
# Selamat Membaca #
*********
Seperti janjiku sebelumnya, malam ini kami mengundang kak Sean untuk makan malam di rumah kami.
Aku juga mengundang dokter Sara... sebagai ucapan terima kasih telah membantu proses persalinanku.
Suara bel rumah berbunyi...
Ting tong.... ting tong...ting tong....
Saat itu aku dan bik Sumi sedang menata makanan di meja makan.
" Biar Nisa saja bik yang bukain pintu.... bik Sumi lanjutin ini saja biar cepat selesai.... soalnya tamunya sudah datang...! ".
Aku bergegas membuka pintu.... "Ceklek"
Benar saja, tamu yang aku tunggu telah datang...
" Assalamualaikum... "
ucap kak Sean dan dokter Sara bersamaan.
" Waalaikumsalam.. "
" Eh kak Sean, dokter Sara.... kok bareng....janjian yaaa?".
Aku coba menggoda mereka.
Kulihat dokter Sara tersipu malu.
" Gak kok Nis...aku bertemu dengan dokter Sara tadi di depan..".
Sepertinya Nisa mau menjodohkanku dengan dokter Sara, taukah kau Nisa... kalo aku begitu mendambakanmu...aku mencintaimu Nis....Sean berkata dalam hatinya.
" Eh...ayo masuk...masak tamunya bengong aja di pintu..mari silahkan....."
" Ayah, Bunda....ini ada dokter Sean dan dokter Sara..".
" Oh ini ya dokter Sara yang bantu kamu lahiran ya Nis...... cantik, masih muda lagi..".
Bunda memuji dokter Sara.
" Terima kasih ya dokter....telah membantu menantu saya...!".
" Sama - sama Bu....ini sudah menjadi tugas saya kok...".
ucap dokter Sara malu - malu.
" Kalo ini dokter Sean yang punya rumah sakit tempat Nisa melahirkan.....waahhh Ayah gak nyangka ternyata dokter Sean masih muda dan sangat tampan..... Ayah kira orangnya tua dan perutnya gendut....ha...ha..ha..".
" Kalo Ayah perempuan, Ayah pasti sudah kepincut sama anda dokter Sean... ".
Ayah berkelakar..
" Anda bisa saja pak.....saya tidak punya apa- apa..... hanya meneruskan usaha milik kelurga saja pak..". dokter Sean merendah.
" Anda terlalu merendah dok.....saya dengar Anda anak tunggal....mau dikemanakan usaha itu, kalo bukan nantinya akan menjadi milik Anda dokter...? ".
" Yaaahh...begitulah sudah nasib saya....he..he..he...". Sean terkekeh...
Buat apa harta yang melimpah, kalo gadis yang dicintai tak bisa di dapatkan....apakah anda mau merelakan menantu anda untuk saya pak....kata itu dokter Sean ucapkan di dalam hati.
" Ayah, Bunda....dokter Sean dan dokter Sara, hidangannya sudah siap.... mari kita mulai makan malamnya". ajakku ke mereka semua.
__ADS_1
Kami makan sambil berbincang santai....
dokter Sean selalu mencuri pandang padaku.
Aku tak menyadari itu....tapi suamiku, mas Rian yang memperhatikannya.
Tak lama datang Rian bersama dengan Nayara.
" Kami boleh gabung gak...?
tanya Viano.
" Duduk Vin.....oh ya Ayah , Bunda....nih ada calon mantu Bunda dan Ayah..!".
Aku mengambilkan makanan untuk Viano dan Nayara......Nayara dan Viano duduk setelah menyapa kami semua.
" Vian....kok baru sekarang kamu bawa kesini calon mantu mama ini!".
" Maaf Bund, kemaren - kemaren Nayara belum siap Bund..." jelas Viano.
" Oh namanya Nayara....kok kamu sudah kenal Nis..?". Bunda bertanya padaku.
" Itu Bund....Vian pernah ajak Naya ke rumah sakit, nengok Nisa waktu lahiran..". jawabku.
" Bund...kita makan dulu ya....anak nakal ini kita urus nanti saja....Ayah juga sudah geregetan , kepingin jewer kupingnya... he..he..he..."
Aku kira Ayah marah....eeeeehhh ternyata dia hanya bercanda.
Makan malam selesai, dokter Sean dan dokter Sara pun berpamitan pulang.
Sebelum pulang dokter Sean memberiku bingkisan, untuk si kecil Zena...katanya.
Inilah saat yang ditunggu....menyidang Viano.
Ayah, Bunda, mas Rian dan aku duduk di depan Viano yang bersebelahan dengan Nayara.
