Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
40


__ADS_3

# Selamat Membaca #


**********


Rian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang...


" Mas...aku ingin makan mie ramen mas...".


" Oke....siap sayang... ".


" Stop..stop mas....berhenti dulu di sini..."


Ckkiitt....suara gesekan ban mobil yang di rem mendadak.


" Astagfirullahhaladzim.... sayang, jangan mendadak gitu dong.... bahaya tau...!".


Rian mengelus dadanya yang lumayan shock.


" He..he..he...maaf ...aku mau itu mas..."


Tunjukku ke arah para pedagang yang berada di pinggir jalan.


" Jangan yang itu sayang, takut gak sehat..."


Tanpa menjawab mas Rian, aku sudah berjalan menuju para pedagang itu.


Aku kembali ke mobil dengan membawa banyak kantong makanan. Mas Rian melihatku dengan tatapan aneh.


" Yakin sayang.... kamu mau makan ini semua...?".


" Bukan aku yang akan makan....tapi kamu mas.....kalo aku maunya tetep mie ramen, ayo buruan... "


Mas Rian melongo mendengar jawabanku...dari pada berpanjang kalam...lebih baik menjalankan mobilnya...


Soalnya bumil yang satu ini lagi sensitif - sensitifnya.....nurut saja, kalo engga....bisa - bisa gak dapat jatah malam ini....pikir Rian.


***


Hari ini Rian mengajak istrinya untuk ke dokter, mengecek kesehatan Nisa menjelang resepsi pernikahan.


Kami masuk ke ruangan dokter Sara.


" Assalamualaikum dokter Sara.. ".


" Waalaikumsalam..... silahkan duduk....dengan..?".


" Nisa dok....yang waktu itu aku pingsan dok".


" Ooh...ya...ya....saya ingat, bu Nisa... nama suaminya...?".


" Saya Rian....bu dokter.. ".


" Baiklah... sekarang berbaringlah bu Nisa.!".


Aku berbaring sesuai dengan perintah dokter Sara, dokter Sara pun mulai memeriksa keadaanku.


" Lihatlah di monitor...itu calon bayi anda... ".


dokter Sara menyuruh Rian untuk melihat ke arah yang ditunjuknya.


" Kecil sekali....hanya sebesar bulatan hitam.".


kata Rian.


" Iya, ini kan masih dalam trisemester pertama, nanti akan bertambah besar dan berbentuk bayi sejalan dengan bertambahnya bulan..." jelas dokter Sara.


" Sudah bu Nisa.....Alhamdulillah kandungan anda sehat ...dijaga pola makannya ya...apakah anda mual - mual..?".


" Ya dok....tapi tidak terlalu, yang paling parah kalo pagi, untuk makanan sepertinya masuk semua, kecuali nasi dok.....saya gak berselera, bahkan mual kalo memakannya..." jawabku


" Gak apa-apa, itu wajar bagi wanita hamil....yang penting makanan lainnya masih bisa masuk...saya beri vitamin dan juga pereda mual..."


" Oh ya , sekalian kami mau ngasih undangan ke dokter, datang ya dok...ke resepsi pernikahan kami...".


" Eh iya....terima kasih telah mengundang saya....InsyaAllah saya akan usahkan datang".

__ADS_1


" Kami permisi ya dok, oh ya dok....saya mau nanya ruangan dokter Sean dimana ya ?".


" Suster tolong antarkan bu Nisa sama pak Rian ke ruangan dokter Sean..!".


" Baik dokter... ".


" Makasih ya dok....kami permisi... Assalamualaikum...".


" Sama - sama....Waalaikumsalam... ".


Aku dan Mas Rian mengikuti suster menuju ruangan dokter Sean.


Tok..tok...tok...tok...


" Masuk..." suara dari dalam ruangan.


" Permisi dokter Sean, ada yang mau ketemu dengan anda.. ".


" Permisi dokter Sean, maaf mengganggu..!".


" Oh Nisa...silahkan masuk....terima kasih suster telah mengantarkan tamu saya...".


" Ayo silahkan duduk...! ".


" Makasih ya sus....!".


Aku juga mengucapkan terima kasih pada suster itu.


" Ada yang bisa saya bantu...?".


" Oh, engga dok...kami kesini hanya ingin mengantar undangan resepsi pernikahan kami ke dokter..... tiada kesan tanpa kehadiran anda...!".


aku tertawa kecil.


" Bisa aja kamu Nis....saya akan usahakan untuk datang..!".


" Bener ya dok.....saya tunggu loh...dan jangan lupa kadonya ya dok....he..he..he..!".


" Ha...ha...ha...ha....siap....siap....saya akan berikan kado yang istimewa untuk kalian..!".


" Waalaikumsalam...!".


