
# Selamat Membaca #
**********
Hari ini begitu berbeda...ya...ini hari pertamaku menjadi pengangguran....he..he...lucu juga...
Aku ingin menikmati masa luangku ini...
Akupun memaksa Tisa, Nuri dan Riri, untuk menemaniku.
" Yang bener aja kamu Nis...ngajak orang maksa banget...salahin dong laki Lo yang bikin Elo jadi pengangguran....kita yang kena imbasnya.." sungut Tisa.
" Yaelah...simpati dikit apa sama gue....gak enak banget nganggur kini...!
Ada kesenangan tersendiri membuat teman- temanku ini pada bete.
" Recokin aja Nis laki Lo....sono ke kantor nya..!". perintah Riri.
" Gak, hari ini jatah kalian aku recokin....besok giliran mas Rian yang gue recokin.!".
" Traktir makan yang enak pokoknya Nis... kalo gak gue pulang..." pinta Tisa.
" Kebiasaan Lo gak ilang Tis....dah jadi istri orang kaya juga... jiwa miskinmu gak ilang..!".
Sindir Riri.
" Nuri... dari tadi diam aja....sakit gigi ya...?".
tanya Tisa.
" Gue lagi mikir aja gimana caranya buat morotin duit nih anak.....secara gue sampai ninggalin anak gue, gara - gara Nyonya Rian ini yang maksa buat jalan - jalan gini hari...biar gak sia- sia gue keluar rumah...!".
ucapan Nuri disetujui oleh Tisa dan Riri.
" Pinter juga Lo Nur....gue gak kepikiran sampai kesitu....let's go...kita habiskan uang Nyonya Rian.... ha...ha...ha...!".
Riri sangat bersemangat.
" Lo bertiga mau ngadalin gue....enak aja....gue kan pengangguran.... mana punya uang coba.. tega kalian...!".
aku membela diri.
" Bukannya Elo yang lebih tega sama kita....yang gak punya uang kan Elo, Nis.....lah laki Lo kan tajir....gak akan habis buat belanjain kita hari ini... ya ngga...?".
" Betul kata Nuri, kita gak mau tau....ayo buruan belanja dulu....baru makan - makan..!
Tisa sudah gak sabaran.
" Kalian ini ya....benar- benar teman durhaka kalian semua..! ".
Tisa, Riri dan Nuri tertawa puas, bisa mengerjai Nisa hari ini.
Saat di restoran Nisa meninggalkan temannya sebentar untuk ke toilet..
" Mau ditemani gak Nis..?".
" Gak usah...gak bakalan tersesat gue..!".
Karena terburu- buru keluar dari toilet... Nisa tak sengaja menabrak seseorang sampai hampir jatuh.
" Ma..maaf mbk...saya gak sengaja.".
mata Nisa melihat orang yang ditabraknya, seketika matanya membulat..
" Mm...mbk..mbk Mesya....ma..maafkan aku mbk..!".
" Cih...tangan Lo kotor, gak usah pegang - pegang gue... dasar upik abu...!".
__ADS_1
Omongan Mesya kasar sekali...diapun berbicara sambil mengibas - ibaskan bajunya yang tadi sempat terpegang oleh Nisa.
Mesya berlalu pergi, sambil menyenggol lengan Nisa, sampai Nisa terhuyung...untuk tidak terjatuh.
Nisa kembali duduk... teman- temannya heran melihat Nisa yang berubah raut wajahnya.
" Nis, Lo gak apa- apa...apa Lo sakit..?".
Nuri khawatir melihat Nisa tiba- tiba diam.
" Nis.."
" Cerita Nis..!".
" Aku tadi ketemu mbk Mesya..".
akhirnya Nisa bersuara.
" Apa !!!!".
Tisa , Riri dan Nuri kaget .
" Dia gak ngapa- ngapain Elo kan Nis..?".
" Gak ....dia gak ngapa- ngapain gue kok..!".
Tak berapa lama seorang wanita menghampiri meja mereka.
" Lama tak jumpa...ternyata kalian masih saja tak berubah.... masih berteman dengan upik abu ini....emang sanggup bayar makan di restoran mewah ini....apa kalian salah masuk..?".
" Mulut Lo ya Mesy....dari dulu gak berubah...ternyata dinginnya penjara tak membuat Elo jera..!".
Riri mulai tersulut emosi.... sedangkan Nisa menunduk dan terdiam.
" Mana bisa gue dipenjara lama- lama....duit yang bicara....buat gue mah gak ada apa- apanya...tau begitu kenapa gak gue matiin aja sekalian upik abu ini.....!".
omongan Mesya makin gak bener.
