Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
49


__ADS_3

# Selamat Membaca #


*********


Mas Rian dan Viano langsung bergegas pergi ke kampus...mereka langsung menemui pak satpam untuk melihat CCTV.


CCTV diputar....saat kamera bagian toilet di buka... terlihatlah Nisa yang masuk ke dalam toilet.... Rian menunggu, tetapi tak ada tanda - tanda Nisa keluar dari toilet...


Mata Rian membulat....melihat sosok yang keluar dari toilet memakai baju dan jaket serba hitam, orang itu memakai masker dan juga topi hitam.


" Nisa masuk ke toilet kok dari tadi gak keluar - keluar ya...?". kata Rian.


" Bang...lihat siapa yang keluar dari toilet pake baju hitam - hitam itu..bang..!.tunjuk Viano.


" Shit......." umpat Rian...


Dia langsung berlari ke luar ruangan.


" Kemana bang...?".


" Toilet Vin...!".


Viano lari mengikuti abangnya.... seorang saptam juga ikut lari bersama mereka.


Rian teringat pintu toilet yang bertuliskan " *Jangan digunakan toilet sedang rusak *


Kenapa gue bisa kecolongan....gak gue periksa semua...sial..sial....gumam Riam sambil lari.


Sampai di toilet, Rian masuk langsung ke arah pintu yang rusak itu...


" Pak apakah ada kuncinya...?".


" Sepertinya kuncinya dibuang....didobrak aja pak...saya saksinya...!".


Satpam itu menyuruh Rian mendobrak pintu karena keadaan emergency.


Rian dan Viano pun nendobrak pintu.... pada dobrakan ke tiga pintu itu terbuka.


Mata Rian membulat...tubuhnya langsung lemas melihat sang istri tergeletak dengan tangan dan kaki terikat....Sedangkan mulut Nisa di tutup dengan plester.


" Sayang.... ya Allah.... siapa yang tega melakukan ini padamu....bangunlah sayang..."


Rian melespaskan ikatan Nisa dibantu Viano...


Nisa masih tidak bergerak....tubuhnya sudah terasa panas, Nisa demam.


" Sepertinya kakak ipar dibius bang...!".


" Viano... kita langsung ke rumah sakit.... ayo buruan...!".


Rian menggendong Nisa ke mobil....Viano yang memegang kemudinya.


Pak satpam yang mengetahui kejadian itu mengambil foto untuk laporan ke atasannya....Dia merasa menyesal, ada kejadian sebesar ini yang luput dari pengawsannya.


Di rumah sakit Nisa langsung ditangani...


Kebetulan yang mengobati Nisa adalah dokter Sean.


" Apalagi yang terjadi padamu Nis....dua kali sudah kamu mengalami kejadian ini...!".


Rian mondar mandir gelisah menanti dokter keluar....dia butuh penjelasan tentang keadaan istrinya.


Pintu terbuka....Rian langsung menyerbu dokter Sean..

__ADS_1


" dokter.... bagaimana istri keadaan istri saya dok..?".


" Dia masih dalam pengaruh obat bius....demamnya sudah mulai turun....habis ini akan saya pindahkan ke kamar inap..!".


" Pak Rian... bolehkah aku bicara denganmu sebentar... mari ikut ke ruangan saya..!".


Melihat Rian yang masih terpaku....dokter Sean menegurnya lagi..


" Tenang , Nisa baik - baik saja...!".


Rian pun mengikuti dokter Sean ke ruangannya.


" Maaf pak Rian kalo saya ikut campur.... tapi sebagai teman Nisa , saya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi...? ".


" Mungkin ini salah saya dok....yang lalai menjaga Nisa....aku rasa ada orang yang tidak suka saya dan Nisa bersama...mereka mencoba memisahkan kami....karena tidak bisa melukai saya, maka sasaran mereka adalah Nisa...!".


" Apakah kau sudah tau laki - laki atau perempuan..? ". Sean bertanya lagi.


" Waktu itu si Viko dia bekerja untuk orang...tapi dia belum mengaku siapa pelaku utamannya....saya yakin Viko sangat melindungi orang itu.... kalo kali ini aku harus mendapatkannya....orang itu tertangkap CCTV......sebentar dok.... saya mau ketemu adik saya dulu..! ".


Sementara di luar.....Viano duduk menunggu kakaknya...


" Vin...kamu harus cek CCTV di kampus....kamu harus mendapatkannya segera....sekarang Vin..!".


" Baik bang...Vian berangkat sekarang..!".


