
# Selamat Membaca #
***********
Very dan dokter Sara sudah meninggalkan ruanganku....kini tinggal aku dan mas Rian berdua di ruangan ini.
" Geser sayang..!".
" Mas mau ngapain..?".
" Mau bobo sama kamu sayang..!".
" Kebiasaann..!".
" Gak bisa tidur kalo gak meluk kamu sayang...!".
" Jangan macam- macam ya mas...ini di rumah sakit loh..!".
" Iya ...mas tau....kalo gak lupa...he..he..he..!".
Akupun bergeser...mas rian langsung naik ke tempat tidur... memelukku dan tak lama ia pun tertidur.... lelah sekali dia kelihatannya.
Pagi harinya aku kembali ke rumah, dan minta cuti untuk istirahat beberapa hari.
Dua hari sudah aku istirahat di rumah.... terasa membosankan, karena hariku biasanya sibuk di rumah sakit.
Kenapa hari ini aku ingin ke kantor mas Rian ya...apakah bawaan bayi, karena aku jarang sekali ke kantor mas Rian, bisa dibilang tidak pernah malahan.
Aku berencana akan membawakan mas Rian makan siang sekalian menjemput Zena di sekolahnya..
Masakan kesukaan mas Rian sudah selesai akau buat... kutata rapih makanan itu dalam rantang makanan...
Tak biasanya akupun berdandan cukup lama biar kelihatan tambah cantik di depan mas Rian.
Dengan supir mobilku melaju menuju sekolah Zena.
" Eh bu dokter Nisa.....mau jemput Zena yaa....tumben bu dokter?? ".
sapa salah satu ibu orangtua dari teman Zena.
" Iya bu....mumpung lagi cuti..! ".
jawabku.
" Denger- denger bu dokter lagi mengandung anak ke dua...apakah benar bu ?".
sapa ibu yang lain... memulai gosip.
" Alhamdulillah... benar bu..!".
kujawab seperlunya saja.
" Waahh senengnya...saya yang sudah lama program malah belum jadi - jadi bu...bagi resepnya dong biar cepat hamil..!".
tanya seorang wanita muda bergaya sosialita.
" Gak ada resep khusus bu....ini rezeki dari Allah... kita cukup usaha dan doa saja..!".
kataku...mulai malas menanggapi percakapan ini.
" Benar tuh bu dokter... saya setuju dengan pendapat bu dokter..!".
kata ibu yang yang tadi pertama bertanya padaku.
" Bu dokter ini wajahnya mulus sekali...kelihatan masih muda banget...padahal sudah mau punya anak dua...pasti mahal perawatannya..!".
tanya wanita muda sosialita yang tadi.
Emang aku masih muda kali...gak lihat apa dari mukaku.. gumamku mulai kesal.
" Gak perawatan khusus kok...cukup olah raga dan makan makanan sehat saja bu..!".
__ADS_1
" Ah bu dokter ini....takut saya ikutan ke tempat perawatan bu dokter ya....jangan takut bu...saya biasanya perawatannya ke luar negeri kok...kalo yang lokal gak cocok kulit saya..!". katanya mulai menyombongkan diri.
Aku merasa mual mendengar omongannya dan ibu - ibu yang lain mungkin juga merasakan apa yang aku rasa saat ini, mulai jengah dengan ocehannya yang terlalu meninggi.
Ini yang aku tidak suka berkumpul di tempat penjemputan....selalu ada obrolan yang tidak bermutu, bahkan berkesan berlomba untuk terlihat lebih unggul dari yang lain.
" Eh...suami bu dokter Nisa cakep banget loh...kaya raya lagi....wah pokoknya suami idaman deh..".
Hadeeh... mulai lagi nih gosip memanas..
" Sekaya apa sih.....lebih kaya mana suami saya...dan juga gantengan suami saya kali..!"
wanita sosialita itu tak mau kalah.
" Waahh...bu Reta ketinggalan info nih...saya sudah pernah lihat suami dokter Nisa....sampe ngiler saya...he..he..he....soalnya suami saya tak seganteng itu..!".
Ibu satunya lagi mengompori.
Aku hanya terkekeh... bagaimana tidak , mereka memuji suami orang, di depan istrinya lagi.....ibu - ibu ini bener - bener deh...kalo suaminya sendiri dengar gimana coba perasaannya.... aku sampai geleng - geleng kepala.
" Entar kalo ada acara sekolah...kita buktikan..."
jawab bu Reta emosi merasa dikalahkan.
