
# Selamat Membaca #
*********
Aku dan Zena mengikuti Sandy sampai ke ruangan mas Rian.
Ku lewati sekertaris mas Rian.... diapun berdiri menyambutku..
" Selamat datang bu...!".
" Iya mbk Lusi...makasih yaa....!"
Ku berikan senyum manisku ke mbk Lusi, sekertaris mas Rian.
Tok...tok...tok.....
Sandy mengetuk pintu.... terdengar sahutan dari dalam...
" Masuk..!".
Ceklek...
Pintu terbuka... kulihat mas Rian kepalanya menunduk...dia masih fokus dengan berkas - berkas yang ada di mejanya...sampai suara Zena memecah kefokusannya...
" Daddyyyyyy.....!".
teriak Zena.
" Hai ...putri Daddy yang cantik.... sama siapa sayang...?".
" Tuuhhhh..!".
tunjuk Zena padaku.
Mas Rian memandangiku, rasa tak percaya aku mau datang ke kantornya .
Dia melepaskan pelukan Zena ..dan berjalan ke arah ku.
Mas Rian langsung memelukku.
" Kenapa gak beritahu mas...kalo mau datang kesini sayang.? ".
" Kalo ngasih tau itu bukan kejutan namanya..!".
" Ooh...kejutan yaa....manis sekali istriku ini...kenapa gak dari dulu begini sayang.... kan kalo kamu sering datang ke sini... pasti energiku selalu full tiap hari..!".
" Aku juga gak tau mas....kepingin lihat kamu aja terus.... bawaan bayi mungkin.....sekalian ini mas, aku bawain makan siang untukmu..!".
Aku menunjukkan rantan makanan yang aku bawa.
" Bau masakanmu harum sekali....perutku langsung meronta minta makan..!".
Mas Rian menciumi rantan makanan itu.
" Ayo kita makan......Sandy kamu juga ikutan makan...aku bawa banyak soalnya... panggil juga Lusi untuk bergabung dengan kita..!".
Sandy keluar untuk memanggil Lusi.
Lusi membantuku menyiapkan makanan di meja.
Belum juga kami makan, pintu ruangan mas Rian terbuka.
" Waah...ada acara nih....boleh ikutan ngga..?".
Viano tiba- tiba muncul dari balik pintu.
" Ck...ketuk pintu dulu apa Vin...main nyelonong masuk aja...mentang - mentang ke ruangan gue.! ".
kata mas Rian.
" Yaelah bang...gitu aja marah..maaf...lupa gue..he..he..he...!"
Kebiasaan Viano cengengesan.
" Ikut makan sini Vin...!"
aku mengajak Viano untuk makan bersama.
" Tentu saja gue gak nolak kakak ipar....masakan kakak ipar paling enak pokoknya..!".
" Ngapain Lo kesini Vin..!".
tanya Rian
" Gue kangen sama Lo bang..!".
" Cih...pasti ada maunya kalo Lo sempet- sempetnya nyamper abang..!".
__ADS_1
" He...he..he...tuh pinter...suka bener kalo abang nebak.!".
" Itu mah kebiasaan Lo dari dulu Vin...pasti mau meres abang..!".
" Gak meres bang...cuma minta bantuan dana...itu saja.!".
" Sama bae dodol..!".
" Diam semua...kalian ini lagi makan..gak baik lagi makan sambil ngomong....dan satu lagi ...ada Zena disini...omongangannya pake bahasa indonesia yang baik dan benar ya..!".
Aku kesel, kakak adik itu kalo lagi ngomong berdua ngelantur... gak lihat sikon, ada anak kecil di sini.
" Maaf kakak ipar... abang tuh yang mulai..!".
Dagu Viano menunjuk ke arah Rian, Viano menyalahkan abangnya.
" Kamu...!!!!".
Rian menunjuk balik ke Viano.
" Masssss..!!!!"
kutekankan kata- kataku.
Sandy dam Lusi terkekeh.... Rian sama Viano memang lucu kalo lagi berantem....
" Daddy sama Uncle Vian baikan dong.... kata bu guru Zena, gak baik marahan...entar jadi temennya setan..!".
Zena meraih tangan Rian dan Viano untuk bersalaman.
" Justru mereka berdua setannya...!".
gumam Sandy lirih... tapi masih terdengar oleh Rian, Viano, Nisa dan Lusi.
Tak elak dua pukulan pun mendarat di badan Sandy...pelakunya tentu saja Rian dan Viano, tak terima di katain setan sama Sandy.
Sandy malah tertawa puas.
