
# Selamat Membaca #
*********
Hari ini aku berangkat kuliah seperti biasa...diantar suamiku tercinta, mas Rian.
Di gerbang aku bertemu dengan Tisa.
" Assalamualaikum Tisa....selamat pagi...!".
" Waalaikumsalam... selamat pagi juga Nisa...
Eh....ada kak Rian.... pagi kak..."
" Hemm..pagi..."jawab Rian singkat.
" Sayang... mas kerja dulu ya.....Assalamualaikum.. " pamit Rian.
" Waalaikumsalam mas....hati - hati ya....".
" Dadahhh...babang Rian...."
Tisa melambaikan tangan ke mas Rian... sambil terkekeh..
" Udahhhh ayok....dah jauh orangnya...masih melambai aja tuh tangan.....keseleo tau rasa.." kutarik tangan Tisa , untuk segera masuk gerbang...".
Dari belakang terdengar suara klakson mobil...yang dengan sengaja dibunyikan berulang- ulang...
Bip...bip..bip...bip...bip....
" Siapa sih....songong banget nih anak....mentang - mentang bawa mobil.."
Mulut Tisa tak berhenti mengomel..
" Sialan.....Woi buka pintu.....gue gak budek kali....berani turun Lo...!".
Kata - kata kasar pun keluar dari mulut Tisa.
Kaca pintu mobil diturunkan.....terlihat wajah yang sangat familiar buat Tisa dan Nisa...
" Ha....ha....ha...ha...ha.... pagi - pagi dah ngomel neng.....ketahuan, belum sarapan ya....!".
Ternyata si Riri yang tadi mengerjai mereka.
" Gila lo Ri....ganti mobil lagi..... hebat..hebat...!".Tisa menggelengkan kepala juga mengangkat kedua jempolnya.
" Anak raja minyak mah bebasss..."
Riri berkata dengan sombongnya.
" Buruan masuk...kita kedalem sekalian..!".
Aku dan Tisa masuk ke mobil Riri...... lumayan kaki gak terlalu pegal....ada tumpangan...gumamku.
Saat kami berjalan menuju ruang kelas....sekilas kulihat ada orang yang kukenal....
(Apakah itu....seperti kak Mesya.... apa dia kuliah di sini ya....kok mas Rian gak ngasih tau aku ya...) pikiranku berseteru, ada yang aku takutkan jika bertemu dengan kak Mesya.
Benar saja , dia dan teman - temannya mulai berjalan mendekatiku...
Mesya berdiri angkuh di depanku, diiringi tiga orang temannya yang juga terlihat seperti Mesya.
" Girls....kalian mau tau gak...sepertinya ada bau - bau gak enak nih..."
Mesya mulai aksinya.
" Bau apa Mesy...".
" Bauuuu...bau pembokat tau....ha...ha...ha..."
ejek Mesya....yang tentu saja ditujukan kepadaku.
Mesya dan teman- temannya tertawa puas.
__ADS_1
Aku hanya diam dan menundukkan kepala.
Tapi tidak bagi Riri....emosinya sudah mulai terlihat...
" Lo cantik tapi mulut Lo yang bau sampah..!".
" Sudah Ri...aku gak apa- apa kok..".
" Heh...ngapa Lo yang ngegas...noh...dia si pembantu nya aja trima kok...."
Mesya mulai mengencangkan suaranya.
" Gue gak suka ya...Lo menghina sahabat gue.." Riri masih membelaku.
" Cih sahabat...Lo gak malu berteman dengan pembantu.... entar ketularan loh....iihhh kalo gue mah ogah...jijik....ya ngga Girls...?".
" Yoi Mesy.....".
" Pembantu kayak Lo itu gak pantes kuliah disini..... pulang sono kerjaan Lo numpuk tuh di rumah..."
Mesya mendorong tubuhku.... aku terhuyung ke belakang...
Ada seseorang yang menangkapku...
Riri dan Tisa juga reflek meraihku...
Sedangkan Mesya dan teman satu geng nya sudah berlalu pergi, tanpa ada rasa bersalah... bahkan Mesya dengan bangganya telah mencelakaiku ditambah mempermalukanku di depan para mahasiswa lainnya......dia tertawa puas
" Kamu gak apa- apa Nis..."
tanya Riri dan Tisa bersamaan...
" Beneran kamu gak apa- apa..."
kami bertiga menengok ke arah suara orang yang telah menolongku tadi.
" Eh ...gak apa- apa kak....makasih ya telah menolongku...".
" Iya sama - sama....tapi gak gratis loh....."
" Hai ...jangan bengong...aku cuma bercanda kok ,santai aja......aku Viko...kamu..?".
dia menyebut nama sambil mengulurkan tangan.
Kusambut tangannya... dan kusebutkan namaku...
" Nisa kak....gini aja sebagai tanda terima kasihku, aku traktir kak Viko di kantin...bagaimana...?".
