
# Selamat Membaca #
***********
Cutiku sudah habis...kini saatnya aku bekerja kembali.
Seperti biasa mas Rian mengantarku ke rumah sakit.
Saat di dalam ruanganku... Kak Sean menghampiriku.
" Nis... kamu sudah sehat..!". tanya Sean
" Kalo belum sehat, tentu saja aku tidak berada di sini kan..!".
" Betul juga sih.....syukurlah kalo sudah sehat, jadi kamu sudah bisa bekerja lagi......aku kangen loh sama kamu..!".
" Kak Sean... mulai deh..! ".
" Kan memang kangen.... gimana dong..!".
" Sekarang sudah ketemu.. kangennya dah ilang kan...sekarang kak Sean keluar dari ruanganku..! ".
" Kalo sama kamu mah kangennya gak pernah ilang Nis....justru bertambah tiap hari....Nisss...akuuuu..!"
Sean tidak melanjutkan ucapannya.
" Apa lagi kak..?".
" Kalo aku masih suka kamu gimana Nis..!".
" Kita sudah pernah bahas ini kan kak....aku hanya menganggapmu sebagai seorang kakak saja....kuharap kak Sean mengerti posisiku.....aku wanita bersuami, kalo kak Sean lupa itu.... batasan kita sangat lebar kak...aku berharap kak Sean menemukan seseorang yang dapat mengisi hati kak Sean dengan tulus..! ".
Sean menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar
" Hhuuhhh..... aku sudah pernah mencobanya Nis....tapi gagal , dipikiranku hanya ada kamu...aku tak tau lagi gimana caranya Nis..!".
Sean merasa frustasi jika harus melupakan Nisa.
" Kak Sean, kamu hanya terobsesi padaku...bukan cinta namanya.... ikhlaskan dulu hatimu, untuk menerima bahwa aku sudah milik orang lain, lalu bukalah hatimu, lihatlah ke depan, carilah kebahagiaan untuk dirimu kak...aku akan selalu mendukungmu..dan jangan lupa... minta sama yang di atas...!".
Tangan Nisa menunjuk ke atas...berharap Sean lebih mendekatkan diri pada sang Pencipta agar hatinya tenang.
" Akan kucoba Nis...Nis, kamu gak marah sama aku kan?".
" Kenapa harus marah.... kamu adalah temanku....sesama teman juga harus saling mengingatkan jika temannya salah jalan..".
" Terima kasih, kamu masih menganggapku teman.....dan jangan menghindariku karena masalah ini....janji ya Nis..!".
" InsyaAllah kak Sean...! ".
" Baiklah... aku pergi dulu..!"
"Emmm Nis...ada satu lagi yang ingin aku omongin sama kamu....tapiii..!".
" Tapi apa kak..?".
" Kamu jangan marah ya..!".
" Katakan saja..!".
" Janji dulu tidak marah..!".
" Kakkk...!".
" Pokoknya janji dulu..!".
" Baik...aku janji..!".
" Itu....itu....waktu itu.....eeemm waktu kamu habis pingsan dan tertidur.... aku...aku...!".
__ADS_1
Sean gugup....ucapannya terputus- putus...ia ingin jujur tapi juga merasa takut Nisa akan marah.
" Apa yang kakak lakukan sehingga gugup begitu...?".
" Aku ...aku menciumu Nis....maaf..!".
Sean mengucapkannya lirih.
Nisa melotot... tak percaya apa yang telah Sean katakan.
" Ka..kamu sudah janji kan Nis..!"
Sean takut melihat ekspresi Nisa.
" Dimana kak Sean menciumku..!!".
kata Nisa agak menekan dan tegas.
" Di...di sini....di bibirmu...!"
Sean mengarahkan jarinya ke bibir.
" Kak Seannn.....apa yang kamu lakukan... jadi waktu itu yang aku rasakan bukan mimpi....dan...dan aku menikmatinya... aarrggghhhh tidak......".
Nisa juga tidak bisa menyalahakan Sean sepenuhnya.....karena dia juga tidak menolak ciuman itu.
Sean tersenyum melihat tingkah Nisa.
" Kenapa kak Sean tersenyum..! ".
" Tid...tidak Nis....aku gak tersenyum..! ".
" Waktu itu aku bermimpi dicium mas Rian, dan itu memang seperti nyata......ternyata kak Sean yang melakukannya..!"
" Maaf Nis..!".