" Ayolah Yah, Bun...bang...kakak ipar.....kalian gak kasihan, lihat tuh Naya sudah mengeluarkan keringat dingin....kalian ini senangnya menggoda saja...!".
Vian gak tega melihat Nayara dari tadi kepalanya menunduk.
Ha...ha...ha...ha....
Kami gak kuat....akhirnya tawa kami pun pecah.
" Anak nakal....terima kasih ya, sudah bawain Bunda calon mantu yang sangat cantik." puji Bunda.
" Sama - sama Bundaku yang cantik...Naya, angkat kepalamu, keluargaku baik kok....mereka sudah gak makan orang lagi, iya kan Bund...ha...ha...ha.. ".
" Tenang Nay...kami semua senang atas kedatanganmu.....makasih ya , telah mau menyukai si jelek ini...!
Aku ikut menggodanya.
" Eemm...sama - sama kak Nisa..terima kasih juga, kalian semua telah menerimaku denga baik..". Nayara membuka suara.
" Vin, kamu sudah minta ijin ke orangtua Naya..?"
" Sudah Bund..! ".
" Terus maunya gimana nih... tunangan dulu atau langsung saja Vin..?".
" Vian mau langsung nikahin Naya Bund.... takut kejadian yang dulu terjadi lagi, ditikung sama orang lain..."
Viano tersenyum sinis ke mas Rian.
" Kamu menyindir abang Vin...ayolah Vin, itu sudah berlalu, lagipula kamu sudah memeras abang...dan juga.... waktu itu kamu..mencmmmppttt..."
__ADS_1
Mulut Rian dibungkam dengan tangan oleh Viano.
" Berisik Lo bang...jangan ungkit lagi...Vian ngaku kalah bang...."
" Kalo begitu minggu ini kami akan melamarmu.....Naya bilang sama orangtuamu ya, kami akan datang bertamu ke rumahmu..!".
" Iya Bund...Naya akan bilang pada mama dan papa Naya......Naya akan menunggu kedatangan keluarga Bunda..".
Viano sudah mengantar Nayara pulang ke rumahnya. Malam semakin larut, kami sudah berada di kamar masing - masing.
" Sayang.... mas mau ngomong, tapi janji jangan marah ya...!".
" Ngomong saja mas...aku janji kok..".
" Mas merasa kalo dokter Sean itu menyukaimu...sayang..! ".
" Benarkah itu mas, kok aku gak merasa ya...apa hanya perasaan mas saja..".
" Tadinya begitu, tapi setelah aku perhatikan, aku mulai curiga.....sejak makan tadi dia terus mencuri pandang padamu....dia juga memberikan hadiah yang besar untukmu. ".
" Apakah ini artinya kamu cemburu mas..? ".
" Tentu saja...dengan Viano saja aku sudah gak suka, ditambah si dokter Sean itu.....Kenapa kamu senyum- senyum.... senang ya digilai para lelaki...?".
" Dih mas ini...kok jadi aku yang disalahin....mau seberapa banyak lelaki, mau setampan atau sekaya apapun dia, cintaku tetap untukmu mas....hati ini telah kukunci untukmu....".
Kurayu mas Rian agar luntur amarahnya....kucium bibirnya dengan lembut... namun yang aku lakukan itu salah, ini malah jadi senjata makan tuan....mas Rian tak mau berhenti begitu saja, dia memelukku dan menarik tengkukku, agar semakin dalam ciuman kami.
" Kamu yang mulai ya sayang.... jangan salahkan mas ya, kalo mas gak mau berhenti...! ".
Mas Rian melanjutkan aksinya di kasur....
Aku menghentikan kegiatan mas Rian...
" Eemm...mas...mas...belum boleh mas..!".
" Mau bohong ya....mas lihat kamu sudah sholat tadi.."
sepertinya aku sudah tidak bisa mengelak lagi.
Mas Rian melanjutkan aksinya yang tertunda.
" Eemm...mas...Zena bangun mas....!".
" Biarkan saja, kamu dari tadi menganggu mas sayang.... mas akan hukum kamu....kita akan melakukannya sepanjang malam..."
mas Rian terkekeh.
" Hah." Matilah aku.....
**********
Terima kasih pada para readers yang mampir di karyaku..
Dukung Author ya dengan cara beri like dan vote.... berikan juga coment nya.
Tekan juga tanda love 💖
Maaf bila masih ada typo nya.
Mampir juga di karya Author yang lain
judulnya "Perjuangan Yuna"
Author tunggu ya...!!!
__ADS_1
*********