
# Selamat Membaca #
**********
Saat ini kami ada di dalam mobil menuju hotel....tempat kami untuk menginap.
" Kenapa.....kan sudah mendarat.....sini sama mas..."
Mas Rian menaruh kepalku di pundaknya....dia memelukku dari samping...sambil mengelus kepalaku.
" Iya mas...aku agak gak nyaman tadi di pesawat....mungkin karena ini pertama kalinya aku naik pesawat kali ya mas".
" Heemm.....istirahatlah..."
Aku pun akhirnya tertidur karena belaian mas Rian yang begitu lembut.
Sampai di hotel kami langsung membersihakan diri lalu makan dan istirahat.
Seharian kami tak keluar dari kamar.
Mas Rian sepertinya sengaja untuk mengurungku.
Bahkan makan pun di antar ke kamar.
" Mas, untuk apa kita pergi jauh - jauh ke Jepang kalo cuma numpang tidur.."
" Kata siapa cuma numpang tidur..... di sini mas mau cari sensasi yang lain....mau mbedain bikin debay di Indonesia sama di Jepang beda gak...!".
" Alesan aja...kamu mas..!".
" Mas janji....besok mas turutin kemanapun kamu mau...oke sayang.... tapi hari sampai malam nanti kamu yang turutin maunya mas...deal...".
" Ngapain ngasih pilihan....ujung- ujungnya juga harus nurut apa maunya mas....kalo gak mau, entar mas ninggalin Nisa di Jepang....lah..Nisa gak bisa pulang dong! ".
" Dih...istri mas ...mikirnya jauh amat sih...gak lah , mana bisa mas ninggalin istri cantik gini...pasti banyak yang mungut lah..."
" Nyamain istri sama rongsongkan....gak ada yang lebih bagus apa..!".
" Udah ah....berdebat sama kamu gak ada habisnya....mending kita tidur buat debay lagi...ayo sayang... ".
" Bukannya itu yang mas lakuin dari semalem....!'.
Rian tak lagi menanggapi istrinya yang sedang mengomel.....dia sibuk menjelajahi tubuh istrinya....menyalurkan hasratnya yang semakin hari semakin bertambah.
Tiga hari di Jepang... hanya dua hari digunakan untuk jalan - jalan....
Lalu bulan madu berikutnya ke Korea..
Nisa ingin melihat langsung oppa - oppa yang biasa ia lihat di drakor yang sering ditontonnya di televisi.
Setelah dari korea.... tujuan berikutnya adalah Paris....Menara Eifel...itu daya tarik yang membuat mereka menuju kesana.
Beberapa hari perjalanan ke luar negeri... membuat kami sangat lelah...apalagi aku, ditambah harus melayani mas Rian.
Tapi semua terbayar dengan keindahan tempat wisata yang kami datangi.
Sampailah kami di rumah....
" Assalamualaikum... Bund... Yah...".
" Waalaikumsalam.... ".
" Kalian ini...habis bulan madu apa pulang perang sih....kok lemes gitu...?'.
kata Bunda.
" Dua - duanya Bund.....bulan madu sekalian perang.....perang di kasur maksudnya Bund.... ha..ha..ha....".
"Sudah sana ajak istrimu istitahat...pucat sekali dia...!".
" Ya Bund, kami ke kamar dulu ya Bund, Yah..".
Malam hari setelah kami selesai makan malam...keluarga mas Rian selalu menyempatkan untuk berkumpul di ruang keluarga.
" Yah...kayaknya Bunda mau nyari asisten lagi deh ...buat Vian.. ". kata Bunda.
" Gak ...aku gak mau..".
Viano menolak tawaran Bunda.
" Kalo Ayah, terserah Bunda aja gimana baiknya..". kata Ayah menenangkan.
__ADS_1
" Gak usah Bund.... biar Nisa yang menghandlenya....Jangan jadikan Nisa menantu yang gak berguna Bund....ijinkan Nisa berbakti pada Bunda "
Aku ikut bicara.
" Kalo itu aku setuju..!".
Viano senang dengan permintaanku.
" Heh...anak curut...
nyamber aja kaya gas...itu kamu yang setuju....abang mah engga tuh.."
Sepertinya Rian gak suka kalo Nisa akan ngurusin Viano.
" Mas....demi Bunda loh....lagian dia adik kamu...gak usah cemburu...! ".
mas Rian pun mengangguk walau terasa berat.
" Bundaaaa.....bunda dikatain curut noh sama abang... " Viano mulai bercanda.
" Kapan abang bilang... Viinnn!".
Rian mengelak.
" Lah tadi bilangnya Vian anak curut....jadi biangnya curut Bunda dong..ha...ha..ha..."
