
# Selamat Membaca #
**********
Seminggu setelah kumpul di rumah Bunda malam itu.....Very dan Sara pergi berbulan madu.....tanpa sepengetahuan teman- temannya... Very sengaja tak memberitahukan hal ini kepada temannya itu...ia takut mereka mengrecoki bahkan menggagalkan rencananya.
" Mas Ver....kamu gak pamitan sama teman- temanmu..?" tanya Sara.
" Sengaja sayang....mereka itu rese....kamu gak tau kan...malam pertama kita aja digagalkan sama mereka..!".
" Tapi mereka tetap teman kamu mas..!".
" Mas tau...tapi mereka semua itu otaknya gesrek semua, kelakuanya mendekati gila malah...kalo ngerjain gak tanggung-tanggung..!".
" Iya....kamu juga termasuk salah satu personil mereka...!".
" He...he...he....iya juga sih....berarti tadi aku ngatain diri sendiri dong...!".
" Idiihhh..mas baru nyadar..".
" Udah gak usah ingat- ingat mereka dulu....sekarang yang lebih penting aku dan kamu....Sudah seminggu lebih aku menahannya sayang....".
Very terlalu bersemangat.... dia mulai menciumi Sara dengan gerak lumayan cepat.... sepertinya nafsu Very sudah diambang batas...
" Pelan-pelan masss....aku gak akan kemana- mana kok...".
" Iya sayang....mas pelanin nih.......".
Very perlahan mulai membuka baju Sara.... meraba dan meremas yang ada di tubuh Sara...... bibir Very tak berhenti menjelajahi wajah, bibir, leher bahkan badan Sara pun tak luput dari kecupannya.
Sampai akhirnya Very menyatukan juniornya ke sarang yang ada di tubuh Sara......
Very dan Sara pun mencapai kenikmatan bersama...peluh membasahi keduanya....
Very mengulang perbuatannya berkali- kali...sampai Sara kehabisan tenaga...
Akibat puasa seminggu lebih, kali ini Very benar- benar melampiaskan semua hasratnya yang pernah tertunda.
# Flashback Off #
"Istri gue sekarang sedang hamil... gue bentar lagi akan nyusul kalian....jadi Hot Daddy....!"
Very memberi kabar baik tentang istrinya.
" Alhamdulillah kalo begitu...berarti punya Lo tokcer Ver..? goda Maxi.
" Oh Tentu... tidak diragukan lagi...buktinya sudah ada di depan mata kan...!".
" Ya....ya...Yang lagi bahagia... sekarang waktunya membicarakan bisnis...cari uang yang banyak Ver...buat bekel bini Lo lahiran nanti..!". kata Viano.
" Oke ...gue siap...apapun tugasnya gua jabanin...demi istri dan calon anak gue..! ".
kata Very sok dramatis.
***
Hari ini pertemuan Viano dan Maxi dengan rekan bisnisnya...mereka bertemu di restoran hotel milik Rian.
" Selamat siang ..dengan pak Viano ya...!"
sapa Roni.
" Selamat siang....ya saya Viano... ini rekan saya Maxi...dan anda sendiri, apakah Roni..?"
Viano membalas sapaan Roni .
" Ya saya Roni, ini Bos saya...pak Bian...!".
" Oh...selamat siang pak Bian...dan selamat datang di hotel kami...!".
Viano menyapa Bian.
__ADS_1
" Ya , selamat siang juga....senang bertemu dengan anda....ternyata masih muda- muda anda ini..!". kata Bian.
" Bukankah anda juga masih muda ya pak...!".
balas Maxi.
" Ha...ha...ha.....ya sepertinya kita seumuran....dan tentunya kerja sama kita akan lebih mengasikan dengan jiwa muda kita...!". Bian tertawa lirih.
" Anda bisa saja pak....oke kita langsung saja pada intinya...".
Viano dan Bian mulai membicarakan kerja sama antara mereka dengan serius.
Kesepakatan pun telah mereka setujui...jadilah mereka bekerja sama.
Saat menikmati hidangan dari pihak hotel....
Tak sengaja Rian dan Sandy masuk ke restoran itu.
Melihat ada Viano dan Maxi....Rian menghampiri mereka.
" Vin....lagi ada pertemuan...? ".
Rian bertanya ke Viano tanpa melihat orang yang ada di depan Viano.
" Eh Bang....iya nih.....oh ya Bang kenalin rekan kerja samaku....ini namanya pak Bian, dan itu asistennya Roni namanya.....
