
# Selamat Membaca #
*********
Aku sungguh tidak tau, kalo hotel ini milik suamiku...aku memang tidak pernah bertanya apa- apa yang dimilikinya....
Aku juga tidak tau seberapa kayanya suamiku.
" Ternyata suamiku ini kaya raya ya...?".
" Baru tau kamu sayang...".
" Jadi aku beruntung dong, bisa mendapatkanmu...?".
" Tentu saja.... aku tampan, kaya...perhatian.... apa lagi coba....".
" Kamu memuji dirimu sendiri mas....ternyata kamu narsis juga...sebelas dua belas sama adikmu, Viano.. ".
" Dih...kok bawa - bawa Viano, mas gak suka ya..kamu ingat- ingat dia...!".
" Yee...masih cemburu aja...".
" Ya cemburu, kamu tadi keenakan dipeluk sama dia..".
" Bukannya mas juga keenakan dipeluk sama kak Mesya....sampe keringetan lagi....mas menikmatinya ya...?".
" Mana ada sayang.... menikmati itu kaloooo....begini....!".
Mas memeluk dan menciumiku, kasur yang kami tempati sampai berantakan.
" Aaaahhhhh mas.....sudah....sudah....ampun mas....gak...jangan.... aku lelah... mau istirahat... tolong mas sudah...aaauhhh...!".
Aku meronta ...mas Rian juga membuatku kegelian.
" Kamu nya sih nakal.....mas jadi gemes...sayang...".
" Katanya mau nemuin tamu....sana....aku gak jadi- jadi mau istirahat mas gangguin terus..".
" Ya udah ....tidurlah....kumpulkan energimu untuk tempur entar malam.....mas tinggal dulu ya...!".
Kututupkan selimut sampai kepalaku tak terlihat, pura - pura tidak dengar apa yang baru saja mas Rian katakan.
Sebelum meninggalkanku di kamar, mas Rian mencium kepalaku yang tertutup oleh selimut.
***
Acara resepsi kemaren lumayan sukses dan lancar, walaupun ada insiden kecil yang sempat menganggu.
Kuliahku berjalan dengan lancar , meski ini kehamilan pertamaku tidak membuatku jadi orang yang manja.
Tiga bulan sudah usia kandunganku....dimana bulan ini juga Viano, adik mas Rian akan melaksanakan wisudanya.
Kami berempat berangkat menuju tempat wisuda Viano.
Ke empat teman Viano pun sudah ada di sana.
Viano lulus lebih dahulu dari teman - temannya, karena memang otak Viano yang diatas rata - rata.....bahkan dia lulus dengan predikat Summa Cumlaude.
Tentu saja Ayah, Bunda dan Mas Rian bangga dengan prestasi Viano.
Akupun begitu, tak mengira dibalik tingkah konyolnya ternyata Viano anak yang cerdas.
Acara wisuda selesai, dilanjutkan acara foto - foto. Setelah puas foto dengan teman- temannya....giliran sekarang Viano akan berfoto bersama kami.
Pertama Viano berfoto dengan Ayah dan Buedengan berbagai gaya...
Terus dengan aku dan mas Rian.
Lalu berfoto seluruh anggota keluarga.... Ayah, Bunda, mas Rian dan aku.
" Gue mau foto sama kakak ipar berdua aja...!". pinta Viano.
" Gak boleh..! ". tentu saja ditolak oleh Rian.
" Inget bang....ini permintaan keduaku....abang gak bisa nolak...he..he..he..."
Viano mengingatkan Rian tentang tiga janjinya pada waktu itu.
" Sial gue dikadalin sama bocah tengil...".
Rian pasrah, ia menyesal akan janjinya yang pernah ia ucapkan.... jadinya Viano menggunakan ini untuk mengerjainya.
Akhirnya Rian merelakan istrinya berfoto berdua saja dengan Viano.
__ADS_1
Viano mulai tersenyum licik.... kesempatan mengerjai abangnya, tak mungkin disia - siakan.
Viano merangkul pundak Nisa....sontak Rian protes.
" Hai....gak pake peluk - peluk Vin....istri abang itu..!".
Sang fotografer hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, melihat dua kakak adik yang dari tadi terus berdebat.
" Ini kapan saya ambil fotonya, kalo mas - mas ini ribut mulu..!".
Si fotografer mulai kesal.
" Eh iya mas...maaf ya...".
" Siap ya.....1...2...3.....".....Cekrek...
Pada hitungan ke tiga saat foto dimulai..Viano secepat kilat mencium pipi Nisa....setelah itu dia kabur bersama teman- temannya.
" Vianoooooo....awas kamu ya!".teriak Rian.
" Ha..ha..ha....ha...makasih bang...".
kata Viano sambil lari.
Aku sendiri kesal dengan kelakuan Viano, tapi gak bisa berbuat apa- apa....percuma juga ngladenin Viano, bisa stres sendiri.
