
Agak mengandung sedikit adegan panas....yang belum cukup umur jangan dibaca ya..dilompatin aja.....jangan dibayangin ....apalagi dicoba....ini adegan berbahaya....Perhatian tidak untuk ditiru...he...he..he...
# Selamat Membaca #
*********
Aku memberi isyarat pada mas Rian agar menuruti kemauan Viano....Untungnya mas Rian mau menurutiku.
Mas Rian keluar bersama Viano...
Sebelumnya... mas Rian mendekatiku...
" Sayang mas tinggal dulu sebentar ya....."
mas Rian mengecup keningku.
Si Viano juga ikut mendekatiku... dia mengarahkan kepalanya seperti mau menciumku....aku sudah sangat khawatir..
Bibir Viano maju....benar saja dia mau menciumku...aku kikuk sampai tak bisa bergerak....
Tiba - tiba.....mas Rian menarik baju Viano.... dan menyeretnya keluar.
" Nisa istri abang, kalo Lo lupa.....yang boleh nyium cuma gue....ngerti..."
Rian benar- benar kesal.
" Yaelah bang, bagi dikit apa...pelit banget....biar Vian tidur nyenyak kalo dah nyium Nisa bang....".
Rian diam....dia terus menarik Viano agar keluar dari kamarnya....
Senyuman licik tersungging di bibir Rian..
( Gue ikuti permainan Lo ...adikku sayang )
kata Rian dalam hati.
" Lo ke kamar dulu ya Vin....abang mau ambil minum...haus..." pamit Rian sambil menuruni tangga.
" Sekalian buat gue bang..."
( Ha...ha...ha...gak akan gue biarin Lo senang - senang malam ini bang.....gak rela gue Lo nidurin Nisa....rasakan pembalasanku)
Viano berkata dalam hati ...tersenyum puas......merasa menang mengerjai abangnya.
Tak lama Rian datang dengan dua gelas berisi air minum.
" Ni buat Lo..."
Rian memberikan satu gelas ke Viano.
" Thanks bang..." ucap Viano.
Setelah minum air pemberian Rian....
Viano merasakan suatu yang beda..
" 1....2.....3.....4....5....6...7...8.....9...."
Rian menghitung dalam hati....belum genap hitungan kesepuluh...tiba - tiba...
" Kok gue ngantuk banget bang...."
kata Viano tak sadar apa yang terjadi padanya.
" Ngantuk ya tidur.....abang juga capek dan ngantuk.... abang tidur dulu ya..."
Rian pura - pura naik ke tempat tidur Viano, dan merebahkan badannya..
Tanpa curiga Viano mengikuti abangnya merebahkan diri di kasur.
Tak lama suara dengkuran dan nafas teratur keluar dari mulut Viano, yang menandakan dia telah tidur pulas.
" Hemmm...anak nakal....tidur juga akhirnya... tidur yang nyenyak ya sayang....abang mau menunaikan tugas penting dulu....".
Rian mengelus rambut Viano.... sebenarnya Rian tak membenci adiknya.... dia hanya kesal dengan kelakuan Viano yang berlebihan.
" Enak aja mau ngerjain gue....emang enak gue kasih obat tidur..... anteng Lo sampe pagi...ha...ha....ha.." Rian bergumam.
Ya ...air yang diminum Viano telah diberi obat tidur oleh Rian....karena dia tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi Viano... yang dengan sengaja mau merusak malam pertamanya.
Sementara di kamar Rian....Nisa masih menunggu suaminya.
__ADS_1
Ceklek.... pintu terbuka.... muncul suaminya dari balik pintu.
Rian pun langsung mengunci pintu kamar... tak mau kecolongan lagi.
" Viano gimana mas...?". tanyaku.
" Yang ditanya suaminya dulu dong sayang.... masak orang lain sih...!".
" Mas ini.....sama adik sendiri juga.." tambahku.
" Ingat... biarpun adik.....dia juga suka kamu..."
bela Rian.
" Ya deh... trus gimana dia.?".
" Dah tidur nyenyak dia..! ".
" Secepat itukah...?".
" Aku kasih dia obat tidur... he..he..he...".
" Ihhh....mas jahat deh...."
" Biarin... biar dia gak ganggu kita sayang..!".
Rian langsung menghujani ku dengan ciuman.
" Masss...mass Rian.....kita sholat dulu ya.."
Rian pun menurut....dan menghentikan aksinya tadi.
Setelah sholat selesai....
Mas Rian mengangkatku menuju tempat tidur... Diapun menidurkanku pelan di atas kasur...
