
# Selamat Membaca #
*********
Kami sekeluarga mengunjungi rumah Nayara untuk melamarnya.
Tadinya orangtua Nayara menolak, mungkin melihat umur Nayara yang masih muda.
Tapi dengan kegigihan Viano yang tak henti- hentinya meyakinkan orangtua Nayara, akhirnya orangtua Nayara pun menyetujui lamaran ini.
Apalagi setelah mereka melihatku, karena umurku tidak jauh berbeda dengan Nayara...
Mereka merasa aku bisa menjadi contoh yang baik bagi Nayara, bisa menikah di usia muda dan masih bisa melanjutkan pendidikanku serta bisa mengurus bayi kecilku.
Pernikahan Viano akan dilaksanakan satu bulan setelah lamaran..itu juga karena Viano yang memaksa.
" Buru - buru amat Vin....gak bisa nunggu sampai enam bulanan... ". kata Bunda.
" Gak Bund, itu terlalu lama....Vian gak mau ambil resiko Bund..". jawab Viano.
" Resiko apaan Vian.."
Bunda gak tau apa maksud Viano dengan resiko.
" Takut diambil orang Nayara nya Bunda..!".
Kami semua terkekeh... mendengar jawaban Viano.
" Terus maunya kapan...?" tanya Bunda lagi.
" Seminggu Bund...!".Viano nyengir kuda.
" Aappaaa..."
Satu ruangan semuanya berteriak...
Viano menutup kupingnya.
Bunda memukul tangan Viano pelan.
" Dasar anak nakal....bikin Bunda jantungan...gak kecepetan tuh..?".
" Gak Bund....tadinya Vian maunya besok pagi aja bun...biar cepat.... he...he..he..."
Vian menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil terkekeh.
" Dah kebelet banget kamu kayaknya Vin..?"
Rian ikut bicara.
" Itukan gara - gara abang..!".
" Kok abang yang disalahin sih Vin ?".
" Ya salah abang.... sama kakak ipar mesra- mesra an terus, bikin Vian iri....kan Vian juga kepingin bang...yang enak - enak gitu...!".
Jawaban Viano membuat calon mertuanya ikut menggelengkan kepala...mereka baru tau kalo calon mantunya agak gesrek otaknya.
" Cih alasan gak mutu.....emang kamunya tuh yang Bucin nya kebanyakan...". kata Rian.
" Aduh....maaf ya atas kelakuan kedua anak saya.....mereka biasa bercanda di rumah... emang begini kalo mereka berdua lagi kumpul, kayak kucing dan tikus...!".
Bunda merasa malu..
" Gak apa-apa kok jeng....justru itu kami melihat betapa besarnya kasih sayang di keluarga anda...!".
Jawaban mamanya Nayara membuat Bunda tersenyum.
Kami semua kalah....akhirnya Viano yang menang, pernikahan akan dilaksanakan seminggu kemudian.
***
__ADS_1
Sementara di rumah sakit...
" Kenapa saat ini aku merindukan Nisa ya...!".
dokter Sean memandangi foto Nisa yang ada di Hp nya....dia dapatkan foto Nisa secara diam - diam.
" Aku merasa Nisa ada disini....ah apakah otak ku tidak bisa bekerja... kenapa isinya cuma Nisa saja yang ada dipikiranku..."
" Lebih baik aku keluar sebentar... untuk mendinginkan kepalaku...".
kata dokter Sean.....ia pun melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Di saat dia berjalan dia melihat sosok yang sangat dirindukannya....dialah Nisa.
Nisa datang dengan bayinya Zena untuk imunisasi....tidak ada yang mengantarnya kali ini...melihat itu senyum Sean mengembang...kesempatan baginya untuk bertemu dengan Nisa.
" Nisa....sedang apa disini.. ?".
" Sedang mandi kak....!".
Sean membulatkan matanya.
" Heh kak....tentu saja tidak...kenapa serius sekali, mana ada orang ke rumah sakit cuma mau menumpang mandi...yang benar saja kak..!". Aku tertawa melihat begitu seriusnya kak Sean menanggapi omonganku.
" Eh iya ya....kok aku jadi tumpul ya..!".
" Baru sadar ya....kak Sean terlalu serius, kurang bercandanya....santailah kak..!".
" Kamu sendiri saja Nisa...!".
" Kak Sean gak lihat yang digendonganku..."
Mataku mengarah ke baby Zena.
" Oh iya ada baby Zena....maksudku tak ada yang mengantarmu Nis..?".
