Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
30


__ADS_3

# Selamat Membaca #


********


Ceklek....


Seorang gadis cantik dengan berpakaian mini,berdiri tepat di depanku.


" Cari siapa ya Mbk....!".


Aku bertanya dengan sopan.... bukannya menjawab gadis itu malah memperhatikanku dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Pandangannya begitu jijik melihatku.


" Pembantu baru ya....."


Entah mengapa aku mengangguk..


" Oh pantes gak kenal aku.....jangan panggil aku mbk....gak sopan....panggil Nona, itu yang pantas buatku.....dan satu lagi....pembantu itu gak usah dandan....mau cari perhatian sama majikan ya.....dasar murahan...Cih..".


Setelah menghinaku, gadis itu masuk rumah sambil menyenggol bahuku dengan keras.....tanpa dipersilahkan, bahkan tanpa mengucap salam.


Gadis itu masuk dengan angkuh....


Aku hanya geleng - geleng kepala.... ada ya orang kayak gitu, masuk rumah orang seenaknya....kataku dalam hati.


" Heh pembantu.... buatkan aku minuman yang segar ya...aku mau cari tante Rani.."


Kuanggukan kepala.


Aku ke dapur untuk membuatkan minum buat tamu yang gak sopan itu.


" Siapa Nis.." bik Sumi bertanya..


" Gak tau bik Sum....seorang gadis ...cantik sih....tapi mulutnya agak pedes....hiihhhh ngeri pokoknya bik!".


" Apakah dia berambut pirang Nis ?".


" Ya.....kok bik Sumi tau..".


Aku kaget ternyata bik Sumi mengenal gadis itu.


" Oh....itu mah Non Mesya ....hati - hati Nis....dia ngebet banget sama den Rian.... padahal den Rian nya gak suka sama dia...eh maaf...kok bibik jadi ngegosip ya..."


Bik Sumi reflek memukul mulutnya yang telah banyak bicara.


" Gak apa-apa bik.....dan terima kasih atas infonya ya bik.....tadi dia anggep Nisa pembantu di sini....biarkan saja bik...!".


Karena tidak menemukan bu Rani, gadis itu menemui ku di dapur..


" Heh...tante Rani kok gak ada....cari dia....panggilin.... ada Mesya di sini...


cepat...... dasar pembantu lelet...!".


Bik Sumi sangat tidak suka , melihat mesya memperlakukanku dengan kasar....dan berkata tidak sopan.


Aku hanya diam dan menurut.... kucari Bunda di belakang.....ternyata benar, Bunda ada di kebun bunga miliknya.


" Bund....ada tamu....mesya namanya... ".


" Oh Mesya.... ngapain lagi tuh anak main kemari...Hhuuhhh.... "


Bunda menghembuskan nafas kasar, sepertinya Bunda juga tidak suka dengan kedatangannya.


" Kamu duluan ya sayang.... Bunda cuci tangan dulu..."


Sampai di dalam rumah si Mesya langsung bertanya padaku.


" Mana Tante Rani..?".


" Tunggu sebentar... Bunda lagi cuci tangan.."


jawabku masih sopan.


" Heh, makin kurang ajar ya kamu...manggil majikan Bunda....Nyonya, begitu baru bener...pembantu tak tau diri..".


Lebih baik kutinggalkan dia...makin panas ni telinga...dengar ocehannya yang tak bermutu.


Tak lama Bunda datang.


" Tante Rani..... Mesya kangen deh sama tante.....sama kak Rian juga....nih ada oleh - oleh dari mami.."


Deg..


Mendengar dia kangen sama mas Rian.... hatiku terasa diremas....sakit rasanya.


" Eh Mesya....makasih ya oleh - olehnya...kabar mami kamu dan kamu sendiri gimana...?".


" Sehat Tan....".


" Syukurlah...".

__ADS_1


" Kamu sendiri..? ".


" Mesya baik Tan....oh ya Tante Rani....kak Rian belum pulang...? ".


" Sebentar lagi mungkin.. "


Benar kata Bunda...Rian pulang...bersamaan dengan Viano.


" Assalamualaikum.... "


" Assalamualaikum... "


ucap salam Viano dan Rian.


" Waalaikumsalam "


Bunda dan Mesya menjawab salam mereka bersama.


Melihat Rian.... Mesya beranjak dari duduknya, berlari menghampiri Rian dan langsung memeluknya.


" Kak Riaaannn....Mesya kangen... "


Aku yang mendengar salam dari suamiku...aku langsung menuju ke depan untuk menyambutnya....


Betapa terkejutnya....si Mesya memeluk suamiku tanpa rasa malu.


Mas Rian mencoba melepaskan pelukan Mesya.... apalagi dia melihatku akan menghampirinya.


Pelukan Mesya terlepas, aku meraih tangan mas Rian dan menciumnya...seperti biasa mas Rian pun mencium keningku.