Buat apa coba dibuktikan.....emangnya ajang perlombaan.....sudah gila nih si Reta.
Untung saja anak- anak sudah keluar....jadi aku tak perlu menanggapi ocehan Reta.
" Mommyyyyy.....!".
teriak Zena..... dia merasa sangat senang aku yang menjemputnya.
" Salam dulu sayangggg...!".
" Ooppss lupa....Assalamualaikum Mommy..!".
" Waalaikumsalam cantik...!".
" InsyaAllah sayang.... ayo sekarang kita ke tempat kantor daddy....Zena mau..?".
" Mau Mommy...kita beri kejutan ke daddy...!".
" Kalo begitu ayo..... ibu - ibu semuanya... saya duluan yaa..!"
pamitku ke ibu - ibu tadi.
" Mari buuu....Assalamualaikum..! ".
" Silahkan bu dokter.... waalaikumsalam...!".
jawab mereka bersama ...kecuali si Reta...dia terlihat kesal....mungkin masih penasaran karena aku belum menjawab pertanyaannya tadi.
Perjalanan kami tak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di kantor mas Rian.... karena jalanan cukup lengang.
Aku dan Zena masuk langsung menuju ke recepsionis.....
" Maaf bu...ada yang perlu saya bantu..!".
tanya seorang rescepsionis wanita..
Dia tak mengenalku rupanya...mungkin pegawai baru....kalo pegawai lama sudah tau aku waktu resepsi, walaupun aku jarang datang ke kantor mas Rian.
" Saya mau mencari mas Rian, eh maksud saya pak Rian....apakah dia ada di ruangannya..?". tanyaku.
" Apakah ibu sudah ada janji..?".
" Belum mbk....!".
" Tidak sembarang orang bisa ketemu dengan pak Rian..... kalo begitu ibu tunggu dulu disana ya..!".
dia menunjuk ke arah sofa yang berada di dekat jendela depan.
__ADS_1
" Baiklah.! "
aku hanya pasrah , tak mau cari ribut.
Aku ajak Zena duduk di sofa.
" Mommy... katanya kan mau ketemu Daddy...kok malah duduk di sini sih..!".
Zena mulai protes.
" Sebentar sayang.....kita tunggu dulu sebentar ya..!".
" Mommy kenapa gak telpon Daddy aja sih kalo kita di sini..! ".
" Eh iya....kenapa Mommy lupa....anak Mommy pinter deh...........tapi kita kan mau beri kejutan ke Daddy........ eeemm..... telpon siapa yaaa!".
" Uncle Sandy aja Mommy.. !".
" Oh iya.....pinter kamu sayang.!".
Akupun menghubungi Sandy..... tapi aku larang dia memberi tau mas Rian akan kedatangan kami......untuk kejutan kataku.
Sandy datang menemuiku di loby....
" Kok gak langsung masuk bu Nisa...?".
tanya Sandy.
" Di suruh tunggu sama tante itu...Uncle..!"
Zena yang menjawab, sambil menunjuk ke arah mbk recepsionis tadi.
" Mari bu...ikut saya..!".
Sandy mengajak kami berdua.... ternyata menuju ke tempat recepsionis terlebih dahulu.
" Kalian semua ingat ya....ini istri dan anaknya pak Rian....jadi kalo sewaktu - waktu mereka datang kesini lagi....langsung antarkan ke ruangan pak Rian....kalian paham..!".
kata Sandy tegas, memberi peringatan ke mereka.
Mereka langsung terkejut mendengar perkataan Sandy..... Mati aku....ternyata istri bos besar...gumam recepsionis yang tadi menyuruhku menunggu.
" Ma..ma..maafkan kami bu....kami tidak tau...kami jangan dipecat ya bu..!".
mereka memohon padaku.
" Sudahlah tidak apa- apa....kalian hanya menjalankan prosedur....sudah San, jangan terlalu galak ke mereka..! ".
" Terima kasih bu...terima kasih..!".
Aku hanya mengangguk dan tersenyum, lalu berlalu meninggalkan mereka.
Sandy mengajakku masuk ke lift khusus untuk para atasan
*********
Author ucapkan terima kasih untuk para readers yang mampir di karyaku.
Jangan lupa ya....beri like dan juga vote nya..
Tekan juga tanda love nya💖
Coment anda juga Author tunggu.
Maaf bila masih ada typo nya.
Mampir juga di karya Author yang berjudul
" Perjuangan Yuna "
**********
__ADS_1