Viano tertawa ngakak.
" Kalian ini kalo bercanda masih keterlaluan....gak ingat umur....apalagi kamu Yan, dah punya istri juga masih meladeni adiknya yang konyol..!".
Bunda senang , walau dibumbui pertengkaran, namun Bunda tau anak- anaknya saling menyayangi.
***
Pagi ini aku melakukan tugasku seperti hari sebelumnya...
Selesai mungurus keperluan mas Rian... aku ke kamar Viano.
Kusiapkan air untuk mandi....dan baju ganti untuk Viano.... baru aku bangunkan Viano.... aku gak mau kejadian itu terjadi lagi.
" Vin... Vian bangun..... bangun....".
" Emmpp...Nisa kamu nakal...".
Akhirnya Viano bangun juga.
" Ralat...kak Nisa....begitu yang betul....adik iparku sayang...!". kutekankan kata- kataku.
" Iya..iya...kakak iparku sayang...morning kiss nya mana..!".
mulai mode konyolnya keluar.
" Ngimpi..." jawabku.
" Biar gak mimpi jadiin nyata dong! ".
" Viano yang ganteng.... mandi gih...otaknya biar refresh....gak banyak halunya...oke.."
Aku pergi meninggalkan Viano.
" Yaaaaahhh....gagal dong.....Hai kakak ipar ...Makasih ya..."
Viano berteriak.
" Sama - sama adik ipar..."
jawabku tak kalah kencang dengan Viano.
***
Ketika sarapan pun , Viano masih tetap mengerjaiku.
Setelah mengambilkan makanan untuk mas Rian... Viano pun dengan sengaja memberikan piringnya padaku, minta dilayani.
Gak mau ambil pusing... akupun mengambilkan makanan untuk Viano.
" Makasih.... kak Nisa" ucap Viano.
" Heemm..." hanya itu yang keluar dari mulutku.
" Cih manja....makanya cari istri biar ada yang ngelayanin..."
__ADS_1
Rian menyindir.
" Sudah.... tuh..."
Dagunya menunjuk ke arah ku.
" Itu punya abang.."
" Eh iya....suka khilaf Vian.... gak inget kalo itu istri abang..... he...he..he.....maaf kakak ipar "
Viano terkekeh, sambil menggaruk kepalanya yang pasti tidak gatal.
" Sama- sama adik ipar...makan yang banyak ya.....biar otaknya berkembang..."
jawabanku pun jadi gak nyambung...ikutan konyol seperti Viano.
" Siap laksanakan kakak iparku sayang.."
Bunda dan Ayah tersenyum melihat keakraban kami....sedang mas Rian dia sih akhirnya diam...malas melayani celotehan Viano yang semakin aneh.
Ayah, mas Rian, juga Viano berpamitan...
Aku dan Bunda mengantar sampai depan.
Bunda mencium tangan Ayah, Ayah balik mencium kening ibu.
Begitu juga yang aku lakukan dengan mas Rian...
" Mas berangkat dulu ya sayang....senin kamu sudah kuliah kan....nanti biar mas yang antar.."
" Iya mas... hati - hati ya..". doaku.
Setelah mencium tangan Bunda, Viano mendekatiku... mulai lagi nih anak...gumamku.
" Viano mau ngapain...? ".
" Mau pamitan sama kakak ipar!".
" Gak boleh! ".
Rian menarik tangan Viano menjauh dariku.
" Kakak ipar, Vian pergi dulu ya...baik - baik di rumah.... Vian akan segera pulang...mmmuuaacch!".
Berkata sambil teriak...Viano pun melakukan cium jauh dan tertawa...dia sangat senang menggoda kakaknya.... Rian.
Dasar Viano, memang gesrek nih otaknya.
Karena belum ada jadwal kuliah, untuk mengisi kekosonganku aku membantu bik Sumi di dapur.
Bel berbunyi....
Ting tong....ting.tong.....ting tong...
" Biar Nisa aja yang buka ya bik....bik Sumi lanjutin aja kerjanya... !".
" Iya Non..."
" Kan sudah ku bilang bik....cukup Nisa...gak pake embel - embel.!".
" Iya Nn...eh Nisa..".
Ceklek......
Seorang gadis cantik dengan pakaian mini, berdiri tepat di depan ku.....
**********
Hai para readers... Terima kasih mau mampir di karyaku.
Dukung Author ya... kasih like dan coment nya juga... ..vote nya juga jangan lupa.
Tekan juga tanda love 💖
Mampir juga di karya Author yang lain.
Yang berjudul " Perjuangan Yuna "
Maaf bila masih banyak typo dimana- mana
**********
__ADS_1