Tisa pun berdiri sambil menunjuk ke muka Mesya....tapi ditarik oleh Nisa.
Nisa menggelengkan kepalanya ke arah Tisa agar tidak meladeni Mesya.
" Gak mutu juga gue lama- lama sama kalian...perkumpulan orang- orang miskin....dadah upik abu sampai jumpa lagi...gue akan buat perhitungan lagi sama elo....jadi tunggu tanggal mainnya ya..!".
Mesya mulai lagi mengancam Nisa.
Diapun berlalu pergi meninggalkan meja Nisa, berjalan dengan angkuhnya.
" Tenang Nis... kami semua akan menjagamu dari rubah betina itu..!"
Tisa mencoba menghibur Nisa.
" Sebaiknya Elo kasih tau kak Rian, tentang ancaman Mesya.. Nis, kurasa dia tidak main- main dengan omongannya.. gue bukan mau menakut - nakutin Elo Nis, cuma waspada aja secara dia pernah mencelakai Elo waktu itu..!".
Riri pun memberi saran ke Nisa.
" Iya, gue setuju dengan Riri, sepertinya Mesya gak kapok dengan hukuman yang pernah ia jalani...dasar wanita ular...!".
Tisa terus mengatai Mesya dengan sebutan aneh- aneh.
" Sebaiknya kita pulang ya Nis...jangan terlalu banyak mikir ...ingat kandunganmu.!".
Nuri kembali menenangkan Nisa...khawatir karena Nisa kali ini lagi hamil.
Selama dalam perjalanan, Nisa masih terdiam... dia masih kepikiran dengan ancaman yang di ucapkan Mesya.
Dengan insiatifnya sendiri...Riri menelpon Rian , menceritakan kejadian yang dialaminya dengan Nisa di restoran tadi.....dan terutama tentang ancaman Mesya.
__ADS_1
Nuri mengantar Nisa sampai ke kamar tidurnya. Nisa pun berbaring... dan Nuri menyelimutinya.
" Gue ambilin minum ya Nis..?".
Nisa hanya mengangguk pelan.
" Tidurlah Nis ..gue akan menjagamu sampai suamimu pulang..!".
Nuri masih menjaga Nisa di kamar...tangan Nuri tak berhenti membelai rambut Nisa penuh kasih sayang, selayaknya ibu dan anak.
Tisa dan Riri masih menunggu di ruang tamu....mereka juga sedang menunggu Rian pulang....sekalian menunggu jemputan dari suami mereka.
Mendapat informasi tentang keadaan istrinya, Rian sudah tidak bisa konsentrasi kerja...makanya dia lebih pulang....semua tugasnya ia serahkan ke asisten pribadinya, yaitu Sandy.
Mobil Rian sudah memasuki halaman rumahnya... ia begitu terburu- buru...dan langsung masuk ke rumah sampai lupa memberi salam.
" Sayang..!!". ucapnya
" Salam dulu apa kak..main nyelonong aja..!".
kata Tisa.
" Eh maaf ....Assalamualaikum...! ".
ucap Rian cepat.
" Waalaikumsalam.. ". jawab Tisa da Riri.
" Dimana istriku...? ".
" Di kamar kak....ditemani sama Nuri...".
" Terima kasih ya sudah menjaga istriku... maaf aku tinggal ya..!".
" Gak apa-apa kak...cepat temui istrimu..dia agak tertekan..".
Rian langsung ngacir ke kamarnya.
" Nur.....gimana Nisa..?".
" Dia sudah tertidur kak....jaga dia ya...nanti kami ceritakan kembali kejadiannya...jangan tanyai dulu Nisa... kasihan dia, sepertinya dia takut dengan ancaman Mesya..! ".
" Makasih ya Nur...aku tenang, istriku mempunyai teman- teman yang baik seperti kalian..!".
" Sama - sama kak....kami langsung pulang ya kak....kalo ada apa- apa langsung hubungi kami..! ".
Rian mengangguk dan tersenyum.
Nuri, Tisa dan Riri meninggalkan rumah Nisa, setelah para suami mereka menjemputnya.
*********
Author selalu mengucapkan banyak terima kasih bagi para readers.
Beri terus like dan vote nya ya...
Jangan lupa tekan tanda love 💖
Coment anda juga Author tunggu.
Maaf bila masih ada typo nya
Mampir juga di karya Author yang berjudul
" Perjuangan Yuna "
tinggalkan jejak juga disana.
__ADS_1
Makasih
***********