
# Selamat Membaca #
**********
Rian berfikir cukup lama...tapi hatinya tak yakin untuk mempercayai segala ucapan Mesya.
" Gue gak mau Mesy..!".
" Kalo begitu aku akan terus mengganggumu..".
" Tak kan gue biarkan itu..."
" Istri dan anakmu juga...mereka akan jadi targetku...!".
ancam Mesya.
" Lo....!!!!"
Rian kehabihan kata untuk melayani wanita ini.
" Oke hanya makan malam...habis itu jangan tampakan muka Lo di depan gue maupun keluarga gue..!".
" Siap...nanti malam jam delapan...di restoran xxx....aku tunggu disana...jika kau tak datang, aku akan menghampirimu ke rumah..".
Rian mengangguk....
Mesya tersenyum menang....
Sandy masuk ke ruangan Rian tanpa mengetuk, karena pintu agak terbuka sedikit.
" Yan....oh maaf....Mesya...apa yang kamu lakukan di sini, bukankah kamu sudah dilarang untuk menginjakan kakimu di sini..! ".
Sandy pun memperlihatkan ketidaksukaannya pada Mesya.
" Bukan urusanmu...kau hanya pesuruh...tak berhak mengurusiku..........ingat kak...entar malam jangan lupa...aku pergi dulu, mau siap- siap...malas lihat orang ini..!".
Mesya berjalan keluar sambil menyenggol lengan Sandy dengan kencang.
" Dasar wanita murah**...." umpat Sandy.
" Apa yang akan Lo lakuin dengan wanita ular itu Yan.....jangan sampai Lo terjerat dengan rayuannya...!". Sandy khawatir Rian kemakan rayuan Mesya.
" Gue hanya akan makan malam dengannya... habis itu dia janji akan menjauhi gue...kalo tidak dia akan terus mengganggu gue, dan keluarga gue.....apa gue telah buat kesalahan San..?". Pikiran Rian buntu.
" Hati- hati saja....gue takut ini jebakan..".
" Kalo begitu temani gue San....duduklah tak jauh dari tempat gue duduk nanti....agar Mesya tak curiga...!".
Malam harinya Rian sudah bersiap- siap untuk pergi.
" Mas...mau kemana malam- malam begini..?".tanya Nisa.
" Mas ada perlu sebentar ,ada urusan yang harus mas tuntaskan malam ini..maaf kamu makan malam sendiri ya sayang..".
" Apakah tidak bisa besok , haruskah malam-malam gini...?".
" Orang yang aku temui bisanya malam ini sayang...".
" Pria atau wanita ...mas?".
" Wanita... sayang....tapi aku sama Sandy nemuinnya....kamu percaya sama mas ya...!".
__ADS_1
" Baiklah... hati- hati di jalan mas..."
walau berat hati, Nisa pun merelakan suaminya pergi.
Rian mengecup Nisa sebelum masuk ke dalam mobilnya.
Setelah Rian pergi...HP Nisa berbunyi...
ada notif pesan dari nomer yang tidak ia kenal.
" Datanglah ke restoran xxx, jika kamu ingin tau siapa yang akan ditemui suamimu malam ini...!".
Dahi Nisa mengkerut....dia tidak ingin mempercayai pesan itu, karena dia sangat mempercayai suaminya...tapi tidak dengan fisiknya....Nisa mengganti pakaian, hendak pergi ke restoran yang tertulis di pesan itu.
Di restoran.... Mesya sudah duduk dengan manis....memakai pakaian mini, yang memperlihatkan tubuh moleknya,dan juga belahan dadanya.....
Senyumannya makin tersungging ketika Rian berjalan mendekat ke arahnya...
Mesya berdiri hendak menyambut dengan memeluk Rian.... tapi dengan spontan Rian menepis tangan Mesya.
" Tidak usah basa basi....langsung saja...mau makan kan...tidak ada embel- embel lain...!".
Mesya kesal, karena pelukannya ditolak Rian.
Setelah pelayan pergi untuk mengambil pesanan mereka...Rian langsung berbicara...
" Tidak usah bicara macam- macam...cukup diam dan nikmati hidangan...habis itu jangan usik kehidupan gue lagi..!".
" Ayolah kak...berilah kesan yang baik untuk pertemuan terakhir kita....tidaklah asik kalo kita hanya diam- diaman saja..!".
Rian hanya diam....Setelah pesanan datang dia langsung menyantapnya...tanpa melihat ke Mesya.
