
# Selamat Membaca #
*********
Mas Rian masih tertidur di sampingku dengan lelapnya.
Viano masuk ke ruanganku dengan membawa temannya, seorang wanita cantik.
Viano menepuk pantat Rian agak kencang.
" Bang ....bangun, enak banget Lo....di rumah sakit enak- enakan ngelonin istri....lihat tempat bang.!".
" Berisik Lo Vin, ngapain kesini....bikin sumpek mata abang aja ...".
" Dih ge er....emang gue kesini mau lihat elo bang, sory ye....gue mau nengokin keponakan gue yang cantik ini...ya kan cantik.. ".
Viano menggendong putriku.
" Vin....gak di kenalin nih...!".
aku menunjuk ke gadis yang bersama Viano dengan daguku.
" Oooh ini kak......Nayara, kenalin ini kakak iparku yang cantik... Nisa namanya..."
Aku dan Nayara berjabat tangan.
" Nayara.....kak..".
" Nisa....kamu cantik sekali....pacar Viano yaaa..?".
Nayara tersenyum malu dan menundukkan kepala.
" Pinter juga kamu Vin cari cewek.... bisa bening begini.". pujiku.
" Viano... dilawan...!".
Menepuk dadanya, Viano merasa bangga.
" Cih....kluar erornya deh....oh ya Nayara kamu masih sekolah ?".
" Masih kak, aku mahasiswanya kak Vian..."
" Wuih....muridmu kamu embat Vin....bisa..bisa....kok kamu mau Nay...sama Vian....diancam ya...?".
" Eh...engga kak....cuma terpaksa aja kak..."
Nayara mulai mengikuti alurku yang menggoda Viano.
Ha...ha..ha..ha...aku dan mas Rian tertawa puas.
" Apa kamu bilang terpaksa... yang bener Nay..?".
" Eemm gak kak.....bercanda...mana berani aku sama pak dosen, bisa gak dapat nilai entar...he..he...he..!".
Ternyata Nayara gesrek juga otaknya, kukira dia anak yang kalem, aku salah besar.
" Abang gak dikenalin nih Vin..!".
" Sory lupa bang, suka gak terlihat sih.....Nay...kenalin itu abang Rian suami kak Nisa...abang gue satu - satunya yang paling ganteng, tapi setelah gue..".
" Gantengan abang lah, buktinya laku duluan....Nisa juga milihnya gue bukan elo! ".
" Itu mah karena abang nikung Vian.... coba sportif....pasti gue yang menang..!".
" Eh...eh..eh...malah ribut gak jelas...tuh anakku jadi nangis....bawa sini Vin, mau nyusu kali..!".
Vian memberikan bayi mungil itu kepadaku.
" Nih kak....namanya siapa kak..?".
Viano mengingatkanku.
" Aku hampir lupa Vin.....mas boleh aku yang memberi nama...?".
mas Rian mengangguk.
" Rianis Zenata Syahreza "
" Nama yang cantik , mas suka.... panggilnya dek Zena....gimana.?". tanya Rian.
" Vin, kamu keluar dulu ya, aku mau menyusui dek Zena nih..!".
" Viano disini aja kak....Vian mau lihat..!".
" Viannnn.....ayolah....kamu masih kecil gak boleh lihat dulu.... kalo ngiler bahaya entar..!"
Rian memperingati Viano.
__ADS_1
Viano berjalan dengan malas....
" Ayo Nay kita ke kantin aja....baru datang dah di usir... ". Viano pergi dengan menggerutu..diikuti oleh Nayara yang mengekor dari belakang.
***
Saat ini aku sedang sendiri dengan putri kecilku...Zena...yang masih terlelap karena kenyang habis menyusu.
Mas Rian sedang mengurus administrasi rumah sakit, rencananya hari ini aku akan pulang ke rumah.
Pintu kamarku diketuk....
Tok...tok...tok...tok....
" Masuk...!". kataku.
" Nisa...".
" dokter.... eh kak Sean.....masuk kak..!".
" Gimana kabarmu Nisa ..?".
" Alhamdulillah, aku baik kak..".
" Bayimu...?".tanya Sean.
Aku menunjuk ke arah box bayi.
" Bayimu cantik, persis seperti dirimu Nis.!".
Kak Sean secara tidak langsung memujiku, aku tersenyum malu.
" Kak Sean berlebihan.....Nisa jadi malu nih...".
ucapku.
" Kamu bertambah manis kalo malu gitu Nis.... oh ya aku ada hadiah kecil untukmu... ".
" Apa itu kak...?".
Aku mulai penasaran.
Mas Rian masuk ke ruanganku....
" Eh...ada dokter Sean... sudah lama dok..?".