Pak Bian, Pak Roni....ini abang saya Pak Rian....dialah Bos yang sebenarnya ....saya dan semua teman saya termasuk bawahan dia...!". ujar Viano.
Rian dan Bian saling memandang..... tentu saja mereka masih ingat pertemuan mereka di restoran waktu itu saat berada di kampung Nisa.
" Anda...!!!!!"
ucap Rian dan Bian bersamaan.
" Abang sudah kenal dengan pak Bian...?".
tanya Viano heran.
" Iya....kami bertemu di kampung Nisa....dia juga temannya Nisa .....Vin..!".
" Jadi kakak ipar mengenalnya bang...wah dunia sempit sekali ya....aku jadi makin yakin bekerja sama dengan anda pak Bian...".
Bian tersenyum.... ternyata suami Nisa bukan orang sembarangan....dia pembisnis handal....gue jadi gak enak dengan kelakuan gue kemaren yang sedikit merendahkannya.....gumam Bian.
" Ya sudah...lanjutkan makan kalian....aku masih ada perlu...Pak Bian...kalo ada waktu mampirlah ke rumah...!".basa basi Rian ke Bian.
" Oh ya gimana keadaan Nisa...?".
tanya Bian.
Dasar buaya...ngapain masih nanyain kabar istri gue.... kata Rian tentunya dalam hati.
" Alhamdulillah dia baik.....Nisa sedang istirahat, karena dia sedang mengandung anak kami yang kedua....! ".
" Kalo begitu selamat ya pak Rian....sampaikan salam saya ke Nisa ya Pak...!".
Bian berusaha mengakrabkan diri ke Rian.
" Ya ...InsyaAllah akan saya sampaikan..! ".
Cih.....tidak akan gue beri kesempatan Lo tebar pesona ke istri gue.....tentunya itu yang ada di pikiran Rian saat ini.
Ketika akan meninggalkan tempat...Bian berdiri mendekati Rian dan berbisik....
" Gue sekarang ikhlas dan tenang Nisa memilih Elo sebagai suami.... ternyata Elo tak seperti yang kupikirkan.......Elo orang hebat, jaga Nisa baik- baik ya....gue percaya sama Elo..!".
Rian tersenyum...... ternyata Bian punya nyali juga untuk mengakui kekalahannya....
" Terima kasih...... selamat bekerja sama dengan perusahaan kami......semoga kerja sama ini sukses dan saling menguntungkan buat kita........saya permisi........ Assalamualaikum....! ".
Bian mengangguk. senang... hatinya pun lega.....
__ADS_1
" Waalaikumsalam.........".
Mereka semua serentak menjawab salam Rian.
Viano , Maxi , Bian dan Roni melanjutkan makan mereka yang tertunda tadi akibat kedatangan Rian.
***
" Assalamualaikum.... Sayang.....! "
ucap Rian ketika dia sampai di rumah.
" Waalaikumsalam..... mas.....sudah pulang...?".
Nisa menyambut suaminya, meraih tas Rian dan menggandengnya masuk ke dalam.
" Gimana seharian tadi...?".
" Bosan...!".
" Emm...apa mau ikut mas ke kantor lagi...?".
" Entar aku pikirkan dulu....oh ya klinikku gimana mas...?".
" Sebentar lagi akan mulai pembangunan..".
" Dimana tempatnya mas...?".
" Di sana ...!".
tunjuk Rian keluar rumahnya.
" Di depan rumah kita mas..?".
" Iya...agar kamu tidak terlalu capek... mas sudah beli tanah di sebelah rumah kita....jadi bisa diperluas sampai sana.. ".
" Terima kasih mas..".
" Itu saja...?".
" Maksud mas...?".
" Cuma terima kasih saja....mas mau yang lain.. ".
" Hemmmm....itu ya....".
Nisa meninggalkan suaminya sendirian.
" Heyy...mau kemana...mas dicuekin nih...!".
" Katanya mau yang lain....".
" Benarkah....sekarang sayang..? "
tanya Rian antusias.
Nisa hanya mengedipkan sebelah matanya...tersenyum dan masih berjalan menuju kamarnya.
Melihat balasan dari Nisa, Rian dengan cepat menyusul istrinya ke kamar.
*********
Maaf Author telat update....mungkin akan dua hari sekali update nya....
Kesibukan Author bertambah....jadi harap maklum nya.
Beri dukungan terus ya....beri like dan vote nya.... juga Coment yang membangun ya...
Maaf bila masih ada typo nya.
Mampirlah di karya Author yang berjudul
__ADS_1
" Perjuangan Yuna "
**********