Ha..ha..ha..ha..ha..
" Kupotong gajimu San.!".
ancam Rian.
Tawa Sandy langsung berhenti.
" Yaelah bos, gitu aja marah....becanda bos...peace...". bela Sandy.
Nisa dan Lusi tersenyum melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.
Sedangkan Zena bingung....bagi Zena, tingkah orang dewasa terlalu susah untuk dipahami.
" Mas....aku mau pulang denganmu ya..!".
" Ya udah, kamu dan Zena istirahat saja di kamar mas..!".
Aku beristirahat di kamar mas Rian yang ada di dalam ruang kantornya. Sedang Zena dia bermain ditemani Viano.
***
Sementara di tempat lain...tepatnya di rumah sakit... Very sedang memperjuangkan cintanya.
" Bu dokter Sara... itu ada seorang lelaki tampan yang nunggu bu dokter dari tadi..!".
kata seorang suster.
" Eemm...apakah aku masih ada pasien Sus..?".
dokter Sara malah balik nanya.
" Sepertinya sudah gak ada dok..!".
" Kalo begitu suruh aja dia masuk !".
Very masuk ke ruangan dokter Sara.
" Assalamualaikum....!".
" Waalaikumsalam....masuk mas Very..!".
" Ganggu gak Sar..?".
" Ganggu sih....tapi aku suka kok digangguin kamu..!". kayaknya virus otak gesrek sudah menular ke dokter Sara.
" He...he..he...asik dong kalo gitu...aku gangguin tiap hari yaaa.?".
gida Very.
__ADS_1
" Jangan keseringan juga...entar mas bosen..!".
" Mana ada kamu buat bosen aku....habis ketemu aja aku langsung kangen kok sama kamu..! " rayuan Very.
" Gombal...!".
" Tapi kamu suka kan sama aku Sar..!".
" Pede banget anda..?".
" Tentu harus percaya diri dong....Very gitu...!".
" Dih...mulai narsis deh..!".
" Sar...aku antar ya....aku mau ketemu sama orangtua kamu..!".
" Mau apa mas..?".
" Mau minta ijin...untuk menjadikan kamu sebagai istriku..! ".
" Jangan bercanda ah..!".
" Aku serius Sar....duarius malah.!".
" Yakinnnn..!".
" Seribu persen Sar..!".
" Apa gak terlalu cepat mas..?".
" Kalo gak cepat, kamu bisa di samber orang Sar...aku gak mau itu terjadi..!".
dokter Sara terdiam.... dia memang merasa kalo Very benar- benar bersungguh- sungguh dengan ucapannya.
dokter Sara pun memandang Very cukup lama.
" Jangan mandangin aku kayak gitu Sar....aku jadi meleleh nih..".
Very memegangi dadanya.
" Mas....mas Very yakin dan serius sama aku mas.?".
" Tentu saja Sar....jangan kau ragukan hatiku...!".
" Kamu tau kan...aku sudah tidak lagi muda...jadi aku gak mau pacar- pacaran seperti anak ABG.....aku memang mencari pasangan yang benar- benar mau serius sama aku...bukan untuk main- main lagi..".
" Pasangan yang kamu cari itu aku Sar...aku juga gak mau main- main lagi...percaya sama aku Sar..!".
Tiba - tiba Very berdiri menghampiri Sara yang sedang duduk di kursi kebesarannya...
Very berjongkok di depan Sara..
Sara sampai berjingkat kaget dengan kelakuan Very.
" Mas...apa yang kamu lakukan..? ".
" Qisara Aurellia...maukah kamu mengisi tulang rusukku yang hilang ini....menemaniku dalam suka dan duka....bersama kita menua....Will you marry me...!!!".
Rupanya Very melamar Sara.
Tak terasa air mata Sara mengalir di pipinya.
Sara mengangguk pelan.
" Ya ...saya mau mas..!".
Kini Sara yakin akan kesungguhan Very.
Very langsung memeluk Sara... memakaikan cincin ke jari manis Sara....lalu mencium tangan Sara dengan lembut.
Very bahagia tak terhingga hari ini... lamaranya di terima oleh gadis pujaannya.
*********
Makasih Author ucapkan... untuk para readers yang telah mampir di karyaku ini.
Beri terus like dan vote nya...
agar Author nambah Semangat...
Maaf juga bila masih ada typo nya.
Jangan lupa tekan tanda love 💖
Coment anda juga Author tunggu.
Mampir juga di karya Author yang berjudul
__ADS_1
" Perjuangan Yuna "
**********