" Makasih ya dokter Sean !".
" Maksudnya mas ?".
Aku bingung kenapa mas Rian mengucapkan terima kasih pada kak Sean.
" dokter Sean menggratiskan biaya rumah sakit sayang, dia pemilik rumah sakit ini..".
jelas mas Rian.
" Benarkah itu.....terima kasih banyak kak..!".
" Sama - sama, itu hadiah kecil yang tadi aku bilang ke kamu Nis". ucap Sean.
" Itu gak kecil kak.....bahkan berlebihan....apakah kamu tidak akan rugi jika membebaskan biaya persalinanku, itu tidak sedikit loh kak..!".
" Ha...ha...ha...ha...Nisa...Nisa....jangan pikirkan itu...bagiku itu tak seberapa...".
" Tapi aku gak enak kak.....kalo begitu kami akan mengundang kak Sean untuk makan malam di rumah....mau ya kak..!".
" Baiklah kalo kalian memaksa....kalo begitu aku permisi dulu....".
dokter Sean telah keluar dari ruanganku.
" Kok kamu manggilnya dokter Sean dengan sebutan "kak" sih sayang....?".
" Oh itu, dia yang minta mas....biar akrab aja katanya.... emang kenapa mas?".
" Eemm gak apa- apa kok sayang..".
Haruskah kubilang aku cemburu, aku merasa dokter Sean agak berbeda, dia seperti menyukaimu Nis......semoga aku salah dengan prasangkaku.....gumam Rian dalam hati.
***
Aku dan bayiku kecilku sudah berada di rumah Bunda Rani...
Bunda , Ayah...bik Sumi dan para pembantu yang lain , semua menyambut kedatangan kami dengan sukacita.
Bunda langsung mengambil si kecil Zena dari gendonganku.
Kebahagiaan bertambah di rumah ini, dengan kehadiran anggota keluarga baru yaitu Zena.
__ADS_1
Seminggu sudah usia Zena....acara aqiqoh untuk putri kecilku sudah dilaksanakan.
Semakin hari Zena bertambah gembul dan menggemaskan.
Baby Zena sangat disukai banyak orang....jangankan Bunda.... teman- teman Viano yang gesrek itupun sering ke rumah untuk sekedar bermain dengan baby Zena.
" Nis...buatin gue satu yang kayak gini ya...!".
Maxi mulai hal konyolnya.
" Eh dodol.....buat apa kamu minta bayi...?".
tanya Roy.
" Buat mainan laahh..".
jawab Maxi santai.
" Buat sendiri max....pikirmu gak sakit apa melahirkan.. ". kataku.
" Sama siapa Nis....bolehkah denganmu...?".
Maxi memang benar konyol.
" Pletak... "
Dari belakang Rian memukul kepala Maxi.
" Cari wanita lain.....jangan istriku....bisa kubunuh kau..!".
Muka Rian terlihat kesal, kenapa teman Viano otaknya setengah semua....gumamnya.
Sedang yang lainnya tertawa puas melihat Maxi teraniaya.
" Rasai tuh.....singa penjaganya marah...ha...ha..ha..". tawa Steve.
" Lo Semua gak ada yang belain gue..!".
Maxi memelas.
" Bela Lo....dih rugi...gak ada manfaatnya....banyak mudhorotnya..".
omongan Very juga gak jelas.
" Aku heran sama kamu Vin....kok kuat ya berteman sama keempat anak curut ini...ck..ck..ck...sehari saja bersama kalian sudah membuat kepalaku vertigo....apalagi seminggu..... duuhh gak kebayang aku..".
Aku mulai pusing dengan ocehan mereka.
" Kakak ipar gak tau aja....aku hanya pura - pura berteman dengan mereka.... aku hanya kasihan ....ha...ha..ha...!".
Viano bicara sambil berlari menghindari kejaran ke empat temannya.
" Vianooooo awas Lo......kejar dia sampai dapat...."
Teriak Roy.
Mereka berlari mengejar Viano.... sampai di kolam renang, mereka menceburkan Viano ke kolam....Viano pun menarik mereka untuk ikut berenang....akhirnya mereka semuanya masuk ke dalam kolam renang.
Aku senang dengan pertemanan Viano dengan mereka.....terlihat sangat akrab bagai saudara....mereka saling menyayangi.
***
* Baby Zena *
*********
Hai para readers.... terima kasih telah mampir di karyaku.
Author mohon dukungan para readers..
Beri like dan juga vote nya ya
Beri juga coment yang membangun.
Tekan juga tanda love 💖
Maaf bila masih ada typo dimana- mana
Mampir juga di karyaku yang lain.
judulnya " Perjuangan Yuna "
ditunggu....
********
__ADS_1