" Oh ya...ini kedua sahabatku Tisa dan Riri.."
mereka pun ikut berjabat tangan.
" Baiklah Nisa kalo kamu memaksa....Oke.... aku masuk ke kelas dulu ya..."
pamit Viko.
" Sekali lagi terima kasih kak...!".
ucapku lagi.
Disinilah kami bertiga....bangku paling pojok di dalam perpustakaan....
" Oh ya Nis, ada masalah apa kamu dengan wanita jad- jadian itu..." kata Riri.
" Sebenarnya dia itu menyukai mas Rian, karena mas Rian menikahiku dia tidak terima.....ada satu lagi rahasia yang belum aku katakan pada kalian, sebenarnya sih bukan rahasia, ini tentang pekerjaanku......kalian tau, aku ini bekerja di rumah mas Rian, sebagai asisten rumah tangga, mas Rian begitu tulus mencintaiku, sampai diapun akhirnya menikahiku.....Bunda dan Ayah mas Rian pun menerimaku, dan memperlakukanku selayaknya anak sendiri... dan juga menyanyangiku......sekarang, apakah kalian malu telah bersahabat dengan seorang pembantu.... ".
Air mataku turun tanpa bisa kutahan.
Tak kusangka reaksi Tisa dan Riri sangat menyentuh hatiku....mereka berdua memelukku dengan erat....bahkan ikut menangis denganku.
" Kenapa harus malu Nis, kamu kan tidak mencuri apalagi jual diri....pembantu bukan orang rendahan Nis, justru kalo gak ada pembantu.. orang kaya pasti kerepotan..."
jelas Riri.
__ADS_1
" Iya Nis....itu pekerjaan halal kok....justru aku senang bisa kenal sama kamu, juga sama Riri.." Tisa memelukku lagi.
" Terima kasih.... aku sangat bersyukur bisa bertemu dan bersahabat dengan kalian...oh ya aku lupa....mau traktir kak Viko...ayo ke kantin...! ".
" Nah itu salah satu yang paling aku suka darimu Nis...traktiraannn..."
teriak Tisa...maklumlah anak kos - kosan....maunya yang gratisan.
" Dasar.... si kantong semar...tukang makan..kalo denger makanan aja cepet deh nyambernya...." oceh Riri.
He...he..he..he....Tisa terkekeh...
Sampai di kantin, kami celingukan mencari sosok kak Viko.....hingga akhirnya...
" Nis....itu kak Viko bukan....!".
tunjuk Tisa ke arah orang yang sedang berjalan menuju kantin.
" Ya...itu Viko.......kak...kak Viko... disini kak...!".
panggilku.
" Hai Nis, Tisa, Riri....kamu benar mau traktir aku Nis....padahal aku bercanda loh.."
" Gak apa-apa kak....ayo kak....kita duduk..."
kami berempat makan sambil ngobrol.... kak Viko meminta nomer telponku, walau berat aku pun memberikannya, gak enak menolak orang yang telah menolongku.... sepertinya kak Viko orang baik...menurutku.
***
Setiap hari kurasakan ada yang agak agak aneh dengan kak Viko.....sepertinya dia terlalu akrab dengan denganku, tepatnya mengakrabkan dirinya....ada aja alasannya untuk menemuiku....seperti kebetulan atau tidak sengaja...
Aku mulai merasa takut....aku juga takut mas Rian salah paham, jujur aku belum mengatakan kepada mas Rian tentang kejadian itu, ketika kak Mesya yang telah menghinaku di depan orang banyak.
" Nisa....".
kak Gatan mengagetkanku....sejak kejadian itu, baru kali ini dia menyapaku lagi.
" Eh..kak..apa kabar kak.."
Aku agak gugup.
" Aku baik Nis, kamu yang agak gak baik...!".
" Kok....emang kenapa denganku kak..?".
" Aku tau kamu gak nyaman didekati Viko.... berhati - hatilah Nis dengan dia....Viko bukan orang baik....sebaiknya kau jauhi dia...!".
" Eemm iya kak....terima kasih telah menghawatirkanku....aku akan menghindarinya... ".
" Sama - sama Nis....aku ke kelas dulu ya..."
Aku mengangguk.
Sepeninggal kak Gatan.... aku mulai memikirkan kata - kata kak Gatan tentang Viko.....mungkin bisa saja itu benar....mengingat kak Gatan seorang senior, seperti hal nya kak Viko, pasti kak Gatan sudah tau sepak terjang kak Viko.
Sedangkan aku orang baru....yang baru saja beberapa hari mengenalnya.
*********
Hai para readers.... Author sangat berterima kasih....bagi para readers yang mau mampir ke karyaku....
Dukung terus para Author ya....
kasih like dan vote... juga coment yang membangun...
Tekan juga tanda love nya 💖
Maaf bila banyak typo dimana- mana
Mampir juga di karya Author yang lain
berjudul " Perjuangan Yuna "
__ADS_1
**********