Viano langsung menuju ke kampus untuk mengambil rekaman CCTV.


Viano pun tak lupa memberi kabar kepada Ayah dan Bundanya, kalo Nisa sudah ketemu dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit.


Rian menemani istrinya, tak lama Nisa pun siuman..


" Eehmmpp....masss....aku dimana...?".


" Kamu di rumah sakit... sayang... ".


" Apa yang kamu rasa sayang... "


" Pusing mass....aku ingat terakhir ada di toilet.... terus ada yang membekapku....habis itu aku gak ingat apa - apa mas...!".


" Mas temuin kamu ada di dalam toilet sayang...kamu dibius sayang... apakah kamu sempat melihat pelakunya sayang...?".


" Aku gak lihat mas....tapi sepertinya dia perempuan.... sekilas kulihat dia memakai gelang......dan.....aku pernah lihat gelang itu...tapi siapa ya yang pakai , aku lupa mas...!".


" Udahlah...jangan banyak pikiran dulu....kamu istirahat saja ya sayang..!".


Tiba - tiba Nisa teringat anaknya...


" Astagfirullahhaladzim....! "/


" Kenapa sayang....apa yang sakit...?".


" Zena mas....gimana Zena mas....pasti dia nangis nyariin aku..!".


" Tadi sudah mas telpon, memang tadi dia nangis, tapi setelah kamu ketemu tangis Zena langsung berhenti, dia tau mommy nya sudah aman..sepertinya Zena sudah tidur sekarang..! ".


" Mas....pulang ya....kangen Zena aku mas...!".


" Nunggu besok ya sayang.... ini sudah malam....keadaan mu biar baik dulu....kamu gak mau kan Zena melihat kamu kayak gini.!.


Akupun menggeleng....benar kata mas Rian... Zena pasti nangis kalo melihat mommy nya tergeletak tak berdaya kayak gini.


Pagi ini aku sudah merasa kebih baik, kepalaku pun sudah tidak berat lagi,

__ADS_1


Dari pagi aku sudah minta pulang....tapi dokter Sean tak mengijinkanku....alasannya aku belum sehat betul.


Setelah aku memohon, akhirnya sore hari akupun diperbolehkan pulang.


Zena yang tidak melihatku sejak kemaren langsung menyerbuku...dia menangis sambil memelukku.


" Mommy.... mommy..... mommy..! ".


Zena tersedu-sedu.


" Iya....ini mommy sayang....maaf ya kemaren mommy ada perlu , jadi gak bisa pulang..."


Maaf Zena, mommy membohongimu.


Zena akan ku gendong, tapi tubuhku yang masih agak lemah, tidak bisa untuk mengangkatnya....


Mas Rian yang tau keadaanku langsung menggendong Zena.


" Zena sama dady dulu ya...kasihan tuh mommy belum makan, jadi masih lemas....gak kuat buat gendong Zena yang gendut ini....!".


Mas Rian menggelitik Zena, Zena pun terkekeh kegelian.


Ketika kami sedang duduk di ruang keluarga, Mas Rian mendapat telpon dari Viano untuk segera ke kantor Polisi....


Seperti dengan diriku, Viano juga melihat gelang yang dipakai orang itu lewat CCTV .


Gambar gelang itu diperbesar...


Mas Rian terkejut... karena dia tau gelang itu ternyata milik Mesya.


" Kamu yakin bang , itu milik Mesya..!"


tanya Viano.


" Abang yakin Vin.... abang sudah sering lihat Mesya pakai gelang itu...dan lihat...itu ada huruf inisial namanya..!".


" Ya iyalah pasti inget... kan Mesya sering tiba- tiba meluk abang...dia suka nyosor bae kayak soang...he..he...he..!".


ledek Viano.


" Viannn..... gak waktunya bercanda ya..!".


Rian agak marah.


" Sory...sory....cuma mastiin aja bang...biar gak salah orang..".


Setelah semua bukti terkumpul...Mesya akhirnya digiring ke kantor Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya....benar saja gelang yang dipake orang itu sama dengan gelang milik Mesya.


**********


Terima kasih Author ucapkan pada para readers yang telah mampir di karyaku.


Untuk mendukung Author.. jangan lupa memberi like dan juga vote.


Coment juga Author tunggu.


Tekan juga tanda love 💖


Maaf bila masih ada typo dimana- mana


Mampir juga di karya Author yang berjudul


" Perjuangan Yuna "

__ADS_1


***********


__ADS_2