Pembantu Gaul

Pembantu Gaul
65


__ADS_3

# Selamat Membaca #


**********


Tak tahan mendengar rengekan Zena...Rian pun mengalah.....


Mereka pun berangkat jalan- jalan berenam...tanpa Ayah.


" Kamu puas sayang..".


Bisik Rian ke telinga Nisa.


" He...he...he..kalah ya sama Zena.."


ucap Nisa sambil tertawa.


Mereka berkeliling ke tempat wisata....saat siang menjelang...Rian mengajak makan siang di sebuah restoran yang cukup besar.


Ibu yang tak biasa makan di restoran mewah pun protes ke menantunya.


" Nak Rian , kenapa harus makan di sini... pasti kan mahal.....makan di warteg aja ya nak..!" pinta Ibu.


Rian terkekeh.... dia teringat Nisa waktu diajak membeli cincin pernikahan waktu itu....


" Ibu persis Nisa deh..gak apa- apa bu....sekali- kali Ibu dan Aisyah bisa merasakan makan di tempat mewah...InsyaAllah Rian masih mampu kok Bu...!".


Pesanan mereka pun datang...


Ibu sampai membulat matanya.. melihat makanan yang banyak dan pastinya mahal.


Tidak untuk Aisyah... dia sangat antusias sekali untuk memakan makanan yang jarang ia makan.


" Apa ini bakalan habis...kamu pesan banyak sekali nak Rian..?".


Ibu masih tak habis pikir, kenapa menantunya begitu banyak memesan makanan.


" Tenang Bu...ada Andi yang siap untuk menghabiskannya...iya kan Andi?".


Andi yang di tanya Rian hanya mengangkat dua jempolnya.


Andi memang ikut makan semeja dengan Rian....karena Rian juga sudah menganggap Andi seperti keluarga.


" Sayang.... jangan sampai Ibu menanyakan harganya ya...!". bisik Rian lagi.


" Memang kenapa mas.?".


" Aku takut Ibu seperti dirimu.... setelah menanyakan harganya...bisa- bisa gak jadi makan di sini...karena mahal...!".


Nisa memukul lengan Rian pelan.


" Mas ini...ngatain orangtua.... dosa loh.".


" Lah mas benar kan.... jiwa ngirit mu itu pasti nurun dari ibu...!".


Rian terkekeh..... sedang Nisa manyun, sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


Mereka menikmati makanan dengan senang hati.


" Aunty... cobain yang ini deh...enak banget kan..!". Zena menyuapi Aisyah.


" Hemm....iya enak...yang ini juga...nih buka mulutmu..!". kini giliran Aisyah menyuapi Zena.


"Hemm....lezato....perfecto...mantul....enakkk..!".


ucap dari mulut Zena.


" Kamu ngomong apaan sih Zen....siapa yang ngajarin..?".


Nisa merasa tidak pernah mengajari anaknya ngomong aneh - aneh.

__ADS_1


" Uncle Vian suka ngomong gitu kalo habis makan masakan Bunda.... sama lihat youtube Mommy...".


Aduuhhh anakku korban dari kecanggihan zaman.....sama Viano.... apa yang ia ajarkan pada anakku....gumam Nisa


" Mas....sebaiknya kita menjauhkan Zena dari Viano... sebelum makin parah..."


bisik Nisa ke Rian.


" Iya ...mas juga mikir gitu....mas takut Zena ketularan somplak kayak Vian....apalagi kalo teman- temannya lagi ngumpul di rumah...mulut mereka gak bisa di rem...gak pada lihat umur..".


Di meja yang agak jauh ....terlihat ada empat orang sedang membicarakan bisnis....setelah kesepakatan terjadi, dua orang dari mereka meninggalkan meja itu.


Tinggalah dua orang yang sedang melanjutkan makan mereka... tanpa sengaja salah satu dari mereka menangkap sosok yang sangat ia kenal dan ia rindukan.


Mata itu terus menatap ke arah Nisa....setelah ia yakin, senyuman pun tersungging di bibirnya.


" Bos....kenapa senyum- senyum sendiri..?".


tanya salah satu dari mereka, sepertinya dia adalah asistennya.


" Diam Lo.....gue lagi lihat bidadari...!".


