Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
32


__ADS_3

# Selamat Membaca #


*********


Aku masuk ke dalam mobil mas Rian.


Karena lelah yang mendera....aku pun tertidur dengan lelapnya.


Sebenarnya sejak aku keluar dari kampus, ada sepasang mata yang memperhatikanku, aku merasakan itu...tapi aku tau siapa dia...


aku tak mau ambil pusing.


Sesampainya di rumah aku masih terlelap tidur..


Mas Rian yang tak tega membangunkanku, akhirnya dia mengendongku sampai kamar.


" Eeemmmpp...mas....sudah sampai ya ...kenapa tak bangunkan aku..!".


" Mas tak tega....pulas sekali tidurmu....ngapain aja tadi di kampus, sampai lelah begitu..? ".


" Itu mas, habis bersihin gudang.."


" Apa....kamu kuliah apa jadi OB sih.."


" Gara - gara teman baruku....yang ngajak ngobrol terus... makanya dihukum sama senior.....itu yang tadi aku bilang hari menyebalkan..."


Kumonyongkan bibirku.


" Bibirnya kenapa....minta cium ya....sini mas cium...biar keselnya hilang..!".


Mas Rian langsung menyerbu bibirku tanpa ampun....


Terlalu lama berciuman membuat nafsu mas Rian makin bertambah....


Tangannya mulai menjelajahi tubuhku, tanpa melepas ciumannya...


" Emmpppttt....mas...massss....aku belum mandi....bau acem nih...!".


" Mandinya entar sekalian.... ini sudah nanggung....harus dituntasin....!".


Olah raga sore pun selesai.... diakhiri dengan mandi yang menyegarkan badan....menghilangkan lelah dan keringat setelah bergulat tadi.


" Gimana sayang.....hilangkan sebelnya...?".


" Lumayan........ he...he..he...!".


kataku...mas Rian pun ikut terkekeh denganku.


Ponselku berbunyi...Rian mengangkat dagunya, mengisyaratkan bertanya siapa yang menelpon.


Aku tempelkan satu jariku di mulut, tanda kuperintahkan mas Rian untuk diam dulu.


" Hhuuussstttt"


📞 Assalamualaikum... Nisa


📞 Waalaikumsalam.... ada apa kak ?


📞 Dih galak amat sih....cuma mau nanya kabarmu aja kok !


📞 Aku...sangat lelah....itu gara - gara hukuman yang anda berikan padaku...


📞 Ya maaf....besok aku tebus kesalahanku deh.


📞 Gak usah....sekarang udah ilang keselnya....dah ada yang ngobatin....udah ya kak....aku lapar, mau makan....


Assalamualaikum....! ".


📞 Tungg......


Waalaikumsalam..


Belum selesai kak Gatan ngomong, sudah kututup telponnya.


Kesal....Kesal....biarin aja dia.


Aku tak sadar, sedari tadi ada sepasang mata yang melihatku tajam...


" He...he...he...Eh mas Rian.... maaf mas....itu tadi kak Gatan yang ngasih hukuman ke aku.!". aku salah tingkah karena mas Rian masih memandangku tanpa berkedip.

__ADS_1


" Baru sehari sudah ada cowok yang nelpon.....ck...ck...ck...hebat istriku...! ".


Aku bergelayut di lengan mas Rian, dia pasti lagi marah.


" Mas...mas marah ya....dia sendiri yang masukin nomer telponnya ke HP aku....meski kata temanku dia tampan...tapi aku gak ada respek sama dia mas....aku sudah punya yang lebih dari segalanya... dirimu mas...percayalah...!".


" Kamu memujinya di depan mas...!".


" Siapa yang memuji....kan aku bilang kata temanku.......masss, mataku sudah tidak bisa melihat laki - laki lain selain dirimu.!".


" Kamu gombalin mas..hemmm!".


" He...he...he....entar kalo aku gombalin laki - laki lain, mas ngambek lagi...".


" Kamu ya.....emang berani.. "


" He...he..he....gak berani mas.....takut dibantai sama mas...!".


" Itu tau...."


Kata mas Rian dan memencet hidungku.


" Ayo kita makan.....perutmu dari tadi sudah bunyi......Wait....!".


" Apalagi mas...?".


" Blokir nomer tadi....lalu hapus....awas kalo nyimpen nomer cowok lagi..!".


ancam mas Rian.


" Iya...iya...mas Bos...!".


Kami tertawa bersama.


***


Selama OSPEK sebisa mungkin aku menghindar dari kak Gatan.


Hingga akhirnya....


Aku gak bisa menghindar lagi.....


" Nisa....!".