" Ada kak...supir...soalnya aku gak bisa nyetir...kak Sean mau ketemu sama supir aku, tuh ada diparkiran..."
Aku masih mancandai kak Sean.
" Dih...sensi banget sih kak Sean, siapa juga yang bilang kak Sean gak normal...".
Kucubit perut kak Sean
" Aduh sakit Nis.....kamu tuh yaaa...!".
" Ha..ha..ha..kak Sean lucu.....udah kak, aku ada janji sama dokter mau imunisasi baby Zena.... kasihan entar lama nunggu dokternya.!".
" Aku temani ya Nis..!".
Aku hanya mengangguk, tak enak menolaknya.
Kami berjalan bersama, setiap mata tertuju pada kami....Kami memang terlihat seperti sepasang suami istri yang berbahagia.
Kulirik kak Sean sekilas, dari tadi senyuman tak lepas dari bibirnya.... aku teringat kata- kata suamiku tentang kak Sean, yang menyukaiku.
Apakah itu benar....ah aku gak mau ambil pusing.
Hari ini aku sangat senang, aku bisa berdua dengan Nisa...kami seperti satu keluarga kecil yang bahagia... semua mata pun tak luput memandang kami...andai ini kenyataan Nis, kamu adalah pasanganku...pastinya aku akan sangat bahagia.... Sean bergumam dalam hati.
" Tumben nih...dokter Sean main ke ruangan saya.." kata dokter yang akan mengimunisasi baby Zena.
" Aku mengantar temanku dok....!".
" Sepertinya teman istimewa ya dokter Sean....?".
" Tentu saja...dia teman yang sangat istimewa..! ".
Aku jadi gak enak mendengar jawaban kak Sean..
" Ah sudahlah....kenapa membahas hal yang tidak penting.... bukankah anda akan mengimunisasi baby Zena...! ".
__ADS_1
" Oh iya...jadi lupa saya...mari bu Nisa, saya imunisasi baby Zena nya....!".
" Baby Zena hebat....nangisnya cuma sebentar....mommy love you...baby..!"
Aku menciumi baby Zena dengan gemas.
" Eemm... Nisa, kita makan dulu sebentar...bisa ngga..?".
" Gimana ya...".
" Ayolah Nis...jangan mengecewakan temanmu ini Nis...!".
Muka kak Sean terlihat memelas, aku jadi tidak tega.
" Baiklah, tapi hanya sebentar... kasihan baby Zena , dia harus istirahat...!".
Aku jadikan baby Zena alasan, agar aku bisa cepat pulang.
Kak Sean mengajakku ke cafe yang berada di depan rumah sakit.
Aku buru - buru memakan makananku, agar cepat habis.
" Kamu gak makan berapa hari Nis....kok makannya seperti itu..!".
Karena makan yang terlalu cepat ,membuat mulutku agak belepotan.
Kak Sean dengan sigap mengusap bibirku yang kotor karena makanan dengan jarinya.
Sontak aku berjingkat kaget karena ulah kak Sean.
" Maaf Nis...tadi ada makanan di bibirmu..!".
" Oh iya kak....Makasih ya..!".
ucapku.
" Sama - sama..!".
Jantungku berdetak dengan kencang sekali....bibirnya begitu manis, ingin sekali aku menciumnya....gumam Sean.
Aku mulai merasa suasana makin panas...
" Kak Sean... makananku sudah habis, terima kasih ya atas traktirannya.....aku pulang dulu.."
Akupun berpamitan.
" Aku antar ya Nis..!".
" Gak usah repot - repot kak....kan ada supirku....kasihan dia sudah nunggu dari tadi... permisi ya kak....Assalamualaikum.. ".
" Baiklah lah kalo begitu.... hati - hati ya Nis....Waalaikumsalam... ".
Akupun buru - buru cabut dari tempat itu....dengan perlakuan kak Sean padaku, aku menjadi risih.
Apakah aku harus menceritakan kejadian ini pada mas Rian.... entahlah....aku juga takut kalo mas Rian jadi salah sangka padaku.
**********
Terima kasih Author ucapkan bagi para readers yang mampir di karyaku.
Dukung terus Author ya
Beri like dan juga vote nya
Jangan lupa beri coment yang membangun
Tekan juga tanda love nya 💖
Maaf bila masih banyak typo dimana- mana
Mampir juga di karyaku yg lain judulnya " " "Perjuangan Yuna"
__ADS_1
Ditunggu ya
*********