" Mana ada bidadari siang bolong gini Bos...di restoran lagi....apa Bidadari nya makan nasi juga...?".


" Haiiss Lo ya Ron....gue pites baru tau rasa Lo....noh lihat.....itu Bidadari yang gue maksud...!".


Mata Roni melihat ke arah yang ditunjuk Bos nya. Mata Roni pun terbelalak.


" Sumpah Bos, cantik bener....Bos matanya jeli kalo lihat yang cakep- cakep.. ".


" Udah jangan ngelihatin lagi......dia punya gue...!'. kata si Bos.


" Yaelah Bos... lihat doang dilarang... pelit banget sih Bos....emang Bos kenal ama tuh cewek..? ".


" Tentu saja.....dia inceran gue di sekolah....doa gue terkabul ...gue dipertemukan lagi dengannya..... berarti kita jodoh.... " ucap si Bos yakin....PD tingkat tinggi.


Makin matang dan makin cantik aja Lo Nis....kali ini gue harus bisa mendapatkanmu apapun caranya....gumam si Bos.


" Kemana Bos ?".


" Mau nyamperin bidadari gue..".


" Gue gimana Bos..?".


" Terserah...! ".


Dari pada pulang naik kendaraan umum...Roni lebih memilih mengekori Bos nya.


" Ngapain Lo Ron..?".


" Ikut Bos lah....gue kan orangnya setia Bos....


sekalian mau lihat dari dekat bidadari nya Bos.. ".


" Diam saja....awas macem- macem Lo..!".


Roni langsung kicep...dia tak berani membantah Bos nya.


Sementara di meja Rian....


" Sayang aku ke toilet sebentar ya....!".


pamit Rian.


" Zena ikut Daddy..! ".


" Aku juga ikut kak..!".


Aisyah dan Zena ikut- ikutan ingin ke toilet.

__ADS_1


" Apa perlu aku temani...?".


Nisa menawarkan diri.


" Tak perlu kak....aku sudah besar....aku juga bisa jaga keponakanku yang cantik ini..!".


" Ya udah, jaga Zena ya Ais...hati - hati..!".


" Siapp kak..!".


Baru saja Rian meninggalkan meja ...ada yang menghampiri meja Nisa...dan langsung duduk di tempat Rian duduk tadi, di sebelah Nisa.


" Loh mas kok bal...."


Nisa mengira itu suaminya... setelah ia melihat siapa yang duduk disebelahnya, ucapannya pun tepotong.


Dahi Nisa mengernyit..


" Kamu...!".


" Hai Nis...apa kabar...masih inget aku kan..?".


" Kak Bian....apakah benar ini kamu...?".


" Alhamdulillah kamu masih mengingatku.....eh ibu..apa kabarnya Bu..?".


Bian pun tak lupa menyapa Ibu Nisa.


" Alhamdulillah sehat nak Bian...".


" Kamu makin cantik aja Nis...!".


" Gombalnya gak pernah berubah kamu ya Kak..!".


" Cuma sama kamu Nis...".


" Halah....playboy memang jago ngomong ya..!".


" Itu buat mereka....untuk kamu aku siap setia kok Nis..".


" Sudah gak mempan kak...apakah rayuanmu sudah tak laku...sehingga kamu merayuku kak..!"


" Dari dulu kamu paling susah aku taklukan...itu menjadi tantangan bagiku.....oh ya...boleh aku minta nomer teleponmu..!".


Nisa terdiam, dia juga gak enak sama Bian..


" Ayolah Nis...hanya nomer telpon.... bukan meminta dirimu...!"


" Ya sudahlah...sini...!".


Akhirnya Nisa mengetikan nomernya ke HP Bian....Bian pun tersenyum senang.


Rian yang melihat ada lelaki duduk di samping Nisa hatinya mulai memanas...jantungnya berdetak kencang... nafasnya pun berhembus kasar...menahan amarah...


Ia pun berjalan agak cepat , untuk sampai ke mejanya.


**********


Terima kasih para readers yang baik hati...


Jangan lupa beri like dan vote nya ya....


Tekan pula tanda loveđź’–


Coment anda juga Author tunggu..


Maaf bila masih ada typo nya..


Mampir juga di karyaku yang berjudul

__ADS_1


" Perjuangan Yuna "


**********


__ADS_2