" Sayang... mas boleh minta hak mas...?".
Aku mengangguk malu...aku sadar ini sudah kewajibanku.
Mas Rian mulai mencium ku dengan lembut...
Seluruh wajahku tak luput dari ciumannya.
Di leherku mas Rian meninggalkan banyak jejak...kismark....
Ciuman mas Rian kembali naik ke bibirku.... ********** perlahan....aku agak kaku, ini pertama kalinya aku berciuman di bibir.
Mas Rian tersenyum....
" First kiss ya sayang...".
" Eemmm.... iya mas...aku kaku ya..."
" Gak apa-apa, sini mas ajarin...!".
Kembali mas Rian mencium bibirku....
" Buka mulut sayang... "
Aku menuruti apa kata mas Rian.. dan menikmati sensasi yang diberikannya.
Aku mulai bisa mengimbangi ciumannya...
Tangannya meraba dua buah dadaku dan meremasnya.....
Mas Rian mulai melepas baju dan celananya...dan hanya meninggalkan CD nya.
Aku sangat malu, baru pertama melihat seorang lelaki bertelanjang di depanku.
Kututup mataku....
" Buka mata Sayang... ini semua milikmu....lihatlah bahkan adik kecilku sudah menegang dari tadi.... "
Ku buka mata pelan...
Dengan santainya mas Rian membuka seluruh baju yang menutup tubuhku...
Hingga kami pun bertelanjang bulat.
Tanganku dituntun mas Rian untuk memegang juniornya....memang benar ini sudah sangat keras.
__ADS_1
" Mas mulai ya sayang....maaf ini agak sakit.."
" Ahhhggg....sakit mas.....".
kugigit bibirku...
" Sebentar sayang....sedikit lagi....."
Mas Rian mencium bibirku untuk mengurangi sakit dibawah sana.
Semakin lama rasa sakit itu hilang....berganti dengan kenikmatan yang luar biasa.
Kami mencapai klimaks bersama - sama.
Peluh telah membasahi badan kami....lelah dan rasa sakit itu terbayar dengan kenikmatan.
" Terima kasih sayang... telah menjaga kesucianmu untukku.. "
Rian mengecup keningku.
Lelah sudah....habis ini pasti akan tidur nyenyak....pikirku.
Ternyata pikiranku salah....mas Rian tak membiarkanku tidur nyenyak.... bahkan sama sekali tidak tidur sampai sepertiga malam.
Dia mengulang ritualnya berkali kali....istirahat sebentar dan lalu melakukannya lagi....
Aku tak habis fikir....kuat sekali tenaga mas Rian... aku sudah sangat kelelahan.
" Mas....bolehkan Nisa tidur sekarang mas...aku lelah sekali..."
aku memohon ke mas Rian.
" Maaf sayang.... aku terlalu bersemangat....tidurlah...".
Mas Rian memelukku.... karena dekapan hangatnya aku pun terlelap.
Subuh menjelang....aku bangun dari tidurku..
" Mas Rian.... bangun mas...kita sholat subuh dulu...!".
Aku membangunkan mas Rian yang pulas tidurnya.
" Iya sayang.... nyenyak sekali tidurku....berkat kamu sayang..." Cup."...morning kiss."
Mas Rian bangun menuju kamar mandi...membersihkan badannya, lalu keluar dari kamar mandi.
Melihatku yang masih di atas kasur.. dia pun bertanya...
" Sayang... kok belum bangun juga... "
" Ini salah mas Rian...! ".
" Kok salahku sih..!".
" Mas gak inget...apa yang mas lakukan semalaman padaku...bahkan kau tak membiarkanku berpakaian...lihatlah aku tak bisa bangun...".
" Oohh itu ya...maaf... maaf...mana mungkin mas lupa...kau memberiku kenikmatan yang luar biasa..!".
" Ayo mas gendong...".
Setelah berendam air hangat sebentar... membuatku lebih baik....kukerjakan sholat subuh.... lalu kembali tidur.
" Mas....aku tidur lagi ya...aku terlalu lelah..."
" Tidurlah....biar sarapannya mas bawakan ke sini..!". Rian mencium keningku dan keluar kamar untuk lari pagi.
*********
Terima kasih para readers yang masih setia membaca karyaku...
Dukung terus Author ya...
Jangan lupa kasih like dan juga coment nya ditunggu.
Tekan juga tanda hati 💖
Maaf bila masih banyak typo dimana- mana.
Baca juga karya Author yang lain..
judulnya "Perjuangan Yuna"
__ADS_1
Ditunggu ya..!!
**********