Mesya yang melihat itu geram...dia mendorongku keras...untung sebelum terjatuh Viano sudah menangkapku.


" Ya Allah... Mesya...."


Bunda berteriak....agak berlari menghampiriku.


" Apa yang kamu lakukan Mesya... !".


Mas Rian sangat marah.....mukanya sampai merah padam. Dia membentak Mesya.


" Kak Rian membentakku...hanya karena pembantu yang kurang ajar ini....hiks....hiks...hiks..."


Mesya mulai menangis.


" Asal kamu tau....yang kamu sebut pembantu kurang ajar itu adalah istriku..... jangan pernah kamu sentuh dia lagi.....paham!".


Emosi Rian makin memuncak.


" Tante.... itu gak benar kan ....kak Rian berbohong kepadaku kan Tan...?".


Bunda yang sedang memegang pundakku akhirnya bersuara...


" Semua yang dikatakan Rian benar Mesy.....sebaiknya kamu pulang....tenangkan dirimu..." perintah Bunda.


Mas Rian membawaku pergi ke kamar. Tak menghiraukan Mesya yang terus memanggilnya.


" Kak...kak Rian... aku menyukai mu kak.....aku akan rebut kamu dari wanita rendahan itu...!'.


ucapnya sambil melangkah pergi.


" Untung ya Vin....kakakmu gak suka sama gadis gila itu..."


Bunda mengelus dadanya....syukur yang terus ia ucapkan dalam hatinya.


Viano hanya tersenyum miris.


***


Aku masih menangis dalam diam...


Mas Rian memelukku dengan erat.


" Maafin mas ya sayang.... "


" Sayang..... berhentilah menangis... "


Mas Rian masih membujukku.


" Itu yang aku takutkan mas.....aku gak pantas untukmu..... itu baru mesya....bagaimana dengan yang lain mas...!".


" Jangan dengerin orang lain sayang.......aku sangat mencintaimu....aku gak mau kehilanganmu...".


" Percaya padaku ya...."


" Ayo turun, aku lapar....apa kau tidak lapar, perutmu saja sudah bunyi....kasihan Bunda pasti menunggu kita...".


Aku mengangguk.... Mas Rian menggandengku keluar.


Bunda yang melihatku turun, langsung memelukku...


" Maaf atas kejadian tadi ya sayang.. "

__ADS_1


" Ya Bund..... Nisa sudah gak apa - apa kok...!".


Kami makan dalam diam.


***


Aku sudah melupakan kejadian waktu itu.


Hari ini harus semangat..... karena hari ini aku akan masuk kuliah, mengikuti OSPEK terlebih dahulu.


Aku sangat antusias sekali....


Mas Rian mengantarku sampai Universitas...


" Jangan genit - genit sama cowok ya.....inget sudah punya suami...! "


" Iya mas....gak usah di ingetin ....Nisa selalu inget kok... karena mas orang yang paling tampan buatku..!".


Mas Rian tersenyum mendengar jawabanku.


Setelah kucium tangannya, aku keluar dari mobil.


Aku berdiri mematung....


Ada yang menepukku dari samping.


" Hai kok bengong disini....anak baru ya....sama dong.... kenalin aku Tisa ".


" Eh iya.... aku Nisa....bareng yuk...aku gak ada teman..."


" Oke kita teman sekarang "


Dari kejauhan seorang gadis lari...menuju arah kami.


" Anak baru ya....hahh..hahh..hahh..."


Gadis itu bicara sambil ngos - ngosan.


" Iya....kalo kamu..." tanya Tisa


" Sama....anak baru juga....aku Riri..."


" Tisa....".


" Nisa...".


Kami bertiga masuk bersama.


Mahasiswa baru semuanya dikumpulkan di lapangan.


Ada seorang lelaki cukup tampan, berdiri dan memberi sambutan dan juga menyambut kami sebagai mahasiswa baru.


Sepertinya dia ketua panitia OSPEK.


Tak lupa dia memperkenalkan namanya.... Farhan....nama yang bagus.


Tisa dan Riri memandang takjub kak Farhan.


" Tampan ya Nis...?".


" Hemm ...".


" Iya benar kamu Tisa....kak Farhan sangat tampan ". Riri ikut memuji.


" Kok kamu kayak gak tertarik sih Nis..!".


" Aku sudah punya yang lebih tampan.. "


kataku.


" Wah...jadi penasaran... seberapa tampan milikmu...hi...hi..hi..", kata Tisa.


" Entar kalian juga akan tau...".


Kami masih saja mengobrol...tanpa sadar ada yang mendekati kami.


**********


Hai para readers...


Terima kasih telah mampir di sini...


Author mohon dukungannya ya...


beri like dan coment nya juga di tunggu.


Tekan juga tanda love 💖


Maaf bila masih banyak typo dimana- mana.


Jangan lupa mampir juga di karyaku yg lain

__ADS_1


judulnya " Perjuangan Yuna "


**********


__ADS_2