Mesya mencoba menyuapi Rian....tapi tetap saja Rian tak menggubrisnya.
Mesya tersenyum kecut.
Melihat kedatangan seseorang yang ditunggunya...senyum licik Mesya tersungging... Dia berdiri mendekati Rian....dan tanpa sepengetahuan Rian, Mesya langsung mencium pipi Rian.
Sontak Rian melebarkan matanya, dan berdiri..
Sandy yang duduk tak jauh dari meja Rian pun ikut kaget melihat kejadian itu....apalagi seseorang yang baru datang masuk ke restoran.... Dialah Nisa...
Rian membentak Mesya..
" Apa yang Lo lakuin Mesy...!!!".
" Hanya mencium Kak..".
Dengan sedikit tertatih Nisa mendekati suaminya....
Sandy pun bertambah kaget dengan kedatangan Nisa.
" Masss..!"
panggilnya lirih.
Rian menoleh ke arah suara...betapa terkejutnya ia...Nisa sudah ada disebelahnya.
" Sayang... mengapa kemari..? ".
" Ini yang Lo mau kan Mesy...merusak rumah tangga gue...gue gak akan biarin ini terjadi....kamu percaya sama mas kan, sayang...ayo kita pulang...!".
__ADS_1
Nisa menangis dalam diam....hanya air matanya yang keluar...sedang suaranya tak terdengar.
Mesya tertawa dalam hatinya...
" Kak Rian.... kamu akan meninggalkan aku sendiri di sini.... katanya akan menghabiskan malam ini berdua... !".
Mesya menambah kemarahan Rian.
" Diam Lo .....Sandy urus wanita ini...!".
Sandy mendekat dan mencegah Mesya yang ingin mengejar Rian....
" Hai kak...ini belum selesai....dan kau upik abu...tunggu aku akan mengambil miliku yang kau curi....". teriak Mesya.
Benar-benar tak tau malu wanita ini...gumam Sandy.
Rian memapah Nisa masuk ke dalam mobilnya.
" Sayang... percaya sama Mas...aku hanya memenuhi permintaannya untuk makan malam, setelah itu dia berjanji tidak akan mengganggu kita lagi....itu saja...bicaralah...jangan diam seperti ini sayang...!".
Nisa masih terdiam.... pandangannya kosong ke depan, dia juga tidak tau harus jawab apa....antara percaya dan tidak, bayangan Mesya yang mencium Rian masih terlintas di otaknya.
Rian mencoba memahami keadaan istrinya.... lebih baik dia juga diam....percuma dia terus menjelaskan, kalo istrinya tidak nenanggapi sama sekali perkataannya.
Sampai di rumah....Nisa masih duduk diam dalam mobil.....Rian yang menunggu istrinya tak kunjung beranjak dari duduknya..dengan pelan ia angkat Nisa, dan menggendongnya..Nisa pun tak menolak ketika Rian mengangkat badannya.
Rian menurunkan Nisa di tempat tidur... Ia berjongkok di hadapan Nisa.
" Sayang.... bicara sama mas....jangan diamkan mas seperti ini...!"
Rian tak tahan...dengan segera ia berdiri dan memeluk istrinya dengan erat..
Barulah terdengar suara tangis Nisa terdengar.
" Maafin mas sudah menyakitimu dan tidak jujur padamu sayang...!"
" Hiks... hiks...hiks....iya mas....maafin Nisa juga yang sudah gak percaya sama mas..! "
" Kenapa kamu yang minta maaf..mas yang salah...mulai sekarang apapun masalahnya, kita harus saling terbuka....mas gak mau kita sampai bertengkar dan salah faham....mas juga gak akan biarin Mesya merusak rumah tangga kita.....percaya sama mas ya...!
Nisa hanya mengangguk pelan...Dia sudah lelah, ditambah kejadian tadi...Nisa pun tertidur dalam pelukan Rian.
Rian membaringkan istrinya pelan....membuka hijab dan sepatu yang menempel di badan Nisa..... mengganti baju Nisa.....setelah Rian mengganti bajunya sendiri, dia pun ikut berbaring di samping Nisa dan memeluknya.... Rian menciumi wajah Nisa yang terlelap... betapa manisnya istriku ini...gumam Rian.
********
Terima kasih buat dukungan para readers untuk Author.
Jangan lupa like sama vote nya ya
Maaf bila masih ada typo nya.
Coment anda juga Author tunggu..
Mampir lah di karya Author yang berjudul
" Perjuangan Yuna "
Author tunggu yaaaa .....
*********
__ADS_1