" Kak Sean menikmatinya..!!!!!! ".
Kata - kata Sean jadi kacau.
" Berapa lama kak Sean melakukannya..!!!"
Nisa terus mencecar Sean.
" Aku tidak melihat jam Nis.....waktu itu hanya sekilas....tapi melihat kamu membalas ciumanku, aku jadi lupa diri Nis.....sampai akhirnya aku gak kuat....karena.... karena itu....!".
" Karena ...apa kak..!".
" Karenaaaaa........juniorku bangun Nis...jadi aku menyudahinya...!".
" Kak Seannnnnnn.....apa yang harus aku katakan ke mas Rian.... dia pasti marah besar..!".
Nisa mengusap wajahnya kasar..
" Tolong jangan katakan ke Rian.... Nis.... aku gak punya muka untuk menghadapinya..!"
" Kalo tau begitu kenapa kak Sean melakukannya, seharusnya kamu berfikir dahulu , sebelum kamu melakukan hal itu kak....!"
" Gimana bisa berfikir Nis......kamu menggodaku..!".
" Kok aku yang salah....bagaimana bisa orang tidur menggoda mu kak..!".
" Buatku kamu selalu menggoda Nis..!".
" Cih...alasan mu saja kak..".
" He...he..he...". Sean malah cengengesan.
" Aku tetap akan memberitahukan pada mas Rian... kak.....aku tidak mau dia tau dari orang lain....aku harus jujur padanya...!".
__ADS_1
" Tidak ada yang tau Nis....kecuali aku dan kamu..!".
" Kamu yakin kak..?".
" Yakin...karena waktu itu aku sudah mengunci pintunya..!".
" Mengunci pintu...!!!!..... berarti kamu sudah merencanakannya kak..!!!!".
" Gak gitu juga Nis, aku hanya ingin menikmati waktu hanya berdua denganmu...biar gak ada yang menganggu.....tapi karena aku lama memandangimu, jadinya aku khilaf Nis, tanpa sengaja aku reflek menciumu Nis..".
Jelas Sean.
" Aahhh...sudahlah.... gak usah dibahas....pusing kepala jadinya..! "
" Kamu sakit Nis..?".
" Kak Sean yang bikin aku sakit tau..!".
" Ya maaf kalo gitu...kamu mau maafin aku kan?".
" Belum... aku belum bisa maafin kak Sean... sekarang kak Sean keluar aja dulu...biarkan aku bekerja...kamu mengangguku terus..!".
Sean pun keluar...dengan langkah gontai.
" Nis..!".
Nisa diam...hanya memandang ke lain arah...akhirnya Sean menyerah keluar dari ruangan Nisa.
Seharian Nisa menyibukkan diri untuk melupakan apa yang telah Sean lakukan padanya.
Nisa juga bingung bagaimana caranya ia memberitahukan kejadian ini kepada suaminya, Rian.
Di rumah Rian merasakan kelakuan istrinya agak lain.
Dia tidak berani menanyakannya, hanya ia pendam di falam hati saja.... pikirnya bawaan orang hamil mungkin.
Sudah seminggu Nisa berkelakuan agak aneh...Rian pun sudah tidak tahan untuk menanyakannya.
" Sayang....kamu kepingin sesuatu..?".
" Eemm gak mas...!".
" Tapi aku merasa ada yang aneh padamu akhir- akhir ini..!".
" Masa sih mas, perasaan Nisa biasa aja deh mas..!".
" Jujur sama Mas , sayang....mas tau ada yang kamu sembunyiin dari mas....ceritalah..!".
" Sebenarnya ada mas....tapi Nisa gak tau mulainya dari mana....Nisa juga takut kalo nantinya mas Rian marah ke Nisa..!".
" Mas gak akan marah sayang....dari pada kamu pendam, itu malah akan membuatmu kepikiran.... kamu lagi hamil sayang, gak boleh mikir yang berat- berat..!".
Setelah Rian berjanji tak akan marah....Nisa pun menceritakan apa yang terjadi waktu itu di rumah sakit ketika dia kelelahan terus pingsan.
*********
Terima kasih Author ucapkan bagi para readers yang mampir di karyaku.
Beri like dan vote nya ya
Tekan juga tanda love nya💖
Coment anda juga saya tunggu.
Maaf bila masih ada typo nya
Mampir juga di karyaku yang berjudul
" Perjuangan Yuna "
__ADS_1
**********