Anak Itu..sayang sekali sudah bersuami, tetapi kenapa akhir- akhir ini aku sering memikirkannya... dia begitu istimewa, mungkinkah ada kesempatan bagiku untuk bisa bersanding dengannya..... semoga saja....dokter Sean bergumam.


***


Hari ini resepsi pernikahan Nisa dan Rian di gelar , bertempat di hotel milik keluarga Rian.


Dekorasinya begitu mewah....Rian benar- benar mewujudkan pernikahan yang megah untuk memberi kejutan pada istrinya, Nisa.


Semua anggota keluarga sudah berkumpul , begitupun dengan keluarga Nisa dari kampung....mereka juga sudah berada di hotel ini.


Teman- teman Nisa semua didandani dengan memakai kebaya seragam....Nuri, Ani, Fitri dan Santi..... ditambah duo ceriwis , alias Tisa dan Riri...mereka terlihat begitu cantik dan anggun.


Untuk para cowok.... tentu saja ada Viano, tak ketinggalan para cowok gesrek, yaitu Roy , Maxi , Steve dan Very.... Gatan dan Farhan juga ikut bersama mereka.


Pasangan pengantin pun masuk , diiringi musik yang lembut....


Seperti raja dan ratu....Nisa begitu cantik berbalut gaun pengantin yang indah... bersanding dengan Rian yang juga sangat tampan , memakai setelan jas yang menambah kegagahannya.


Semua mata tertuju kepada kedua pasangan yang akan menjadi raja dan ratu malam ini.


" Nisa begitu cantik sekali......kalo aku punya yang kayak gitu, gak aku ijinin keluar...aku kurung terus dia di kamar...".


Maxi mulai menghayal.


" Eh Kura......Lo mau istri apa piara hewan...main kurung aja...gak mikir..."


Roy heran, temannya yang satu ini kalo urusan wanita mah gak ada duanya.


" Lah terserah gue dong....mau gue kurung kek, kandangin kek....yang penting punya gue...bukan punya Elo...!".


" Masa bodo lah Max....yang mau dikawinin aja belum ada, pake ngayal mau dikurung di kamar lagi....kucing tetangga noh nganggur Max..".


Steve mulai ikut terprovokasi.

__ADS_1


" Heh sudah.... kalian ini membicarakan hal yang tidak penting... ayo kita ke panggung...! ".


Very mengajak teman- temannya.


" Mau ngapain...? " tanya Roy.


" Mau nyanyi Bambang......masak mau nyuci baju sih.....ayo buruan...! ".


" Mas Rian, lihat itu....ngapain boyband gendeng itu pada naik ke panggung.... perasaan Nisa kok gak enak ya mas....pasti bikin rusuh nih..."


Empat orang itu pasti akan melakukan hal konyol....pikirku.


" Biarin aja....lumayan hiburan gratis sayang..!".


Benar saja, mereka benyanyi sambil bercanda.... dari lagu pop, dangdut sampai lagunya Didi kempot pun mereka nyanyikan.


Ku kira akan memalukan....justru para tamu sangat antusias, ada sebagian dari tamu ikut larut bergoyang dan tertawa.


Tepuk tangan riuh dari para tamu..


Lagi....lagi...lagi.....


Para tamu ingin mereka tampil lagi.


Dasar para bocah tengil, mendapat sambutan yang meriah, mereka semakin menggila....


untuk para wanita, terutama para gadis ...mereka berteriak histeris melihat para cowok tampan yang berada di atas panggung.


Kita tinggalkan sejenak para bocah sableng itu...kini beralih ke kedua mempelai yang berada di pelaminan.


Tamu yang kutunggu telah datang...


" Terima kasih dokter....anda tamu istimewa bagi kami...".


" Selamat ya untuk kalian....ini hadiah kecil dariku...semoga kalian menyukainya... "


" Ih dokter, gak perlu repot - repot.... jadi enak nih aku....he...he...he...".


" Kamu lucu Nis...!".


dokter Sean bertambah makin suka denga Nisa.


"Oh ya...silahkan dokter, hidangannya dicicipi...!".


Tak lama dokter Sara juga datang....


" Selamat ya bu Nisa , pak Rian...! ".


" Makasih dok atas kedatangannya....silahkan dokter nikmati acara dan hidangannya...!".


Semua larut dalam kegembiraan...


Ayah Bunda mas Rian juga terlihat sangat bahagia malam ini.


Begitupun dengan Ayah dan Ibuku....mereka tak henti - hentinya mengucap syukur pada Allah.


*********


Terima kasih selalu Author ucapkan bagi para readers yang mampir membaca karya Author.


Beri terus dukungan untuk Author ya...


Kasih like juga vote nya..


Coment nya juga ditunggu


Tekan pula tanda love 💖


Maaf bila masih ada typo dimana- mana


Mampir juga di karya Author yang lain..


judulnya " Perjuangan Yuna "


*********

__ADS_1


__ADS_2