Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
36


__ADS_3

# Selamat Membaca #


*********


Aku mulai kepikiran kata - kata kak Gatan tentang kak Viko...mungkin saja itu benar...mengingat kak Gatan seorang senoir, seperti halnya kak Viko, pasti kak Gatan sudah tau sepak terjang kak Viko.


Sedangkan aku adalah orang yang baru mengenalnya beberapa hari saja.


Kelihatannya sih kak Viko orang baik, tapi sedikit mencurigakan juga....ah aku berfikiran positif saja.


" Nis...aku pulang duluan ya...ada perlu soalnya..! ". Riri merapikan bukunya dengan cepat, sepertinya dia buru - buru.


" Ayo Nis....pulang..." ajak Tisa.


" Sebentar Tis, aku mau ke perpus sebentar.... ada buku yang harus aku pinjam.....tadi aku lupa soalnya...".


" Mau aku temenin ngga..!".


" Eh gak usah....aku bisa sendiri kok....lagian cuma sebentar... kamu pulang aja dulu...!".


" Ya udah....hati - hati....aku pulang ya Nis...".


" Ya....hati - hati juga...!".


" Assalamualaikum... "


" Waalaikumsalam... ".


Kami berpisah di persimpangan, aku ke perpus....sedang Tisa berjalan ke arah luar kampus.


" Nis....tolong aku sebentar.... ayo ikut aku...!".


kata kak Viko panik, sambil menarik tanganku.


Aku tak bisa berbuat apa- apa, begitu kuat kak Viko mencengkeram tanganku...


Aku mulai curiga.... kemana kak Viko akan membawaku...ini kan arah menuju gudang...


aku pun mulai panik.


" Kak...kak Viko.... ini mau kemana.....kak...!".


" Aku hanya mau minta tolong padamu....masak kamu gak mau menolongku Nis..!". Viko sudah membawaku ke dalam gudang.


Setelah masuk agak ke dalam kedengar ada yang menutup pintu gudang.


Kepanikanku makin menjadi....ku lepaskan tanganku dari kak Viko dengan kuat... ketika terlepas aku langsung lari ke pintu gudang... dan ternyata benar, pintu gudang telah ditutup dan sepertinya dikunci dari luar.


Kak Viko kembali meraih tanganku.... akupun meronta....


" Tolong kak .....jangan seperti ini....apa sebenarnya mau kak Viko.... hiks...hiks...hiks...." aku mulai menangis.


" Aku mau kamu Nis....ayo kita bermain sebentar..... sepertinya asik bermain di siang hari....hemmm..." Viko menyeringai..


" Siapun tolong....tolong.... tolong aku..."


Aku berteriak sekuat tenagaku.


Viko mulai beringas dia memelukku dan berusaha menciumku....tapi kugelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, untuk menghindari ciuman kak Viko.


Aku kelelahan...Ya Allah..... tolong aku....tolong aku.....suaraku makin lirih, tubuhku mulai lemas....kesadaranku mulai hilang dan....akhirnya aku tumbang di pelukan Viko.


Viko sebenarnya agak panik, melihat aku pingsan...walaupun dia badboy, Viko sudah mulai simpati padaku....cuma karena kesepakatan yang telah ia lakukan dengan seseorang, maka dia harus menyelesaikan misinya...


Pintu gudang terbuka dengan kasar......


Gubrakkk.....


Mas Rian langsung memukul Viko membabi buta.....


" Cukup Yan....sebaiknya kau bawa istrimu....anak ini biar aku yang urus....! "


kak Gatan berusaha menghentikan Rian, karena melihat Viko yang sudah tidak berdaya.


Rian yang dipenuhi emosi , bertambah panik melihat keadaanku yang tergeletak di lantai.


Mas Rian menggendongku.....membawaku pergi... langsung membawaku ke rumah sakit.


* Flashback on *


Saat ini seperti biasa Rian sedang menunggu istrinya, Nisa...pulang kuliah.

__ADS_1


Dia melihat Tisa sahabat istrinya....


Tisa mendekat ke mobil Rian...


" Kak Rian.... sedang menunggu Nisa ya....tadi dia bilang mau ke perpus dulu..."


" Oh....terima kasih Tisa....aku akan menunggunya ...".


Setelah agak lama menunggu istrinya, Rian mulai gelisah....dia telpon HP Nisa....tapi tak kunjung diangkat..... akhirnya Rian pun masuk ke area kampus..


Dia melihat keadaan kampus yang mulai sepi....perasaannya mulai was - was...


Ditengah pencariannya dia bertemu dengan Gatan.


Melihat Rian yang celingukan dan raut muka Rian yang terlihat panik....Gatan pun memberanikan diri untuk bertanya...