Mata kak Gatan mengarah ke Tisa dan Riri untuk pergi...dengan berat hati mereka berdua meninggalkanku.


" Hhuuhhh.... apa lagi kak ?".


" Kamu menghindar dariku....nomerku kamu blokir ....iya kan...!".


" Bukan aku yang blokir nomermu.....tapi mas...".


Gatan memotong pembicaraanku..


" Aku tau....laki - laki itu ya ....yang sering menjemputmu....apa hak dia....cuma pacar aja seposesif itu..."


" Tapi dia bukan pacarku, dia itu..."


Lagi - lagi dia memotong pembicaraanku.


" Hah....bukan pacar....berarti aku ada kesempatan dong...!".


" Aku gak bisa kak, karena aku sudah punya.... su....".


" Aku gak mau tau.....aku akan kejar kamu sampai dapat...!".


Gatan pergi tanpa mendengar penjelasanku.


" Kenapa kamu tak mau mendengarkanku kak.....aku mau bilang aku sudah punya suami.."


kataku lirih.


***


Aku merasa gelisah dengan kata - kata kak Gatan.... aku bertekad akan mengatakannya pada Mas Rian..... agar dia tidak salah paham


Duduk berdua di atas kasur, kusenderkan kepalaku ke bahu mas Rian...


" Mas aku mau ngomong.... tapi janji, mas gak boleh marah...!"

__ADS_1


" Hemm.."


" Janji dulu...gak boleh marah ya..!".


" Ya...mas janji...mau ngomong apa?".


" Mas....kak Gatan, orang yang waktu itu telpon aku, dia.......dia benar suka sama aku mas....setiap aku mau jelasin ke dia, kalo aku sudah punya suami, dia gak mau dengerin... aku harus bagaimana mas.....hiks....hiks..hiks...aku takut mas.....aku hanya mau nyari ilmu mas....gak nyari masalah...".


Kutumpahkan semua keresahanku pada suamiku.


Mas Rian memelukku sangat erat....menenangkanku...mengecup kepalaku...dan mengelus punggungku.


Bebanku sedikit berkurang.


" Kamu tenang ya....ajak bicara dia baik - baik...jelaskan semuanya.... kalo di gak mau ngerti, baru entar mas yang maju....apa perlu mas temani untuk menemuinya..."


Kuanggukan kepala...


" Baiklah... buat janji dengannya....cari tempat di luar, cafe misalnya....mas akan pantau dari jauh...."


" Tapi jangan terlalu jauh....aku masih takut mas.."


" Iya sayang.... sekarang tidurlah....jangan terlalu kau fikirkan, aku takut kamu jadi sakit!".


Kupejamkan mataku.... aku pun tertidur dalam pelukan suamiku.


****


Di lain tempat...


" Lo dekatin gadis ini....gue mau Lo rusak dia..! ". perintah seorang gadis berambut pirang pada seorang pemuda bertopi.


" Cantik... kalo yang kayak gini mah....nafsu gue..." kata pemuda itu.


" Mata Lo buta....dia cuma pembantu sialan...huh...".


" Mata Lo yang perlu diperiksa ....ini berlian yang tersembunyi..."


" Gue gak perduli.... laksanakan saja tugas Lo dengan benar dan bersih....ini bayaran Lo, setengahnya setelah kerjamu selesai...Lo paham kan apa yang gue omongin....Vik.....!".


" Siap bu bos....asal lancar bayarannya...!".


Mereka pun menyudahi pertemuan itu, dengan kesepakatan yang saling menguntungkan.


****


Seperti yang sudah aku bicarakan dengan mas Rian.... hari ini aku mengajak kak Gatan bertemu di cafe Yellow....


Aku duduk menunggu di bangku agak pojok...sedang mas Rian, duduk tak jauh dariku.


Tak lama Gatan datang....dengan senyuman yang merekah.....dia merasa aku akan menerima cintanya, karena mengajaknya ketemuan hari ini.


" Maaf , lama menunggu ya...sudah pesan..?".


aku menggelengkan kepala.


" Aku pesankan dulu.... mbk...sini...!".


Gatan memanggil seorang pelayan cafe...lalu memesan makanan dan minuman.


Kami terdiam sejenak.....


" Kak....aku ngomong serius sama kamu....!".


Senyum Gatan makin lebar.....


Aku jadi merasa bersalah juga rasanya.....


*********


Hai para readers jangan pernah bosen ya...untuk mampir di karyaku.


Jangan lupa kasih like dan coment nya.


Tekan juga tanda love 💖


Mampir juga di karyaku yang berjudul


" Perjuangan Yuna "

__ADS_1


Maaf juga bila banyak typo dimana- mana


**********


__ADS_2