Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
25


__ADS_3

# Selamat Membaca #


**********


Kami masih berkumpul di ruang tengah... ditemani cemilan dan obrolan yang mungkin banyak tak berfaedahnya..


" Bang Rian.... habis nikah rencananya mau ngapain bang..." tanya Maxi


Belum dijawab Rian....Roy nyamber duluan...


" Bikin dede bayi lah....gitu aja gak tau Lo Max". Katanya.


" Emang gue masih polos..... gak ngerti yang gitu- gituan...." jawab Maxi.


" What....Maxi masih polos....apa kabar tuh si Sisil...lo ngapain berdua dikamar kemaren...pasti lagi mmmmppppttt".


Mulut Very sudah dibekap oleh Maxi.


" Gila lo Max....hampir mati gue....tangan lo bau banget.... kayak habis cebok lo....".


Nafas Very terengah - engah karena tangan Maxi yang menutup mulutnya.


" Lo ribut mulu...gue lagi nanya ama bang Rian.... dia belum jawab dari tadi...! ".


Maxi mengalihkan pembicaraan agar mereka lupa apa yang sudah Very katakan tentang dirinya.


" Oh iya.....gue sama Nisa mau langsung bulan madu." kata Rian


" Mas....kok aku gak tau ya...". aku terkejut dengan rencana mas Rian yang tanpa sepengetahuanku.


" Itu kejutan sayang....."


jawab Rian lembut.


" Owh...owh...owh....gue tersentuh...abang Rian so sweet banget sih..."


kata Steve.


" Cih....gitu doang gue juga bisa...."


sarkas Viano...untung gak pake suara..jadi gak ada yang dengar.


" Mau kemana bang bulan madunya..."


Roy ikutan kepo.


" Rahasia dong...entar kalian pada ngikut bahaya..." kata Rian.


" Wah bener bang.....takutnya si anak curut ini ngrecokin abang.".


Maksud Roy adalah si Viano.


" Tapi kok kesannya buru- buru bang.."


tanya Roy lagi.


" Soalnya Nisa sudah mau masuk kuliah.... jadi gak enak kalo baru masuk terus minta cuti..! jelas Rian.


" Nisa kuliah bang....ngambil jurusan apa?"


Very semangat sekali bertanya.


" Aku ngambil jurusan dokter..".


kali ini aku yang menjawab.


" Wah...calon bu dokter cantik.. mau dong gue diperiksa...!". goda Maxi.


" Jadi kecil dulu Lo...baru bisa diperiksa Nisa..!". kata Rian.


" Kok jadi kecil lagi bang...?".


" Iya Max....aku ngambil jurusan spesialis dokter anak.." jawabku.


" Ya udah....ngurusin adek kecilku aja gimana..?". Maxi mulai mesum.... dia menunjuk ke arah bawah.....

__ADS_1


Semua tau yang dimaksud adek kecil Maxi adalah....juniornya.


" Pletak.... bruk....."


Semua orang menghujani Maxi , ada yang mukul, menyentil, melempar makanan bahkan menonjoknya walau pelan.


" Ya Allah.... apa salah hambamu ini....kenapa mereka begitu kejam menyiksaku...!".


Maxi pura- pura menangis meratapi nasib.


" Otak lo tu Max...perlu direparasi....isinya mesum mulu....makanya jangan kebanyakan nonton film biru Lo..."


Sarkas Steve.


" Eh bocah....gak sadar lo....kita nontonnya kan bareng - bareng... " bela Maxi.


" Lo semua gak ada yang bener otaknya.... jangan- jangan elo ikutan juga Vin....".


Rian kaget mendengar tingkah kawan - kawan adiknya yang terlalu bebas.


" Gue gak ikutan bang....gue gak suka nonton yang di layar...gue maunya yang live bang....lebih asik kayaknya... ".


Viano menjawab dengan senyuman aneh.


Rian menajamkan matanya... gak percaya adiknya kok bisa ngomong kayak gitu.


" Makanya entar malam gue ikut tidur di kamar lo ya bang...boleh ya bang..?".


Viano memasang muka memelas.


" Gue juga mau tuh.." kata Maxi


" Gue juga ikutan..." Steve menambahi.


" Gue juga gak nolak bang..." Roy mengacungkan tangannya. ☝


" Lah gue diajak juga dong..! ".Sekarang Very yang mengangkat tangannya ☝


" Kalian yaa......Stres gue ngadepin kalian semua.... satu kompi sama....otaknya gesrek semua..... hadeeh.. " Rian sampai mengusap wajahnya kasar.