" Yan...ngapain... "


" Aku mencari Nisa....dari tadi belum keluar...".


Rian masih celingukan.


" Sudah ditelpon ..!".


" Sudah , tapi tak diangkat...kata Tisa tadi, Nisa mau ke perpus, tapi ini sudah terlalu lama...!".


" Nyalain GPS nya....punya Nisa juga ada kan..!". saran Gatan.


" Kenapa tidak terfikirkan olehku.......lihat Tan....ini...".


" Ini gudang.....ayo ikut aku...!".


Gatan berlari, disusul Rian dibelakang...Farhan yang sedari tadi bersama dengan Gatan pun ikut lari bersama mereka.


Untung kunci gudang masih menggantung disana....dengan brutal Rian membuka pintu dengan kasar.


Gubrakkk.....


Pintu terbuka.... terlihat Nisa terkulai lemah di pelukan Viko.....


Melihat itu darah Rian mendidih....dengan membabi buta dia memukul Viko tanpa ampun.


* Flashback off *


***


Rian menyelonong masuk ke UGD sambil menggendong Nisa.


" Maaf pak....bapak tunggu di luar ya...."


seorang suster menyuruh Rian untuk keluar ruangan.


Rian tidak bisa duduk..... dia berdiri dan mondar mandir.....seperti setrikaan.


Pintu terbuka.... Rian langsung menyambut dokter dengan pertanyaannya....


" Gimana dokter... keadaan istri saya..."


" Dia shock berat...tapi dia sudah baik - baik saja.....eemmm ada sesuatu yang ingin saya pastikan....tapi anda sebaiknya menghubungi dokter Sara...."


" dokter Sara....sebelah mana dok....ruangannya....?".


" Suster....antarkan bapak ini menemui dokter Sara... !".


Rian bertemu dokter Sara, dengan diantar oleh seorang suster.


Rian mengernyit...dia membaca papan nama yang tergantung, dokter kandungan...


" Suster ini gak salah..."


" Gak pak....silahkan masuk..".


" dokter Sara....maaf saya mengantar bapak ini untuk bertemu anda....atas perintah dokter Rahmat..."


" Oh ya...mari pak, silahkan duduk....suster ,terima kasih ya...".


Setelah mengangguk suster itu pun pergi.


" Gimana pak...!".


" Tadi istri saya mengalami kejadian yang membuat dia shock, sampai pingsan....tapi kata dokter tadi dia ingin memastikan sesuatu, jadi dokter Sara harus memeriksa istri saya..!".

__ADS_1


" Baiklah pak...mari...".


" Berapa lama kalian menikah....? ".


" Sebulan lebih dokter.... ".


" Sebentar.... !".


dokter Sara memberi gel pada perut Nisa dan mulai mendekatkan alat itu , menempelkannya dan terus berjalan merayap di perut .


dokter Sara tersenyum...


" Istri saya sakit... anda malah tersenyum dok..!". Rian terlihat kesal.


" Anda bahkan akan melonjak bahagia, jika tau apa yang terjadi".


dokter Sara masih berkata dengan ramah dan terus tersenyum.


" Maksud dokter...! ".


" Seperti yang sudah saya duga...istri anda sedang hamil....".


dokter Sara menjelaskan dengan santai.


"Ap..apa dokter....hamil.......benarkah.....


Alhamdulillah.....!".


Rian langsung memeluk istrinya, dan terus mencium wajah dan perut Nisa.


" Benarkan saya bilang...reaksi anda akan berlebihan bukan...".


" Iya...iya dokter...terima kasih....terima kasih...


saya sangat bahagia dokter... ".


Rian langsung menelpon Bunda dan Ayahnya agar segera ke rumah sakit.


Bunda datang bersama Ayah dan juga Viano.


Mereka berjalan sedikit tergesa - gesa.


Rian langsung memeluk bunda.


" Nisa kenapa Yan....?".


Bunda sangat khawatir.


" Nisa gak apa- apa Bund......Bunda akan segera punya cucu...".


" Apa Yan...Bunda gak salah dengar kan...".


Rian mengangguk dengan cepat.


" Alhamdulillah.... Ayah, kita akan punya cucu Yah.....Bunda ingin ketemu Nisa...dimana dia..?".


" Nisa masih belum siuman Bunda.... dia dalam pengaruh obat tidur........................


Sebenarnya......


Rian menjeda ucapannya....


*********


Author mengucapkan terima kasih... bagi para readers yang mau mampir di karyaku.


Dukung karya Author ya...


beri like dan vote nya...


Coment anda juga ditunggu...


tentunya yang membangun...


Maaf juga bila banyak typo dimana- mana.


Baca juga karya Author yang lain...


berjudul " Perjuangan Yuna "


Ditunggu ya....

__ADS_1


********


__ADS_2