Ayah dan Bunda hanya tersenyum, Sedang Rian mulutnya terus meracau....padahal yang diomelin orangnya sudah kabur entah kemana.
***
dokter Sean kali ini sedang menemui dokter Sara.
" Heh...doktet Sean, ada angin apa yang membuatmu datang ke ruanganku...?".
" Tidak ada, aku hanya berkunjung.....eeemm bolehkah aku bertanya..? ".
" Silahkan dokter.... saya siap menjawab! ".
" Saya ingin bertanya, kira - kira kapan Nisa cek kandunganya...?".tanya dokter Sean ragu - ragu.
" Kalo tidak salah hari ini dok...eh ada apa nih....jangan bilang dokterrr....suka yaaa...?".
dokter Sara menggoda dokter Sean.
" Eh engga..... tapi apa kelihatan seperti itu dok.?".
Kenapa Sara bisa menebak apa yang aku pikirkan....sial, jadi malu aku....gumam dokter Sean.
" Sudahlah dok, jangan dipikirkan....kalo jodoh gak kemana, kalo sekarang anggap saja anda belum beruntung.... ya kan dok?".
" Hemmm...". jawab Sean singkat.
dokter Sean pun meninggalkan ruangan dokter Sara.
Tak lama pintu ruangan dokter Sara diketuk...
" Silahkan masuk......Hai bu Nisa.... mari silahkan duduk...? ".
" Makasih dokter Sara... ".
" Tumben sendiri...Suami mana..? ".
" Itu sedang terima telpon dok...".
" Kalo begitu langsung diperiksa aja ya...".
Setelah diperiksa, diberi resep....lalu Nisa keluar ruangan... dia duduk di ruang tunggu,
Begitu lama dia menunggu suaminya yang tak kunjung datang.
" Kemana mas Rian, tadi katanya mau nelpon doang, tapi ini sudah lama sekali..".
Tiba - tiba ada yang menyodorkan minuman mineral ke Nisa, Nisa pun mendongak ke atas untuk melihat siapa yang memberinya minum..
" Eh dokter Sean.... makasih ya dok! ".
" Sama- sama..... boleh saya temani...saya gak tega ada wanita cantik duduk sendirian...takut dikerubungi lalat...he..he..he...!".
dokter Sean terkekeh.
" Silahkan dok.....dokter ternyata bisa melucu juga...".Nisa ikut terkekeh.
" Lagi nunggu suami ya Nisa..?"
__ADS_1
" He..he..he....itu dokter tau...".
" Nisa, panggil aku Sean saja.... agar lebih akrab...".
" Mana bisa....itu gak sopan dok..!".
" Bagaimana kalo panggil nya kak Sean.. hemm!".
" Baiklah kak Sean..... he...he..kenapa terdengar aneh ya...!".
" Coba ulangi Nis...!".
" Kak Sean yang tampan.... ha..ha..".
" Kau memujiku Nisa...?".
" Oh itu....aku terpaksa..ha...ha...ha...".
Wanita ini lama - lama bisa membuatku gila, mungkin aku salah punya rasa ini, tapi aku begitu nyaman berdekatan dengannya..... jantungku berdebar kencang, apakah ini cinta..... gumam dokter Sean.
" Hai kak Sean ...jangan melamun, entar ketampanannya luntur loh...".
" Eemm Nis......aku...".
Belum selesai Sean bicara, Rian sudah datang menghampiri mereka.
" Maaf sayang.... membuatmu menunggu lama...apakah kau merasa bosan ?".
" Tidak mas....ada kak Sean yang menemaniku...".
" Terima kasih ya dok... telah menemani istri saya..!".
" Sama - sama.... saya permisi dulu....mari Nisa,pak Rian....".
" Sekali lagi terima kasih..".
" Hemm".
" Sudah selesai periksanya Sayang..?".
" Sudah dari tahun lalu....mas kemana saja...sampai berjamur dan ubanan menunggumu..."
" Coba kulihat ...manaaaa.... tak ada jamur sama ubannya...".
Rian pura - pura mencari jamur dan uban yang dikatakan Nisa....Nisa lalu memukul lengan suaminya, ingin kesal akhirnya gak jadi.
" Mas nyebelin.."
" Tapi kamu cinta kaannnnn..!".
" Sayangnya iya tuh.. ".
" Kita pulang sayang....! ".
Nisa pun digandeng suaminya keluar dari rumah sakit.
**********
* dokter Sean *
* dokter Sara *
*********
Para readers yang baik....Terima kasih ya mau mampir di karyaku.
Beri dukungan untuk ku ya...
Karena karya ini aku ikutkan kontes.
Beri like dan vote nya...
Jangan lupa coment nya juga...
Tekan pula tanda love. 💖
Maaf bila masih banyak typo dimana- mana
Para readers mampir juga di karyaku yg lain judulnya "Perjuangan Yuna"
__ADS_1
Ditunggu......
*********