Woles bang......


Suara tawa mereka memecah ruangan.


Senang sekali rasanya bisa menjahili pengantin baru.


" Ayo sayang pergi dari sini...otak mereka racun semua isinya.... "


Dari pada meladeni Viano dan teman- temannya yang ngomong gak jelas...lebih baik menghindar....Rian pun menarik tanganku menjauh dari mereka.... Nuri pun mengikuti kami dari belakang.


****


Malam ini begitu spesial bagiku...makan bersama dengan keluargaku dan juga keluarga baruku...ditambah status baruku menjadi istri mas Rian.


Kami makan dalam diam....


Makan malam selesai kami berkumpul lagi di ruang keluarga.


" Nisaa....kami akan pulang besok lusa ya nak.. " kata Ayah pamitan.


" Cepat sekali Yah....Nisa masih rindu..."


ucapku sedih.


" Iya Yah...lebih lama lagi lah menginapnya....lagi pula kami belum mengajak Azka dan Aisyah jalan- jalan....kalian mau kan jalan - jalan keliling kota dengan kakakmu ini"


ucap Rian.


Mendengar kata jalan- jalan, Azka dan Aisyah senang.....dengan semangat mereka mengangguk mau.


" Iya Besan.....sekali - kali refresing....mumpung masih di kota, manfaatkan....kan punya mantu baru, sekalian peras uangnya Pak..Bu...hi...hi..hi...!".


canda bu Rani.


" Bu Rani.... bisa aja...kalo gitu saya gak bisa nolak.... jadi gak sabar mau menghabiskan uang mantu...hi..hi..hi...".

__ADS_1


ibunya Nisa menanggapi candaan besannya.


" Ibumu lucu juga Nis....persis kamu..."


kata bu Rani lagi.


Karena malam semakin larut...kami pun beranjak menuju kamar kami masing- masing.


Orangtuaku tidur di kamar tamu.


Sedangkan aku ke kamar yang baru....kamarnya mas Rian.


Mas Rian memegang tanganku lembut...menuntunku menuju kamarnya.


Ceklek.... pintu terbuka....aku dan mas Rian masuk.


Rasanya canggung... padahal aku biasa keluar masuk di kamar ini....tapi saat statusku berubah menjadi istri mas Rian kenapa berbeda rasanya.


Jantungku berdetak kencang.... pikiranku merantau kemana - mana...hatiku sedikit gelisah...apa yang akan terjadi malam ini.


Kami duduk di pinggir ranjang.... belum lama kami mendudukan pantat kami tiba- tiba.....


Tok...tok...tok...tok...tok....


Suara pintu diketuk....


" Biar aku yang bukain pintu.... sayang..."


Mas Rian mencegahku yang sudah mau berdiri.


" Elo Yan..... mau ngapain... "


Ternyata Viano yang mengetuk pintu.


Tanpa menjawab pertanyaan Rian.... dia malah dengan santainya masuk kamar dan langsung berbaring di kasur.


Aku dan Rian saling pandang, apa yang dilakukan Viano di kamar pengantin baru coba.....


" Lo ....apa yang Lo lakuin di kamar gue...keluar Vin.." kata Rian agak kesal.


" Tidurlah bang....masak mau nyuci.....gue mau tidur sini.." katanya enteng.


" Tempat tidur lo kan lebar bang... jadi bisa kali buat tidur bertiga..."


Mas Rian yang mau marah aku tahan....kupegang tangannya, ku elus dadanya agar tenang....


Biar aku yang bicara padanya....bisikku ke mas Rian.....kulihat mas Rian mengangguk.


" Vian tidur sama mas Rian ya....di kamar Vian...... Nisa biar tidur di sini sendiri... mau ya...!". kataku lembut ke Viano.


" Tapi Sayang.... "


Kuletakan satu jari di bibirku, dan kugelengkan kepala agar Mas Rian diam dan menurut dengan perintaku.


Mas Rian pun mengerti isyaratku.


" Oke.....ayo bang....gue gak mau Lo tidur sama Nisa..."


Rian hanya menurut.... anak ini benar - benar menguji kesabarannya......


********


Terima kasih para readers yang masih setia membaca karyaku.


Beri dukungan buat Author dengan cara kasih like dan juga coment.


Tekan juga tanda love 💖


Maaf bila masih banyak typo dimana- mana


Baca juga karya Author yang lain judulnya "Perjuangan Yuna"


Ditunggu ya.....


************

__ADS_1


__ADS_2