..he...
*********
Hai para readers yang baik hati...
Jangan bosen untuk Mampir ke karyaku ya....
Beri juga dukungan buat Author.
Jangan pelit untuk memberi like dan juga coment nya ditunggu.
Tekan juga tanda love 💖
Mampir juga di karya Author yang lain
berjudul " Perjuangan Yuna "
Maaf juga bila masih banyak typo dimana- mana.....
Semangat juga buat Author yang lain untuk berkarya.
__ADS_1
*********